
Jozen dan Rollen pun kemudian mengajak Leona ke satu tempat didalam hutan.
“Eh tunggu... bukannya dihutan itu bahaya ya?
“Mau liat nggak tempatnya?
“Mau..mau!
“Ya udah deh...tapi kalian janji ya akan melindungi saya?
“Iya kau tenang saja, itu sudah tugas kami melayani para tamu!
Dengan polosnya Leona masuk kedalam hutan bersama dua Pangeran kembar tak identik itu, tanpa memberitahu kakaknya karena terlalu percaya dengan omongan mereka.
“Wah...
“Nah benarkan kami tidak bohong!
“Iya...indah sekali!
Setelah beberapa jam disana, mereka akhirnya kembali pulang atas permintaan Leona. Awalnya semua baik-baik saja, namun sesuatu yang tak terduka terjadi.
“Wah...hari ini aku senang sekali! Terimakasih ya Pangeran...
“Iya...sama-sama. (senyum Jozen)
“Hmm...lain kali ajak aku ketempat lainnya ya...yang lebih keren lagi disini!
“Tentu apapun untuk putri Leona! (kata Rollen)
Kemudian dua saudara itu membiarkan Leona berlalu dan sedikit berbisik sebelum menjalankan rencana mereka.
“Sstt....ayo!
“Hm...
“Eh iya...apakah disini juga ada...eh...loh Pangeran bersaudar dimana? Pamgeran Jozen...Pangeran Rollen...
Leona mencari-cari kedua Pangeran itu yang hilang entah kemana. Karena sibuk mencari, ia pun tak sadar salah jalan. Dan setelah menyadari itu, Leona kemudian mendengar suara longlongan serigala.
“Ya ampun kemana mereka..., dan...dimana aku sekarang? Apa aku tersesat, aduh bagaimana ini...Hah...suara apa itu? Jangan...jangan...suara longlongan Itu adalah seekor serigala...gawat!
Belum sempat berbalik arah mencari jalan keluar, ia kemudian dikejutkan dengan tangan seseorang yang mentup matanya dari belakang. Karena kaget, Leona secara spontan mengambil gerakan jaga-jaga dan menjungkir balikkan Jozen yang ternyata pelakunya.
“Aww....ah...(kesakitan)
“Pangeran! Ya ampun Pangeran Jozen...kau tidak apa-apa?
“Tidak apa-apa...sakit ini!
“Ya habisnya Pangeran sih tiba-tiba muncul kan aku kaget! Maaf ya...sini aku bantu...
“Huff...untung tulangku kuat, kalau tidak aku sudah patah barusan!
“Hahaha...., Pangeran Payah...masa karena aku udah patah sih tulangnya!
“Ih dasar bocah! Malah ketawa lagi...
“Iya kan aku sudah minta maaf Pangeran! Mm...terus Pangeran Rollen dimana?
“Tidak tahu...
“Saudara sendiri kemana, tidak tahu? Wah gawat...jangan-jangan Pangeran Rollen sudah dimangsa oleh serigal lagi?
“Apa?
“Iya Pangeran...soalnya tadi aku mendengar suara longlongan serigala. Nah...Pangeran dengar kan?
“Hah...tidak...tidak dengar tuh?
“Kok suaranya makin dekat ya...?
Merasa mulai aneh dengan suara serigala yang terdengar perlahan mendakat, Leona pun memberanikan diri lalu berbalik.
“Leona...gawat!
“Hah?
__ADS_1
“Itu...dibelakangmu ada..
“Hwaaa..(kata Rollen)
“Aaa...(teriak Leona)
Tepat setelah berbalik badan, Leona kemudian tekejut melihat dibelakannya ada Pangeran Rollen yang sedang menakut-nakutinya. Dan karena spontan ia juga tidak sadar menampar Pangeran Rollen yang berdiri tepat dihadapannya.
“Aww....(kata Rollen berteriak kesakitan)
“Pangeran Rollen...kau...kau tidak apa-apa...Maaf aku tidak sengaja..hehehe...
Karena menyadari Leona ternyata jago bela diri, Jozen dan Rollen yang tadinya punya banyak rencana untuk mempermainkan Leona dengan mengajaknya ke hutan akhirnya batal akibat kesakitan.
