Beauty And The Wolf Prince

Beauty And The Wolf Prince
Chapter 38


__ADS_3


“Kau terlihat sangat cantik memakainya...


“Hehehe...terimakasih Ratu...ku kira aku cocok mengenakan gaun itu!


“Hahaha...tentu, ayo duduklah!


“Terimakasih Ratu...


Leona yang duduk jauh didepan Ratu akibat jarak meja itu kemudian cukup berbincang lama saat makan. Mereka saling mengingat hal yang cukup lucu untuk ditertawakan waktu itu, Hugo yang berdiri hanya melihat dan menyimak pembicaraan mereka.


“Panglima kenapa kau hanya berdiri disana? Kemari dan makan malamlah bersama...benar kan Ratu!


“Tidak Nona...saya sudah kenyang...Nona nikmati saja makannya!


“Jangan begitu...kan lebih baik makan bersama lebih seru...kan Ratu?


“Iya....


“Nah kan....Ratu saja mengijinkan...kau jangan malu-malu...(sambil menarik tangan Hugo) selamat makan...


“Selamat makan...(ucap Hugo)


“Wah....masakannya enak semua. Ini pertamakalinya aku makan banyak...sangat lezat! (puji Leona)


“Oh ya? Hmm...baguslah kalau kau bilang begitu, dihabiskan ya kalau perlu tambah lagi!


“Eh tidak Perlu Ratu...aku rasanya sudah kenyang. Terimakasih!


Setelah makan malam mereka pun sedikit berkeliling istana. Di istana Ludo cukup indah dihiasi banyak lilin saat malam hari, hal itu karena Ratu Ludo tidak ingin membiarkan setiap malam dipenuhi dengan kesedihan mengingat juga, kenangan romantis Raja Ludo setiap malam hari dahulu sering duduk bersama di taman sambil menatap bintang namun kini tidak sama lagi.


“Wah indah sekali setiap ruangan dihiasi banyak lilin bunga berwarna warni...mm....harum.


“Iya itu benar, setiap malam aku memang sering memerintahlan pelayan untuk menyalakan lilin disetiap ruangan di istana yah setidaknya aku merasa lebih tenang setiap kali mengenangnya.


“Hm...jadi ini semua agar Ratu tetap ingat dengan Raja Ludo? cinta kalian memang luarbiasa...bahkan meski maut memisahkan cinta Ratu dan Raja tetap abadi. Aku jadi merasa terharu mendengarnya..(ungkap Leona sambil mengusap matanya)


“Hmm....ayo kita ke sebelah sana.


“Iya....eh...ini kamar siapa?


“Oh itu kamar anak Ratu..


“Benarkah? Jadi Ratu sudah punya anak...


“Iya dia anak perempuan satu-satunya yang ku milki sekarang....


“Hmm....kalau boleh tahu dia namanya siapa?


“Namanya Bella...


“Bella...nama yang indah! Lalu dimana dia sekarang?


“Soal itu dia...


“Ratu...ini sudah waktunya. (ucap Hugo)


“Oh iya....aku harus ke ruang pertemuan dengan penasehat...sebaiknya kau berkelilinglah dengan Hugo dulu ya...


“Oh iya...baik! Hmm...


“Mari Nona...(ajak Hugo)

__ADS_1


[Ke situasi Zen dan Beauty]


Disisi lainnya, Pangeran Zen dan Putri Beauty berusaha lebih cepat sampai ke istana untuk meminta bantuan, bahkan mereka memaksakan diri untuk tetap melanjutakan perjalanan hingga malam hari mereka akhirnya bisa sampai dikerajaan satu hari lebih cepat.


“Huff....akhirnya sampai juga. (kata Beauty)


“Hei siapa disana...cepat katakan siapa kalian? (sambil menodongkan tombak dan senjata)


Karena suasananya sangat gelap meski ada obor yang berjejer terpisah di perbatasan hutan tetap saja Pasukan yang berjaga siaga selalu mengawasi sehingga tidk heran mereka sempat tidak mengenali Pangeran Zen dan Putri Beauty.


“Tenanglah wahai Para Pengawal kerajaan! (ucap Zen)


“Pangeran Zen!


“Panglima...Putri...


“Benar ini aku dan putri kerajaan selatan..


“Maaf kan kami Pangeran kami pikir kalian adalah orang luar.


“Tidak apa-apa...sekarang tolong kalian panggil pasukan yang lain yang sedang tidak berjaga dan suruh mereka bersiap karena kita punya tugas penting besok...


“Baik Pangeran! Tapi kalau boleh tahu tugas apa ya Pangeran sepertinya sangat penting?


“Besok pagi akan aku jelaskan...pastikan saja semuanya berkumpul lebih awal ya..


“Baik...ayo!


Pangeran Zen kemudian pergi bertemu Raja Zedan untuk membicarakan rencana penyerangan terhadap kerajaan Ludo. Namun Raja Ludo bersikap bijak dengan menyarankan agar mereka mengambil jalan musyawarah terlebih dahulu sebelum memutuskan menyerang. Zen dan Beauty setuju dan bermaksud membawa sebagian Pasukan untuk berjaga-jaga jikalau tidak menerima kompromi dari kerajaan yang sekarang mereka anggap musuh tersebut.


[Kembali ke situasi Leona]


Sedang Ratu Ludo memperbincangkan tentang kehadiran dan hukuman bagi Ran, Ratu sebenarnya cukup Ragu mengingat sekarang kerajaan selatan yang mana Leona berasal telah menjalin kerjasama dengan kerajaan Zuma. Sempat bingung namun Ratu pada akhirnya memutuskan untuk tidak mengambil tindakan untuk anak kecil yang pernah akrab dengannya sewaktu terpuruk dahulu.


