Beauty And The Wolf Prince

Beauty And The Wolf Prince
Chapter 36


__ADS_3

[Situasi Ran dan Leona]


Leona berhasil memberi kepercayaan kepada Ratu Ludo untuk menunda hukuman Ran, namun bukan berarti Ran selamat begitu saja. Karena ia akan ditahan sementara oleh kerajaan Ludo.


“Aghk...huff...(desis Ran setelah hampir terbunuh)


“Apa kakak tidak apa-apa? Apa kakak ingin di obati?


“Tidak...tidak perlu, aku baik-baik saja...barusan itu hampir saja! Aku tidak tau apa yang terjadi sebenarnya...mereka terus saja mengatakan hal yang tidak ku mengerti dan sekarang melihatmu disini...ah aku semakin tidak mengerti. Padahal aku, Pangeran dan kakakmu...semuanya sedang mencari dan mengkhawatirkan dirimu tapi syukurlah kau selamat dan baik-baik saja.


“Ya aku juga masih tidak percaya, aku bisa selamat dan itu karena mereka.


“Hmm....sebenarnya apa yang terjadi sehingga kau bisa berada disini?


Sepertinya perkataan Leona barusan membuat Ran semakin tidak mengerti, hingga ia bertanya-tanya kejadian yang sebenarnya yang telah Leona alami, hingga Leona mengatakan sebuah pengakuan yang membuat Ran terkejut tidak percaya.


“Apa? Jadi kau sebelumnya pernah bertemu dengan Ratu Ludo? Dimana? Sejak kapan...


“Iya jadi waktu itu...


[Ingatan Leona]


Aku dan kakakku beauty masih kecil, kami pergi mengunjungi makam bekas korban peperangan bersama kedua orangtua kami.Dan disanalah pertamakali kami bertemu...


“Minggir...minggir....hei minggir...(teriak seorang Pria terburu-buru ditengah rombongan Peziarah]


“Awas Bu....! (kata Leona kecil)


“Aww....


“Apa Ibu tidak apa-apa? Mari saya bantu...


“Hmm....terimakasih Nak!


“Leona....ternyata kau disini, ayo cepat...Ibu dan Ayah nanti marah! Ayo...(teriak kakaknya Beauty kecil, sambil menarik)


“Iya tunggu...(katanya mengikut) Ibu....aku duluan ya!


“Ayo...(kemudian mereka berlari mungil)


[Di dalam Pemakaman]


Setelah selesai berkunjung untuk Ziarah, Ibu dan Ayah mereka sempat berbincang-bincang dengan beberapa orang kenalan mereka. Dan saat kedua orangtuanya sibuk berbincang, Leona kecil tak sengaja melihat Ibu-Ibu yang ditabraknya barusan.


“Ibu itu...(kemudian menghapirinya)


Ratu Ludo terlihat menangis tersedu-sedu didepan sebuah makam yang di atasnya tertera nama Raja Ludo wafat tepat dihari peperangan besar itu.


“Rajaku....Raja Ludo...Kenapa...kenapa kau meninggalkanku seperti ini? Kau tahu...aku tidak akan sanggup melalui ini tanpamu....dan sekarang....sekarang aku sendirian. Katakan aku harus melakukan apa sekarang....(ucap Ratu Ludo)


Leona kecil yang masih polos itu kemudian bertanya karena penasaran setelah melihat Ratu Ludo bersedih hati atas kematian rajanya.


“Ini buat Ibu....(kata Leona kecil sambil memberi permennya) Kata ayahku permen bisa membuat kita merasa bahagia....jadi terimalah ini dan tersenyumlah.


“Hmm...kau adalah anak baik yang sama telah menolongku tadi bukan? Terimakasih...


“Sama-sama...hmm... itu makam siapa?


“Oh ini....makam suami Ibu. Dia meninggal waktu berperang melawan haknya!


“Ibu....sangat sayang ya dengan suami Ibu sampai menangis seperti itu?


“Sangat...Nak! Namun apa boleh buat, ini semua telah terjadi...kalau kamu sendiri?


“Aku juga sedang berziarah ke makam teman-temanku yang meninggal...


“Hmm....kau masih beruntung kau masih punya banyak keluarga yang berada disisimu. Kau harus menjaga mereka ya...


“Memangnya Ibu tidak memiliki keluarga selain suami ibu?


“Hmm...Ibu berharap masih punya...dan jika ibu di takdirkan memiliki anak...maka ibu sangat ingin memiliki anak seperti dirimu.

__ADS_1


“Kalau begitu ibu bisa menganggap aku sebagai keluarga ibu juga, agar Ibu tidak merasa sendiri lagi..


“Hmm...apa kau mau, Nak?


“Tentu saja Bu...kenapa tidak?


“Hmm....terimakasih Nak...Ibu berharap suatu hari nanti bisa memiliki anak yang baik dan manis sepertimu..


“Semoga dikabulkan...


“Leona....kau sedang berbincang dengan siapa? (kata Beauty kecil)


“Bu....ini kakakku Beauty...Kak...ini ibu yang tadi..


“Salam nyonya!


“Salam...


“Maaf sepertinya kami harus segera pergi...Ayo Leona...


“Bu...dimakan gula-gulanya...


“Hmm...ku harap kita suatu hari nanti dapat bertemu lagi...


“Iya...aku juga begitu...sampai jumpa...


“Selamat jalan....(kata Ratu Ludo,melambai)


“Leona...kamu seharusnya berhati-hati ketika berbicara dengan orang asing...


“Loh kenapa kak? Ibu tadi baik kok...aku cuman ingin menghiburnya....kakak tahu? Dia barusaja kehilangan suaminya...


