
"Ada apa ini?
Tiba-tiba Raja datang mendekati mereka.
"Ayah! (kata Zen)
"Raja! (kata Ella)
"Ayah! lihatlah, Zen membawa anak desa masuk ke istana.
"Iya Ayah, husir saja anak itu!
"Zen anakku, siapa yang kau bawa itu?
"Namanya Ella, Ayah. Dia temanku yang kemarin aku ceritakan!
"Oh... jadi, kamu anak perempuan yang bernama Ella itu?
"I..iya Raja, saya Ella. Temannya Pangeran Zen! (kata Ella, gugup)
"Hmm..., baiklah. Pelayan...! (panggil Raja)
"Ya Yang mulia!
"Segera siapkan semuanya! Ella, sekarang kamu ikut mereka ya! (Kata Raja)
"Tapi Raja, saya mau di apakan?
"Ella..., tidak apa-apa, kamu Ikuti saja ya! (kata Pangeran menenangkan)
"Mari! (kata pelayan kepada Ella)
Ella, dengan rasa gugup dan penasaran melangkah mengikuti para pelayan itu. Di pikiran Ella bertanya-tanya akan di apakan selanjutnya.
"Ayah! kenapa Ayah membiarkan dia masuk?
"Kalian tunggu saja!
para pelayan kerajaan pun segera membawa Ella ke dalam istana untuk dibersihkan.
[Setelah di bersihkan]
"Nah, sekarang sudah terlihat lebih baik!
"Wah..., Ella...kamu....(kata Pangeran Zen)
Bukan hanya Zen. Jozen dan Rollen pun ikut terkejut melihat perubahan Ella setelah mandi dan berpakaian bak anak kerajaan itu.
"Sekarang Ayah minta kepada kalian semua untuk tidak mengejek Ella lagi mulai sekarang.
"Tapi Ayah, dia kan...
"Jozen...(dengan tatapan Raja)
"Baik, Ayah...
"Zen..., sekarang ajak Ella berkeliling istana dan bermainlah dengan gembira ya!
"Terimakasih Ayah..., Ella...ayo!
Setelah berkeliling, Pangeran Zen dan Ella kemudian pergi ke taman kerajaan untuk bermain ayunan. Di taman mereka bermain dengan gembira, senyum mereka sangat nampak dari bibir masing-masing yang menandakan moment pertemanan mereka yang pertama kalinya itu sangat menyenangkan.
[Di Taman Kerajaan]
"Nah, ini tempat kami sering bermain!
"Wah luas sekali tamannya. Ada banyak bunga indah juga disini!
"Itu karena ibuku dulu katanya suka bunga, dia biasa menanam dan merawat bunganya di taman ini. Tapi sekarang, setelah Ibu pergi hanya Pelayan yang...
"Aku yakin, ibumu pasti sedang tersenyum bahagia di sana!
"Bagaimana kau tahu?
"Lihatlah! Ada pelangi di atas awan. Itu tandanya orang yang kita rindukan tersenyum disana.
"Wah! benar..., ini pertama kalinya aku memandang langit yang penuh warna-warni seperti itu!
"Itu mungkin karena kamu jarang keluar, Wah..., ada ayunan! Bolehkah?
__ADS_1
"Hmm...,Tentu saja! (sambil tersenyum)
"Asyik!
Mereka kemudian berlari saling mengejar, tertawa dan bergembira bersama.
"Ella..., aku punya sesuatu buat kamu!
"Apa?
"Tapi sebelum itu, kamu tutup mata kamu dulu ya!
Ella yang masih tengah duduk di ayunan itu kemudian segera menutup matanya sesuai kata pangeran Zen. Pangeran kemudian segera memetik sekuncup bunga indah yang kemudian ia berikan ke Ella.
"Sudah belum?
"Nah, sekarang coba buka mata kamu!
(perlahan membuka mata) "Wah..., ini buat aku?
"Iya..., anggap saja ini sebagai tanda pertemanan kita! Kamu suka?
"Hmm..., aku suka sekali dengan bunga!
"Oh iya, aku juga punya sesuatu untuk kamu!
"Apa?
(Sambil melepaskan gelang yang terbuat dari tembaga miliknya) "Ini...
"Apa ini?
"Ini sebagai tanda pertemanan, ini gelang memang terlihat biasa tapi...ini gelang yang istimewa buatku!
"Istimewa? lalu kenapa kau memberikan ini padaku?
"Iya, sebelum ayahku meninggal. Dia memberikan gelang ini padaku, ia bilang gelang ini akan menjadi gelang istimewa jika di berikan ke orang yang kita sayangi. Dan sekarang aku pikir, selain Ibu aku punya teman sebaik dirimu.
"Begitu ya! Baiklah, karena ini istimewa maka aku akan menjaganya.
"Hmm...
"Terimakasih untuk hari ini!
"Iya..., besok kita main lagi ya!
"Hmm..., besok giliran kamu main ke rumahku!
"Tidak boleh....(kata Ratu Moorim)
Tiba-tiba Ratu Moorim kembali setelah beberapa hari keluar istana bersama Ibu kerajaan (Penyihir jahat).
