
"Jadi peraturan kali ini, setiap peserta akan mempraktikkan langsung strategi dan taktiknya dalam melewati musuh. Di sana...adalah hutan larangan yang dihuni oleh banyak makhluk buas, kalian harus melewati gerbang itu kemudian menemukan kunci untuk membuka kotak yang ada di sana, agar bisa menjadi pemenang di pertandingan ini. Ketiga kotak itu memiliki kuncinya masing-masing sesuai urutan pemenang yang terpilih nantinya.
"Maaf! (seorang Panglima kerajaan lain, bertanya) bukankah dihutan itu sangat berbahaya, kenapa kita disuruh masuk ke sana?
"Itu benar, apakah ini pertandingan untuk bunuh diri?
"Tenanglah! Tentu kami sudah memikirkan ini matang-matang, oleh karenanya kami akan membekali kalian dengan satu senjata ampuh untuk mempertahankan diri jadi gunakan senjata itu dengan baik saat kalian benar-benar dalam keadaan darurat.
"Tapi bagaimana jika kami bertemu dengan musuh dengan jumlah banyak?
"Kami memiliki beberapa Prajurit ahli yang akan mengintai kalian dari setiap sudut jadi semuanya kami pastikan aman untuk itu. Masih ada pertanyaan? Baiklah kalau begitu sekarang kita mulai pertandingannya...
Setelah pemandu memberikan aba-abanya, keempat peserta tersebut kemudian melewati gerbang dengan memilih jalan yang berbeda-beda.
Di dalam hutan telah dibuat beberapa jebakan sebagai tantangan untuk mereka, dan setiap tantangan yang dilalui dengan baik akan menjadi penilaian tersendiri bagi setiap peserta.
Beauty yang masih bertahan di posisi ketiga berusaha melewati setiap rintangan dan jebakan dengan baik hingga ia bertemu dengan seekor beruang hutan yang sedang tertidur pulas.
"Itu dia kuncinya...tapi kunci itu berada di sebelah beruang hutan itu. Bagaimana caranya aku bisa mengambil kunci tanpa membangunkannya? Berpikirlah beauty...berpikir..
Kemudian beauty mulai memikirkan caranya dan ia mengambil langkah penyamaran seperti semak-semak berduri dan dengan perlahan mendekati si beruang. Namun ditengah usahanya itu, beruang yang tengah tertidur terbangun akibat ranting pohon yang tak sengaja terinjak olehnya.
"Gawat! Sepertinya beruang itu mulai menyadari keberadaanku aku harus melakukan sesuatu...
Semakin mendekat si beruang kelaparan itu terlihat tak sabar menunggu mangsanya. Ditengah situasi terpojok itu, beauty berusaha tetap tenang sembari memikirkan langkah selanjutnya.
"Itu dia....taktik mengecoh!
Beauty seketika teringat dengan saran Pangeran Zen kepadanya, lalu ia pun memanah sarang lebah yang terlihat menggantung di pohon hingga si beruang pun teralihkan perhatiannya. Beauty bisa mendapatkan kunci dengan mudah namun tidak dengan peserta yang ia dapati sedang bertarung dengan sekelompok serigala liar.
"Aku sudah mendapatkan kuncinya, sekarang aku harus kembali...
"Tolong....! (teriak seseorang dari arah berlawanan)
"Sepertinya seorang peserta dalam masalah...haruskah aku menolongnya?
Beauty yang mendengar teriakan itu, langsung menuju sumber suara yang sebenarnya diluar jalur yang di siapkan, sehingga tidak ada bantuan yang dapat menolong peserta tersebut bahkan senjata daruratnya sudah ia gunakan lebih dulu di awal pertarungannya.
"Tolong...tolong aku! (kata gadis itu)
"Sepertinya dia dalam masalah besar, tapi jika aku membantu maka itu tidak akan sesuai dengan strategi awal yang ku buat...
"Selamatkan aku...tolonglah aku tidak ingin mati disini!
__ADS_1
Tanpa berpikir panjang Beauty langsung menolongnya dengan berbekal tombak kayu yang ia temukan.
"Hei...disini! (katanya memancing serigala)
Sementara Beauty mengalihkan kawanan serigala, orang yang ia tolong pun kemudian pergi mencari bantuan.
[Di luar gerbang hutan]
"Pangeran..., apa kau yakin dia akan berhasil kali ini?
"Aku yakin dia bisa melewati tantangan ini, lihatlah sebentar lagi dia pasti sudah akan muncul...
Peserta pertama, kedua sudah kembali tinggal peserta terakhir yang ditunggu untuk membuka satu kotak pemenang yang tersisa, Pangeran berharap satu kotak terakhir dapat dimenangkan oleh Beauty namun orang lain yang muncul untuk yang terakhir.
"Pangeran... pangeran! Lihat..(panggil Ran,menunjuk kearah perbatasan hutan)
Pangeran kemudian berbalik dan terkejut melihat peserta lain yang kembali lebih dulu.
