
[Beberapa menit kemudian]
“Hei kalian semua minggir....! (teriak seorang Pasukan kerajaan Zuma)
“Enak saja! Kalian yang berani melewati perbatasan kami...kalian yang harus minggir...(jawab Pasukan Ludk)
“Tahan semua! (teriak Zen) Dimana Ratu Ludo kalian itu? (ucap Zen)
“Apa mau mu Pangeran? (muncul Hugo) Apakah kau telah lupa kerajaan Zuma dan Ludo sudah tidak berteman lagi...dan sekarang kau kemari bersama rombongan Pasukanmu itu bermaksud memulai pertarungan dengan kami begitu? Bahkan kalian sekarang sudah bekerjasama dengan kerajaan selatan rupanya...heh..apakah pasukan kalian sudah tidak cukup kuat sehingga kalian meminta bantuan dari kerajaan lain?
“Cih..seharusnya kami yang mengatakan itu. Kalian ingin membalas dendam dengan memancing amarah kami, bukan?
“Apa maksudmu hah...?
“Jangan berpura-pura tidak tahu, karena kami sudah mengetahui siasat kalian dengan menyekap orang kami....Ran temanku, dimana kau sembunyikannya!
“Itu benar....adikku Leona juga! Biadab kalian...bahkan gadis polos yang belum mengerti apapun juga kalian jadikan tahanan...(ucap Beauty)
“Hei! Jaga ucapanmu Nona...kami tidak pernah menyekap adikmu itu bahkan justru kami yang telah menyelamatkannya. Seharusnya kau berterimakasih kepada kami untuk itu...karena jika tidak adikmu Leona itu mungkin sudah tewas diterkam binatang buas dalam hutan!
“Apa katamu? Jadi benar kalian yang melakukannya...
Tanpa ancang-ancang bahkan mendengar aba-aba dari Pangeran, Beauty menyerang beberapa pasukan Ludo sendiri akbat emosi yang tak tertahan lagi.
“Kalian benar-benar membuatku marah...haa...
Setelah berhasil menjatuhkan beberapa Prajurit Ludo, Pangeran Zen kemudian mencegah Beauty agar tidak bertindak gegabah.
“Sudah cukup Putri...tolong tahan emosimu dulu...(saran Zen)
“Wah...wah...manis sekali...sungguh pemandangan yang langkah dan romantis melihat dua Pahlawan muda dari kerajaan berbeda bersatu. (Keluar Ratu Ludo) hah....aku akui Putri kerajaan selatan memang cukup berani...hmm...oh ada Pangeran kerajaan Zuma juga? Salam Panglima...sudah lama tidak berjumpa dengan sahabat maksudku musuh.
“Akhirnya kau keluar juga Ratu...kami tidak mempunyai waktu untuk basa-basi jadi langsung saja...dimana kau sekap Ran dan Leona Puti kerajaan selatan?
“Hmm....ternyata sifat orang-orang Zuma tidak pernah berubah, baiklah sesuai keinginan kalian aku tidak akan basa-basi lagi.
Disituasi Ran dan Leona yang masih berbincang-bincang dari tadi seketika ingin beralih keluar istana setelah mendengar suara kegaduhan pedang para Pasukan.
“Suara apa itu? (penasaran Leona)
“Hmm...sepertinya sebuah pertarungan sedang terjadi diluar!
“Apa? Jangan-jangan itu adalah pertarungan antara Pasukan kerajaan Zuma dengan pasukan kerajaan Ludo?
“Mungkin saja itu benar, itu berarti Ran dan kakakmu juga ada disini!
__ADS_1
“Kalau begitu mereka sudah mengetahui kalau kita berada disini! Baiklah aku akan keluar...
“Eh jangan Putri...sebaiknya Putri tidak usah keluar dan tetap di ruangan ini karena diluar mungkin tidak akan aman. Jadi biarkan saya yang memeriksanya keluar dulu...
“Tapi...
“Tolonglah untuk kali ini saja, biarkan saya melakukan tugas sebagai calon Panglima!
“Baikalah...kalau begitu hati-hati kak!
“Hmm...
Ran bergegas keluar untuk memastikan dugaan mereka yang ternyata itu benar, Pasukan gabungan kerjaan selatan dan kerajaan Zuma sedang bertarung melawan kerajaan Ludo. Kemudian Leona yang juga penasaran ternyata sedang menyusul dibelakang setelah Ran tanpa menunggu lama di kamarnya.
“Pangeran! (teriak Ran)
“Ran!
“Kakak...(teriak Leona)
“Putri....tunggu! (cegah Ran)
Karena tak sabar, Putri Leona tanpa mempedulikan situasi hanya berlalu begitu saja ditengah Pertarungan tersebut.
“Leona...adikku! (kemudian memeluk adiknya)
Disamping itu secara bersamaan, serangan dua orang pasukan bersenjata tertuju pada kakak beradik yang masih melepas rindu. Namun secara sigap dua orang Panglima keren dan tampan juga melindungi mereka.
“Awas! (teriak Zen dan Hugo)
Mendengar mereka, Beauty dengan cekatan memutar tubuhnya untuk melindungi adiknya itu. Dan terlihatlah Posisi gagah dua kesatria layaknya Pahlawan, Pangeran Zen yang menangkis serangan dengan arah berhadapan bersama Panglima kerajaan Ludo itu mengingatkan kembali kisah persahabatan dua kerajaan yang dulu pernah terjalin bersama.
