
[Ke situasi Ran]
Ran yang sebelumnya sempat tertidur berjam-jam akibat obat bius itu. Mamun, ia perlahan mulai sadar dan kemudian terkejut melihat tubuhnya dalam keadaan terikat di batang kayu yang tak jauh didepanya tersedia pasung tajam tergantung yang siap membelah kapan saja leher yang ada dibawahnya.
“Dimana aku...(tanya Ran kebingungan)
“Akhirnya kau sadar juga...(kata Ratu Ludo)
“Kau....
[Kembali ke situasi Beauty]
“Apa...kerajaan Ludo? Tapi bukankah kerajaan itu sudah lama tak ada kabar setelah peperangan hebat itu...ternyata mereka masih...
“Benar...itu karena kerajaan-kerajaan besar yang tergabung dalam organisasi perdamaian telah menutup akses untuk kerajaan Ludo setelah menolak kesepakatan perdamaian kami.
“Tapi bukankah kerajaan Zuma dan Ludo itu dulunya berteman baik ya?
“Hmm...ceritanya panjang, dulu memang hubungan kami sangat dekat tapi semuanya berubah ketika mereka memutuskan hubungan kerjasama dan persahabatan antara kerajaan lalu setelah itu kami memutuskan saling menutup jalur perdagangan maupun aktivitas di semua bidang.
“Hmm...mungkinkah itu disebabkan karena kesalahpahaman kerajaan Ludo terhadap kerajaan Zuma. Mengingat hubungan erat yang sempat terjalin lama itu rasanya mustahil terjadi.
“Entahlah...kami sampai sekarang juga tidak mengerti penyebab sebenarnya namun yang pasti kami sekarang dianggap sebagai musuh terbesar mereka.
“Itu berarti yang mencoba merebut tanah kami juga adalah orang-orang mereka?
“Hmm...untuk hal itu, sebaiknya kita tidak asal menebak. Karena setahuku kerajaan Ludo memiliki wilayah yang cukup luas jadi tidak mungkin mereka melakukannya demi perluasan kekuasaan semata.
“Lalu apa yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan adikku Leona?
“Tidak ada pilihan lain..., ayo kembali ke istana!
[Situasi Ran]
“Ya...aku adalah Ratu kerajaan Ludo dan sekarang kau ada dikerajaan kami hahaha...
“Apa yang kalian inginkan dariku hah? Lepaskan aku...
“Hmm...sepertinya Bella benar-benar telah terpengaruh dengan penipu ini hingga ia bahkan belum memberitahu kebenarannya.
“Kebenaran...Bella? Bagaimana kau mengetahui hal itu hah....sejak kapan kau memata-matai kami...
“Hahaha....dasar bodoh! Tentu saja aku tahu...,Hugo!
“Baik Ratu...(Sigap Hugo lalu memeriksa Ran) Ada Ratu...
“Hei kembalikan gelangnya...itu milikku!
Hugo menemukan gelang yang dulu sempat ditemukan Ran yang sebenarnya adalah gelang milik Bella sendiri namun Ran belum menyadarinya.
“Milikmu? Ini adalah bukti bahwa kau yang telah menculik anakku Bella...
“Heh...apakah kau pikir aku semudah itu akan percaya dengan ucapan para pembohong seperti kalian? Bella adalah gadis baik yang tidak memiliki keluarga akibat perang dan biarpun memang ada ia pasti sudah memberitahukan ku dari awal. Heh aku tahu kalian ingin memanfaatkan situasi untuk mendapatkan keuntungan dengan mengaku sebagai ibunya bukan? Dan orang itu...ya kau! Kau yang waktu itu menyusup untuk mengejarnya kan...
“Hei turunkan nada bicaramu itu... kau tidak pantas berteriak didepan Ratu! (ucap Hugo)
__ADS_1
“Hugo cukup...kita harus memperlakukan tamu spesial kita dengan baik!
“Baik Ratu....
“Hmm...aku tahu kau tidak akan mudah percaya dengan ini, tapi akan aku tunjukkan sesuatu yang mungkin bisa membuktikan itu.
Ratu kemudian memerintahkan Panglima Hugo menunjukkan lukisan Ratu Ludo bersama Bella bersama. Namun Ran masih tidak mempercayainya karena menganggap itu mungkin saja rekayasa, Ran sudah sangat mempercayai Bella sehingga baginya itu mustahil.
“Tentu sulit untukmu mempercayainya karena kau sangat mencintai Bella, tapi inilah kenyataan yang sebenarnya. Gadis yang kau telah cintai itu adalah anakku dan aku minta kau mengembalikannya kepadaku...
“Tidak...aku tidak akan membiarkan kalian melukai Bella...
“Sungguh cinta telah membutakan kalian berdua! Kalau begitu tidak ada cara lain selain membunuhmu disini...Hugo bawa dia!
