
Ternyata dari tadi ada musuh yang mengintai dari balik semak-semak yang memunculkan insting serigala Zen. Beauty tidak menyadari hal itu karena terfokus pada tatapan Zen, sehingga membuat Zen melangkah perlahan untuk mengambil ancang-ancang untuk menangkis serangan anak panah musuh yang bersembunyi. Beauty saat itu mengira kalau ia akan diserang oleh Monster serigala dingin namun faktanya ia sedang diselamatkan oleh Zen yang secara tiba-tiba memutar tubuh Beauty hingga jatuh ke tangan Pangeran yang mana tangan yang satunya ia gunakan untuk menangkap anak panah yang hampir saja melukai mereka. Sungguh dugaan yang ada di pikiran Beauty membuat ia terkesan dengan Pangeran Zen yang bukan hanya tampan dan bijaksana tapi juga bertanggung jawab.
“Apa yang sedang aku rasakan saat ini? Jantungku berdetak sangat cepat...apakah ini yang dimaksud dengan cinta? Tapi mengapa dengannya...
“Apakah kau tidak terluka? (tanya Zen yang menatap dalam mata Beauty) Mata itu, tatapannya sangat berbeda...lagi-lagi aku merasakan hal yang sama...tenang dan damai...apakah...aku telah jatuh cinta? (gumamnya kemudian perlahan berubah)
Kemudian orang dibalik semak-semak itupun kabur, menyadari itu Zen dan Beauty kemudian segera mengejarnya namun mereka sudah lebih dulu kehilangan jejak.
“Orang itu...siapa dia?
“Sepertinya penghuni hutan ini, mereka mungkin berpikir kita adalah musuh dan menyerang kita! (duga Zen)
“Pangeran! Tanganmu terluka...coba ku lihat...
“Jangan terlalu memperdulikanku, ini hanya luka ringan pasti akan sembuh sendiri.
“Kau ini keras kepala juga...(kemudian mengikatnya dengan sehelai kain yang ia kenakan dirambutnya)
Nuansa Romansa mulai terasa, namun keduanya enggan mengakui perasaan mereka masing-masing. Alih-alih berdalih untuk menghindar, mereka malah saling bersikap dingin satu sama lain meski hati mereka tidak bisa berbohong dan menyangkal bahwa mereka tidak merasakan hal apapun.
Mereka kemudian melanjutkan perjalanan untuk menemukan orang yang baru saja menyerang mereka.
“Kita harus mencari orang tadi untuk memastikan...siapa tahu dia pernah melihat Leona sebelumnya. (kata Zen terus berjalan)
“Orang ini ternyata sangat baik...bahkan tadi ia menolongku tanpa berpikir.
“Hmm...coba kita periksa ke sana...ayo..
“Tunggu...
“Ada apa? Apakah kau lelah...
“Kenapa...kau tadi menolongku?
“Hah...
“Padahal tadi aku membuatmu kesal bukan? Meski tahu kau akan terluka karena ku, tapi kenapa kau tetap saja masih mau menolongku hah...ada apa denganmu? (kemudian mulai meneteskan air mata)
“Hei...apakah kau menangis? Oh aku tahu...kau sedang mempermainkan ku...sudahlah...hentikan itu...
“Kau ini tidak mengerti apa-apa...dan terus saja membuatku berhutang budi...aku sangat benci belas kasihan orang lain...kau sengaja ya supaya aku merasa bersalah..begitukah? (ucapnya emosi namun karena terharu ia tidak bisa membendung air matanya yang terus saja bercucuran)
Pangeran terkejut juga bingung karena untuk pertamakalinya melihat Beauty yang notabene sangat tegas dalam berkata kini melihat hal yang sebaliknya. Sungguh pemandangan yang langkah, Beauty terlihat imut saat menangis tersedu seperti itu. Untungnya ia sempat diberitahu Ran bagaimana caranya menyikapi gadis yang sedih jadi ia sedikit tebantu dengan kebingungannya itu.
“Sstt...tenanglah... sudah jangan menangis...aku baik-baik saja. Hei...! Oke.. aku minta maaf jika kau merasa begitu tapi seorang Panglima seperti kita memang sudah seharusnya saling membantu bukan...(katanya sambil mengelus rambut hitam dan panjang Beauty)
__ADS_1
“Ini pertamakalinya aku melihat dia menagis seperti itu...(gumam Zen) Aku berjanji tidak akan membuatmu merasa seperti itu lagi tapi tolong diamlah...kita harus tetap mencari Leona bukan?
Beauty kemudian mengusap kedua air matanya dan dibantu Pangeran.
“Iya...terimakasih...tapi maaf lagi...
“Hmm...
