
"Iya...jadi dulu itu aku.
“Kenapa?
“Hah? Iya aku kan tadi kan aku mau bilang kalau aku berubah berkat bantuanmu..
“Bukan itu....kenapa kau berbohong padaku kalau kau selama ini adalah anak dari Ratu Ludo bukanya rakyat miskin biasa...hah?
“Hahaha...apa kau sedang bercanda? Apa maksudmu...aku bahkan tidak mengerti apa yang kau katakan barusan...
“Kau tidak perlu menyembunyikan apapun lagi karena aku sudah tahu kebenarannya sekarang ...gelang itu sudah membuktikan bahwa kau benar seorang Putri kerajaan...Putri Bella!
Awalnya Beauty menyikapinya dengan santai namun situasinya berubah ketikan Ran mengatakan dengan jelan dan penuh emosi.
“Aku pikir semua yang Ratu Ludo katakan itu salah....tapi aku ternyatalah yang salah karena dengan mudahnya mempercayai gadis pembohong sepertimu yang memanfaatkan perasaan orang lain untuk tujuannya sendiri. Selama ini aku telah menyatakan cinta ke orang yang salah....
“Pasti Ibu telah mengatakan yang sebenarnya! (gumamnya)
“Jawablah Putri...kenapa kau tega melakukan ini pada perasaanku? Kenapa kau tidak jujur saja dari awal kalau kau itu...
“Ya...aku mengakui semuanya, memang benar aku adalah seorang Putri dari Ratu kerajaan Ludo. Dan aku juga mengakui kesalahanku tidak memberitahukan ini sejak awal kita bertemu tapi Ran...aku berbohong bukan karena ingin mengambil keuntungan...aku sadar mungkin aku terlalu berambisi mewujudkan daftar keinginanku tapi itu dulu sebelum aku menyadari kalau aku benar-benar...mencintaimu Panglima!
“Terimakasih karena telah pernah membuatku merasa menjadi orang yang paling beruntung bertemu denganmu...namun kau salah jika kau mengira aku masih bisa menerima semua pengkhianatanmu itu Putri.
“Inilah....inilah yang aku takutkan darimu sejak awal Ran...ketika aku harus mengatakan semua kebenaran apakah kau akan tetap mau mencintaiku? Katakan sekali lagi bahwa kau mencintaiku dan ingin menjadi kekasihku...kau tidak akan meninggalkanku apapun yang terjadi dan kita akan saling menerima satu sama lain meski semua orang menentang hubungan kita ini...katakan Ran! (teriaknya histeris lalu memeluk erat Ran)
“Maafkan aku Putri...(kata Ran, tegar sambil melepaskan pelukan Bella) aku adalah seorang Panglima dari kerajaan Zuma. Dan tugasku sekarang adalah menepati janji kepada Ratu Ludo...Pengawal! (teriaknya)
Dengan berat hati Ran melepaskan Bella dan semua perasaannya demi tugas kerajaan, memang tidak akan mudah baginya untuk melupakan namun itulah yang akan ia lalui setelah ini. Tangan Bella dengan perlahan melepaskan satu persatu jari jemari Ran disertai tangisan perpisahan.
“Ran!
“Bella...
Suasananya sangat dramatis seakan berada dalam film Romeo dan juliet yang membuat terharu setiap kali penonton menghayati peran mereka masing-masing. Tak butuh waktu lama pengawal mengantar dengan terpaksa Bella keluar kerajaan yang mana tepat diperbatasan sudah ada Panglima dan beberapa Pasukannya menunggunya keluar.
__ADS_1
“Putri mari kita kembali ke istana. Ratu Ludo telah menunggu...(ajak Hugo)
Disisi Lain para relawan terutama Madam Zoyya yang sudah sangat akrab dengan Bella seketika berlari menghapirinya untuk memberikan pelukan terakhir. Mereka tidak marah setelah mendengar fakta yang sebenarnya karena para relawan tahu Bella itu tidak memiliki maksud jahat sama sekali bahkan menurut mereka Bella adalah seorang gadis yang cantik dan baik hati meski sedikit manja. Madam Zoyya sendiri sudah menganggap Bella sebagai anaknya terlebih juga ia sangat mengerti perasaan Bella terhadap Ran selama ini sehingga tak heran Madam Zoyya juga cukup merasa kehilangan Bella.
