
[Di istana kerjaan]
"Tapi, apakah dia akan selamat Ayah?
"Ayah juga tidak yakin, tapi Ayah akan berusaha mengerahkan pasukan untuk mencari siapa penculiknya!
"Kalau begitu izinkan aku untuk ikut mencarinya Ayah!
"Tentu saja, tapi kau harus tetap waspada. Siapapun bisa menjadi musuh disana!
"Baik Ayah!
Sejak kasus penculikan Ella, Pangeran sangat khawatir sampai-sampai ia tidak makan karena mencari jejak keberadaan para pembunuh bayaran itu.
[Di tengah Hutan]
"Aku yakin, ini bukan kasus penculikan tapi seseorang telah menjalankan siasat!
"Apa? jadi maksud Panglima, ada dalang dibalik ini semua? Siapa orangnya?
"Entahlah, tapi bisa jadi orangnya adalah seseorang yang mengetahui banyak tentang Pangeran Zen. Lihatlah jejak yang mereka tinggalkan, mereka sengaja melakukan ini dengan suatu alasan yang belum bisa kita ketahui pasti!
"Kalau begitu, kita harus segera menangkap para perampok itu dan membuat mereka mengatakan yang sebenarnya!
"Itu benar!
"Panglima...Panglima! (teriak seorang Prajurit)
"Ada apa?
"Kami menemukan jejak lagi di sana!
"ini...., ini adalah rangkaian bunga yang aku buatkan untuk Ella. Mereka benar-benar keterlaluan!
"Lihatlah jejak kaki, ini sepertinya masih baru!
"Kalau begitu mari kita ikuti mereka!
Pengawal dan Pangeran serta para Prajurit istana yang ikut serta dalam pencarian tersebut kemudian mendapat sebuah serangan yang tak terlihat di kegelapan malam. Dengan pakaian serba hitam layaknya ninja, mereka menyerang tampa ampun. Meski mereka masih bisa dikalahkan, namun satu orang dari mereka kabur hingga memancing Pangeran mengikutinya seorang diri.
"Hei..., berhenti! jangan lari kau....
Perkelahian satu lawan satu pun mulai terjadi dan Pangeran berhasil mengalahkan musuh itu, tapi tidak berhenti begitu saja.
"Tolong...., tolong aku...! (suara seorang gadis terdengar)
"Suara itu...(kata Zen, kemudian mendekati sumber suara)....Ella....!
"Pangeran...! Tolong aku...
"Tenanglah, aku akan menyelamatkanmu!
Seseorang gadis yang mirip Ella itu tengah berada di sebuah papan kayu yang memanjang ke arah jurang dan dibawahnya ada sebuah arus sungai yang deras serta berbagai penghuni laut buas didalamnya. Dengan tangan terikat dan mata tertutup membuat Ella sangat takut.
Melangkah dengan segera menyelamatkan sang gadis yang telah ia anggap lebih dari sekedar teman itu, Namun belum jauh melangkah, ia seketika di halau oleh beberapa musuh yang datang dari setiap arah.
__ADS_1
"Oh jadi begitu, kalian memancingku ke mari? untuk membuatku terpojok begitukah? Baiklah..., maju kalian...
"Haa.....
Perkelahian pun kemudian terjadi dengan sangat dramatis, sesekali Pangeran harus merasakan pukulan dan luka akibat serangan yang tidak terhindarkan. Terlebih, Pangeran masih pemula dalam bermain pedang sehingga dengan tangan kosong ia mencoba membela dirinya. Namun, sayang usahanya tak berhasil.
"Hahaha...., bagaimana Pangeran? apakah sakit? Aku tahu...., mungkin ini tak seberapa jika di bandingkan kematian gadis yang kau cintai itu. Benar kan?
"Jika kau berani menyakitinya maka aku tidak akan mengampuni kalian semua!
"Hahaha..., aku akui keberanianmu itu. Meski dalam keadaan lemah, kau masih bisa berkata manis seperti itu. Oh aku sangat terharu! hahaha.... (ejeknya)
"Bawa gadis itu kemari!
Para pembunuh bayaran itu memberikan waktu untuk Ella, mengatakan perasaannya untuk terakhir kalinya. Suasana haru seketika muncul kala detik-detik perpisahan mereka.
"Pangeran...
"Ella..., maafkan aku. Aku belum bisa melindungimu...
"Pangeran..., tidak apa-apa. Aku hanya ingin mengatakan perasaanku untuk yang terakhir kalinya.
"Tidak...tidak Ella, jangan katakan! kita pasti akan selamat...
"Tidak Pangeran, kita tidak cukup kuat untuk ini. Aku hanya ingin kau tahu perasaanku yang selama ini aku pendam. Aku mencintaimu Pangeran...
