Beauty And The Wolf Prince

Beauty And The Wolf Prince
chapter 20


__ADS_3

Arena pertarungan kemudian telah di persiapkan untuk mereka meski mereka hanya ingin mempermainkan para Pasukan kerajaan.


"Baiklah untuk menghargai keberanianmu sebagai pemimpin maka akan aku berikan sebuah penawaran menarik, bagaimana?


"Penawaran apa maksudmu?


"Begini, kami akan membiarkan kau dan para pasukanmu itu pergi jika kau berhasil mengalahkan Pasukan terbaik kami? (tawar musuh)


"Hei kami bukanlah pengecut yang akan mundur begitu saja dari pertarungan, kami adalah prajurit setia kerajaan dan tugas kami lebih penting dari nyawa kami sendiri! (Teriak Ran)


"Baiklah kalau begitu, mari bertarung sampai kalian kalah. Hahaha...(tertawa musuh)


"Mari kita buat kesepakatan, jika kami kalah maka kami janji akan membiarkan kalian bebas melakukan apapun tampa perlawanan. Namun, jika kami menang kalian harus melepaskan penduduk desa yang kalian sandera? (meminta Pangeran Zen)


"Cukup adil untuk kami, tapi kami yang akan menentukan peraturannya bagaimana?


Dengan penuh keberanian, Pangeran menyetujui kesepakatan itu meski Panglima Yuu tidak yakin, tidak akan ada jebakan dalam permainan mereka ini. Disamping itu ke khawatiran mereka juga di dasari atas kekuatan Pangeran yang sewaktu-waktu kutukannya akan mencelakai warga desa.



Awalnya pihak mereka yang memenangkan babak pertama setelah pangeran berhasil menjatuhkan lawan-lawannya, namun kondisi itu kini berbalik akibat peraturannya berubah yaitu menyerang tanpa senjata apapun kecuali kekuatan fisik. Hal inilah yang mereka takutkan, karena pangeran masih belum terbiasa bertarung tanpa senjata yang mana emosinya tidak dapat tersalurkan melalui tebasan pedang melainkan melalui kekuatan fisik. Menyadari hal itu, Pangeran tetap berkeras hati untuk menyelesaikan pertarungan itu bahkan jika ia tahu emosinya akan lebih besar untuknya menahan kutukan Monster serigala.


"Bagaimana ini Panglima? Musuh sepertinya tidak terlihat memiliki kelemahan apapun di babak ini.


"Itu benar, lihatlah bahkan Pangeran Zen sudah mengeluarkan separuh kekuatannya untuk melawan Pria itu tapi tetap saja tidak berpengaruh padanya.


"Luar biasa, baru kali ini aku melihat tubuh sekebal itu. Seperti itu bukan kekuatan dari orang biasa!


"Benar, kalian juga melihat hal itu. Pasti ada sesuatu yang tidak kita ketahui dari Pria itu! (Penilaian Panglima Yuu terhadap musuh)


Sementara di sisi lain, si Ninja misterius justru sudah menemukan jawaban atas pertanyaan mereka setelah melakukan pengamatan gerak-gerik musuh itu.

__ADS_1


"Pria itu terlihat tidak memiliki titik kelemahan. Tapi mustahil untuk manusia biasa dapat bertahan dengan serangan bertubi-tubi seperti itu kecuali...., yah itu dia. Sihir! Dia pasti menggunakan sihir, baiklah kalau memang benar, aku harus mengamati gerak-geriknya lebih teliti lagi, karena aku yakin sihir apapun itu pasti memiliki kelemahan yang tersembunyi.


Si Ninja misterius kemudian mendapati sebuah kesimpulan dari pengamatannya. Sedangkan di sisi lainnya, Pangeran Zen sedang mulai bereaksi terhadap kutukan monsternya setelah terpancing emosi melihat seorang anak kecil pemberani tergeletak tak berdaya akibat mencoba membantunya dari serangan lawan. Pangeran yang tadinya melemah itu seketika penuh kekuatan berkat kutukan monsternya kambuh.


"Tidak bisa di percaya, ternyata cerita Monster serigala dingin itu memang benar ada! (Terkejut si Ninja misterius dalam pikirannya)


"Hahaha..., akhirnya kau keluar juga Monster! (tertawa musuh)



"Gawat, Pangeran berubah lagi! (kata Ran)


"Ini tidak bisa di biarkan, kita harus mencegah Pangeran sebelum sesuatu yang lebih buruk terjadi! (perintah Panglima Yuu)


Ternyata sejak awal, musuh sudah mengetahui siapa Pangeran Zen dan sengaja memancing emosinya agar ia bisa mereka jebak. Pasukan musuh ternyata sudah menyiapkan siasat untuk menangkap Pangeran dalam wujud serigala sehingga mereka membawa pasukan cadangan yang dari tadi menunggu aba-aba pemimpinnya itu. Sungguh tidak terduga, Pasukan Pangeran Zen benar-benar dalam keadaan yang sulit mengingat jumlah musuh yang kian banyak itu diluar perhitungan mereka.


