
Singkat cerita karena Leona ingin mencari tahu, ia kemudian nekad untuk masuk ke ruangan itu untuk menghentikan hukuman tersebut agar bisa menyelamatkan Ran. Namun tentunya tak semudah itu, karena ia harus mengelabui atau mengecohkan Para penjaga diluar agar bisa melewati pintu ruang penghukuman tersebut. Berhasil melakukannya dengan susah payah mencoba hingga ketiga kalinya ia bisa menembus pengawalan ketat itu tanpa sepengetahuan mereka.
“Tunggu...tolong hentikan...
[Kembali ke situasi]
“Hmm....baguslah kalau begitu? Lalu yang kau bisikkan kepada Ratu tadi apa? (tanya Ran)
“Mmm....masalah itu aku ingin meminta maaf sebelumya...
“Minta maaf? Untuk apa....
“Iya karena tadi itu aku mengatakan kalau....
[Kembali melanjutkan cerita]
“Aku tidak akan keluar sebelum Ratu membebaskannya!
(Ratu kemudian menatap dalam Leona saat itu) “Hm....ternyata kau cukup keras kepala juga rupanya. Kalau begitu berikan aku sebuah alasan kenapa aku harus mempercayai orang ini?
Leona kemudian mendekat kepada Ratu Ludo dan membisikkan penawarannya.
“Aku akan memastikan dia tidak bersalah karena Ratu hanya salah paham. Aku berjanji, anak Ratu akan kembali setelah ini. (bisik Leona)
“Hmm....baiklah. aku akan pegang janjimu itu, jika bukan kau..aku mungkin tidak berpikir dua kali untuk ini.
“Anda bisa mempercayaiku.
“Hmm....Hugo...lepaskan dia!
“Baik Ratu!
“Terimakasih atas kebaikan Ratu! Aku berjanji akan membuktikan perkataanku.
“Hmm...kau jangan berterimakasih kepadaku dulu karena dia hanya ku bebaskan dari hukuman bukan berarti dia bebas. Semoga berhasil gadis muda...(ucap Ratu memegang pundak Leona lalu pergi)
“Aghk....(kesakitan Ran setelah didorong)
“Aku harap yang kau lakukan barusan tepat sesuai tebakanmu juga! (bisik Hugo ke Leona lalu berlalu)
“Hm..., Kakak....! Kakak tidak apa-apa...(kemudian merangkul tangan Ran ke kamar)
[kembali ke situasi]
“Iya...tapi aku benar-benar tidak bermaksud ikut campur apalagi ingin membuat masalah dengan hubungan kakak dengan gadis bernama Bella itu. Sumpah aku niatnya cuman ingin membantu membebaskan kakak Ran...
“Hmm...iya aku mengerti niatmu baik.
“Maaf ya kak...kakak Ran tidak marah kan?
“Tentu tidak...aku hanya marah dan kecewa terhadap diriku sendiri. Tapi sekarang aku masih belum mengerti satu hal...
__ADS_1
“Aku tahu...ini sulit untuk kakak lewati tapi jika itu benar maka kita benar-benar harus membawa anak Ratu Ludo kembali...
“Entahlah Leona...aku rasanya masih tidak percaya. Jika memang benar Bella adalah Putri kerajaan Ludo maka selama ini dia telah membohongiku....
“Maksud kakak?
“Kenapa Bella tidak jujur padaku dari awal kami bertemu...(gumam Ran dalam hatinya)
[Ke situasi Bella]
Disisi lain, Bella yang saat itu tengah mencuci piring didapur dikejutkan dengan berita kepulangan Zen dan Beauty.
“Bella...Bella....(tergesa-gesa teman Relawannya itu)
“Ada apa? Kenapa kau terlihat terburu-buru...
“Itu...huff...hah...aku punya berita bagus...huff...(katanya dengan nafas masih terengah-engah)
“Iya...berita apa? Cepat katakan....hmm....oke kau tarik nafas dulu...yah lalu buang...Nah sekarang katakan dengan jelas. Berita apa yang barusan kau dengar?
“Itu...Pangeran Zen dan Putri Beauty sudah kembali!
“Benarkah? Itu berarti Ran juga...lalu mereka dimana sekarang?
“Iya...mereka katanya baru sampai tadi malam dan sekarang mereka sedang di luar istana bersama beberapa kelompok Pasukan lainnya...sepertinya mereka akan pergi bertarung lagi...
“Oke...serahkan padaku...
Bella kemudian keluar dari dapur dengan tergesa-gesa sambil melepaskan pengikat pinggangnya.
“Eh...Bella...kau mau kemana Nak? Kok terburu-buru sekali...
“Iya Madam...Ran sudah pulang...
“Oh ya?
“Iya...aku sekarang ingin pergi menemuinya dan mengatakan yang sebenarnya...