"Apa...?
"Tolong...tolong Pengawal disana ada satu peserta lagi yang sedang bertarung dengan kerumunan serigala! (kata Panglima itu)
"Apa? tapi kami tidak memiliki tantangan seperti itu disini...kenapa!
"Dia pasti keluar jalur, aku harus segera menolongnya! (ucap Pangeran)
"Gawat...semoga aku masih sempat! (gumam Pangeran)
[Di situasi Beauty]
"Tenanglah...kumohon! Aku tidak suka menyakiti hewan seperti kalian...
Beauty berusaha menenangkan serigala liar itu dengan harapan tidak pernah menyakiti mereka sedikitpun.
"Gawat...aku harus mencari cara untuk mengecoh mereka kemudian kabur!
[Disituasi Zen]
"Dimana....dimana aku bisa menemukan dia? Hutannya sangat luas dan gelap...
Pangeran Zen kebingungan dan tidak tahu harus melangkah kemana untuk menemukan Beauty, namun seketika seekor burung datang dan memberitahu jalan untuknya.
"Burung itu....apakah dia sedang mencoba menunjukkan sesuatu?
Pangeran Zen kemudian mengukiti si burung yang berkicau seakan ingin membantu Pangeran menemukan Beauty. Dan benar saja, Pangeran kemudian berhasil menemukan Beauty yang sedang terpojok dengan kerumunan serigala.
__ADS_1
Di situasi Beauty sendiri sedang bertarung dengan tiga serigala kelaparan sekaligus, meski ia berusaha menghindari serangan berbahaya agar hewan liar itu tetap tidak terluka. Beauty dengan tombak kayunya kini hampir patah akibat salah satu serigala menyerang namun beruntung sebelum ia di serang oleh serigala lainnya dari arah lain, Pangeran Zen kemudian membantu Beauty dengan menggunakan tombak kayu.
"Kumohon jangan sakiti mereka! (cegah Beauty)
Pangeran sebenarnya hampir saja membunuh salah seekor serigala dengan pedangnya, namun karena dicegah Beauty ia pun mencegah niatnya itu sehingga para kawanan serigala berhasil kabur.
“Apa kau tidak apa-apa? (kata Zen, mengulurkan tangan)
“Terimakasih...(tanpa menerima uluran) tapi tidak seharusnya kau kemari karena aku masih bisa menyelesaikan ini sendiri!
“Hmm..memang aku datang kesini hanya karena aku merasa bertanggung jawab jadi harap kau tidak salah paham tuan Putri!
“Baguslah kalau begitu!
[Kembalinya ke perbatasan Hutan]
“Kakak...kakak! Kau tidak apa-apa? Apakah ada yang terluka hah?
“Tidak...aku baik-baik saja!
“Huff...syukurlah kalau begitu! Pangeran Zuma, terimakasih telah menyelamatkan kakakku!
“Ini kewajibanku!
“Terimakasihku kepada Panglima kerajaan Leon, karena telah menyelamatkanku! Aku Panglima kerajaan Zaga akan sangat berhutang budi untuk itu...(kata Panglima Zaga)
“Hmm...sama-sama! (kata Beauty)
“Tapi kakak..., Itu artinya kita gagal kali ini! Yah.. (ucap Leona)
“Masih belum! Kalian masih punya satu kotak untuk dibuka...(ucap Panglima kerajaan Zaga itu sambil memberikan Kunci miliknya)
“Tapi ini kan...
“Aku tahu ini mungkin tidak bisa membalas kebaikanmu padaku, tapi setidaknya kau lebih membutuhkannya dari pada kami. Bagi kerajaan Zaga, tidaklah ada hal yang lebih berharga dari nyawa dan kau telah membantuku meski kau tahu ini akan melanggar.
“Tidak aku tidak bisa, lagi pula aku telah melanggar dan dikeluarkan dari pertandingan ini!
“Hei! Memang siapa yang mengatakan kau telah dikeluarkan? Justru keputusanmu untuk membantu itu adalah sikap seorang Panglima sejati yang kami tunggu-tunggu dari awal. Kami tahu, tujuan seorang Panglima akan gagal bila ia melanggar dan tidak sesuai strategi tapi akan lebih gagal lagi jika seorang Panglima meninggalkan kewajibanya terhadap pasukan yang ia pimpin dan kau barusaja mengajari kami yang lebih baik lagi dari itu semua yaitu menolong sesama tanpa melihat situasi dan korbannya.
“Itu benar! (tambah seorang juri) kami semua patut mencontohi itu. Oleh karena kami sangat tertarik bekerja sama denganmu.
“Kak...
“Hmm...baiklah aku menerimanya. (ucapnya setelah berpikir-pikir)
__ADS_1
Akhirnya Pertandingan itu, berhasil membawa Beauty menjadi pemenang meski tetap di urutan ketiga terpilih. Kedua kerajaan ini pun kemudian menjalin kerjasama, dan kerajaan Leon sangat bersyukur dan berterimakasih untuk itu.