
"Baiklah Ratuku, aku akan memerintahkan beberapa pengawal untuk mengawalmu selama di perjalanan.
"Terimakasih Rajaku. Aku berjanji akan melindungi bayi kita.
"Tidak Ratuku, bejanjilah kalau kau akan selamat bersama anak kita.
"Kau juga Raja, berjanjilah kau akan memenangkan peperangan ini untuk kedamaian rakyat dan kerajaan Zuma ini!
"Aku berjanji.
"Baiklah kalau begitu saya akan mempersiapkan segala keperluan perang, Pengawal...tolong panggil yang lainnya untuk segera mengamankan para Ibu dan anak-anak dikerajaan Zuma, jangan sampai ada yang tertinggal.
"Baik Panglima!
Panglima dan semua pasukan maupun para Pengawal kerajaan segera mengadakan rapat luar biasa untuk membahas strategi perang. Dalam taktiknya, mereka berencana melibatkan Para relawan dari rakyat kerajaan Zuma yang dengan suka hati mengajukan dirinya untuk terlibat berperang terutama anak-anak muda yang ada.
setelah memantapkan strategi tibalah masa peperangan besar itu...
[Di Arena Pertarungan]
"Menyerahlah Raja Ludo..., maka aku tidak akan menyerangmu!
"Heh...., apa kau pikir aku sebodoh itu untuk kau tipu Raja Zedan...., aku tahu siasat licikmu itu...? (kata Raja Ludo)
"Ada apa sebenarnya denganmu, mengapa tiba-tiba kau meminta peperangan seperti ini, aku tidak pernah menipumu bahkan aku telah membagi wilayah, harta dan kekuasaan sesuai yang kita sepakati bersama secara adil, bukan? Lalu mengapa kau sendiri yang mengingkarinya sekarang? (Teriak Raja) Apakah kau belum puas dengan semua yang telah kuberikan?
"Ya kau memang sangat adil sebelum aku tahu rencana busukmu itu!
"Apa makdudmu?
"Dasar penipu..., kau sebenarnya membiarkan kami memilih wilayah yang kurang subur? kemudian berusaha menyangkal bahwa itu adalah wilayah yang cukup bagus dan tidak akan pernah kering untuk kami.
"Siapakah yang telah mengatakannya padamu? (kata Raja Zedan)
"Kau tidak perlu mengetahuinya siapapun yang memberitahukannya padaku yang jelas aku sudah paham maksudmu. Selama ini, kau telah mencoba memonopoli dengan merampas wilayah kami. kau menipu kami dengan bersikap seolah-olah kau sudah berlaku adil namun ternyata kau tidak lebih dari pembohong besar!
"Apa kau sudah lupa Raja Ludo? Bukankah kau sendiri yang ingin memilih wilayahmu sendiri saat itu, terkait dengan kekeringan itu bukan urusan kami.
"Ohya? lalu mengapa kau membatasi kami untuk masuk ke wilayahmu membuat benteng lalu melarang orang-orangmu untuk berdagang di area kami, bukankah itu sama saja?
__ADS_1
"Itu karena aku ingin melindungi rakyatku dari serangan pemberontak yang akhir-akhir ini menjadi masalah terbesar kami.
"Berarti kau menganggap kami sama saja dengan pemberontak?
"Bukan begitu maksudku. Sepertinya ada seseorang yang mencoba mengadu domba kita berdua, karena berita yang aku dapatkan selama ini mengenai pemberontakan yang terjadi adalah orang-orang dari kerajaanmu.
"Aku sudah cukup tahu sekarang, kau selama ini tidak mempercayai kami itu sebabnya kau melakukan semua ini.., Ayo serang mereka....
"Haa... (suara teriakan Pasukan)
Suara pedang dan hentakan kaki dari para pasukan berkuda menandai peperangan besar yang tengah berlangsung saat itu. Peperangan yang tak terelakkan itu menelan banyak korban dari masing-masing kerajaan, Terutama karena kerajaan Ludo ternyata bekerja sama dengan kerajaan kecil lainnya sehingga pertarungan mereka sangat sengit.
Perang yang berlangsung selama 7 hari berturut-turut itu akhirnya berhasil dimenangkan oleh Raja Zedan.
>>>Singkat Cerita<<<
[Hari terakhir Perang]
"Aku mohon beritahu aku siapa orang yang telah mengatakan semua kebohongan tentangku itu Raja, maka kau akan ku ampuni? (Tawar Raja Zedan)
Raja Ludo yang terbaring lemah dan tak berdaya akibat pedang yang tertancap tepat diperutnya.
"Aku tidak akan memberitahukan tentang itu karena aku telah berjanji untuk merahasiakannya, aku hanya bisa memberitahukan ini.
Raja Zedan kemudian marah dan Raja Ludo seketika menekan pedang yang dipegang Raja Zedan hingga menembus tubuhnya sendiri dan meninggal.
Raja yang terkejut, kemudian segera ke tempat Ratu Rubi disembunyikan dengan menunggangi kuda. Dalam perjalanannya menyusuri hutan, Raja menemukan banyak mayat Pengawal disepanjang perjalanan yang tak lain adalah para Pengawal Ratu. Dengan penuh rasa cemas, akhirnya Raja berhasil sampai didepan sebuah bangunan tua, Raja kemudian berlari masuk kebangunan tua tersebut dan mendapati mayat Simo dan Yumina telah kaku didekat sebuah Ranjang tua yang mana Ratu Rubi tengah terbaring.