“Hmm...semoga berhasil Nak! Pergilah dan temui dia...
“Terimakasih Madam...
Madam Zoyya sangat mendukung hubungan Bella dan Ran, hal itu juga yang membangkitkan semangat Bella untuk menyatakah cinta dan mengungkapan perasaannya yang selama ini ia pendam kalau ia juga sangat ingin menjadi kekasihnya.
Disisi lain, Pangeran Zen dan Beauty bersama pasukannya mulai ber-arak keluar melewati desa menuju ke perbatasan. Rakyat desa yang melihat itu sebenarnya kebingungan karena tidak tahu mengenai apa yang akan mereka lakukan, bisikan serta dugaan mereka kemudian terdengar dimana-mana hingga salah satu dari mereka bertanya ke Prajurit yang bertugas. Mendengar bahwa mereka sedang merencanakan penyerangan untuk pembebasan Putri dan Ran itu membuat para masyarakat menjadi khawatir peperangan yang dulunya memakan banyak korban jiwa itu akan terulang untuk kedua kalinya. Terlebih kedua kerajaan itu kini menjadi musuh dan sangat mustahil untuk berdamai kembali, menyadarihal itu Pangeran Zen menjelaskan kepada Rakyat untuk tetap tenang dan meyakinkan kekhawatiran mereka tidak akan terjadi bahkan ia juga berjanji akan mengutamakan kedamaian diatas musyawarah kesepakatan bersama. Bella yang kebetulan melihat rombongan pasukan itu melewati desa kemudian mencoba mendekat dan bertanya-tanya mengenai keberadaan Ran, kekhawatirannya memuncak ketika ia mendengar dugaan penangkapan Ran oleh kerajaannya sendiri dari Pangeran Zen.
“Apa....Ran ditahan oleh kerajaan Ludo? Yang benar Pangeran..(kata Bella memastikan)
“Itu benar...Ran belum pulang dan dugaan terbesar kami adalah dia juga tertangkap oleh Pasukan dari kerajaan Ludo bersama adikku Leona...(jelas Beauty)
__ADS_1
“Ya tuhan....Ran...(ucap Leona terkejut tidak percaya)
“Hmm....kau ini sebenarnya siapanya Ran? Kelihatanya kalian sangat dekat...apakah kau kekasihnya?
“Aku...
“Dia adalah teman akrabnya Ran...jadi wajar memang jika dia juga ikut khawatir mendengarnya.(ungkap Zen)
“Oh begitu...hmm...kau yang sabar ya! Kami pasti akan menyelamatkan mereka...
“Itu benar...aku berjanji dan akan memastikan mereka kembali dengan selamat dan baik-baik saja...
“Aku harap itu benar...(gumam Bella)
“Baiklah kalau begitu kami pergi...
Para pasukan pun sampai ke perbatasan yang mana disana telah tersedia banyak kuda yang berjejer rapi untuk mempercapat perjalanan mereka ke istana kerajaan Ludo. Meski sempat ditentang oleh beberapa penjaga perbatasana kerajaan Ludo yang ketat mereka tetap melanjutkan perjalan meski harus sedikit bertarung.
[Situasi dikerajaan Ludo]
Seorang Pengawal yang ditugaskan di area perbatasan itu melapor adanya penyerangan yang dilakukan pihak musuh yaitu kerajaan Zuma. Ratu cukup terkejut mendengarnya meski ia sudah menduga hal ini akan terjadi sebelumnya di Rapat tadi malam bersama Para penasehat mereka.
“Apa?
“Benar Ratu dan sekarang mereka menuju kemari bersama pasukan mereka!
“Hmm....sudah kuduga (gumamnya) Kalau begitu cepat siapkan pasukan khusus kita dan perintahkan mereka untuk siaga didepan stana! (perintahnya)
“Apakah kita akan menyerang Ratu? (tanya Hugo)
“Hm...tidak usah banyak bertanya. Segeralah lakukan sesuai perintahku barusan...
“Baik! Penjaga tolong bantu aku mengumpulkan Pasukan terbaik kita...
“Baik Panglima...
Hugo dan penjaga yang melapor itu kemudian mengumpulkan para Pasukan terlatih mereka. Dengan Hugo sebagai Panglima utama yang memimpin Pasukan tersebut kemudian bersiap siaga berbaris didepan istana membuat semacam benteng pertahanan mereka.
....***Bersambung....
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
Hai sobat Readers B&WP👋terimakasih telah mampir dan baca chapter ini ya😊 Kalau kalian suka sama ceritanya, jangan lupa tambahkan di list favorit kalian ya...biar bisa dapat notif setiap up chapter baru ok👌👍, dan dukung authornya dengan Like, vote dan comment ya temen-temen. Kenapa? karena dukungan kalian akan menjadi semangat untuk membuat karya yang lebih berkualitas***:)