
"Ayah, aku tadi hanya ingin menolong anak itu?
"Ayah tahu, niatmu baik. Tapi lain kali kau tidak boleh jauh-jauh dari pengawasan Panglima.
"Baik Ayah, lain kali aku akan meminta izin dulu sebelum pergi sendiri!
"Hmm..., kemarilah anakku! (sambil memeluk Pangeran)
"Ayah menangis Lagi ya?
"Tidak, Ayah tidak menangis!
"Ayah tidak usah berbohong Aku tahu Ayah menangis karena melihat lukisan Ibu! ayah...
"Hmm...
"Ibu cantik ya!
"Iya, ibumu sangat cantik. bukan hanya itu, ibumu itu juga sangat kuat dan pemberani! (kenang Raja)
"Benarkah?
"Iya! dan yang terpenting ketulusan yang ada di dalam hatinya itu.
"Jadi, itu sebabnya kenapa ayah sangat mencintai Ibu?
(Mengangguk sambil tersenyum) "Bahkan sampai sekarang Ayah masih belum bisa melupakannya. (gumam Raja)
"Oh iya Ayah, Ayah tahu tidak di desa aku melihat anak perempuan yang sama sepertiku.
"Oh ya?
"Iya, dia terlihat tidak memiliki teman sepertiku!
"Bagaimana kau bisa tahu dia tidak memiliki teman?
"Karena aku yang menolongnya dari anak-anak nakal yang mengejeknya itu bahkan dia sampai menangis karena ulah mereka.
"Jadi, apakah kau berteman dengannya?
"Belum, aku bahkan tidak sempat menanyakan namanya. Lagipula dia terlihat ketakutan melihatku.
"Kau tidak boleh mengatakan seperti itu. siapapun dia dan apapun statusnya, kalau dia tulus pasti dia akan berteman denganmu. Jadi, terimalah dia dan berusahalah untuk menjadi teman yang baik juga. Ya!
"Iya Ayah!
Beberapa hari kemudian, Pengeran Zen keluar lagi dari istana dengan harapan dapat menemukan teman yang benar-benar tulus mau menerimanya seperti yang dikatakan Raja Zedan sebelumnya.
"Aku berharap yang dikatakan Ayah itu benar. Aku pasti akan mendapatkan teman yang tulus hatinya seperti Ibu!
setelah mencari dan mencoba berteman dengan siapapun, di desa ia tidak menemukan satupun anak yang mau berteman dengannya sampai...
(Mengulurkan tangan) kenalkan aku Ella!
Ella adalah anak perempuan yang telah pangeran tolong sebelumnya dari anak-anak nakal yang mengejeknya. Ia datang setelah beberapa hari mencari Pangeran Zen untuk meminta maaf.
"Kau tidak perlu berterima kasih padaku, aku menolongmu karena aku tahu rasanya diejek seperti itu!
"Benarkah? Memangnya Pangeran Zen diejek karena apa?
"Apa kau tidak melihatnya? semua orang sekarang takut karena aku ini Monster! Siapa yang ingin berteman denganku sekarang..
"Aku mau jadi teman Pangeran!
"Benarkah? tapi..., bukankah kau itu juga ketakutan saat melihatku waktu itu, Kenapa sekarang...
__ADS_1
"Siapa yang bilang aku takut? buktinya aku sekarang berani berbicara denganmu. Waktu itu aku hanya terkejut karena tidak menyangka kalau selain aku, anak bangsawan seperti Pangeran Zen, memiliki keunikan yang sama denganku!
"Unik? Kau bilang kutukan Monster serigala itu unik?
(tersenyum) Itu hanya caraku untuk menguatkan diri, saat di ejek orang aku selalu membela diriku dengan kata itu.
"Begitu ya! lalu kenapa saat itu kau menangis?
"Aku bukannya menangis karena mereka, tapi melihat seorang pangeran dengan berani membelaku tanpa merasa jijik itu sangat menyentunh buatku!
"Hmm..., baiklah!
"Apa?
"Mari kita berteman!
"Sungguh! aku kira kau tidak akan mau menerimaku, aku kan orang miskin.
"Ayahku mengajariku untuk berteman tanpa memandang status! Lagipula kita sama-sama tidak memiliki teman bukan? (kata Pangeran)
"Iya juga, ini pertama kalinya!
"Ella..! (teriak seorang Ibu)
"Ibuku memanggilku, aku harus pergi!
"Tunggu..., kapan kita bisa ketemu lagi?
"Besok...! (kata Ella kemudian segera berlari menyusul ibunya)
"Pangeran! hari sepertinya sudah mulai gelap, sebaiknya kita juga segera kembali ke istana sekarang. (ajak Panglima)
Senyum Pangeran setelah hari itu terlihat sampai ke istana, ejekan dari kedua saudaranya itu bahkan ia hiraukan hingga membuat dua saudara tirinya keheranan melihat sikapnya.