“Hehehe...maaf ya Pangeran sekali lagi...aku tdak bermaksud untuk membuat kalian terluka seperti ini...(katanya sambil jalan)
“Iya tidak apa-apa, ini juga karena salah kami. Harusnya kami tidak menjahilimu tadi...(ungkap Jozen) Padahal tadinya aku pikir akan lebih menyenangkan malah seperti ini jadinta huff....sakit (gumam Jozen)
DItengah perjalan pulang mereka, kemudian toba-tiba muncul lagi suara hewan aneh.
“Pangeran....tolong jangan mulai lagi!
“Bukan...kali ini bukan kami!
“Laku kalau bukan kalian, siapa yang bersuara seperti beruang barusan?
“Jangan-jangan itu adalah...
Mereka semua pun sama-sama berbalik dan seketika lari kerakutan melihat seekor beruang berada tepat dibelakangnya.
“Aaaa.....(serentak lalu berlari terpisah)
Karena memikirkan keselamatan mereka sendiri, Jozen dan Rollen hanya berlari menyelamatkan diri mereka tanpa memerhatikan Leona yang belum terlalu menghapal jalanan. Hanya bisa berdiri ketakutan melihat hewan besar itu menatapnya dengan penuh kelaparan. Karena perlahan mendekatitubuhnya, Leona kemudian berusaha kabur dengan perlahan. Namun tiba-tiba ia terjatuh dan terguling ke jurang yang ada di belakangnya.
“Kak...Leona!
“Tidak ada waktu untuk menolongnya, kita harus menyelamatkan diri kita terlebih dahulu ayo...(kata Jozen, egois)
[Situasi Beauty]
“Ada apa Pangeran, kenapa kau tiba-tiba saja memanggilku ke taman ini?
“Hal penting apakah yang kau ingin pertanyakan, sampai-sampai harus berada di tempat ini?
“Apakah kau benar-benar tidak tahu tentang gelang tembaga ini?
“Gelang tembaga? Tidak...memang ada apa dengan gelang ini?
“Hmm...sudah ku duga kau memang bukan dia!
“Dia...dia siapa maksudmu? Apakah kau sedang mencari seseorang?
“Iya...itu benar! Dan orang itu adalah teman masa kecilku...
“Itu artinya gelang ini adalah...
“Gelang kenang-kenagan terakhir milik Ella setelah tiada...saat usia kami remaja.
“Aku baru tahu kalau dalam cerita Monster serigala dingin itu juga memiliki perjalan asmara!
“Begitulah kenyataanya, kau mungkin hanya mendengar kisah buruk tentangku bukan? Tapi sebenarnya itu dari sisi pandangan masyarakat yang masih belum menerimaku. Karena fakta yang sebenarnya aku sangat sulit untuk berteman dengan siapapun kecuali Ella yang benar-benar mau dan tulus menerimaku.
“Dan itulah mengapa kau masih berharap dia hidup?
“Hmm...
Tiba-tiba ada seekor burung yang hinggap di bahu Beauty kemudian berkicau seakan berbisik sesuatu hal yang penting.
“Ada apa? Berita apa yang ingin kau sampaikan!
“Burung itu...jadi itu peliharaanmu?
“Namanya Kuki, dia adalah sahabatku!
“Benarkah? Dia burung yang sama yang membantuku menemukanmu waktu dihutan. Kau mengerti bahasa burung?
“Hmm...apa? (terkejut Beauty mendengar kuki)
“Eh hei...tunggu...kau mau kemana? (kemudian menyusl beauty yang mulai berlari)
__ADS_1
[DI Aula istana]
“Kami benar-benar tidak tahu Ayah dimana Putri Leon menghilang...kami tadinya pergi ke hutan bersama tapi sewaktu kembali, di perjalanan pulang kami bertemu dengan seekor beruang.
“Kak Jozen berkata jujur Ayah, kami tidak tahu setelah itu karena kami berlari menyelamatkan diri.
“Bisa bisanya kalian bersikap egois meninggalkan tamu penting kita seperti itu. Apakah ini caramu bersikap sebagai tuan rumah sekaligus Pangeran? Kau benar-benar telah membuat Ayah kecewa Jozen..
Ditengah perbincangan mereka, Beauty kemudian muncul dengan perasaan marah.
“Raja Zedan! Apa ini...kenapa adikku bisa menghilang? Kau sudah mengatakan bahwa kami akan aman selama disini...tapi apa? Adikku menghilang tanpa sepengetahuanku...
