
>>>BAGIAN TER-SKIP<<<
[Masih Di Dalam Kamar Mereka]
"Apa kau marah padaku Ratuku? (Tanya Raja merayu Ratunya)
"Bukan marah, tapi aku hanya kesal dengan sikapmu tadi. Kau kan tahu aku paling tidak suka ketidak adilan terjadi terhadap seseorang yang belum tentu bersalah. Apalagi menuduhnya tanpa bukti!
"Tapi aku tidak menuduh siapapun tadi, bukan?
"Iya, aku tahu kau tidak menuduhnya secara langsung tapi sikapmu yang terlihat curiga, membuat mereka saling menuduh satu sama lain. Kau kan dikenal sebagai Raja yang bijaksana, namun mengapa masalah seperti ini kau sangat lemah?
"Iya, kalau begitu aku minta maaf. Aku seperti itu karena hanya takut terjadi sesuatu padamu dan bayi kita! (kata Raja)
"Iya, tapi..., Sstt.... (Raja seketika menutup bibir Ratu dengan jari kelingkingnya)
"Tidak usah diperdebatkan lagi, aku akui aku salah kali ini dan kau menang lagi.
***Mulai Beralih Topik***
"Tentu saja, dan itu sebabnya kau tidak mudah berpaling dariku!
"Karena itulah aku memilihmu saat itu Ratuku!
"Kau masih ingat saat itu?
"Bagaimana bisa aku lupa bahwa kaulah satu-satunya orang yang dengan beraninya menentang pendapatku saat itu.
"Iya, terkadang aku heran dengan diriku saat itu, mengapa aku mau menerima mu, sedangkan kita tidak saling menyukai dulu.
"Hei..., apa kau sedang bercanda? bukankah kau yang mengatakan pertama kali kalau kau menyukaiku diantara saudara-saudaraku yang lain? Itu sebabnya kau memilihku juga. Kau ini selalu saja tidak ingin mengakuinya!
"Ohhya...? aku hanya ingat kau menyatakan cinta padaku satu hari sebelum pemilihan itu, jadi aku pikir itu tanda bahwa kau ingin aku memilihmu juga kan?
"Ku kira kau tidak suka ketidakadilan terjadi, namun sekarang kenapa aku merasa kalau kau sedang mencoba melakukan ketidakadilan padaku dengan mengatakannya?
"Raja..., kau ini selalu saja punya alasan untuk membuatku tidak bisa berkutik.
"Apa artinya kisah pasangan sejati itu jika kita tidak saling melengkapi seperti ini Ratuku?
"Benar juga.... (Tertawa sambil memeluk mesra Raja Zedan)
[Diluar Pintu kamar]
Kebahagiaan mereka membuat Moorim sangat iri dengan Ratu Rubi. "Tidak apa-apa Ratu..., kali ini kau masih kubiarkan bersenang-bersenang dengan Raja Zedanku. Tapi ini akan menjadi kebahagianmu yang terakhir kalinya. Karena cepat atau lambat, kebahagianmu itu akan menjadi milikku. Hahaha..... (kata Moorim dalam hatinya)
[Dalam kamar lagi]
"Rajaku....
__ADS_1
"Iya....
"Bagaimana kalau untuk menyenangkanku, bolehkah aku meminta sesuatu?
"Jika itu untuk menyenangkan hatimu, maka apapun itu akan aku kabulkan!
"Ijinkan aku yang memilih nama anak kita nantinya?
"Kenapa nanti? Sekarang juga kau pun bisa melakukannya Ratuku...
"Benarkah Raja?
"Tentu saja, kau ini ibunya jadi kau tentu memiliki hak untuk memberikannya sebuah nama!
"Baiklah kalau begitu. Hmm....aku sudah memikirkanya dari awal. Bagaimana jika yang lahir nantinya adalah seorang anak laki-laki kita beri nama ia "Pangeran Zen"?
"Nama yang bagus..., Tapi kalau dia Seorang anak perempuan?
"Kau ini kan akan jadi seorang Ayah, jadi kau juga berhak untuk memberikan dia nama!
"Kalau aku tidak ingin Repot memilihkannya nama soalnya apapun jenis kelaminya nanti, yang penting ia bisa tumbuh menjadi anak yang sehat itu sudah cukup untukku.
"Iya..., tapi setidaknya kau juga memilihkannya sebuah nama!
(Tersenyum,kemudian mengelus dan mencium perut buncit Ratu) "Hmm...., aku pikir nama yang kau berikan barusan juga cocok untuk perempuan.
"Baiklah kalau begitu kita sekarang sepakat, apapun ia nanti, namanya adalah Zen. Jika laki-laki dia akan dipanggil sebagai "Pangeran Zen" dan jikalau ia perempuan akan di panggil "Putri Zen". Berjanjilah untukku!
"Iya...Ratuku sayang. Aku berjanji!
>>>Singkat Cerita<<<
[Di Ruang Rapat Istana]
"Bagaimana Panglima apakah Raja Ludo sudah merespon?
"Ya..., Yang Mulia. Tapi...
"Tapi apa? (kata Raja)
"Yang Mulia...., Raja Ludo ternyata Lebih memilih peperangan dan menolak surat pertemuan yang kita ajukan!
"Apa...?
"Ya Yang Mulia, sekarang kita tidak memiliki pilihan lain selain berperang melawan mereka!
"Tidak....tidak bisa..., pasti ada cara lain!
"Tidak ada cara lain Yang mulia, lihatlah ia juga mengirim surat perang! (kata Penasehat 2)
"Tapi...
