Beauty And The Wolf Prince

Beauty And The Wolf Prince
Chapter 66


__ADS_3

[Situasi Jozen dan Rollen]


Jozen dan Rollen terlihat berbincang dengan Bartender itu, dan memberikan sekantung koin emas sebagai bayaran atas kerjasama mereka.


“Ini upah untukmu. Apa itu sudah cukup?


“Hahaha...ini sudah lebih dari cukup Pangeran!”


“Bagus, sekarang pergilah dan jangan pernah menunjukkan wajahmu disini lagi!” ucap Jozen.


“Baik Pangeran...terimakasih!” ucapnya lalu pergi.


Ternyata, Pangeran bersaudara bersekongkol dengan orang itu. Dan cerita yang sebenarnya adalah si Bartender memberi informasi kepada Pangeran tentang seorang gadis yang waktu itu menggantikan Pelayan pesanan Jozen adalah seorang Putri bersama seorang Pria yaitu Ran. Bartender disini sudah mengetahui penyamaran dari Pangeran bersaudara dan kelakuannya setelah ia keruangan mereka katika mabuk berat dan membawa mereka ke kamar.


“Ya ampun dasar Pria-Pria miskin...mereka sampai mabuk seperti ini...Uh beratnya!” ucap Bartender itu lalu mendorong tubuh Jozen ke kasur. “Eh...apa ini? Kemudian mengambil sebuah benda berkilau dilantai. “Koin emas...wah aku menemukan koin emas, eh tapi siapa yang menjatuhkan ini? Tidak mungkin jika mereka yang...ah...coba aku periksa!” inisiatifnya.


Si Bartender itu pun mulai memeriksa dan menemukan lebih banyak koin di kantong Pangeran Jozen dan Rollen. Ia mulai curiga kalau mereka bukan orang biasa sehingga ia menggeleda dan membuka kedok penyamaran mereka.


“Astaga...apa aku tidak salah liat. Mereka ternyata...Pangeran bersaudara?!” terkejutnya. “Sungguh tidak terduga mereka ada ditempat seperti ini. Hmm...ini adalah kesempatan yang bagus untuk memeras mereka, benar juga! pasti mereka tidak akan membiarkan penyamarannya ketahuan!” Gumamnya. “Aku akan menjadi kaya dan tidak perlu lagi bekerja ditempat kotor dengan gaji pas-pasan disini lagi hehehe! desisnya tersenyum picik.


Si Bartender itupun berusaha merahasiakan itu sendiri, ia juga beralasan kepada bosnya dan semua teman-teman pegawai untuk menginap di Bar tersebut tanpa gaji apapun dan menunggu sampai Pangeran bersaudara itu bangun sehingga bisa memulai melakukan kesepakatan menguntungkannya.


“Huwaa....huuh..., Kak...bangun. Ini sudah pagi...kita harus pulang sekarang sebelum Ibu memarahi kita! Ucap Rollen membangunkan Jozen. “Ya ampun kita terlau mabuk sampai tertidur disini...untung saja penyamarannya tidak terbongkar!”


“Huwaa...huff..., aww...ah...hei ada apa dengan badanku. Kenapa tersa remuk seperti baru saja dihajar seseorang?!” ucap Jozen terbangun.


“Benarkah? Hmm...coba aku ingat dulu...semalam kau...” kata Rollen mencoba mengingat kejadian semalam. “Ya ampun benar juga...aku ingat tadi malam ada dua orang yang masuk dan menghajarmu kak!”


“Apa? Siapa mereka!” ucap Rollen. “Berani-beraninya menghajarku dalam keadaan tidak sadar, mereka mau cari mati dengan bermain-main denganku!” tambahnya kesal. “Apa kau tahu siapa mereka Rollen?


“Hmm...entahlah aku juga tidak bisa mengingatnya dengan jelas!” jawab Rollen.


“Tentu saja kalian tidak mengingatnya karena terlalu banyak minum...” ucap Bartender itu masuk ke kamarnya tanpa izin.


“Hei siapa kau berani masuk kemari!” ucap Jozen.


“Eh kak...sst...kita bisa ketahuan!” bisik Rollen. “Maaf kami semalam terlalu mabuk dan tertidur disini, tapi tenang saja kami akan bayar semuanya!”. Ucap Rollen.


“Hmm...salamku kepada Pangeran!” ucapnya Pria itu berlutut.


“Hei...tidak perlu berlutut seperti itu, kami bukan seorang Pangeran!” ucapnya Jozen.


“Maafkan atas kelancangan saya karena tidak sengaja mengetahui penyamaran Pangeran! Terangnya.

__ADS_1


“Apa? Terkejut Pangeran bersaudara. “Jadi kau sudah tahu? Ucap Jozen. “Berarti semalam penyamaran kita terlihat orang-orang!” khawatir Rollen.


“Pangeran tidak perlu khawatir...saya mengerti. Dan saya jamin tidak ada orang lain yang akan mengetahuinya selain saya sendiri tapi...!” ucapnya mulai memberi penawaran.


“Tapi apa?!” ucap Jozen.


“Tapi saya ingin...!” ucapnya memberi kode.


“Heh...dasar orang miskin, apa kau coba memeras kami?!” ucap Jozen.