[Di Dalam Kamar Rumah Tua]
"Tidak.... (Teriak Raja histeris melihat kondisi Ratunya yang ternyata sudah tidak bernyawa)
Mengapa...Ratuku. Bukankah kau sudah berjanji akan tetap selamat bersama bayi kita? Tapi kau ternyata meninggalkan aku sendiri seperti ini? mengapa....(teriak Raja dengan air mata)
"Tidak Yang Mulia..., Ratu telah menepati janjinya. (kata Moorim secara tiba-tiba)
Mendengarnya Raja kemudian berbalik.
"Moorim...
__ADS_1
"Ya Yang Mulia, Ratu telah melahirkan bayinya sesaat setelah seorang penyihir jahat datang dan membunuh Tabib serta Ratu, maafkan saya, karena hanya bisa menyelamatkan bayi Ratu.
"Mengapa kau tidak menyelamatkan Ratu juga...? (teriak Raja dengan emosi yang campur aduk) Mendengar teriakan Raja, bayi yang di gendong Moorim akhirnya mengeluarkan suara tangisan.
Raja kemudian mengambil bayinya itu lalu melihat ada sesuatu yang aneh pada bayinya.
"Maafkan saya Yang Mulia, saya tidak sempat menyelamatkan Ratu karena saat itu seorang penyihir jahat datang membunuh para pengawal sehingga Ratu memilih untuk mengorbankan dirinya dan menyuruh saya untuk pergi bersembunyi. (kata Moorim sambil mengeluarkan air mata)
"Jadi kau telah mengorbankan nyawamu demi anak kita..., terimakasih karena kau telah menepati janjimu. (berbicara kepada mayat Ratu sambil menggendong bayi-nya)
Raja tidak hentinya mengeluarkan air mata penyesalannya. "Ada apa dengan wajah bayi kami Moorim, mengapa ia berwujud seperti manusia serigala? Apa yang telah penyihir itu lakukan kepada anakku?
"Ampun Yang Mulia, sebenarnya kami semua termasuk Ratu sempat melakukan perlawanan saat penyihir jahat itu ingin mengutuknya. Tapi untungnya saya berhasil membawa bayi-nya kabur kemudian bersembunyi.
"Ini semua salahku. Aku yang membuat semua ini terjadi, seandainya saja saat itu aku tidak menyetujui peperangan ini. Mungkin hal ini tidak akan terjadi dan nyawa Ratu Rubi mungkin bisa diselamatkan.
"Raja tolong jangan menyalahkan diri sendiri, mungkin semua ini sudah menjadi takdir. Menyesal hanya akan membuat jiwa Ratu tidak akan tenang di alamnya.
"Maafkan aku Ratuku.., aku tidak bisa melindungimu dan anak kita! (seketika wajah bayi-nya berbuah menjadi normal kembali)
"Raja lihatlah...., wajah Pangeran perlahan berubah!!
"Kau benar, sepertinya kutukan penyihir itu tidak sepenuhnya melekat pada anakku. Terimakasih karena telah melahirkan seorang pangeran kecil yang tampan untukku...Ratuku aku berjanji akan menjaga bayi kita sama seperti kau mengorbankan nyawamu itu untuk melindunginya.
Setelah kejadian itu, hari kematian Ratu yang sekaligus menjadi hari kelahiran pangeran Zen kecil kini selamanya di ingat sebagai kenangan kelam yang tak pernah hilang. Rakyat Zuma yang turut merasakan luka yang mendalam akan kepergian Ratu tercinta mereka itu, namun trauma yang Raja Zedan rasakan membuatnya menjadi putus asa, hal ini juga dirasakan oleh rakyat karena Raja yang sejak kejadian itu kini berubah menjadi Raja yang tertutup dan lebih banyak menghabiskan waktu dikamarnya, sangat berbeda ketika Ratu Rubi masih hidup. Jika biasanya Raja sering tersenyum, kini wajahnya hanya memancarkan wajah kesedihan dan penyesalan mendalam.
Menyadari Raja yang berubah derastis itu, membuat seluruh rakyat kerajaan Zuma khawatir akan nasib mereka selanjutnya. Resah sekaligus mengerti akan kondisi pemimpin mereka itu membuat rakyat Zuma mengusulkan keinginan mereka agar Raja segera mencari calon Permaisuri baru, meskipun demikian mereka tahu tidak mudah bagi Sang Raja untuk melupakan Ratu tercintanya mengingat Kisah mereka yang menjadikan julukan yang dikenal sebagai pasangan sejati itu tercipta dan ada karena cinta mereka.
....***Bersambung....
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
Hai sobat Readers B&WP👋terimakasih telah mampir dan baca chapter ini ya😊 Kalau kalian suka sama ceritanya, jangan lupa tambahkan di list favorit kalian ya...biar bisa dapat notif setiap up chapter baru ok👌👍, dan dukung authornya dengan Like, vote dan comment ya temen-temen. Kenapa? karena dukungan kalian akan menjadi semangat untuk membuat karya yang lebih berkualitas***:)