"Tapi apa Yang Mulia?
Ratu tiba-tiba saja muncul di ruang rapat istana.
"Ratuku...., mengapa kau ada disini? seharusnya kau berada di kamarmu sekarang. Pengawal..., cepat antar Ratu ke kamarnya!
"Tidak perlu Yang Mulia..., kau tidak usah menyembunyikan soal perang itu lagi.
"Apa yang kau katakan Ratuku? Perang..., siapa yang ingin berperang?
"Apa kau mencoba membohongiku Raja? Aku bilang kau tidak usah menyembunyikan masalah ini lagi, karena aku sudah tahu sekarang! Mengapa kau tidak jujur saja dan malah menutupinya dariku Yang Mulia? apa kau tidak percaya lagi kepadaku?
__ADS_1
"Siapa...siapa yang telah memberi tahu hal ini kepadamu Ratuku?
"Kau tidak perlu tahu siapa yang telah memberitahuku Yang Mulia. Karena yang terpenting sekarang adalah nyawa seluruh Rakyat Zuma tengah terancam dan aku hanya diam tidak melakukan apapun?
"Maafkan aku Ratuku, aku sengaja tidak memberitahumu soal ini agar kau tidak terlalu berfikir mengenai masalah ini. Tapi...ternyata kau telah mengetahuinya.
"Sudahlah Raja, kau tidak perlu meminta maaf. Sekarang mari kita selesaikan masalah ini dengan menerima tantangan peperangan itu!
"Apa...., tidak...aku tidak akan memberikannya terjadi! Inilah sebabnya aku tidak ingin memberitahukannya kepadamu Ratuku. Cobalah untuk mengerti situasinya kali ini Ratu, aku yakin pasti ada cara lain!
"Cara lain apa Yang Mulia, jelas-jelas mereka sendiri yang menginginkannya bukan? Apa kita akan mengalah begitu saja dan membiarkan mereka menang? Tidak... aku sudah mengenalmu dengan baik Rajaku, kau bukanlah tipe Raja yang seperti itu.
"Maafkan aku Ratuku tapi untuk kali ini aku benar-benar tidak bisa....Maafkan aku....
Raja Zedan kemudian langsung pergi begitu saja dan meninggalkan ruang rapat.
"Rajaku..., jika kau masih mencintaiku dan anak kita maka kau pasti tidak akan pergi begitu saja dari ruangan ini...(teriak Ratu, menghentikan langkah Raja zedan yang hampir melangkah keluar dari pintu)
Ratu Rubi kemudian dengan perlahan mendekati Raja Zedan.
"Mengapa Yang Mulia....,bukankah Pasukan kita sudah cukup banyak untuk melawan kerajaan Kecil seperti Raja Ludo itu?
"Kau tidak tahu Ratu, Raja Ludo memang Raja dari kerajaan kecil tetapi ia memiliki banyak sekutu sehingga memungkinkan baginya membuat benteng pertahanan yang lebih kuat dan bahkan tidak mudah untuk dikalahkan.
"Bukan...., aku tahu bukan itu alasan utamanya. Ada apa sebenarnya Rajaku, Apakah kau menghawatirkan sesuatu yang lain?
"Ya..., Ratuku aku memang sangat khawatir..., khawatir akan keselamatanmu dan bayi kita, Aku sangat cemas jika seandainya perang ini terjadi maka aku...
"Akan kehilangan diriku? (sambung Ratu)
Rajaku..., bukankah kau sudah berjanji sebagai seorang Raja kau akan melindungi kerajaan ini apapun yang terjadi. Aku tidak ingin kepemimpinanmu itu hilang akibat Egomu sendiri.
"Lalu apa....Ratuku..., apa yang harus aku lakukan? Kalian berdua adalah duniaku, aku tidak bisa hidup tanpa kalian bahkan membayangkan kalian terluka aku.....
(sambil memegang wajah Raja) Yang Mulia, Ingatlah! diluar sana ada banyak nyawa Ibu dan anak yang akan terancam. Kita tidak mungkin mengorbankan nyawa rakyat Zuma hanya demi menyelamatkan dua nyawa!
"Tapi apakah tidak ada solusi lain agar nyawa kalian berdua tetap aman selama peperangan ini berlangsung?
"Ada Yang Mulia...., bagaimana kalau Ratu kita sembunyikan saja ke tempat yang aman selama peperangan ini berlangsung. Hanya agar Ratu dapat melahirkan bayinya dengan aman dan yanpa ganguan. (Kata penasehat 2 Raja)
"Penasehat benar, aku setuju dengannya! (tambah Penasehat 1 Raja)
"Aku tahu, kau kuat dan juga berani Ratuku, Tapi bagaimana aku bisa yakin kalau kau akan aman disana!
"Aku akan membawa beberapa orang terpercaya kita, terutama Madam Zeyya bersamaku!
Setelah berfikir matang, akhirnya Raja setuju dengan saran dari para penasehatnya dan Ratu Rubi. Ia kemudian mengirim beberapa pengawal untuk mengamankan jalannya Sang Ratu.
....***Bersambung....
*
*
*
*
*
*
Hai sobat Readers B&WP👋terimakasih telah mampir dan baca chapter ini ya😊 Kalau kalian suka sama ceritanya, jangan lupa tambahkan di list favorit kalian ya...biar bisa dapat notif setiap up chapter baru ok👌👍, dan dukung authornya dengan Like, vote dan comment ya temen-temen. Kenapa? karena dukungan kalian akan menjadi semangat untuk membuat karya yang lebih berkualitas***:)
__ADS_1