“Kau seharusnya tidak usah mencari kesempatan...aku hanya terharu bukan sedih. Jadi jangan salah pahan dan menanggap aku ini lemah sama seperti gadis lain..
“Kau ini...sudahlah terserah padamu. (kata Zen lalu berlalu)
Beauty kemudian hanya tersenyum kecil saat mengusap air matanya kembali dan melihat Zen berjalan dengan penuh rasa malu.
“Pangeran tunggu...! (lalu mengikut) Pangeran aku tadi hanya...
Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Beauty dan Zen pun dikepung oleh sekelompok orang desa yang tinggal didalam hutan. Dengan senjata sederhana dan beberapa senjata rampasan yang mereka dapat, lalu menyodorkannya ke Zen dan Beauty yang dikira mereka adalah musuh.
“Siapa kalian? Apakah kalian adalah teman kelompok mereka..(memperlihatkan pasukan Ludo yang tewas)
“Bukan...kami bukan salah satu dari mereka. Kami adalah orang kerajaan Zuma yang sedang mencari teman kami yang hilang.
“Apa buktinya?
“Benar dia adalah orang kerajaan Zuma. Salam Pangeran! (ucap ketua kelompok itu)
“Salam Pangeran Zuma! (serentak pengikut mereka)
“Salam...bangkitlah kalian!
“Maafkan kami...kami kira kalian berdua adalah musuh yang barusaja menyerang beberapa warga kami!
“Apa...?
“Benar Putri..., mm...maaf sebelumnya jika lancang tapi apakah tuan Putri adalah kekasih Pangeran?
“Ah..itu..aku...
“Sebaiknya kita bicarakan ini sambil duduk, kami kebetulan sangat lelah...(sambung Zen)
“Oh tentu Pangeran...mari...(ajak pemimpinnya)
[Sesampainya disebuah desa kecil didalam hutan]
“Oh jadi begitu ceritanya...saya pikir Pangeran Zen dan Putri Beauty ini adalah kekasih habisnya sangat serasi...hahaha....
__ADS_1
“Hehehe..iya...semua orang memang sering mengatakan itu pada kami padahal kami hanya sebagai rekan kerjasama. Hmm...jadi tuan ini adalah kepala suku di desa ini? Tapi mengapa kalian memilih tetap berada di hutan padahal kalian bisa mengajukan diri ke kerajaan besar.
“Benar Pangeran...kami disini lebih memilih untuk bertahan untuk menjaga tanah leluhur kami dahulu. Itulah sebabnya kami menetap dan hidup damai, namun akhir-akhir ini beberapa kelompok kerajaan yang tidak kami ketahui pasti datang dan ingin merebut wilayah kami bahkan sebagian warga dibunuh tanpa alasan oleh mereka.
“Kejam sekali...
“Yah mau bagaimana lagi Pangeran...kami tidak punya cara lain selain melawan mereka untuk melindungi hak kami ini. Kami sebenarnya bisa meminta bantuan hanya saja kami ingin lebih mandiri dengan mengatasi ini sendiri.
“Hmm....seharusnya kalian melaporkan ini, yah setidaknya kami sedikit bisa membantu dalam masalah pembangunan desa...
“Terimakasih Pangeran, eh jadi...adik teman Pangeran itu hilang sejak kemarin dihutan ini?
“Iya begitulah....apa tuan tahu dimana kira-kira kami bisa menemukan dia?
“Hmm...hanya ada dua kemungkinan. Jika ia tidak tewas dihutan karena hewan buas maka ia pasti diselamatkan oleh seseorang yang mungkin saat itu kebetulan menemukannya!
“Dugaan kami memang sedang mengarah ke kemungkinan kedua. Hanya saja kami masih belum tahu pasti...
“Pangeran kemarilah! (panggil Beauty)
“Ada apa...? Kau menemukan sesuatu...?
“Lihatlah....telapak sepatu orang itu. Jejak kakinya sama dengan jejak kaki yang kita temukan waktu itu diperjalanan.
Pangeran Zen kemudian memeriksa leher jazad tubuh itu dan menemukan tanda yang menjawab semua pertanyaan mereka.
“Ini kan tanda....
“Itu tanda apa Pangeran?
Bersambung...
.
.
.
.
.
.
Hai sobat Readers B&WP👋terimakasih telah mampir dan baca chapter ini ya😊 Kalau kalian suka sama ceritanya, jangan lupa tambahkan di list favorit kalian ya biar bisa dapat notif setiap up chapter baru ok👌👍, dan dukung authornya dengan Like, vote dan comment ya temen-temen. Kenapa? karena dukungan kalian akan menjadi semangat untuk membuat karya yang lebih berkualitas:)
__ADS_1