Beauty And The Wolf Prince

Beauty And The Wolf Prince
Chapter 47


__ADS_3

[Di taman Kerajaan]


“Wah indahnya...meski sudah sering kemari...Rasanya tetap sama baru pertama kali melihat pemandangan bunga yang indah seperti ini....(ucap Leona kemudian berlari menaiki ayunan)


“Hmm....lalu bagaimana? (ucap bersamaan Beauty dan Ran)


“Kau dulu....


“Tidak kau saja Putri...


“Mm...aku hanya ingin mengatakan apakah kabarmu baik?


“Yah seperti yang kau lihat dariku saat ini...semuanya cukup baik!


“Hehehe...Iya....


“Lalu bagaiaman denganmu juga keluarga kerajaan selatan?


“Sama kami juga baik-baik saja...


“Syukurlah kalau begitu...


“Aduh...kenapa akurasanya cangung sekarang? Biasanya aku tidakbereaksi seperti ini setiap dekat dengan Pangeran tapi sekarang...(gumam Beauty sambil menatap Zen)


“Hei...apa kau mendengarku barusan? Putri...


“Eh....iya...kau bilang kau tadi membawa Bella itu dengan alasan dia adalah teman masa kecilmu benar kan?


“Hmm...ya begitulah...aku juga tidak yakin tapi melihat buktinya aku merasa kalau dia benar-benar dia...


“Mm...lalu bagaimana jika ia benar-benar anak yang kau maksud itu? Apakah kau akan...


“Aku sebenarnya punya janji ketika itu aku mengatakan kalau akan menikah saat dewasa dan kalau itu benar dia maka aku harus menepatinya!


“Sebegitu besarkah perasaan Pangeran terhadap temannya itu hingga ia bahkan berjanji akan menikah dengannya? Aku merasa iri dengan Bella...ah...kenapa aku harus peduli dengan itu? (gumamnya)


Seharian penuh berbincang, berlatih dan berkeliling kini tiba waktunya Beauty dan Leona kembali.


“Pangeran kami sangat berterimakasih atas jamuannya hari ini.


“Yah...kita harus pulang sekarang ya...padahal aku belum melepas rindu sama sekali!


“Belum lagi? Tapi kamu bilang hanya ingin melihat-lihat saja kan?


“Iya tapi kan aku...


“Bagaimana kalau kalian menginap saja selama beberapa hari. Tidak perlu khawatir...kali ini aku pastikan tidak akan ada masalah dengan itu.


“Hm...mungkin kali ini kau benar Pangeran tapi hatiku yang akan bermasalah jika aku harus melihatmu bersama Bella...(gumam Beauty)


“Benarkah! Wah... kalau begitu aku akan mengirim surat ke Ibu dan Ayah kami..


“Tentu...! Bisa kan Putri? (tanya Zen ke Beauty)


“Hanya jika Raja tidak keberatan dengan itu!


“Hahah...tentu saja Panglima selatan...kami akan sangat senang dengan itu...! Bahkan kau bisa menginap selama mungkin sesukamu...karena semakin sering kau disini maka semakin kuat juga hubungan kerjasama antara kerajaan kita, benar?(ucap Raja Zedan)


“Benar Yang Mulia...(akui Leona)


“Hmm...terimakasih Raja! (ucap Bella)


Akhirnya Bella dan adiknya itu memutuskan menginap di kerajaan Zuma lagi setelah sebulan tidak sempat berkunjung. Malam harinya pun seluruh keluarga kerajaan beserta para tamu mereka berkumpul dan makan malam bersama sebagai bentuk kekeluargaan dan kerjasama. Setelah makan, mereka sedikit berbincang-bincang tentang pencapaian mereka satu sama lain serta tentang kestabilan keamanan serta hal-hal yang menyangkut kerajaan mereka satu sama lain bahkan kadang mereka saling memuji agar bisa lebih akrab lagi diruang utama.


