Beauty And The Wolf Prince

Beauty And The Wolf Prince
Chapter 48


__ADS_3

[Situasi Beauty]


“Ya ampun kenapa Leona lama sekali?


“Ada apa Putri...apakah ada masalah?


“Eh Pangeran Zen...apakah kau melihat Leona? Aku sebenarnya sedang mencari Leona, katanya ia hanya sebentar ke kamar kecil tapi ini sudah jam berapa?


“Hm...benarkah?


“Iya...apa jangan-jangan dia pergi keluar tanpa memberitahu siapapun?


“Kalau begitu kita akan mencarinya...


Belum sempat melangkah keluar pintu lebar istana Zuma, Ran dan Leona pun menampakkan diri mereka dan mengejutkan Beauty dan Ran.


“Ran! (sebut Zen)


“Leona! (panggil Beauty)


“Kalian dari mana? (ucap keduanya bersamaan)


“Hahaha....ciee...kompaknya! Hihihi...(dengan senyuman jahil)


Beauty dan Zen pun sedikit melirik satu sama lain sebelum akhirnya kembali fokus kepada pertanyaan besar mereka dari awal.


“Kau jangan mengelak! Kau pergi kemana barusan hah?


“Itu benar...kakakmu sejak tadi mondar-mandir mencarimu! (tambah Zen) dan Ran kenapa kau juga ada disini? Apakah kalian berdua...


“Jadi Pangeran, aku tadi tidak sengaja melihat Leona berjalan-jalan diluar desa sendirian saat bertugas...dan kupikir ia sedang tersesat tapi ternyata dia sedang...


“Iya...aku kan tadi bilang aku sedang ingin jalan-jalan mencari udara segar dan kebetulan kan Ran melihatku jadi dia mengantarkanku kemari! Iya kan kak...(kemudian memberikan sedikit ekspresi memohon)


“Apa benar begitu Ran?


“Hmm...seperti yang dikatakan Putri...Pangeran!


“Maaf ya aku lagi-lagi merepotkan...Kakak pasti khawatir dan sangat cemas tapi aku tidak memberitahunya karena takut akan menggangu pembicaraan jadi aku...


“Tidak perlu dijelaskan...kakak mengerti hanya saja lain kali beritahu aku sebelum kau ingin melakukan sesuatu.


[Kondisi Jozen dan Rollen]


“Bagaimana? Apakah diluar sudah aman? (tanya Rollen kepada seseorang) hmm...baiklah ini bayaran untukmu.. sekarang kembalilah bermain!


“Terimakasih tuan...(ucap Pria desa paruh baya itu lalu pergi)


“***Aku mengerti kau juga pasti sangat merindukan keluarga aslimu di sana...tapi perjalanannya sangat jauh apa kau yakin bisa pergi sendiri?


“Terimakasih atas pengertian Raja...aku sudah cukup terbiasa lagipula jalan pintas ke sana tidak memungkinkan membawa pengawal!


“Tapi setidaknya kau bisa membawa beberapa dari mereka untuk menemanimu!


“Tidak perlu Raja. Aku tahu cara menjaga diri jadi Yang Mulia tidak usah khawatir!


“Itu benar Raja...Ibu Ratu kita bisa menjaga dirinya sendiri dari bahaya apapun! (tambah Moorim)


“Hmm...aku berhutang budi terhadapmu yang selama ini sangat membantu kami dalam melaksanakan tujuan perdamaian...


“Apa? Memangnya Ibu Ratu mau kemana?


“Rollen...Ibu Ratu ingin pulang ke rumahnya di desa untuk bertemu keluarganya...karena selama ini ia terlalu sibuk membantu kita sampai lupa keluarganya.

__ADS_1


“Ah...tolong jangan mengatakan itu, aku yang sangat berhutang ke kalian semua. Terutama kepada Yang mulia Raja Zedan!


“Kau sudah seperti keluarga kami jadi jangan sungkan untuk meminta bantuan jika diperlukan. Dan juga, kembalilah secepatnya!


“Itu benar Moorim...pintu istana akan selalu terbuka untukmu!


“Terimakasih...Ratu...kalau begitu aku permisi dulu!


Tidak jauh setelah melangkah keluar tepat diluar istana, Rollen kemudian berlari mengejarnya.


“Ada apa Rollen...kenapa kau menghentikan langkahku?


“Ibu Ratu...jika Ibu tidak ada disini maka bagaimana nasibku dengan kak Jozen yang ceroboh itu?


“Hmm...sudah kuduga kau akan mengatakannya! Ambilah ini Nak, mungkin selama aku pergi kau dan kakakmu akan membutuhkan ramuan ini lagi dan saat itu hanya kau yang bisa menolong kakakmu!


“Hmm...terimakasih..kau selalu tahu yang kami butuhkan!


“Itu sudah seharusnya Pangeran! Kalau begitu aku pergi...


“Cepatlah kembali!


“Tentu saja...(senyumnya) karena tujuanku belum selesai sampai disini! (gumam picik***)


“Huff...untungnya aku sudah membawa ramuan yang dititip Ibu Ratu sebelum pergi untuk jaga-jaga. (gumam Rollen)


“Hei Rollen...kenapa kita ada dalam toilet...kemana semua gadis cantik itu pergi hah? (ucap Jozen dengan kondisi masih mabuk)


“Sebaiknya kakak pedulikan diri dulu...malam memikirkan yang lain. Ini minum ramuannya...(kemudian memaksa kakaknya itu)


“Hei...kau mau meracuniku ya?