"Siapa yang membiarkan anak desa sepertimu ini masuk tanpa izin dan berbicara dengan keluarga kerajaan, hah? (kata Moorim)
"Itu...(kata Zen, mulai takut)
"Aku yang mengijinkannya! (kata Raja)
"Apa? apa-apaan ini Raja? Bagaimana bisa kau...
"Ada apa Moorim? apakah kau keberatan dengan itu?
"Tentu saja tidak rajaku, hanya saja...
"Karena dia anak desa? Moorim, dia adalah teman pertama Zen. Tak peduli statusnya setidaknya Zen bisa bermain seperti yang lainnya, lagipula kau dulu juga berasal dari desa kan?
"Tidak Raja, aku hanya ingin mengatakan apakah Zen sudah berbuat baik kepada temannya itu! Nak, katakan siapa namamu!
"Namanya, Ella Bu'! (jawab Zen)
"Oh, namanya Ella! bagus..., nama yang bagus.
"Salam Yang Mulia Ratu!
"Baiklah, karena aku masih banyak urusan jadi selamat atas pertemanan kalian.
"Sepertinya Ayah juga akan menghadiri rapat penting hari ini. kalian bermainlah!
"Baik ayah!
__ADS_1
"Yang Mulia Raja! (kata Ella) Baju ini, aku ingin mengembalikannya.
"Kenapa? apakah kau tidak menyukainya!
"Bukan..., bukan begitu. Saya sangat nyaman memakainya dan Saya juga suka warnanya!
"Lalu?
"Hanya saja, apakah pantas seorang anak desa sepertiku memakai baju sebagus ini. Ibu ku saja tidak pernah membelikan ku baju sebagus ini?
(Tersenyum) "Kalau begitu, ambillah baju itu! karena kau sekarang adalah temannya Zen maka pemberian apapun dari Zen harus kau terima ya!
(Tersenyum) "Baik Raja! terimakasih. Kalau begitu saya pulang sekarang!
"Kenapa buru-buru Nak?
"Iya, soalnya Ibu bilang tidak boleh pulang terlalu malam!
"Kalau begitu, kamu akan di antar Panglima!
"Hmm..., Ayah bolehkah aku...?
"Iya ayah tahu, kau juga bisa mengantar Ella!
"Asyikk! Ella ayo..(kata Pangeran Zen, sambil menarik tangan Ella)
"Pangeran terlihat begitu bersemangat hari ini! (kata Panglima)
"Itu benar, ini berkat Ella. Aku harap mereka bisa tetap tersenyum seperti itu!
"Tentu, saya juga berharap demikian! (kata Panglima)
"Panglima...! Ayo..., cepatlah! (teriak Pangeran Zen)
"Baik Pangeran! Raja, kalau begitu saya pergi dulu!
"Hmm....(senyum Raja)
Itu adalah hari yang menyenangkan bagi Pangeran Zen karena untuk pertama kalinya dia memiliki teman sebaik Ella. Tak terasa, mereka mulai tumbuh dari kanak-kanak yang mulai tumbuh menjadi seorang remaja, namun pertemanan mereka perlahan juga mulai berubah dari yang dekat menjadi akrab bahkan mungkin mulai tumbuh rasa suka satu sama lain. Banyak kenangan dan moment bersama yang mereka habiskan, yang tentunya juga membawa sebuah perubahan positif bagi Pangeran Zen.
[Di bawah sebuah pohon rindang-tempat favorit Ella]
"Wah..., apa itu?
"Aku membuatnya sendiri khusus untukmu! Apa kau suka?
"Iya..., terimakasih! Bagaimana menurutmu?
"Kau sangat cantik mengenakannya!
"Apa?
"Maksudku, apakah rangkaian bunga yang ku buat itu pas di kepalamu?
"Oh ini! Hmm..., agak sempit sih!
"Yah sempit ya? Hmm..padahal aku sudah membuatnya berhari-hari. (gumam Pangeran) Baiklah aku akan menggantinya!
"Eh, tidak apa-apa. Aku akan menyimpannya!
"Benarkah? Hmm..terimakasih (tersenyum manis) mulai sekarang aku akan menjaga dan melindungimu!
"Hmm..., benarkah? Tapi bukankah kau harus menjadi lebih kuat sebelum melindungi orang lain!
"Benar juga! Baiklah, kalau begitu mulai sekarang aku akan berlatih untuk menjadi kuat.
"Ya...ya..., kalau begitu berjanjilah padaku kalau kau akan menjadi lebih kuat dan akan menciptakan perdamaian dan keadilan di dunia ini!
"Aku berjanji! (kata Pangeran Zen, sambil tersenyum)
....***Bersambung....
*
*
*
*
*
__ADS_1
*
Hai sobat Readers B&WP👋terimakasih telah mampir dan baca chapter ini ya😊 Kalau kalian suka sama ceritanya, jangan lupa tambahkan di list favorit kalian ya...biar bisa dapat notif setiap up chapter baru ok👌👍, dan dukung authornya dengan Like, vote dan comment ya temen-temen. Kenapa? karena dukungan kalian akan menjadi semangat untuk membuat karya yang lebih berkualitas***:)