Sementara mereka berbincang hangat, Leona yang sebenarnya punya niat dari awal untuk membalas kejahilan Pangeran bersaudara dulu, sejak tadi menunggu kesempatan untuk bisa menjahili mereka kembali.


“Ya ampun....si Pangeran kembar benar-benar terlihat tidakmerasa bersalah. Seharusnya ia meminta maaf setelah mengetahui aku berada disini...hmm...apakah aku harus membalas kejahilan mereka juga? (gumam Leona sambil mengamati gerak-gerik Jozen dan Rollen)


Sementara Jozen dan Rollen terlihat mulai bosan dengan situasi mencoba beralasan kepada Raja dan Para tamu agar bisa pergi keluar.


“Maaf semuanya...kalian berbincanglah dengan nyaman, aku dan Rollen akan melihat keadaan diluar desa. Ayo Rollen! (alasan Jozen lalu mengajak adiknya)


“Tunggu saudaraku...! sebaiknya kau saja yang tetap disini bersama para tamu...untuk urusan keamanan itu adalah tugasku.


“Zen benar Jozen! Kau adalah calon Raja sebaiknya kau serahkan masalah itu dengan Kakakmu. (ucap Raja Zedan)


“Tidak Ayah...mm...maksudku...justru karena tugasku sebagai calon penerus tahta maka aku juga mesti belajar bagaimana menjaga keamanan sebagai pemimpin yang bertanggung jawab! (tambah Jozen)


“Itu benar Ayah...lagipula Kak Jozen memang jarang kan bertugas diluar jadi biarkan kakak juga belajar untuk menunjukkan bahwa bukan hanya Panglima saja yang bisa mendapat tantangan kan! (bela Rollen)


“Hmm...hahaha...kalian lihat sendiri kan? Anak-anak calon penerus kerajaan Zuma memang sangat bijaksana...(ucap Ratu Moorim di depan seluruh tamu kerajaan)


“Kau benar Ratu...Yang Mulia Raja...Jozen anakmu memang tak salah dijadikan sebagai calon Raja penerus kerajaan Zuma. Dia bahkan mau bekerja keras untuk membuktikan dirinya bisa...aku sangat salut dengan rasa tanggung jawabnya itu..(puji tamu kerajaan)


“Itu benar sekali...hahaha (tambah kerajaan lain)


“Hahaha...kalian bisa saja. Baiklah kalau begitu kau bisa pergi tapi jangan terlalu melibatkan diri jika tak perlu...sebaik-baiknya seorang Raja adalah yang bisa bertindak sesuai dengan seharusnya. Ya! (ucap Raja Zedan)

__ADS_1


“Baik Ayah kalau begitu kami pergi!


Bersama Rollen yang kini sudah diangkat sebagai asisten pribadi calon Raja yaitu kakaknya sendiri Jozen. Meski ia tidak puas dengan posisinya namun Rollen tidak memiliki pilihan lain selain menuruti perintah Ibunya.


“Ayo Rollen...


“Baik...permisi semuanya...


Melihat kesempatan itu, Leona kemudian dengan kejahilannya meminta Izin ke kamar kecil untuk mengikuti si dua bersaudara itu.


“Hmm...ini kesempatan yang bagus untuk menjahili kedua Pangeran sombong itu. (gumamnya) Kak...kak aku mau ke kamar kecil dulu ya...(Bisiknya meminta Izin ke Beauty)


“Jangan lama-lama...dan ingat...


“Tetap jaga sikap kan? Iya...iya sudah tahu...hehehe...(sambung Leona)


Leona dengan tanpa sepengetahuan mengendap-ngendap keluar istana tanpa penjagaan ketat ia berhasil lolos dan mengikuti Pangeran Jozen dan Rollen.


“Wah...sangat lega bisa keluar istana...


“Benar kak...akhirnya kita bisa kabur tanpa kecurigaan. Bahkan mereka sangat percaya kalau kita benar-benar akan bertugas hehehe...