Suasana menjadi semakin kacau, Panglima Yuu dan pasukannya mengambil tindakan dengan melakukan perlawanan dan memerintahkan pula untuk mengamankan para warga desa untuk menjauh dari amukan Monster serigala yang tak terkendali.





Melihat hal langkah itu, membuat Pasukan kerajaan kegirangan dengan kejadian yang tampak di depan mata mereka.


"Sebenarmya siapa orang ini? Ia dengan mudahnya menenangkan Pangeran yang emosi itu (Gumam panglima yuu)


"Hentikan semua ini! ingatlah siapa dirimu sebenarnya? ingatlah orang-orang di sekelilingmu mereka sangat ketakutan melihatmu seperti ini jadi ku mohon tenanglah! (katanya dengan suara lembut)


Terdengar suara wanita dengan nada lembut di balik pakaian serba tertutup si Ninja misterius itu. Entah apa yang terjadi, tapi perlahan ia mendekati si Monster serigala dengan tatapan penuh ketulusan hati yang dapat membuat sang serigala tunduk seketika di sentuh dengan tangan penuh kehangatan itu.

__ADS_1



"Tenanglah..., kau sekarang baik-baik saja. Jangan sedih, aku disini!


Kata-kata itu, membuat si Monster tertidur dengan nyamannya seakan baru saja di nyanyikan sebuah lagu penghantar tidur dari seseorang yang sangat ia nantikan selama ini untuk ia dengarkan. Namun, perasaannya itu tidak berlangsung lama setelah para musuh mengambil sebuah kesempatan untuk menangkap si Monster yang perlahan mulai berubah normal itu.


"Jangan!


Teriakannya membuat Pangeran yang masih setengah manusia serigala menahan serangan musuh yang tiba-tiba muncul dari arah belakang. Sepertinya Pangeran Zen mulai sadar, dan sedikit menguasai kekuatannya sekarang berkat si gadis berjubah itu.


"Apa aku tidak salah liat, dia baru saja menahan serangan untuk menolongku? (gumam gadis itu dalam hatinya)


Belum selesai pertarungan, Pangeran masih belum mengalahkan lawan yang kuat satu itu. si gadis misterius yang sudah menyadari titik kelemahan sihir yang digunakan lawan kemudian membantu Pangeran. Bekerjasama ia dan pangeran berusaha menghancurkan pengaruh kekuatan sihir yang ternyata kelemahan energinya berada di bawah lidah musuh tangguh mereka itu. Dengan tindakan pertama yaitu melumpuhkan lawan dengan tanaman duri beracun kemudian akhirnya menarik paksa benda tumpul aneh itu hingga akhirnya si musuh tak terkalahkan menjadi sangat lemah tak berdaya yang disebabkan efek sihir yang mulai menghilang pula.


"Terimakasih atas bantuanmu jika bukan karena kau aku mungkin tadi telah...


"Tidak, kau tidak perlu berterimakasih padaku karena kita sama-sama impas di sini. Kau telah menyelamatkanku dan aku telah membantumu jadi anggap saja ini adalah balasan jika tidak aku tidak akan mau membantu apa lagi sampai bekerja sama dengan Monster dengan Pasukan asingnya ini.


"Heh...rupanya selain berani, kau juga sombong rupanya! (ucap Pangeran Zen) Hmm...bagaimana kalau untuk merayakan kemenangan kami, kau ikut bersama kami ke istana kerajaan Zu..


"Tidak perlu, lagi pula aku tidak suka pesta kerajaan. Sepertinya aku harus pergi sekarang...(katanya setelah melihat seekor burung yang baru saja hinggap di pohon)


"Tunggu dulu..., jika kau tidak ingin setidaknya kau memberi tahu aku siapa kau sebenarnya?


"Aku adalah anak seorang Raja dan Ratu yang berasal dari sebuah kerajaan menengah di selatan.


"Itu berarti kau juga adalah seorang Putri kerajaan? Apakah kita akan bertemu lagi?


"Entahlah, mungkin saja jika kita di takdirkan untuk itu!


"Eh tapi..., aku belum tahu siapa namamu?

__ADS_1


Belum sempat bertanya, si Ninja misterius yang rupanya seorang gadis dari kerajaan selatan itu sudah pergi menjauh meninggalkan Pangeran Zen dengan menunggangi kuda putihnya.


__ADS_2