
[Di Kamar Bella]
“Permisi Putri...(sambil mengetuk pintu) bolehkah saya masuk? Kenapa Putri tidak menjawab?jangan-jangan..(gumam Hugo)
Hugo yang mulai heran karena Bella dari tadi tidak menjawabnya akhirnya terpakaksa masuk tanpa izin untuk memastikan Putri itu baik-baik saja.
“Putri saya akan masuk...(sambil mendorong pintu) Putri...(kemudian melihat ke jendela yang terbuka) Gawat...Putri Bella kabur, aku harus segera memberitahukan soal ini ke Ratu!”
[Di Ruangan Ratu]
“Apa! Bella kabur? Tidak..., diluar sana tidak aman. Segera temukan dan bawa dia kembali ke istana sebelum matahari terbenam! (perintah Ratu Ludo)
“Baik Ratu!
Hugo kemudian segera mencari Putri Bella sesuai yang diperintahkan Ratu Ludo. Bukan tanpa alasan karena sedang ada penjagaan ketat diwilayah perbatasan antara Ludo kingdom dan Zuma kingdom sehingga tidak sembarangan orang bisa masuk begitusaja tanpa izin.
“Sudah sekian lama semejak peperangan itu terjadi kini kerjaan kami sudah tidak berhubungan baik lagi. (ungkap Ratu Ludo) Rajaku aku tidak akan bisa melupakan kejadian itu...kejadian dimana kau terbunuh didepan mataku sendiri oleh Raja Ludo. Aku tidak akan membiarkan kematianmu itu sia-sia dan aku berjanji mereka akan menerima pembalasanku! (Sambil menatap lukisan Raja Ludo)
Kesalahpahaman yang terjadi antara kerajaan Ludo dan Zuma setelah peperangan hebat yang terjadi itu masih belum berakhir bahkan kini persahabatan dan kerjasama yang dulu pernah terjalin oleh keduanya dianggap tidak pernah terjadi bahkan kedua kerajaan ini saling menutup akses satu sama lain untuk rakyat mereka sekarang ini.
[Di perbatasan Kerajaan Zuma]
“Baiklah, untuk semua Prajurit yang bertugas hari ini, aku harap kalian bisa tetap mengawasi siapapun yang ingin melintasi perbatasan kerajaan terkhusus kepada orang-orang dari kerjaan Ludo! (Perintah Pangeran Zen)
“Baik Panglima! (Siap para Pasukan perbatasan)
“Hmm terimakasih atas perhatiannya dan sekarang semuanya kembali bertugas...,Ran!
“Siap Panglima!
“Kau yakin ingin membantu berjaga disini untukku?
“Tentu yakin Pangeran!
“Hmm...kalau begitu aku percayakan ini kepadamu untuk sementara soalnya aku harus menghadiri undangan pertemuan Raja kepadaku hari ini!
“Hmm...aku akan melaksanakan tugas ini dengan penuh tanggung jawab! Jadi kau tenang saja serahkan semuanya padaku.
“Baiklah kalau begitu. Aku pergi!
Karena Pangeran diundang untuk pertemuan pribadi yang penting dari Raja Zuma maka tugasnya sementara harus ia berikan kepada Ran.
[Di Ruangan Pribadi Raja Zedan]
“Salam Raja! Hal penting apakah yang membuat Raja mengundangku secara pribadi seperti ini?
“Hmm...kemarilah anakku! Duduklah dulu..
“Ayah kau tahu aku sedang bertugas di perbatasan hari ini lalu...
__ADS_1
“Aku tahu...hanya saja ini benar-benar termasuk hal yang penting untuk dibicarakan!
“Apakah itu, Ayah?
“Ini menyangkut masalah pernikahanmu!
“Ayah haruskah kita bahas hal itu sekarang? Aku tidak mempunyai waktu untuk memikirkan ini...
“Itulah yang ku maksud, karena kau terlalu sibuk memikirkan kerajaan hingga kau lupa akan kebahagianmu sendiri. Anakku, cobalah sesekali kau pikirkan masa depanmu. Kau sekarang sudah dewasa dan sudah bisa mencari pasangan untuk nantinya kau nikahi!
“Ayah kau tahu sendiri, aku masih belum bisa melupakan masa laluku dan sekarang kau malah memaksaku?
“Anakku mengertilah, aku sedang tidak mencoba memaksakan apapun hanya saja sampai kapan kau harus terus begini? Ayah tahu kau memang belum sepenuhnya bisa melupakan cinta pertamamu tapi Ayah yakin jika kau membuka sedikit saja hatimu kepada oranglain maka kau pasti akan mudah melupakan masa lalumu itu dan memperoleh cinta yang baru yang benar-benar tulus!