“Iya iyalah...itu karena aku bisa membuat alasan yang bagus. Hmm...sebaiknya kita mulai dari bar yang mana dulu?


“Aku baru dengar dari warga desa kalau disini ada bar yang didalamnya banyak pelayan cantik. Kita bisa coba ke sana...


“Ide bagus....jangan lupa penyamaran kita...kau bawa kan?


“Tentu...(sambil menunjukkan alat penyamaran)


Leona yang dari tadi memata-matai mereka cukup heran melihat tingkah Jozen dan Rollen yang setelah keluar dari gubuk tua berubah menjadi seperti warga desa.


“Aneh...kenapa Pangeran bersaudara itu harus menyamar jika hanya sekedar berjaga? (curiga Leona)


Leona yang tadinya berniat menjahili mereka seketikan menjadi penasaran dan oleh karenanya ia pun memutuskan untuk tetap mengikuti mereka hingga sampai ke depan sebuah tempat hiburan dimana didalamnya banyak pria desa yang menghabiskan uang demi bertaruh dan juga dilayani gadis cantik.


“Ya ampun...ini kan tempat hiburan? Kenapa Pangeran masuk kemari?


Tanpa merasa di ikuti Leona, Jozen dan Rollen itu pun masuk ke dalam tempat hiburan. Namun sebelum itu, seorang Penjaga itu


“Hei...kalian berdua...apa kalian tidak liat pemberitahuan disana? Dilarang masuk jika tidak memiliki uang...(ucap Penjaga Bar)


“Apa katamu...aku bahkan bisa membeli tempat kotor ini beserta orangnya jika aku mau! Apa kau tahu kalau aku ini adalah calon... (ucap Jozen emosi)


“Kak...tahan emosimu, ingatlah kita sedang menyamar! (bisik Rollen mengingatkan)


“Calon apa hah? Penampilanmu saja sangat miskin malah berharap menjadi calon Raja hahaha...(tertawa para Penjaga)


“Apa kau yakin? Bahkan meski kalian tahu...kalian tidak akan bisa bayar...


“Apa sekantung cukup? (Sambil memberikan koin emas)


Penjaga yang tadinya meremehkan mereka seketika terdiam membisu melihat sekantung koin emas yang diperlihatkan Jozen.


“Dimana kalian mendapatkan uang sebanyak ini?


“Itu benar...mustahil bagi rakyat miskin membawa koin sebanyak ini..apa kalian...


“Kalian tidak perlu tahu soal itu...yang jelas kami tidak mencurinya. (ucap Rollen)


“Hei...kau ini bagaimana? Kita seharusnya menghormati pelanggan dan melayaninya dengan baik....Hehehe...kami minta maaf ya tuan-tuan, kami tadi hanya sedikit memastikan. Mohon tidak mendengar perkataan kami apalagi sampai mengambil hati...silahkan masuk! (hormat salah satu Penjaga tersebut)


“Hehehe...iya tuan...kami tadi hanya bercanda!


“Hm...lain kali jangan meremehkan orang lain hanya karena penampilannya. Karena kalian tidak akan tahu fakta dibalik mereka...kalian mengerti?


“Mengerti tuan..


“Bagus...ini ambil sisanya! (ucap Jozen lalu masuk)


Akhirnya Jozen dan Rollen bisa masuk tanpa mengungkapkan identitas aslinya. Dan selama di dalam mereka sibuk bermain bersama para gadis-gadis, menghabiskan uang untuk berjudi dan lain-lain hingga mabuk dan melupakan tugas mereka yang seharusnya.


Disisi lain, Leona yang semakin penasaran itu mencoba mengikuti mereka sampai kedalam namun ia terhalangi karena tidak memiliki uang.


“Maaf Nona...anda tidak boleh masuk jika belum membayar?


“Maaf saya tidak memiliki uang. Tapi saya memiliki jepit rambut...ini mungkin bisa?


“Hei Nona...apakah kau pikir kami ini bisa dibayar dengan benda seperti itu? Benda seperti ini tidak ada nilainya buat kami...