“Hei kau! Putri kerajaan Leon...turunkan nada bicaramu itu! Kau tidak ingat sedang bicara dengan siapa sekarang? (ucap Moorim)
“Maaf jika saya lancang kepada Yang Mulia....tapi saya benar-benar tidak menerima hal ini...
“Kau punya hak untuk marah Putri Leon! Dan aku mengakui ini adalah kelalaian kerajaan kami...
“Tapi Ayah itu bukan sepenuhnya kesalahan kita...(bela Jozen)
“Diam kau Jozen! Seharusnya kau merasa paling malu dan bersalah dalam hal ini. (ucap Raja membungkam Jozen)
“Maaf Ayah...Putri Leon..., saya sebagai Pangeran benar-benar sangat menyesali hal ini...seharunya kami tidak mengajak Putri Leona ke hutan tadi siang.
“Apa ke hutan...? Untuk apa kalian membawanya kesana...jawab aku..(emosi dan hampir meninju Jozen)
“Tolong turunkan tanganmu dari anakku Putri..., Anakku Jozen bukan sepunuhnya bersalah dalam hal ini. Lagipula adikmu juga yang meminta mereka mengantarnya ke hutan.(ucap Moorim)
“Itu benar...Putri Leona sendiri yang sangat ingin melihat pemandangan indah dihutan jadi dia meminta kami untuk mengantarnya ke sana. Tapi saat diperjalanan kami pulang, kami terpisah dengan Leona karena seekor beruang mengejar kami. (tambah Rollen,membela)
“Beruang? kalian meninggalkan adikku didalan hutang bersama beruang...
“Kami benar-benar minta maaf, kami tidak bermaksud meninggalkannya. Bahkan kami kembali untuk mencari Leona tapi kami sudah kehilangan jejaknya.
“Ini tidak boleh dibiarkan, aku akan memberi tahu Orangtua kami dan mencari Leona! (ucap Beauty)
“Putri Leon...kami mohon jangan memberitahu masalah ini kepada Orangtua kalian. Ini akan merusak nama baik kerajaan kami dan merusak kerjasama yang kita jalin.
“Ayahku benar Putri Beauty...tolong beri kesempatan kepada kami untuk bertanggung jawab. (kata Zen, memegang lengan Beauty) kami berjanji akan membawa adikmu kembali dengan selamat. Aku berjanji!
“Aku dan Rollen juga! Tolong beri kami kesempatan untuk menebus kesalahan kami.
“Baiklah...aku tidak akan memberitahukan ini ke Orangtua kami tapi jika dalam tiga hari adikku tidak kembali maka tidak ada negosiasi untuk itu lagi.
“Kami pastikan itu!
Pangeran Jozen,Rollen, Zen dan juga Beauty kemudian bersiap untuk bersama-sama ke hutan untuk mencari putri Leona.
[Situasi Ran-Di taman]
“Sekarang....kita sudah menyelesaikan semua keinginanmu didaftar, kini waktunya aku mendengar jawabanmu! (tanya Ran mengenai hubungan mereka)
“Hmm....aku...aku...
“Bella...apakah kau masih tidak mempercayaiku?
“Bukan...,hanya saja ada sesuatu yang masih ingin ku pastikan!
“Apa itu?
“Aku ingin memberitahukan sebuah Rahasia yang belum aku beritahukan ke siapapun termasuk kau!
“Masih ada Rahasia? Rahasia apa yang kau sembunyikan sehingga membuatmu sulit untuk di beritahu? Apakah hal itu juga yang membuatmu ragu menerimaku selama ini?
“Sebenarnya...aku ingin memberitahumu lebih awal hanya saja aku menunggu waktu yang tepat untuk ini. Kalau aku sebenarnya adalah...
Belum sempat memberitahukan kebenaran Bella yang sebenarnya adalah Putri kerajaan Ludo, Pangeran Zen kemudian memanggil Ran dan mengajaknya untuk ikut mencari Putri Leona.
“Kau sebenarnya kenapa...?
“Aku sebenarnya bukan...
“Ran! (panggil Zen) Ran...kau harus ikut denganku!
“Pangeran! Ada apa..kenapa kau terlihat terburu-buru?
“Kau bertanya nanti saja, bersiaplah karena kita punya tugas penting!
“Hmm...baik! Bella...kita akan bicara lagi nanti.
__ADS_1
“Hati-hati...!