"Akhirnya si anak Monster pulang juga!
"Kenapa dengan dia?
"Iya..., tidak biasanya dia hanya tersenyum tanpa membalas ejekan kita!
"Ayah...Ayah...! (teriak Pangeran Zen)
"Ada apa anakku? kenapa kau berteriak memanggil Ayah seperti? ada apa?
"Ayah masih ingat tidak? anak perempuan yang aku selamatkan hari itu!
"Ingat! Memangnya ada apa dengan anak itu? dia di ejek lagi?
"Dia sekarang sudah menjadi temanku! (kata Pangeran gembira)
"Benarkah?
"Iya, aku juga tidak menyangka kalau dia mau menjadi temanku. Rasanya masih tidak percaya!
"Syukurlah kalau begitu. Sekarang Ayah minta kamu jaga temanmu itu baik-baik, jangan sampai kau menyakiti dia ya!
"Hmm..., kalau begitu bolehkah aku mengajaknya ke istana untuk bermain?
"Tentu saja, kenapa tidak? sekalian Ayah juga ingin mengenal temanmu itu!
Kedua saudara tiri Pangeran Zen ternyata mendengarkan pembicaraan mereka dengan diam-diam sejak tadi karena penasaran.
"Oh, pantas saja hari ini sikap Zen sangat berbeda dari biasanya. Dia ternyata punya teman baru!
"Iya, aku jadi penasaran kak! kira-kira teman yang di maksud Zen itu siapa ya?
__ADS_1
"Entahlah tapi Yang pasti, orang itu asalnya dari desa kecil di luar istana kalau bukan mana ada yang mau berteman dengannya?
"Benar juga, dasar Monster!
Keesokan harinya, Pangeran Zen bertemu kembali dengan gadis bernama Ella itu.
"Pangeran Zen! apa kau sudah menungguku dari tadi?
"Tidak juga! kamu mulai sekarang panggil aku dengan nama saja, ya!
"Loh, memangnya kenapa Pangeran?
"Tidak ada apa-apa. Hanya ingin terdengar lebih akrab, lagipula kita ini sudah menjadi teman sekarang jadi, jangan terlalu sopan padaku!
"Baiklah kalau begitu. Hmm..., oh iya. Kita bagusnya main apa hari ini? (tanya Ella)
"Bagaimana kalau hari ini kita main ke istana?
"Apa? ke istana? Hmm...
"Ada apa? apa kau punya masalah. Tenang saja, aku tidak akan membiarkan siapapun mengejekmu!
"Bukan..., bukan karena itu! kata ibuku, hanya orang-orang terpandang saja yang boleh masuk ke istana, sedangkan aku. Aku hanya anak miskin, kita main di tempat lain saja ya?
"Siapa yang bilang tidak boleh? Aku sudah minta izin sebelumnya kepada ayahku, bahkan ia sendiri, ingin bertemu denganmu. jadi jangan takut ya!
"Tapi...
"Sudah, tidak apa-apa. Ayo!
Sambil memegang dan menarik tangan Ella, Pangeran Zen mengajak teman pertamanya itu ke istana bersama menemui Sang Raja.
"Hei Zen! jadi, ini teman pertamamu itu?
"Iya, tapi kelihatannya jellek sekali. Bau lagi, jarang mandi ya? hahaha...
Pangeran Rollen dan Jozen mulai mengejek mereka berdua.
"Tapi tidak apa-apa, teman seperti itu. Sesuai dengan anak Monster juga kan!
"Selamat ya atas pertemananmu! hahaha...
"Hei! dia sekarang adalah temanku, jadi tolong kalian berhenti mengejek dia lagi!
"Baiklah...baiklah, kami akan berhenti mengejeknya tapi hanya jika dia mau menuruti semua perintah kami! Benarkan?
"Benar! Hei kau! cepat ambilkan kami segelas air.
"Aku bilang hentikan! dia bukan pembantumu! (kata Pangeran Zen yang mulai marah)
"Memangnya dia siapa? Ratu? hahaha...
"Ada apa ini! (kata Raja)
....***Bersambung....
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
Hai sobat Readers B&WP👋terimakasih telah mampir dan baca chapter ini ya😊 Kalau kalian suka sama ceritanya, jangan lupa tambahkan di list favorit kalian ya...biar bisa dapat notif setiap up chapter baru ok👌👍, dan dukung authornya dengan Like, vote dan comment ya temen-temen. Kenapa? karena dukungan kalian akan menjadi semangat untuk membuat karya yang lebih berkualitas***:)