“Tapi ini dari kerajaan...


“Mau dari desa ataupun kerajaan tetap saja Nona...kami tidak makan dengan benda ini...sebaiknya kau pergi saja...


“Dasar anak kecil...dia pikir bisa dibayar dengan mainan seperti itu hahaha...


“Aduh...sekarang bagaimana? Aku tidak bisa lewat karena ada penjaga...

__ADS_1


“Leona! Kenapa kau ada disini?


“Kak Ran! Wah kebetulan sekali...kau ada disini!


“Tentu saja...menjaga keamanan desa adalah tugas...tapi bukankah kau harusnya ada didalam istana ya?


“Sstt....kemarilah...


“Ada apa? Kenapa mesti berbisik seperti itu...


“Sebenarnya aku tadi mengikuti Pangeran Jozen dan Rollen hingga kemari...


“Apa?


“Iya...dan aku melihat mereka masuk kedalam tempat hiburan itu!


“Kau yakin itu adalah mereka?


“Aku sangat yakin karena aku melihat sendiri mereka masuk kedalam...aku ingin mengikuti mereka tapi disana ada Penjaga!


“Tapi itu sangat mustahil...Pangeran Jozen adalah calon Raja. Tidak baik seorang Raja melakukan hal itu...


“Itulah yang aku ingin cari tahu...aku juga sempat tidak percaya.


“Kalau begitu aku akan memeriksanya...


“Eh tunggu...aku juga ingin ikut!


“Sebaiknya kau tunggu disini. Tidak baik seorang Putri masuk kedalam tempat kotor seperti itu...


“Tidak...kalau aku bilang ikut...aku ikut!


“Kau ini...keras kepala!


“Memang...kakak kan tahu sendiri!


“Hmm...ternyata kau masih belum berubah...baiklah tapi sebelum itu tolong kenakan syal ini dan ubah sedikit penampilanmu agar tidak ada yang mengenalimu kalau kau adalah seorang Putri kerajaan!


“Baik!


Dengan menyamar Leona kemudian bersama Ran masuk kedalam tempat tersebut untuk memastikan.


“Maaf apakah kalian kemari bersama? (tanya Penjaga tersebut)


“Benar...dan kami ingin masuk!


“Jika kalian benar adalah pasangan maka kalian gratis memasuki tempat ini.


“Eh bukan...kami ini...


“Benar kami adalah pasangan! (sambung Ran)


“Baiklah...kalau begitu kenakan ini sebagai penanda. (sambil memasang sepasang gelang) Silahkan tuan...


“Hmm...terimakasih!


“Nikmati hiburan malamnya ya tuan..hehehe..(sambutnya)


[Di dalam Bar]


Ran dan Leona kemudian mencoba memperhatikan setiap sudut untuk mencari Pangeran bersaudara tersebut. Sempat Leona menunjuk dua orang kemungkinan dengan kemiripan dari belakang namun sayangnya ia salah orang.


“Maaf....salah orang...(ucap Ran)


“Dimana sudah kubilang...mustahil itu mereka...


“Tapi aku yakin mereka ada disini...


“Mungkin saja kau salah lihat...


“Hm....mungkin tapi aku...


“Sudahlah Putri...sebaiknya kita kembali sebelum orang di istana mencarimu.


“Baiklah....tapi kenapa rasanya mereka sedang bersembunyi ya...hah entahlah...(*gumam Leona)


....**Bersambung....


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


Hai sobat Readers B&WP👋terimakasih telah mampir dan baca chapter ini ya😊 Kalau kalian suka sama ceritanya, jangan lupa tambahkan di list favorit kalian ya...biar bisa dapat notif setiap up chapter baru ok👌👍, dan dukung authornya dengan Like, vote dan comment ya temen-temen. Kenapa? karena dukungan kalian akan menjadi semangat untuk membuat karya yang lebih berkualitas***:)


__ADS_2