
"Tatapanmu itu..., aku mengenalimu dari caramu menatapku!
Ternyata Pangeran Zen mengenali Beauty sejak awal pertarungan dimulai ketika Beauty terjatuh dan bertatapan denganya.
"Jadi...apakah itu sebabnya kau mengalah?
"Bukankah aku sudah mengatakan padamu? Aku tidak suka bertarung dengan seorang gadis..
"Alasanmu sangat tidak masuk akal, padahal kau bisa saja menyerangku dengan mudah.
"Yah...tapi aku akui kau memang sangat berbakat dalam membaca kelemahan lawan namun kemampuan seperti itu belum cukup untuk menjadi pemenang! Aku sarankan kau berlatih menyusun taktik yang mengecoh seperti tadi, agar lolos di babak strategi. (ucap pangeran lalu keluar dari arena pertarungan)
"Baiklah...untuk para Panglima yang lolos dipersilahkan mengambil tempat yang sudah kami persiapkan untuk babak esok harinya.
Hari mulai menjelang malam, setelah para tamu dijamu makan malam. Para Panglima yang berhasil lolos di babak pertama ditempatkan di ruangan bukan lagi di area taman.
[Di ruangan Beauty]
"Wih...ini kamarnya? (tanya Leona)
"Benar Nona! (kata seorang Pelayan)
"Besar sekali? Ini kalau untuk sepuluh orang juga muat!
"Ini kamar khusus untuk dua orang jadi kami harap Nona bisa nyaman disini!
"Mmiya, terimakasih telah mengantar kami, tentu kami sangat nyaman berada disini! (ucap Beauty)
"Sama-sama Nona, kalau begitu saya permisi!
[Di dalam Kamar]
"kak!
"Mm...
"kakak keren banget loh tadi, lawannya bahkan tidak berkutik waktu kakak menatapnya dengan mata yang tajam mempesona! Aku bangga sama kakak...
"Benarkah? Tapi kakak tidak merasa bangga sama sekali, malah kakak merasa terhina disana!
"Maksudnya?
Bella kemudian menceritakan semua kejadian yang ia alami barusan termasuk cerita tentang pertama kali ia bertemu dengan Pangeran Zen.
"Apa? Jadi cerita monster serigala itu benar ada? Dan orang itu adalah...
__ADS_1
"Iya..., kami bertemu ketika kakak menjalankan misi perdamaian dengan pemberontak.
"Tunggu! Bukanya cerita monster serigala itu orangnya buruk rupa, liar dan ganas ya? Tapi kok yang ini beda jauh dari apa yang tersebar...
"Awalnya aku juga tidak percaya, tapi itulah yang aku saksikan sendiri waktu itu!
"Hmm...sangat menarik! Lalu kenapa ia terlihat lemah ketika berhadapan dengan kakak?
"Itulah yang membuatku penasaran? Awalnya aku mengira aku bisa memancingnya, makanya aku menantang dia untuk bertarung tanpa pedangnya itu karena kakak sudah tahu kelemahannya ada pada senjatanya! Namun, yang terjadi diluar dugaanku. Dia malah menyerah begitu saja dengan alasan yang tidak bisa ku terima padahal dia punya kekuatan tersembunyi yang luar biasa.
"Hmm...tapi itu cukup masuk akal bagi seorang Pangeran yang baik hati, menurutku dia lebih pantas dipanggil kesatria sejati bukannya monster dingin dan ganas seperti kata orang-orang!
"Kau bisa bilang begitu karena tidak melihatnya langsung!
"Hmm....tapi apapun itu, yang terpenting kita selangkah lebih dekat dengan tujuan kita berkat dia bukan?
"Ya, meski begitu aku masih tidak terima caranya. Dia seperti meremehkan kita dengan belas kasihan, memangnya dia pikir kita ini datang hanya demi sebuah bantuan?
[Di situasi Zen]
"Tentu saja tidak!
"Jika bukan karena itu, lalu apa yang membuat pangeran membiarkan ia menang dengan mudah? (penasaran Ran)
"Karena aku yakin tujuan utamanya ikut serta adalah untuk perdamaian, apakah kau ingat saat itu. Ia dengan berani datang menemui pemberontak sendirian demi kebebasan bagi rakyat desa terpencil!
"Jika tanpa bertarung aku mungkin tidak akan mengenali siapa dia? Dan perasaanku saat itu, benar-benar berbeda,aku bisa merasakan sebuah ketulusan dimatanya. Dan untuk memastikannya sendiri, aku harus membuatnya tetap disini.
"Hmm...kalau begitu ijinkan saya untuk membantu Pangeran!
"Terimakasih Ran, tapi kali ini aku ingin melakukannya sendiri!
"Aku mengerti Pangeran, tapi jika suatu waktu kau membutuhkan bantuanku, maka aku akan siap kapan pun itu!
"Hmm...pasti!