“Ayah...,bagiku tidak ada ketulusan yang lebih baik dari ketulusannya dan biarpun itu ada, mungkin hatiku akan tetap kepadanya Ayah!
“Cintamu benar-benar kuat, Nak! Tapi biar bagaimanapun nantinya kau harus tetap merelakannya demi masa depanmu jadi Ayah mohon pikirkan itu baik-baik dan Ayah tentu akan membantumu menemukan yang terbaik. Ya!
“Baik Ayah, aku akan coba memikirkannya lagi!
[Kembali ke situasi Bella]
“Akhirnya aku bisa keluar dari istana. Eh...mahkluk apa itu? (Kata Bella melihat seekor kelinci) Mau kemana dia?
“Hah..., gawat mereka pasti datang untuk mencariku! Kelinci itu...tunggu jangan pergi...Ahh..(gaun Bella tersangkut) Eh tunggu..(menarik gaunnya, kemudian mengikuti kelinci)
Bella yang terobsesi menangkap si kelinci kemudian tanpa sadar terus mengikutinya hingga melewati perbatasan kerajaan.
“Panglima Hugo, kami tidak menemukan jejak siapapun di sebalah sini! (lapor dua Prajurit itu)
“Panglima coba lihat kemari! Ada jejak kaki seseorang yang baru saja melintasi jalan ini. (kata Prajurit)
“Sepertinya ini masih baru! (kata seorang Prajurit)
“Iya benar, lihat itu...ada sepotong kain! (tunjuk Prajurit lainnya)
“Tidak salah lagi, ini gaun Putri Bella. Dia pasti melewati jalan ini. Ayo cepat kita temukan dia sebelum matahari terbenam! (ajak Hugo)
“Tapi Panglima ini jalan yang menembus perbatasan!
“Memang kenapa? Kalian takut? Sudah kalau begitu aku saja yang mencarinya sendiri..
“Tidak Panglima, kami tidak takut sama sekali!
“Benar Panglima, kami ingin ikut mencari Putri Bella!
__ADS_1
“Kalau begitu jangan diam saja, ayo cepat!
“Baik! (serentak)
[Stuasi Perbatasan Zuma]
“Hei! Siapa kau dan darimana? (tanya seorang Prajurit)
“Aku...aku...(takut Bella)
“Hei Nona, apakah kau tidak tahu? Ini adalah perbatasan kerajaan jadi siapapun yang ingin lewat harus meminta izin kepada pimpinan kami! (tanya Prajurit lainnya)
“Sepertinya dia tidak bisa bicara! Hei apakah kau bisu?
“Lebih baik kita bawa saja dia ke Ran!
“Hmm..., Nona kami akan membawamu ke pemimpin kami untuk itu tolong ikut kami sebentar!
Dua orang Prajurit Zuma yang curiga melihat kedatangan Bella dari arah berbeda, berniat melaporkannya ke Ran sebagai penanggung jawab sementara. Namun Bella yang sudah terlanjur ketakutan kemudian berusaha kabur dan mengikuti si kelinci incarannya.
“Lepaskan...lepaskan...(kemudian menggigit dan menendang)
“Ah..., hei jangan kabur Nona! Kau tidak apa-apa? (tanya Prajurit)
“Iya aku tidak apa-apa, gadis itu mencurigakan. Cepat laporkan ini ke Ran!
“Baik...!
Salah satu dari Prajurit itu kemudian pergi melapor ke Ran.
“Pimpinan...kami barusaja mendapati seorang gadis aneh menerobos perbatasan kita!
“Apa? ada yang mencoba masuk tanpa izin?
"Iya, dia seorang gadis!
"Baiklah, aku akan ke sana!
Ran kemudian segera menuju tempat gadis itu lewat dan alhasil yang ia dapatkan hanya seorang Prajurit yang pingsan.
"Hei...bangun! Bangun...dimana gadis aneh itu pergi cepat katakan? (kata Prajurit)
"Ah...(tersadar) dia tadi memukulku dengan batu lalu pergi ke arah sana! (sambil menunjuk)
"Hmm...baiklah, aku akan mencari orang itu! Bagaimana ciri-cirinya?
"Dia memakai gaun putih, rambutnya panjang dan berwarna cream. (ucap san Prajurit)
"Hmm..., tolong tetaplah awasi dengan ketat dan waspada terhadap siapapun yang ingin melewati perbatasan selama aku mencari orangnya. Ya! (perintah Ran kepada Prajurit)
"Baik!
__ADS_1