Tidak lama setelah meminum ramuan tersebut Jozen tampak kembali segar seperti sebelum mereka mabuk.


“Benarkah? Memangnya tadi ada yang mengenali penyamaran kita?


“Aku tidak yakin...tapi kita tadi hampir saja ketahuan. Untung aku sempat keluar tadi sebelum Leona dan Zen masuk dan melihat kita mabuk-mabukan!


“Apa? Leona dan Zen...huff...kalau begitu syukurlah mereka tidak memergoki kita kalau tidak bisa cemar namaku sebagai Pangeran penerus kerajaan!


[kembali ke situasi]


“Hmm....baik kak! Kalau begitu aku kembali ke kamar lebih dulu...


“Iya..., Pangeran kalau begitu aku akan menyusul Leona sekarang!


“Oh iya...Selamat malam!


Ucapan pangeran dengan senyuman hangat itu membuat Beauty sedikit canggung meski ia tidak menunjukkannya dengan jelas lalu kembali ke kamar


“Pangeran!


“Hmm...


“Pangeran kelihatannya semakin hari semakin lebih baik...sadar tidak sadar, sepertinya kehadiran Putri Beauty membawa hal positif untukmu. Bukankah begitu?


“Hm...entahlah. Tapi mungkin saja itu hanya sebuah kebetulan!


“Kebetulan atau memang adalah takdir?


“Maksudnya?


“Hm...apakah kau belum menyadarinya Pangeran? Putri Beauty sepertinya punya rasa padamu...

__ADS_1


“Kau ini...apakah kau bermaksud menggodaku? Kau bahkan masih lebih muda dariku..


“Hehehe...tapi diliat dari caranya mengalihkan pandangan memang sangat jelas bukan?


“Hahaha...kau ini, sebaiknya kau belajarlah menjadi hebat sebelum memikirkan hal seperti itu! Ya sudah....aku masih ada urusan.


“Tapi Pangeran! Ah...hm...tapi entah mengapa rasanya semua yang terjadi bukanlah sebuah kebetulan saja, melainkan sebuah takdir untuk kita berdua Pangeran...(gumamnya)


Disisi lainnya, Bella tengah bersiap untuk bertemu Pangeran diluar istana tepat di depan taman kecil lengkap dengan kursi panjangnya. Sedangkan Pangeran Zen sejak tadi tak sabar untuk berbincang-bincang dengannya.


“Ada apa Pangeran memanggilku kemari selarut ini?


“Maaf telah menggangu waktu istirahatmu, tapi ada sesuatu hal yang ingin ku pertanyakan sekarang!


“Apa itu?


“Duduklah dahulu..., Mm....aku sebenarnya ingin mempertanyakan soal hubunganmu dengan Ran...


“Haruskah aku menjawabnya sekarang?


“Tidak perlu jika itu memberatkanmu saat ini...aku hanya ingin memastikan agar tidak ada lagi kesalah pahaman diantara kita bertiga disini aku hanya ingin meluruskannya...


“Bagaimana jika aku mengatakan kalau aku menyukai Ran? Apakah itu akan memberatkanmu Pangeran?


“Tentu saja tidak! Itu adalah hakmu untuk memilih siapapun...


“Bahkan jika suatu saat nanti kau menemukan fakta bahwa aku ini benar Ella sahabatmu itu?


Pangeran yang mendengarnya diam sejenak sebelum melanjutkan pembicaraannya.


“Aku sebenarnya juga tidak yakin dengan perasaanku sendiri, bahkan saat ini meski aku senang bisa mengetahuinya, aku juga berharap kau bukan dirinya meski ku tak bisa menutupi bahwa kau punya banyak kesamaan dengan Ella.


“Hmm....berbicara tentang anak bernama Ella itu, aku sebenarnya sering bermimpi tentang seorang gadis remaja yang jatuh dari tebing dan menariknya mimpiku itu sama persis dengan yang kau ceritakan waktu itu, oleh karenanya aku mau ikut bersamamu.


“Benarkah? Jadi apakah kau mengingat sesuatu?


“Tidak juga, tapi gelang pemberian ayahku waktu itu kenapa bisa ada padamu? Apa benar aku yang memberinya padamu?


“Iya...dan kau mengatakan kalau itu adalah gelang spesial yang hanya akan diberikan pada orang yang kau sayangi.


“Hmm....tapi kenapa aku tidak bisa mengingatnya sama sekali?


“Itu mungkin karena kau jatuh dari jurang saat itu sehingga kau kehilangan ingatanmu! Tapi kau tenang saja, aku sudah disini dan aku berjanji akan membantumu mengingat semuanya!


“Tapi bagaimana kalau ingatanku tentangmu tidak bisa kembali?


“Tolong jangan katakan itu lagi! (Sambil menutup bibir Bella dengan jari telunjuknya) aku tidak ingin kehilanganmu untuk kedua kalinya jadi kumohon ijinkan aku melakukannya.


“Hmm...(sambil tersenyum dan mengangguk)


Bersambung....


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


Hai sobat Readers B&WP👋terimakasih telah mampir dan baca chapter ini ya😊 Kalau kalian suka sama ceritanya, jangan lupa tambahkan di list favorit kalian ya...biar bisa dapat notif setiap up chapter baru ok👌👍, dan dukung authornya dengan Like, vote dan comment ya temen-temen. Kenapa? karena dukungan kalian akan menjadi semangat untuk membuat karya yang lebih berkualitas***:)


__ADS_2