Beauty And The Wolf Prince

Beauty And The Wolf Prince
Chapter 5


__ADS_3

"Yang Mulia, apakah anda sudah siap? (Tanya Panglima kepada Raja)


"Aku melakukan ini semua hanya untuk kedamaian Rakyat kita. (Gumam Raja Zedan sambil memandangi lukisan Ratu Rubi). Baiklah! (jawabnya kepada panglima)


"Baiklah kepada semua Rakyat kerajaan Zuma yang setia, mari kita beri pujian untuk Raja dan Ratu barunya.



Raja Zedan dan Moorim kemudian berjalan keluar dan menyambut para rakyat yang telah berkumpul dan menunggu sejak pagi didepan istana kerajaan.


"Sesuai permintaan dan keinginan kalian dan untuk menghargai niat baik didalamnya, maka aku telah memilih seorang Ratu untuk aku jadikan Permaisuri sekaligus sebagai seorang Ratu untuk kalian. Yang tak lain adalah merupakan mantan pembantu kepercayaan kami yaitu Moorim!


Mendengarnya, semua orang terkejut dan berbisik mengenai pilihan Raja memilih Pembantunya itu.


"Terimakasih kepada rajaku, Yang Mulia Raja Zedan dan hormatku kepada rakyat Zuma yang setia. Aku tahu kalian semua mungkin tidak akan mudah menerima ini dan berpikir mengapa Raja bisa memilihku? Tapi hanya jika kalian mengerti, Sang Raja saat ini tidak mudah percaya kepada siapapun selain kepada ku. Dan untuk membuat kalian semua juga percaya, maka aku Moorim yang meski sadar akan posisinya tak mudah menggantikan Sang Ratu, ingin berjanji satu hal pada kalian semua. Aku akan berusaha yang terbaik semampuku untuk membuat Raja kalian Bahagia dan membuatnya tersenyum kembali, meski mungkin takkan sama lagi seperti di masa lalunya tapi yang terpenting untuk kita semua keceriaan, ketentraman serta kedamaian kerajaan Zuma.


Pidato Moorim itu mengubah keraguan rakyat menjadi keyakinan bahwa ia akan mengubah keadaan di kerajaan Zuma yang sebelumnya sempat memburuk.



Setelah Melingkarkan cincin di jari manis Moorim, menjadi sebuah tanda bahwa hubungan diantara mereka bukan lagi berstatus Raja dan pembantu melainkan sebagai Raja dan Ratu yang resmi. Moorim sangat senang, karena impiannya sebagai Ratu sekaligus Permaisuri Raja akhirnya tercapai dan kini namanya pun mulai diserukan oleh rakyat kerajaan Zuma saat itu, dan tidak lama setelah menikah, mereka pun dikarunia oleh dua orang anak laki-laki yang mereka beri nama Jozen dan Rollen.



Kini kerajaan Zuma telah memiliki tiga Pangeran kecil yang tampan. Awalnya semuanya saling akur, namun setelah Ratu Moorim mengangkat penyihir sebagai Ibu Ratu, hubungan mereka mulai berubah akibat hasutan penyihir kepada Moorim.



[Ruangan Kosong Istana]


"Ada apa, kau memanggilku Penyihir?


"Aku hanya ingin memperingatkanmu saja, bahwasanya kelak tahtamu kerajaan Zuma kelak akan jatuh ke tangan Pangeran Zen anak dari Raja dengan Ratu Rubi!


"Aku sudah tahu itu adalah aturan di kerajaan ini.


"Apa? lalu mengapa kau tidak melakukan sesuatu, apa kau tidak takut semua harta kerajaan ini tidak diwariskan kepada anak-anakmu itu?


"Tidak apa-apa, lagi pula yang paling aku butuhkan dan aku inginkan sejak awal hanyalah cinta Raja untukku dan anak-anakku. Untuk masalah harta, bagiku itu tidak masalah!


