
“Jadi sedekat itukah kau dan aku dimasa lalu?
“Benar...(kemudian melihat hasil lukisan dirinya dan Bella saat remaja)
“Hmm...tak heran ia begitu berisi keras untuk membawaku kembali...(gumam Bella membayangkan pelukan Zen tadi malam) Aku cukup merasakan perasaannya...dan pelukannya sangat tak asing bagiku...”Hangat....(gumamnya) Ah...kepalaku...
“Ada apa? Apa kau ingat sesuatu?
Bella seketika kesakitan ketika didalam kepalanya terbayang beberapa potongan memori.
“Katakan apa kau tidak apa-apa?
“Aku baik-baik saja...aku hanya sedikit pusing...terimakasih!
“Hm...mungkin dia sedikit lelah karena seharian berpikir keras...(gumam Pangeran) Apa sebaiknya kita kembali ke istana sekarang?
“Tapi...bagaimana dengan tempat yang kau maksud itu...tempat favoritmu dan Ella...bukankah kita juga harus mengunjunginya?
“Tidak apa...aku tidak mau kau sampai sakit karena terlalu memaksakan diri untuk mengingat semuanya...lagipula kita masih punya kesempatan lain untuk pergi kesana...jadi tolong jangan membuatku merasa bersalah.
“Hm...baiklah...tapi bolehkah aku berkunjung ke satu tempat lagi...sebelum aku bisa pulang dan beristirahat...
[Di rumah penampungan]
“Benarkah yang kau katakan itu Ran? Bella...sudah kembali? Dan dia sekarang ada di istana Zuma...
“Benar...dia sekarang adalah tamu kerajaan.
“Hah...lalu kenapa kau baru memberitahukannya sekarang? Kalau begitu aku akan menemuinya...eh tunggu...sebaiknya aku memberitahu yang lain...mereka juga pasti akan senang mendengarnya.
“Tidak perlu Madam...kau tidak perlu menemuinya sekarang karena dia mungkin sedang sibuk bersama Pangeran Zen...Lagipula dia sekarang adalah seorang Putri, dia mana mungkin akan berkunjung kemari...
“Siapa bilang aku tak akan kemari? (ucap Bella)
Ran yang berbalik mendengarnya sedikit terkejut namun berusaha mengendalikan dirinya.
“Salam Pangeran...Putri...(sambut Ran dengan biasa)
Bella sebenarnya juga terkejut melihat Ran yang ternyata juga sedang berkunjung. Sempat menatap tak percaya bahwa Ran bersikap sangat santai dan formal layaknya Pengawal kepada Ratunya. Tapi meskipun begitu, Ella berusaha tetap seperti biasa meski ia sebenarnya tidak mengharapkan sikap itu dari Ran.
“Salam...(ucap Bella)
“Salam Pangeran...Salam Putri...(ingin merendah namun ditahan oleh Bella)
“Madam...tolong jangan lakukan itu. (Kemudian memeluk Zeyya)
Madam Zeyya yang memang sejak tadi menahan keinginannya untuk memeluk Bella itu akhirnya bisa melepaskan rindunya setelah Bella memeluknya lebih dulu.
“Aku sangat merindukanmu...Nak! (kemudian meneteskan air mata bahagia)
__ADS_1
“Aku juga...Bu...(balas Bella, mempererat pelukan lalu ikut menangis)
“Hm...sudah...jangan ada tangisan lagi. Sekarang kau kembali dan kami sngat merindukanmu sejak kau pergi...Eh...maaf atas sikapku Pangeran...aku tadi terlalu bahagia menyambut Putri...
“Tidak apa-apa...Bella memang berniat kemari untuk bertemu kalian semua...
“Benar...ah...mari masuk Pangeran...
“Terimakasih...
Semua orang seketika menyambut Bella yang datang, kebahagian pun pecah seiring perbincangan yang hangat. Banyak dari relawan dan korban yang masih mengingat jasa Bella kemudian bertanya-tanya keadaan rekan lama mereka itu. Pelukan sebagai tanda sambutan membuat Bella sangat bersyukur mereka masih sama seperti terakhir kali dikenalnya, yaitu orang-orang yang sudah seperti keluarganya sendiri.
“Terimakasih...atas sambutan kalian...aku sangat senang bisa bertemu dengan kalian lagi disini..meski kalian tahu aku ini adalah...
“Tidak Putri...meski sekarang keadaannya berbeda tapi bagi kami kau masih sama...kami sangat senang bisa melihatmu baik-baik saja.
“Iya...itu benar, kau tahu sejak kepergianmu. Rumah ini rasanya sepi...
“Ya benar...Putri Bella bagi kami sama seperti keluarga...