“Ran kemana Bella pergi. Kami butuh sedikit bantuannya untuk membeli sayaur dipasar...(tanya Madam Zoyya)
“Di sudah pergi Madam...dan Madam tidak usah mencarinya mulai sekarang. Karena dia sudah kembali ke tempat seharusnya ia berada...
“Apa? Pergi kemana. Dia kan tidak punya keluarga dan tempat tinggal...
“Dia telah menipu kita Madam dia bukan seorang korban perang melainkan seorang Putri dari kerajaan musuh...anak dari Ratu Ludo....Putri Bella!
Madam Zoyya berlari seketika mendengar hal tersebut, mengejar langkah Bella yang sudah hampir melangkah ke perbatasan.
“Bella! (teriak Madam)
Putri Bella yang merasa tidak dipedulikan lagi oleh Ran hanya bisa melihat sekilas seluruh kenangan di setiap tempat yang pernah mereka kunjungi bersama. Dengan rintihan air mata seakan menandai setiap langkah kepulangannya menuju ke istana Ludo.
“Madam...Madam...tolong percayalah padaku dan katakan pada Ran kalau aku benar-benar mencintainya aku tidak pernah bermaksud mempermainkan apalagi menghianati perasaannya...
“Maafkan aku Madam...aku sangat menyesal karena telah mengecewakan kepercayaan kalian...
“Tidak...kau tidak bersalah Nak. Kau gadis yang baik...percayalah...
“Madam..
“Bella...
Begitulah kisah antara Ran dan Bella yang mana belum terjalin hubungan asmara melainkan sekedar teman yang kini pupus ditengah jalan. Bahkan mereka belum sempat mengungkapkan langsung perasaan cinta mereka terhadap satu sama lain, apa daya takdir telah membawa mereka sejauh ini.
[Satu Bulan Kemudian]
“Sudah lama tak kenal kabar, sejak kepulangan Bella. Ran sering sekali melamun...huff...aku sebagai mulai khawatir dengan keadaannya.
“Kau benar Pangeran...Ran mungkin masih merasa kehilangan. Sewaktu ada Bella dia sangat bersemangat karena ada Bella yang sering menghibur dirinya. (ungkap Madam Zoyya)
__ADS_1
“Hmm....apakah sebaiknya aku memberinya tugas yang sulit agar dia bisa melupakan Bella? (gumamnya)
Disisi lain, Bella yang sedang berada didalam kamarnya sejak seminggu itu bahkan tidak ingin berbicara kepada siapapun kecuali lukisan Ran yang sempat ia buat.
“Permisi tuan Putri...ini makanan untuk tuan Putri.
“Simpan saja di situ Pelayanan dan segeralah keluar...
“Maaf tuan Putri...tapi Ratu memerintahkan saya untuk memastikan makanannya dihabiskan.
“Lalu keluarlah aku akan memakannya nanti...
“Maaf sekali lagi tuan Putri...tapi Ratu mengancam akan memecat saya jika tuan Putri tidak memakannya sekarang! Saya mohon tuan Putri saya masih ingin bekerja disini untuk anak-anak saya dirumah...
Putri Bella kemudian tidak memiliki pilihan lain karena kasihan melihat Pelayan tersebut yang tidak memiliki pekerjaan lain selain menjadi pelayan.
“Lagi-lagi dia menggunakan ancaman untuk menundukkanku...baiklah aku akan memakannya. Kau tunggulah diluar...
“Baik Putri...Terimakasih!
Bella kemudian memakan makananya dengan segera, dengan pemikiran yang masih kemana-mana, memikirkan semua yang telah terjadi padanya termasuk sikap Ran yang menyakiti hatinya.
Bersambung....
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
Hai sobat Readers B&WP👋terimakasih telah mampir dan baca chapter ini ya😊 Kalau kalian suka sama ceritanya, jangan lupa tambahkan di list favorit kalian ya...biar bisa dapat notif setiap up chapter baru ok👌👍, dan dukung authornya dengan Like, vote dan comment ya temen-temen. Kenapa? karena dukungan kalian akan menjadi semangat untuk membuat karya yang lebih berkualitas:)