"Bodoh! Apa kau yakin cinta Raja untukmu itu akan berubah setelahnya. Coba kau pikir baik-baik, Raja buktinya sampai saat ini masih sering memikirkan Ratu rubinya itu bukan? Bahkan saat kau hamil pun dia jarang mengunjungi kamarmu. Apakah begitu perlakuan untuk seorang Istri?


"Ah..., itu hanya masalah waktu saja.


"Hahaha..., Moorim...Moorim. Kau ini masih terlalu Polos rupanya? Justru waktulah yang akan menjabakmu sendiri. Karena jika kelak Pangeran Zen tumbuh dewasa dan Raja mewariskan semua hartanya maka perlahan kau akan ia singkirkan dengan mudah apalagi kalau sampai rahasia mu itu terbongkar!


"Benar juga apa yang kau katakan itu, Lalu katakan apakah yang harus kita lakukan sekarang?


"Hmm..., aku sarankan agar kau segera menyingkirkan Pangeran Zen itu agar kau bukan hanya mendapatkan kebahagian dan cinta Raja sepenuhnya tetapi kekayaan pun juga akan kau dapatkan seutuhnya.


"Kedengaranya menyenangkan, Tapi Aku kan sudah berjanji akan membahagiakan Raja sedangkan kau lihat sendiri kebahagiaannya ada pada anak-anaknya! Atau begini saja. Kita tunggu waktu yang tepat dulu, baru kita singkirkan anak itu, bagaimana? Jadi kau juga punya waktu untuk memikirkan strateginya!


"Terserah kau saja, Aku sudah memperingatkanmu tentang ini. Tapi, sebaiknya mulai sekarang kau harus melakukan sesuatu kepada anak-anakmu juga!

__ADS_1


"Memangnya ada apa dengan anak-anakku? Apa kau berniat untuk menyingkirkan mereka juga hah!


"Bukan bodoh! Maksudku apa kau tidak menyadari ketidak pedulianmu terhadap mereka membuat anak-anakmu itu menjadi sangat dekat dan baik dengan Zen dan bisa-bisa jika dewasa mereka justru akan menjadi boomerang untukmu sendiri. Apakah kau mengerti sekarang?


"Iya aku mengerti, berhentilah mengataiku bodoh. Aku ini Ratu sekarang! Kau ingin aku menghasut mereka juga untuk menjauhi Zen bukan? Iya...,iya kau tenang saja, itu urusan gampang, jadi serahkan saja padaku. Kalau begitu aku pergi dulu! (lalu keluar dari ruangan)


"Heh..., enak saja dia mengaturku. Aku ini Ibu Ratu sekarang, dasar tidak balas budi.(gumam Penyihir)


Hasutan demi hasutan penyihir kemudian menjadikan Moorim mulai berperilaku buruk terhadap Pangeran Zen, ia bahkan mencuci otak anak-anaknya untuk berbuat hal yang sama.


[Suatu ketika, Ketiga Pangeran berumur 6 tahun]


"Iya, aku mengatakan hal yang sebenarnya. Ibuku bilang, kalau dia itu sebenarnya adalah anak siluman. (kata Jozen kepada teman-temanya)


"Ibuku juga pernah mengatakan kalau ibunya meninggal sesaat setelah melahirkan dia, apa mungkin dia sendiri yang melakukannya?


"Entahlah, yang jelas kalian semua harus berhati-hati mulai sekarang karena suatu waktu dia bisa saja berubah menjadi monster dan mengigit kita semua.


"Iya...ya! Ih...takut.


"Iya seram sekali!


"Mulai sekarang aku tidak akan bermain denganya lagi!


"Iya aku juga!


"Bagus, sekarang ayo kita main! (ajak Jozen)


Semua anak-anak dari kerajaan lain itupun perlahan mulai menjauhi Pangeran Zen hingga tidak seorang pun yang ingin bermain dan berteman dengannya lagi.