Hugo kemudian membawa paksa Ran menuju alat Pasung yang sejak tadi dipersiapkan untuknya. Ran yang sempat melawan tetap saja tidak bisa berbuat apa-apa mengingat obat biusnya masih belum menghilang sehingga tubuhnya tidak memiliki tenaga yang cukup untuk melawan. Namun, hal yang tidak disangka pun terjadi sesaat sebelum Hugo memotong tali pasungnya.
“Hentikan! (teriak seorang gadis dengan suara yang tidak asing)
“Gadis itu...? Hugo tahan...(perintahnya)
“Apa...Leona ada disini? (gumam Ran, terkejut)
“Leona kenapa kau kemari...sudah kubilang jangan pergi kemana-mana! (kata Hugo menghampiri)
“Tunggu Ratu...kumohon jangan hukum orang ini!
“Hugo...apa-apaan ini, kenapa dia bisa masuk kemari? Pengawal...pengawal...
“Leona sebaiknya kau kembali dan jangan ikut campur urusan Ratu...
“Ratu Ludo...saya mohon jangan hukum orang itu....
“Dia adalah teman kakakku...dan aku mengenalnya, dia tidak mungkin sejahat itu.
“Leona...apa maksudmu? (kata Hugo)
“Ya....Ratu mungkin telah salah paham.
“Hugo...sebaiknya kau membawa gadis itu pergi sebelum aku menghukumnya juga!
“Leona...ayo...!
“Tidak...aku tidak akan pergi sebelum Ratu menghentikan hukumannya. Ran tidak bersalah...
“Hmm...(kemudian menatap mata Leona)
[Disisi lainnya]
“Huff...bagaimana keadaan Ran sekarang ya? Apa dia baik-baik saja...
Bella yang tengah membantu Madam Zoya itu terus melamun sambil menuangkan air ke cangkir.
“Bella....Bella!
“Eh...mm...maaf Madam. (katanya tersadar)
__ADS_1
“Apa kau baik-baik saja? Kau sakit...
“Tidak Madam...
“Hm...tapi Madam liat kamu dua hari belakangan sering melamun? Kenapa...
“Oh itu...saya lagi...
“Lagi mikirin Ran? (sambung Zoya) Hmm...Madam sudah menduga itu.
“Hah...jadi Madam sudah tahu?
“Jangan salah....Madam juga pernah muda jadi Madam tahu.
“Benarkah? Madam juga pernah jatuh cinta dengan seorang calon Panglima?
“Bukan calon lagi tapi memang seorang Panglima..
“Tapi bukankah suami Madam seorang Prajurit?
“Hmm...Madam belum sempat cerita ya?
“Cerita... soal apa?
Madam Zoya kemudian menceritakan kisah asmara pribadinya mengenai mantan kekasih yang ternyata hampir mirip dengan kisah yang tengah dialami Bella saat ini, mendengarnya Bella sangat penasaran dan bertanya-tanya.
“Lalu apakah kekasih Madam itu menerima kenyataan bahwa Madam berasal dari kerajaan berbeda?
“Yah...namun sayangnya, kami harus memilih mengakhiri hubungan kami. Karena kekasih Madam dulu lebih memilih menjalankan tugasnya dibanding menikahi Madam.
“Jadi suami Madam yang sekarang itu bukan...
“Benar...aku bertemu dengan Pria lain yang sekarang menjadi Suami Madam.
“Hmm...begitu ya! Tapi apa Madam bisa mencintai orang lain setelah itu...
“Memang awalnya sulit namun waktu perlahan menyembuhkan dan suami Madam juga sangat baik dan terbuka jadi itulah mungkin yang menjadikan hubungan kami harmonis sampai sekarang. Kamu dan Ran masih terbilang beruntung karena berada disatu kerajaan saja jadi jangan khawatir Ran akan meninggalkan mu hanya karena tugas ya!
“Iya hehehe...(senyum Bella) Namun sayangnya itulah kekhawatiran terbesar yang terjadi padaku saat ini. Jika suatu hari Ran mengetahui yang sebenarnya, akankah hubungan kami juga akan bernasib sama?(gumamnya bertanya-tanya)
“Hmm...sepertinya kita sudah bicara panjang lebar disini sampai-sampai lauknya belum tersaji semua...(lalu masuk ke dapur) Eh sst...jangan bilang ke orang lain ya soal barusan!
“Aman hehehe...
....***Bersambung....
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
Hai sobat Readers B&WP👋terimakasih telah mampir dan baca chapter ini ya😊 Kalau kalian suka sama ceritanya, jangan lupa tambahkan di list favorit kalian ya...biar bisa dapat notif setiap up chapter baru ok👌👍, dan dukung authornya dengan Like, vote dan comment ya temen-temen. Kenapa? karena dukungan kalian akan menjadi semangat untuk membuat karya yang lebih berkualitas***:)