“Hmm..sebenarnya Ratu Ludo sedang merapatkan apa sepertinya sangat penting?


“Aku mengerti...setiap kerajaan memiliki aturannya masing-masing. Maaf karena aku memang orangnya suka penasaran..aku harap kau memaklumi itu hehehe...


“Hmm...tidak apa-apa.


“Iya...eh lihat itu...wah langitnya benar-benar sangat indah ya. Tak heran Ratu dan Raja sering duduk disini...


“Benar...Ratu sangat terpukul ketika mengetahui Raja kalah dan kehilangan nyawa di peperangan besar dahulu...makanya ia setiap malam sering duduk sendirian disini dan sesekali jua ia bercerita denganku ketika membutuhkan teman curhat.


“Begitu ya...hmm...kasihan ya Ratu. Dia harus kehilangan suami yang ia cintai, waktu itu aku juga sempat melihatnya menagis didepan makamnya...sungguh kisah cinta yang indah. Aku harap bisa punya suami yang sebaik dan sesetia Ratu Ludo...


“Memangnya kau sudah akan menikah?


“Hahaha...tentusaja tidak, kesasih saja masih belum punya apalagi suami. Maksudku jika aku sudah benar-benar siap dan dewasa seperti kakakku, lagian aku ini masih kecil Panglima....hah...lucu sekali.


“Benar juga...tapi menurutku kau memang masih sangat muda tapi terlihat sangat dewasa.


“Oh ya? Berarti kau mau menjadi kekasihku...


“Apa? Aku...aku tidak....


“Hahaha...bercanda kok. Panglima kau ini terlihat sangat ganas tapi sebenarnya lucu. Jangan heran aku memang ahli dalam main tebak-tebakan...


“Hmm...benarkah?


“Serius....aku bisa menebak kalau kau pasti.....hmmm....masih belum memiliki kekasih bukan?


“Benar....kok biasa ya?

__ADS_1


“Hmm....entahlah namanya juga tebak-tebakan kadang salah kadang benar. Hahahah...sekarang katakan apakah kau memiliki seseorang pujaan hati?


“Aku...tidak!


“Jangan bohong....melihatmu mulai gugup aku bisa menebak kalau kau sebenarnya menyukai seseorang namun malu mengungkapkannya benar kan?


“Hmm....sepertinya kali ini kau keliru.


“Oh ya lalu katakan?


“Aku sebenarnya tidak ingin menceritakan ini ke orang lain apalagi orang baru sepertimu tapi karna kau sudah dekat dengan Ratu maka aku akan jujur...


“Aha...cepat katakan. Siapa orangnya? Apakah dia gadis dari keturunan bangsawan?


“Kau tidak perlu tahu namanya. Hmm...bisa dibilang sebenarnya dia adalah gadis biasa di desa namun sekarang diangkat menjadi Putri. Dia sangat cantik bahkan dia adalah gadis tercantik yang pernah kutemui.


Hugo kemudian bercerita panjang lebar mengenai gadis tersebut tanpa memberitahu namanya namun ciri-ciri yang ia sebutkan adalah bukan orang lain melainkan Putri Bella sendiri yang sebenarnya ialah anak angkat dari Ratu Ludo.


“Wah mendengarnya ciri-ciri sepertinya dia benar-benar orang yang cantik sampai-sampai ia dengan mudah membuat Pria sangar sepertimu jatuh cinta hehehe...


“Hehehe...bukan hanya cantik dia itu sempurna dengan kebaikan hatinya...hah...aku rasanya merindukan dia sekarang.


“Kalau begitu apakah kau sudah menyatakan perasaanmu?


“Hmm...sayangnya belum. Bukan karena tidak berani aku hanya tidak sempat menyatakan perasaanku yang sebenarnya sebelum akhirnya ia memutuskan untuk pergi.


“Maksudnya?


“Ia...dia kabur dari istana dan pergi bersama Pria lain yang juga merupakan seorang Panglima.


“Benarkah? Hmm....aku turut menyesali itu. Tapi jangan terlalu bersedih...aku yakin dia akan menyesal karena telah meninggalkan Pria sebaik dirimu Panglima...


“Kenapa kau begitu yakin....padahal kita baru saja bertemu.


“Entahlah...itu hanya pendapatku terhadapmu. Kau hanya perlu bersabar...diluar sana ada banyak gadis cantik dan mungkin lebih baik untukmu dibandingkan dia. Jadi tetaplah semangat...


“Hmm...terimakasih. Oh iya tidak terasa kita dari tadi berbincang sangat lama, sampai tidak ingat ini sudah hampir tengah malam. Sebaiknya Nona segera tidur...


“Hoam...iya aku memang sudah mengantuk. Oh iya terimakasih sudah mengajakku berkeliling istana...


“Jangan sungkan...mau ku antar?


“Ah tidak usah...aku sudah hafal jalan ke kamar...terimakasih!


“Eh Nona...


“Hmm....


“Aku hanya ingin bilang....selamat malam!


“Iya....selamat malam! (senyum Leona kemudian berlalu)


....***Bersambung....


*


*


*


*


*

__ADS_1


*


Hai sobat Readers B&WP👋terimakasih telah mampir dan baca chapter ini ya😊 Kalau kalian suka sama ceritanya, jangan lupa tambahkan di list favorit kalian ya...biar bisa dapat notif setiap up chapter baru ok👌👍, dan dukung authornya dengan Like, vote dan comment ya temen-temen. Kenapa? karena dukungan kalian akan menjadi semangat untuk membuat karya yang lebih berkualitas***:)


__ADS_2