Pandangan dan tatapan cinta dengan mata yang berkaca-kaca diantara mereka menjadi saksi ketulusan cinta Ella kepada Monster serigala itu. Sampai Ella kemudian kembali ditutup matanya dan di paksa berjalan di atas papan kayu.
"Lihatlah Pangeran, gadis yang kau cintai akan pergi meninggalkanmu! (sambil menarik rambut Pangeran)
"Ayo jalan...
"Pangeran...
Mendengar jeritan Ella seketika membuat Pangeran Zen marah dan tidak dapat mengendalikan emosinya.
"Beraninya kalian...menyakitinya...(teriak pangeran yang perlahan berubah) Haa....
Teriakan Pangeran serigala itu membuat semua musuh terlontar jauh. Secepat kilat, Pangeran Zen seketika menjadi kuat dan menjatuhkan semua musuh dengan mudahnya.
"Hei Monster..., jika kau berani mendekat maka gadis ini akan aku jatuhkan ke jurang!
Sang Monster serigala yang tadinya marah tak terkendali kini perlahan mendekati papan kayu itu.
"Tetaplah disana! aku bilang tetap disana...
"Pangeran....! (teriak Panglima)
Seketika bantuan datang, ketika berbalik seketika salah seorang Pembunuh bayaran itu tak sengaja menginjak papan dan membuat papan tersebut bergoyang sehingga tubuh Ella jatuh.
"Ah...
(berbalik dan terdiam sejenak) Seketika amarahnya semakin memuncak melihat Sang gadis telah terjun bebas dari ketinggian. Penuh amarah membuatnya menghabisi semua musuh tanpa ampun hingga tersisa satu yaitu yang tak sengaja menjatuhkan Ella.
"Pangeran, tolong hentikan. Mereka hanya suruhan, kita masih membutuhkan informasi dari mereka tentang dalang semua ini!
__ADS_1
"Bagaimana bisa aku memaafkan dia setelah membunuh Ella! (dengan suara Monster)
"Aku tahu kau marah, tapi pikirkan tentang Ella. Dia tidak akan tenang jika melihatmu seperti ini!
Mengingat Kenangan Ella, membuat Sang Monster kembali normal dan berteriak memanggil nama Ella sambil berlinang air mata ketulusannya. Ungkapan perasaan Ella yang terakhir kalinya berdengung di kepala dan telinga Pangeran.
[Tiba di Istana]
"Ada apa ini? Panglima...(tanya Moorim)
"Ini penjahat yang telah membunuh Ella Yang Mulia.
"Apa?
"Ya Yang Mulia, kami berhasil menangkapnya! (kata Panglima)
"Ada apa Yang Mulia?
"Eh...mmm..., tidak apa-apa.
"Ada apa ini? (kata Raja)
"Yang Mulia. Kami telah menangkap satu pembunuh bayaran yang tersisa untuk kami cari informasi mengenai dalangnya!
"Hmm..., segera bawa dia ke tahanan bawah tanah kerajaan!
"Baik Yang Mulia..., ayo....cepat!
[Di Dalam Istana]
"Ayah...! Aku tidak berhasil menepati janjiku Ayah..., aku membunuhnya...aku membiarkan dia terbunuh begitu saja di depan mataku sendiri Ayah...(kata Pangeran menangis seketika)
"Kemarilah anakku! (sambil memeluk) Jangan menyalahkan dirimu atas takdir. Ayah tahu, Ella tidak menginginkan ini terjadi tapi percayalah dia sangat berharap kau bisa berubah menjadi lebih kuat dan mungkin ini sebabnya kau di berikan ujian.
"Tapi Ayah...
"Ayah tahu, ini akan mulai sulit untukmu kedepannya tapi itu bukan berarti akhir dari segalanya. Ella pernah mengatakan kepada Ayah jika suatu saat dia pergi dan mungkin tidak kembali dia berharap agar kau tetap melanjutkan hidupmu.
"Apa maksud Ayah! Ella sudah memiliki firasat sebelumnya?
"Bukan firasat tapi ini adalah ketulusan cinta Ella untukmu anakku! Maka, Ayah berharap kau tidak menyia-nyiakan keinginan terakhirnya itu!
[Di Ruang Sidang]
"Hei! cepat katakan siapa yang memerintahkanmu melakukan semua ini? (kata Prajurit)
"Aku tidak akan mengatakannya meski kalian membunuhku!
"Oh ya, bagaimana dengan ini! (ancam Panglima dengan pedang)
"Ahh..., baiklah....baiklah aku akan mengatakan yang sebenarnya! Orang yang telah memerintahkan kami ada di istana ini.
"Apa!
"Ya! dia adalah....
__ADS_1