[Beberapa Minggu Setelahnya]


"Jozen, Rollen. Aku ingin menanyakan sesuatu?


"Tanya apa?


"Iya, cepat katakan. Kami sedang asik bermain sekarang!


"Apa kalian berdua yang telah menghasut mereka untuk menjauhiku? Ayo jawab, apa kalian yang melakukannya?


"Kalau ia memangnya kenapa? Apa kau akan marah dan mengigit kami semua hah!


"Kalian salah, Ayah sudah mengatakan ke kalian untuk tidak memberitahu mereka tentang kutukan itu, bukan? Lalu kenapa kalian melakukannya!


"Tapi itu memang benar kan? ibumu mati karena melahirkan anak monster sepertimu!


"Itu tidak benar!


"Ya, itu benar! Kalau bukan karena kau, ibumu pasti masih hidup sampai sekarang bukan? Dasar anak monster! (kata Jozen membuat pangeran marah)


"Hei Jozen, tarik kata-katamu itu kembali? Kalau tidak..


"Kalau tidak apa? Kau ingin mengancam kami!

__ADS_1


"Palingan dia akan mengadu kepada Ayah. Dasar cengeng! Hahaha...


"Kalian boleh saja menghinaku tapi tidak kepada ibuku!


Ejekan Jozen tentang ibunya membuat Pangeran tidak dapat menerimanya. Karena marah, Pangeran Zen kecil itu akhirnya berubah menjadi manusia setengah serigala dan seketika mengacaukan pesta tamu kerajaan.


"Ibu...,ibu...! (Teriak Jozen memanggil Ratu Moorim)


"Ada apa Rollen, kenapa kau berteriak ketakutan seperti itu? Katakan ada apa sayang?


"Itu Bu..., Zen mengigit Jozen dan mengacaukan pestanya!


"Apa?


Semua tamu kerajaan yang ada didalam istana kemudian berlari menuju taman karena khawatir. Dan sesampainya disana, para Ratu heran melihat anak-anaknya berlari ketakutan dan terlihat menghindari Pangeran Zen yang ternyata sudah berubah itu.


"Ah..., tolong! Ibu..., Ibu...sakit! (Teriak Jozen menangis ketakutan)


"Minta Maaflah... (kata Zen sambil mencakar tubuh dan wajah Jozen)


"Aku baru tahu kalau anak Ratu Rubi itu ternyata adalah monster.


"Iya benar, sepertinya dia memiliki kutukan siluman!


Sementara semua orang berbisik, Ratu Moorim kemudian mengambil sebuah kesempatan.


"Tidak putraku, Jozen! Zen..., hentikan! (teriak Ratu Moorim)


"Kelihatan ini berbahaya, ayo kita keluar dari sini! (kata semua orang mulai ketakutan dan mencoba menghindar)


"Ada apa ini? (tanya Raja, datang)


"Raja..., Zen anakmu itu berubah menjadi monster serigala! (jawab Ibu Ratu)


"Apa? Pengawal, kenapa diam saja? Cepat jauhkan mereka berdua. (perintah Raja)


Dua pengawal pun segera turun tangan melerai Pangeran Zen yang tengah mencakar-cakar tubuh Jozen, namun siapa sangka jika kekuatan Pangeran Zen berlipat ganda ketika berubah, sampai-sampai membuat dua pengawal itu terlontar dan terhempas ke tanah.


....***Bersambung....


*


*


*


*


*


*


Hai sobat Readers B&WP👋terimakasih telah mampir dan baca chapter ini ya😊 Kalau kalian suka sama ceritanya, jangan lupa tambahkan di list favorit kalian ya...biar bisa dapat notif setiap up chapter baru ok👌👍, dan dukung authornya dengan Like, vote dan comment ya temen-temen. Kenapa? karena dukungan kalian akan menjadi semangat untuk membuat karya yang lebih berkualitas***:)

__ADS_1


__ADS_2