“Hahaha....tentu saja tidak Pangeran. Maksudku adalah...bagaiaman jika kita membuat kesepakatan kerjasama!” tawar Bartender itu.


“Kesepakatan...kesepakatan apa?”


“Saya tahu informasi yang penting untuk Pangeran ketahui...mengenai dua orang yang semalam menggangu Pangeran!”


“Jadi kau tahu siapa mereka? Cepat katakan...apa yang kau ketahui tentang mereka, apa mereka adalah anggota kerajaan?” ucap Jozen penasaran.


“Aku akan mengatakan semuanya yang saya ketahui...jadi semalam itu...!” kemudian menceritakan semuanya.


“Apa...Panglima Ran dan seorang Putri?!”


“Apa Putri yang dimaksud itu adalah Putri Beauty? Tebak Rollen.


“Menerutku bukan dia, karena dia sepertinya masih sangat muda!” terang Pria itu.


“Apa jadi si gadis cerewet itu yang sering memata-matai kita, kalau begitu kita dalam masalah!” ucap Jozen.


“Kau benar, sepertinya kita harus melakukan sesuatu. Dan kau, bersiaplah melakukan tugasmu!” ucapnya kepada Pria itu.


“Benarkah? Jadi apa tawaranku barusan diterima!” ucapnya.


“Aku akan membayarmu berapapun jika kau bisa mencari informasi mengenai rencana mereka kepada kami!”


“Ah...tentu saja Pangeran. Senang berbisnis denganmu!” ucapnya.


Itulah cerita yang sebenarnya tentang bagaimana Pangeran Jozen menemukan banyak informasi tentang rencana Leona dan Ran membongkar kedok mereka didepan semua orang, melalui Pria itu yang menyamar dan memata-matai Leona, dia juga mendapat informasi tentang Julia yang akan menjadi saksi dan melaporkannya kepada Jozen dan Rollen.


[Kembali ke situasi]


“Syukurlah kita bisa menyelamatkan diri, huff benar-benar mendebarkan barusan!” ucap Rollen.


“Benar, sesuai rencana kita. Hahaha!

__ADS_1


“Heh...sekarang anak kecil itu tidak akan kembali kemari!”


“Heh...benar sekali adikku!” kekehnya licik.


[Situasi Ran]


“Apa maksudmu? Ucap Ran belum mengerti.


“Yah...aku diancam oleh mereka setelah mengetahui rencana kalian itu!” jelasnya.


“Jadi benar, Pangeran bersaudara telah mengetahuinya?!”


“Bahkan ia mengetahui semuanya!”


“Tapi sejak kapan?!” kata Jozen mencari tahu lebih detail.


[Flash Back on]


Mengingat kembali saat itu, Leona baru saja berkunjung lagi ke rumah penamoungan untuk memastika keadaan Julia. Ternyata setelah berbincang-bincang dan Leona Pergi, si Bartender itu datang dan membekapnya dengan obat bius sehingga Julia tidak sadarkan diri. Dan kebetulan semua orang saat itu sedang pergi dan sisanya didalam rumah dan posisi Julia saat itu tengah diluar mengantar Leona sehingga tidak ada yang melihatnya saat itu.


Saat Julia tersadar, Pangeran Jozen dan Rollen pun muncul dan memberikan ancaman sekaligus kesepakatan lagi kepadanya. Meski sempat menolak, Beauty akhirnya menurut karena ancaman Pangeran bukan lagi menyangkut dirinya tetapi juga keluarganya, ia sadar Pangeran seperti Jozen akan melakukan apapun dan bisa melakukannya sesuai kehendaknya dengan kekuasaan yang dimiliki.


“Bagaimana apa kau setuju?!” ucap Jozen.


“Kalian memang tidak punya hati, kalian bukan manusia melainkan monster.


“Hahaha...terserah apa yang kau pikirkan tentang kami, tapi kau akan menyesal jika menolak tawaran ini!” ucap Jozen.


“Aku tidak punya pilihan lain sekarang selain mengikuti keinginannya, Putri maafkan aku!” gumam Julia. “Baiklah...aku akan melakukannya!”


Kesepakatan itu, memaksa Julia untuk berbohong tentang kehamilannya dan menutupi kebenaran bahwa Pangeran Jozenlah yang sebenarnya bersalah atas semuanya. Sungguh intrik yang sangat licik, Julia pun mereka lepaskan dan membiarkannya kembali ke penampungan. Dan itulah yang membuat Julia selama berada di aula sebagai saksi tegang dan bimbang, karena disisi lain ia sangat menghargai dan juga menginginkan keadilan namun disisi lain hal-hal yang ia miliki harus terancam jika ia jujur saat itu.


....Bersambung....


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


Hai sobat Readers B&WP👋terimakasih telah mampir dan baca chapter ini ya😊 Kalau kalian suka sama ceritanya, jangan lupa tambahkan di list favorit kalian ya...biar bisa dapat notif setiap up chapter baru ok👌👍, dan dukung authornya dengan Like, vote dan comment ya temen-temen. Kenapa? karena dukungan kalian akan menjadi semangat untuk membuat karya yang lebih berkualitas:)


__ADS_2