“Iya....tapi bagaimanapun kau harus lebih berhati-hati...bagaimana kalau dia itu sebenarnya penculik anak? Kita kan tidak pernah tahu...


“Hmm...iya...iya....baiklah!


“Beauty...Leona...(panggil ibunya)


“Ayo kita pulang....


“Baik....kena kau...(sambil menjahili adiknya kemudian berlari)


“Ih...kakak....(kata Leona kemudian saling mengejar)


“Hei...hati-hati...(peringat ayahnya)


“Ayah...ayo kejar kami...hahaha....


“Baiklah...monster serigala datang...Arrr....(Bermain ayah dan anak-anaknya)


“Kabur....hahaha....


Ratu Ludo yang memperhatikan mereka hanya bisa tersenyum dan berharap suatu hari nanti akan memiliki kebahagian di moment kecil namun berharga bersama anaknya.


[Kembali ke situasi]


“Oh jadi begitu ceritanya...


“Iya kak...jadi kami sering bertemu secara lebetulan di beberapa tempat sebelum akhirnya kami tidak bertemu setelah kerajaan Ludo diberitakan menutup akses dan tak pernah terdengar kabar lagi.


“Hmm...lalu Pria yang bernama Hugo itu...


“Dia adalah seorang Panglima dikerajaan ini...katanya dia yang menemukanku saat aku pingsan...


[Kejadian yang terlewat-Situasi Hugo]


“Panglima Hugo...rakyat desa di hutan ini masih tidak ingin menyerahkan tanah mereka...bagaimana sekarang?


“Hmm...apa boleh buat, Ratu telah menugaskan kita untuk merebut wilayah ini...jika mereka memang menolak penawaran maka kita harus mengambil dengan paksa!


“Tapi Panglima mereka jumlahnya lumayan banyak...meski mereka tidak punya senjata kuat namun mereka sangat ahli bahkan sudah lincah dalam berburu...bagaimana jika mereka mahir dalam bermain tombak?

__ADS_1


“Itu benar Panglima....terlebih jika mereka memanggil bantuan...kita pasti akan kalah!


“Hmm....untuk itulah kita membuat taktik. Kalian giring sebagian dari mereka untuk bisa melawan...tapi ingat pastikan kalian menghabisi mereka tanpa jejak agar tidak ada yang curiga!


“Baik Panglima!


“Hmm...sekarang kita harus membagi dua pasukan. Pasukan A pergi kesana dan yang lain ikut aku...ayo!


“Siap...


Diperjalanan Hugo waktu itu tidak sempat menjalankan misi akibat cuaca yang tidak mendukung.


“Gawat sepertinya kita harus membatalkan misi kali ini...


“Kenapa Pangeran?


“Karena jika hujan...kita akan sulit melawan dengan keadaan tanah yang licin belum lagi medan di hutan ini sangat terjal kita mungkin tak akan sampai ditujuan tepat waktu.


“Lalu... apakah kita harus kembali?


“Benar...kita tidak boleh menginap disini, musuh bisa saja tiba-tiba datang. Ayo...semua....


Dengan menunggangi kuda, Hugo dan sebahagian pasukannya harus kembali ke istana. Sedangkan sebagian pasukan lainnya telah menjalankan misi sesuai rencana meski tidak sepenuhnya tercapai sesuai target.


“Panglima...coba lihat disebelah sana! Ada seseorang...


“Apa? Siapa...


“Sepertinya dia tak sadarkan diri...


“Coba kau periksa...


Hugo yang melihat itu, kemudian memerintahkan seorang pasukannya untuk turun dari tunggangan kemudian mengecek seseorang yang tubuhnya sedang tergeletak tak berdaya diatas tanah tepatnya di kaki sebuah jurang.


“Dia seorang gadis!


“Apakah dia berasal dari keluarga bangsawan?


“Dilihat dari wajah dan pakaiannya dia sepertinya gadis biasa....bagimana sekarang? (teriak Prajuritnya)


“Panglima...kita sepertinya tinggalkan gadis itu saja...kita tidak mungkin membawanya kan?


“Itu benar panglima bagaimana jika dia adalah seseorang dagi kerajaan Zuma?


“Tapi kelihatannya dia benar-benar bukan dari kerajaan...


“Diamlah...aku sedang berpikir sekarang! Hmm...bawa dia kemari...


Panglima Hugo memerintahkan Pengawal tersebut membawa tubuh mungil gadis itu yang tak lain adalah Leona sendiri ke atas kuda yang ia tunggangi.


“Gadis ini mungkin tidak akan selamat jika ditinggal disini. Setidaknya aku bisa membawanya ke tempat aman terlebih dahulu sebelum menyelidiki siapa gadis ini? (gumam Panglima di perjalanan)


“Kenapa Panglima menolong gadis itu? (bisik seorang Prajurit)


“Entahlah...mungkin ia merasa iba kepada gadis itu...atau mungkin dia hanya merasa kasihan setelah mengingat putri Bella yang tak kunjung kembali? Hahaha...(bisik lainnya)


“Diamlah kalian...aku bisa mendengarnya! (teriak Hugo)


“Maaf Panglima!


....***Bersambung....


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


Hai sobat Readers B&WP👋terimakasih telah mampir dan baca chapter ini ya😊 Kalau kalian suka sama ceritanya, jangan lupa tambahkan di list favorit kalian ya...biar bisa dapat notif setiap up chapter baru ok👌👍, dan dukung authornya dengan Like, vote dan comment ya temen-temen. Kenapa? karena dukungan kalian akan menjadi semangat untuk membuat karya yang lebih berkualitas***:)


__ADS_2