[Keesokan harinya]
"Baiklah, selamat untuk kalian semua yang sudah berhasil lolos ke babak kedua pertandingan ini! Sekarang kita beralih ketantangan selanjutnya yaitu memanah. Seperti yang kita sama-sama ketahui, keahlian memanah seringkali diangap sepele, namun sebenarnya keahlian ini sangatlah dibutuhkan dalam menentukan serangan jarak jauh. Dan kali ini, tantangannya kami akan membagi dua sesi yaitu yang pertama, memanah dengan berkuda dan kedua, memanah dengan mata tertutup. Hal ini mungkin kedengarannya mudah, namun sangat sulit untuk dilakukan sebab objek menyerangnya kami buat bergerak agar selain melatih konsentrasi juga dapat melatih kefokusan diri. Jadi, tunggu apalagi? mari kita mulai babak pertama ini!
Dibabak Pertama, telah dipasang objek bola air yang dibuatnya mereka bergerak untuk menantang keahlian para peserta dalam menghadapi serangan musuh yang lincah nantinya. Dengan nama acak, Beauty yang mendapatkan kertas nomor paling terakhir itu berhasil lolos ke sesi selanjutnya.
__ADS_1
"Dibabak pertama semua peserta dinyatakan lolos. Tapi bagaimana dengan sesi memanah selanjutnya? Hmm...sepertinya semua sudah tidak sabar. Baiklah untuk para peserta yang ingin lebih dulu dipersilahkan maju kedepan. (kata pembicara itu)
Karena banyak yang merasa sulit dengan tantanga itu, tidak ada seorangpun yang ingin namanya maju lebih dulu untuk memulai pertandingan itu. Namun dengan berani, Beauty mengajukan diri untuk memulai dan itu diberikan banyak pujian dan tepuk tangan oleh penonton.
"Wah ternyata, gadis berani kerajaan selatan yang ingin menantang lebih dulu...baiklah untuk panglima kerajaan Leon kami persilahkan.
Beauty sebenarnya cukup menguasai keterampilan memanah sehingga ia memperoleh hasil yang lumayan mengesankan bagi seorang gadis, dengan mata yang tertutup kain hitam, ia pun mengahauskan dirinya untuk fokus dan bekonsentrasi penuh terhadap objek menggunakan indra pendengaran.
"Aku sudah belajar keras sebelumnya, tapi kali ini aku harus benar-benar tepat sasaran dengan sisa tiga anak panah ini.
Objek yang bergerak membuatnya kehilangan beberapa kesempatan dengan sisa 2 dari 5 anak panah yang disediakan.
"Huff...baiklah ini adalah kesempatanku yang keempat aku harus bisa!
Sambil ancang-ancang memikirkan arah kemungkinan angin bergerak melawan arah panah dan bola air tersebut. Dengan tarikan nafas ia berusaha santai dan fokus dengan gerakan objek yang ia perkirakan. Dan akhirnya ia berhasil lolos dengan poin tambahan satu anak panah yang tersisa, meski ia bukan yang terbaik di sesi kedua itu tapi setidaknya Beauty lolos untuk babak berikutnya.
Beauty tetap bisa mempertahankan posisinya disetiap penyisihan, yaitu sebagai peserta terbaik ke tiga setelah melewati beberapa tantangan seperti babak Rintangan dan jebakan, tekhnik penyamaran, dan beberapa babak yang tentunya menguji kemampuan serta keahlian seorang Panglima. Hingga tibalah hari ketiga yang menandakan sudah masuk ke babak terakhir atau penentuan yaitu babak membuat strategi.
"Kak ini adalah hari terakhir pertandingan, apa kakak benar-benar sudah memikirkannya dengan matang?
"Kau do'akan aku saja, semoga perjuangan kita kemari ini tidak sia-sia!
"Hmm....
Semua peserta yang masih bertahan tinggal empat orang, dan Beauty adalah salah satu dari ketiga Panglima di posisi terbaik sementara.
"Baiklah setelah tiga hari berturut-turut kita bertanding, kini saatnya babak penentuan untuk menentukan siapakah yang akan benar-benar bertahan dan terpilih menjadi perwakilan dari tiga Panglima terbaik untuk berkesempatan memenangkan kompetisi ini. Segera saja kita lihat dan saksikan berasama di babak Taktik dan Strategi kali ini!
[Disisi Penonton]
"Huff...aku sangat penasaran siapa yang akan menang juara pertama kali ini! (gumam Ran)
"Menurutku gadis dari kerajaan itu akan memenangkan pertandingannya! Bagaimana menurutmu? (jawab Bella)
"Hmm...bisa jadi karena sejak awal gadis itu memang berbakat! Aku jadi iri padanya...
"Hei...sudahlah, kau juga nantinya akan menjadi Panglima sungguhan!
"Hmm....terimakasih, tolong dukung aku terus ya!
"Aku akan selalu berada dibelakangmu untuk itu!
"Benarkah? Padahal aku maunya disampingku saja...
__ADS_1
"Apa?
"Eh...tidak! Tidak ada...hehe...(mengelak)