“Apa kalian tidak apa-apa? (ucap Ran menghampiri)
Sempat saling menatap antara Pangeran Zen dan Panglima Hugo kemudian mereka dengan tanpa saling menanggapi melepaskan pedang mereka masing-masing dan membuat dua orang Pasukan tadi tersungkur ke tanah, sebelum akhirnya kembali saling menangkis pedang satu sama lain untuk saling menyerang sebagai seorang Panglima kerajaan yang bermusuhan.
“Tangkisan yang cukup baik Panglima Hugo! (puji Zen)
“Hm...kau bahkan masih belum melihat kekuatanku yang sebenarnya Panglima Zen!
“Kau sombong juga rupanya...
“Heh...
“Sebagai Panglima sejati, bagaimana kalau kita hentikan saja pertarungan ini karena aku kemari tidak untuk menghabiskan waktu untuk bertarung melainkan untuk membuat kesepakatan.
__ADS_1
“Apa kau takut...(kemudian menyerang dengan cepat namun bisa tetap ditangkis oleh Zen)
“Aku bahkan tidak takut sama sekali. (kata Zen dengan gagah memojokkan posisi Hugo dengan mengunci gerakan melalui Pedang yang sudah siap memotong leher Hugo)
“Hm...(senyumnya masih sombong) kau memang pemain pedang yang lincah!
“Terimakasih...
Sempat saling memuji mereka tidak sadar kalau Ratu Ludo dari tadi memperhatikan.
“Sudah cukup bermain-mainnya! (teriak Ratu seketika Pasukannya berhenti menyerang)
Singkat cerita, Ratu Ludo menerima niat baik kerajaan Zuma itu dengan membiarkan masuk ke ruang pertemuan kerajaan untuk melaukan musyawarah agar bisa membuat kesepakatan. Hal tersebut mungkin mengingat Leona cukup bisa menjelaskan dengan hati-hati dan meredam emosi kedua kerajaan tersebut dibantu oleh Ran yang kini sudah tidak terlalu menyalahkan kerajaan Ludo setelah mengetahui fakta dan ceritanya.
“Heh...kukira Panglima Zuma datang jauh-jauh kemari dengan menembus perbatasan kami untuk meminta maaf setelah semua yang kerajaan Zuma lakukan selama ini terhadap kerajaan Ludo.
“Mohon Yang Mulia Ratu tidak menyangkutkan masalah ini dengan masa lalu. Karena kami benar-benar datang dengan damai tanpa ingin membuat kerusuhan di kerajaan ini.
“Mudah bagimu untuk bicara tanpa mengetahui dengan pasti apa yang terjadi kepadaku dan Rajaku...kau bahkan belum lahir ke dunia saat itu.
“Aku tahu Ratu! (kata Zen sedikit menentang)
“Hei turunkan nada suaramu itu di depan Yang Mulia! (peringat Hugo)
“Maaf...tapi mungkin kau sudah lupa kalau bukan hanya Raja Ludo yang menjadi korban disini tapi juga seorang bayi yang baru lahir yang belum sempat disusui ibunya ditinggal pergi dengan cara yang menyedihkan. Yah...akulah anak itu...anak dengan kutukan serigala!
Mendengar pernyataan itu beberapa orang yang belum pernah mendengarnya cukup terkejut bahwa Pangeran Zen adalah Monster serigala yang ceritanya sedang hangat diperbincangkan, sedangkan yang lainnya menyimak agar bisa mencerna sejarah yang sebenarnya belum diketahui.
“Kau pasti bisa membayangkan situasi seorang anak yang tumbuh tanpa seorang ibu disampingnya yang melindungi dan menyayanginya bukan? Merasa kesepian, takut disertai rasa bersalah selalu menyelimuti anak itu dan sekali lagi tak ada yang bisa memeluknya untuk memberikan semangat. Namun untunglah sampai sekarang aku masih bisa bertahan dan bangkit melawan semua itu. Bukankah hal itu juga sama seperti yang kau rasakan saat mengetahui telah kehilangan orang yang paling kau sayangi? Katakan Ratu Ludo...
Dengan mata yang berkaca-kaca Pangeran berusaha tetap tegar, namun orang-orang di ruangan yang sedang mendengarnya tak sedikit yang terharu bahkan ada yang sampai telah mengeluarkan air mata mendengar untaian isi hati Pangeran Zen. Ratu Ludo sedikit mengerti karena yang Pangeran katakan memang tidak salah terlebih dia juga memiliki seorang anak sehingga sifat keibuannya cukup menerima alasan itu.
“Kalau begitu jelaskan apa yang kalian inginkan dari kami? (ucap Ratu Ludo)
....***Bersambung....
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
Hai sobat Readers B&WP👋terimakasih telah mampir dan baca chapter ini ya😊 Kalau kalian suka sama ceritanya, jangan lupa tambahkan di list favorit kalian ya...biar bisa dapat notif setiap up chapter baru ok👌👍, dan dukung authornya dengan Like, vote dan comment ya temen-temen. Kenapa? karena dukungan kalian akan menjadi semangat untuk membuat karya yang lebih berkualitas***:)