Beauty And The Wolf Prince

Beauty And The Wolf Prince
Chapter 14


__ADS_3

Karena mereka akan menghadapi musuh yang cukup berbahaya, maka mereka berlatih selama satu minggu untuk persiapan. Tidak ada aktivitas lain satu haripun kecuali untuk berlatih menghadapi serangan musuh. Dengan pasukan yang cukup mereka kemudian sudah siap untuk berangkat.


[Di Luar Gerbang Istana]


"Lihatlah orang itu, dia mungkin sudah kehilangan akal dengan mengajukan diri untuk bertarung! Entah apa yang ada dipikirannya? (tunjuk seorang gadis kepada Ran)


"Aku benar-benar tidak percaya, Pangeran baru saja dilantik sebagai panglima dan dia berniat untuk menyerang musuh yang bahkan lebih kuat dari yang mereka bayangkan!


"Itu benar, aku dengar mereka akan membantu desa terpencil diluar kerajaan Zuma. Bukankah itu lucu!


"Itu mungkin cara agar dia tidak di pandang sebagai Monster lagi! Tapi aku tak yakin dia akan selamat. Malah mungkin dia yang akan menyerang para prajuritnya sendiri!


"Iya...ya' benar juga! Wah bisa bahaya...


Terdengar banyak bisikan kala Pangeran Zen mulai berangkat keluar dari gerbang istana, bukannya memuji atau memberi semangat melainkan sebaliknya karena mengangap selama ini Pangeran hanya menjadi si pembuat rusuh di istana dan di desa mereka. Mendengar perkataan mereka, membuat Ran marah tapi Pangeran Zen yang sudah terbiasa mendengarnya menenangkan Ran.


"Tenanglah Ran!....wahai Rakyat kerajaan zuma, aku meminta do'a kalian agar aku bisa pulang dengan selamat.


"Hei Pangeran...maksudku Panglima! Tidak satupun dari kami yang ingin mendo'akan mu diluar sana.


"Ya...bagaimana kami bisa percaya kau akan membawa perubahan pada dunia sedangkan dirimu yang masih Monster itu tidak bisa kau ubah!


"Hei kalian! (marah Panglima Yuu)


"Panglima Yuu! tidak apa-apa...,


"Tapi mereka telah menghinamu yang sebenarnya adalah Pangeran kerajaan, apa kau tidak mau menghukum mereka?


"Tidak perlu, aku tidak ingin membuat mereka semakin membenciku lagipula yang dikatakan mereka itu benar. Aku memang sering mengacaukan desa-desa mereka kala aku menjadi Monster yang belum bisa mengendalikan diri, meski aku dalam keadaan tidak sadar tapi itu tetap saja salahku.


"Lalu, untuk apa kau melakukan ini semua ketika mereka saja tidak menghargaimu Pangeran?


(Tersenyum) "Mungkin tidak sekarang...


"Maksudnya?



"Aku percaya, bahwa semua hal yang terjadi itu adalah takdir, dan yang aku lalui sekarang ini mungkin adalah salah satu prosesnya jadi biarkanlah semua berjalan sesuai yang seharusnya.(kata Zen di atas kudanya)

__ADS_1


"Anak ini....sungguh unik! (puji Panglima Yuu dalam hati)


Jarak yang lumayan jauh untuk ditempuh meski menggunakan kuda, mengharuskan mereka menginap di perjalan selama kurang lebih 2 hari 2 malam.


[Di Hari Pertama]


"Pangeran Zen, Hari sudah mulai gelap. Kita harus memasang tenda di sini. (kata Panglima Yuu)


"Benar, kita sudah berjalan cukup jauh hari ini! (Keluh Ran)


"Kalau begitu semua Pasukan..., kita beristirahat untuk hari ini. (perintah Zen)


"Baik!


Malam pun tiba, semua tenda sudah terpasang dan api unggun pun kemudian menjadi alat penerangan mereka malam itu.



"Malam ini akan sangat panjang, semuanya... lebih baik kalian segera tidur karena besok kita akan melewati wilayah yang benar-benar menguras tenaga kita! Untuk malam ini, biar aku dan Ran yang berjaga! (kata Panglima Yuu)


"Baik! (kata para Pasukan)


"Pangeran sebaiknya Pangeran juga segera tidur! (kata Ran)


"Ada apa Pangeran apa yang sedang kau pikirkan? (tanya Panglima Yuu)


"Tidak ada..., hanya saja? aku masih penasaran akan sesuatu hal!