“Aku sangat tersentuh...terimakasih telah mau menerimaku meski kita tidak segolongan namun...kalian tetap baik kepadaku dan aku akan selalu mengingat kebaikan kalian karena kalian adalah teman,sahabat sekaligus keluargaku sekarang...
“Sama-sama Putri...
“Kakak....(peluk seorang anak kecil)
“Tidak mau...
“Maaf putri...dia sedikit nakal..
“Tidak apa-apa...hai anak manis...aku punya sesuatu untukmu...tada...permen manis untuk anak imut sepertimu...
“Wahh...terimakasih...(ucap anak kecil itu)
“Hahahaha.....(semua orang pun tertawa)
“Bukankah dia mirip dengan Ella...
“Benar...dia kelihatannya sangat senang dan baik-baik saja saat bersamamu...syukurlah.
“Aku tahu kau pasti belum bisa melupakannya...aku ingin meminta maaf karena telah membuatmu merasa...
“Kau tidak peru khawatir Pangeran...lagipula kedekatanku dengannya hanya sebatas teman saja dan tidak lebih!
“Benarkah? Tapi bukannya kalian berdua itu saling...
“Tentu saja tidak...Bella memang mungkin menaruh simpati padaku dan aku tahu itu, aku juga sudah mengatakan padanya kalau aku menganggapnya sebagai teman saja dan tidak lebih...jadi Pangeran tidak perlu merasa bersalah apalagi meminta maaf karena semua ini adalah takdirnya...
“Hmm...kau benar, semuanya terjadi mungkin adalah takdirnya...
__ADS_1
“Hahaha...ayolah Pangeran. Jangan membuatku merasa sedih lagi karena mengingatnya...
“Hmm...syukurlah jika kau tidak benar-benar mencintainya Ran, itu artinya aku bisa membuat Bella mengingatku tanpa harus mencemaskan perasaanmu nantinya...(gumam Zen, sambil melihat Bella yang tersenyum dari kejauhan)
“Kalau begitu aku akan kembai bertugas sekarang....
“Oh iya...terimakasih ya...
Ran pun pergi dari rumah penampungan tanpa memperlihatkan rasa kekecewaan di wajahnya, namun sebenarnya ketika ia berbalik punggung ia menyembunyikan perasaan yang amat sangat menusuk, berjalan dengan rasa sakit, kecewa dan tak terima namun ia juga mengerti apa yang seharusnya ia perbuat mulai sekarang yaitu menghapus semua kenangan bersama Bella dahulu.
“Setidaknya hanya ini yang bisa ku lakukan untuk membalas kebaikannya dengan tetap berpura-pura menerima segalanya untuk kebahagiaanmu....Pangeran...(gumamnya, tersenyum sambil menahan rasa tak terima yang masih tersisa didadanya)
“Permisi semuanya...aku minta maaf telah menggangu tapi Bella harus kembali ke istana untuk beristirahat...
“Yah...padahal kami masih mau bercerita banyak hal kepada Putri...
“Aku juga...seandainya aku bisa menginap semalam disini. Hmm...Pangeran, bolehkan aku...
“Maafkan aku tapi sesuai kesepakatan sebelumnya maka aku tidak bisa memperbolehkanmu...kau tahu ibumu seperti apa?
“Hmm...benar juga...tapi kalian tenang saja...aku pasti akan kemari untuk berkunjung setiap hari...lagipula istana Zuma tidak terlalu jauh, kalian sesekali bisa berkunjung asalkan memberitahu pengawal terlebih dulu...
“Baiklah...kalau begitu. Kami akan menunggumu kak...(kata anak-anak itu)
“Hmm....sampai jumpa besok! (sambil melambai)
Bella dan Pangeran pun akhirnya pulang ke istana, Bella sebelum benar-benar pergi sempat mencari keberadaan Ran yang tiba-tiba menghilang dari pandangannya. Zen yang melihatnya mengerti sehingga ia memberitahu Bella kalau Ran sudah p
ergi.
“Dia sudah kembali bertugas...(Jawab Zen tanpa ditanya)
“Hmm...begitu ya...(gumamnya merasa sedih) Hahaha...kau ini bicara apa, aku tidak mencari siapapun...ayo pulang sebelum malam. (ucap Bella bersandiwara)
***Bersambung....
*
*
*
*
*
*
Hai sobat Readers B&WP👋terimakasih telah mampir dan baca chapter ini ya😊 Kalau kalian suka sama ceritanya, jangan lupa tambahkan di list favorit kalian ya...biar bisa dapat notif setiap up chapter baru ok👌👍, dan dukung authornya dengan Like, vote dan comment ya temen-temen. Kenapa? karena dukungan kalian akan menjadi semangat untuk membuat karya yang lebih berkualitas***:)
__ADS_1