"Apa itu?


"Apakah kalian tidak menyadari bahwa pemberontakan ini memiliki hal yang mencurigakan?


"Mencurigakan, Mencurigakan bagaimana maksud Pangeran?


"Ahh..., tidak apa-apa ini mungkin karena aku terlalu mencemaskan keadaan Pasukan kita!


"Hmm..., Pangeran tidak usah khawatir! Kita hanya perlu mengikuti strategi yang telah kita buat. Semuanya juga telah kita persiapkan dengan matang jadi tidak ada yang perlu kita cemaskan. (yakin Panglima Yuu)


"Itu benar Pangeran! aku juga telah belajar dengan keras, aku yakin kali ini kita akan membuktikan pada rakyat Zuma bahwa kita adalah pejuang perdamaian dunia sejati!

__ADS_1


(tersenyum) "Hmm..., tentu saja!



Keesokan harinya, mereka segera membereskan diri untuk melanjutkan perjalanan yang tentu saja akan semakin sulit untuk mereka lalui. Di pagi hari terlihat Ran yang sengaja bangun lebih awal dan sangat antusias berlatih meski sudah semalaman berjaga.


"Lihatlah, Ran dia pikir dia bisa bertahan melewati semua tantangan yang akan kita hadapi! Heh..., dasar bocah (ejek seorang Prajurit)


"Benar! kemarin saja kita baru berjalan seharian dia sudah mengeluh apalagi jika tantangannya sudah di depan mata. Bisa-bisa dia terbunuh duluan sebelum bertarung! (kata Prajurit lain)



"Semuanya tolong berkumpul sebentar! (teriak panglima Yuu)...., sebentar lagi kita akan memasuki sebuah hutan yang cukup berbahaya bagi siapapun yang melewatinya jadi kali ini kita harus berjalan kaki! Mengapa? karena di dalam hutan itu dijaga oleh banyak sekali hewan buas dan aku minta kalian tetap saling menjaga satu sama lain dan jangan sampai terpisah karena selain hewan buas, juga terdapat sihir yang akan membuat kalian lengah jika kalian terpengaruh saat melaluinya. Jadi, tolong bekerja sama lah!


Menelusuri gua yang didalamnya terhubung hutan menjadi awal pertarungan mereka dengan berbagai macam hewan hutan yang sepertinya telah menyadari keberadaan mereka. Layaknya tamu yang tidak disambut dengan ramah mereka langsung disambut dengan serangan dari beberapa hewan buas seperti beruang, singa, ular besar namun anehnya mereka semua seperti dikendalikan karena mengingat hewan-hewan itu tidak biasanya saling berkelompok dalam jenis yang berbeda.


"Hati-hati Pangeran, mereka bisa saja menyerang secara tiba-tiba!


"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang Panglima Yuu!


"Yang harus kita lakukan adalah tenang dan jangan ada yang bergerak!


"Apa? Tapi mereka sekarang mengepung kita bagaimana bisa kita tidak melakukan apa-apa? (kata seorang Prajurit)


"Tidak usah banyak tanya, diam dan tahan nafas kalian...., sekarang!


Semuanya diam dan tidak bergerak ketika para ular mulai merayap ditubuh mereka. Tentu saja tidak semua bisa menahan diri dari lilitan mereka yang menyesakkan dada, tapi mereka tetap harus menahan nafas selama beberapa menit terlebih dahulu untuk bisa lolos dari serangan para hewan penjaga hutan tersebut.


"Huh...., aku tidak bisa terus seperti ini. Aku harus menyerang mereka semua! Haaa.....(teriak beberapa Prajurit yang tidak mengikuti saran itu)


Ada Prajurit yang seketika tewas saat tidak bisa menahan nafas ketika lilitan ular ditubuhnya mulai semakin kuat dan ada juga beberapa dari mereka yang lolos dari ular namun tidak dapat menahan diri mereka untuk menyerang para beruang dan singa yang ganas itu hingga membuat kulit mereka terkoyak habis.


"Sekarang mereka sudah pergi! kita sudah bisa bergerak sekarang.


"Huff..., aku hampir mati karena menahan nafas!


"Apakah kita sudah aman sekarang? (Kata salah seorang Prajurit)


"Belum, tapi setidaknya kita sudah melewati Satu rintangan mereka!

__ADS_1


"Apa...?


"Itu benar, dan ini mungkin akan lebih sulit dari kelihatannya! jadi, kalian bersiap-siaplah untuk itu!


__ADS_2