
Setelah makan siang, pertandingan babak pertama pun dimulai.
"Baiklah para peserta! Kita sema tentu sudah mengetahui, bahwa menjadi seorang Panglima bukanlah sebuah tugas yang mudah. Di dalam penilaiannya seorang Panglima harus punya fisik dan mental yang kuat untuk menjaga keamanan rakyat.Jadi, jika ada diantara kalian yang merasa tidak sanggup untuk itu, kami persilahkan untuk memundurkan diri lebih awal! Hmm...baiklah karena tidak ada yang mengajukan diri. Maka itu artinya semua yang ikut serta dalam pertandingan ini, kami nyatakan sanggup menerima tantangan apapun dari kami nantinya. Baiklah saya akan menjelaskan sedikit, jadi..., di babak pertama kita kali ini mengharuskan setiap peserta bisa bertarung dan untuk itu kami akan membagi peraturan menjadi dua sesi yaitu menggunakan senjata dan tanpa senjata sama sekali.
"Hmm...itu kan orang yang sama yang waktu itu berubah menjadi monster serigala! Ternyata dia juga seorang Panglima di kerajaan Zuma. Hmm...menarik! (gumam Beauty)
Di sesi pertama semua Panglima bertanding dengan sekuat tenaga sesuai keterampilan mereka dan senjata andalan mereka masing-masing. Dengan pertandingan sistem acak, kerajaan Leon mendapatkan kesempatan bertarung dengan kerajaan bagian barat dan hasilnya Beauty berhasil mengalahkan lawannya yang adalah seorang Pria.
"Lihatlah Pangeran...kelihatannya gadis itu cukup mahir dalam menggunakan pedang. Dia bisa menjatuhkan lawannya yang seorang Pria dengan tekhnik penyerangan yang tepat!
"Hmm...tidak dia bukannya mahir tapi dia adalah pengamat yang baik sehingga ia bisa mengetahui letak kelemahan musuhnya dan menyesuaikan gerakan untuk mengambil kesempatan menyerang!
"Benarkah? Wah kalau begitu dia sangat mengesankan!
Setelah beberapa Panglima tersingkirkan di sesi pertama, tiba waktunya ke sesi ke dua yaitu bertarung tanpa menggunakan senjata. Peraturan pada sesi kedua ini berbeda, jika di sesi pertama lawannya di acak. Maka disesi kedua setiap orang memilih lawannya sendiri, dan siapa sangka Beauty tidak memilih siapapun melainkan Pangeran Zen. Meski sempat ditentang, namun dengan alasan yang bijak ia pun dijinkan untuk bertarung dengannya.
"Aku ingin bertarung dengan orang itu! (kata Beauty menunjuk)
"Apa?
"Ya..., sebab aku ingin mengetahui seberapa kuatkah kemampuanku untuk melawan Panglima Zuma yang dikenal sangat pemberani itu!
"Tidak...itu tidak diperbolehkan, Pangeran Zen disini sebagai penilai dan bukan peserta. Harap Kau sebaiknya menantang peserta dari kerajaan lainnya!
"Kenapa tidak? Bukankah dalam peraturannya setiap peserta dapat memilih lawannya masing-masing? Dan sekarang aku memilih untuk menantang Panglima dari kerajaan Zuma sendiri. Apakah itu salah?
"Tentu itu tidak...
Belum sempat Panglima lain yang menjadi penilai itu menyelesaikan ucapannya, Pangeran Zen langsung menyambung dengan tiba-tiba.
"Itu tidak salah! Baiklah aku menerima tantanganmu Putri kerajaan selatan.
"Tidak Pangeran...sebaiknya Pangeran menolak tantangan itu, Pangeran kan tidak...
"Jika aku menolak maka aku akan mempermalukan diriku sendiri dan kerajaan Zuma, lagipula memang tidak ada aturan yang menyatakan itu melanggar bukan?
"Tapi Pangeran sebagai tuan rumah, jadi Pangeran berhak untuk mengubah aturannya kapanpun?
"Peraturan tetaplah peraturan, jika aku mengubahnya maka itu sama saja kita tidak berlaku adil kepada peserta lain! Kau tenang saja...ini hanya sebuah pertandingan bukan peperangan.
__ADS_1
"Bagaimana Panglima Zen! Apakah kau takut? (ucap Bella)
"Tentu saja tidak! Mari mulai pertarungannya.
"Ya ampun...Apa yang sedang kakakku itu lakukan? Dia bilang tidak ingin cari masalah tapi malah menantang oranglain! Entah apa yang ada dipikirannya sekarang? (gumam adiknya yang menyaksikan)
Pertarungan antara Pangeran Zen dan Beauty pun sangat menyita perhatian, pasalnya mereka terlihat lebih pantas menari dibanding bertarung.
"Panglima dari kerajaan selatan itu cukup cantik dan berani, padahal dia bisa memilih lawan yang sesuai dengannya!
"Iya...aku sangat terkesan dengan itu!
"Tapi tidak kah kalian berpikir kalau mereka berdua sangat cocok menjadi pasangan?
"Iya aku juga memikirkan hal yang sama, Pangeran Zen yang dingin dan tampan bertemu dengan Putri cantik dan pemberani...tidak bisa kubayangkan jika mereka itu bersama!
"Kau benar, itu adalah karakter pasangan yang sangat manis dan unik.
Beberapa Rakyat yang hadir untuk menyaksikan pertandingan tersebut sempat berbisik mengenai kecocokan karakter kedua Panglima itu, bahkan sempat ada yang berharap mereka akan bersama dan menjadi penerus kisah cinta sejati yang abadi seperti kisah Raja Zedan dan Ratu Rubi dahulu.
"Aku sangat terkesan dengan keberanianmu itu Putri!
"Terimakasih Pangeran, tapi kau jangan tertipu dengan itu karena aku bisa saja mengalahkanmu dipertarungan ini!
"Baiklah apakah kalian sudah siap?
"Siap! (Serentak)
Kemudian pertarungan pun dimulai dengan sangat menarik karena arena yang licin akibat lumpur membuat Beauty sempat terjatuh ke tangan Zen. Namun sikap mereka sangat profesional sehingga pertarungan berlangsung sengit dan sempat seimbang. Sehingga pertarungannya di beri jeda untuk mereka istirahat sebelum pertarungan penentuan.
[Keadaan di Posisi Beauty]
"Kak...apa kakak ini sudah kehilangan akal? Lihatlah sekarang kakak mendapatkan lawan yang sulit, bagaimana jika kakak kalah di babak awal ini. Tujuan kita kemari akan sia-sia...
"Hmm..Kakak tahu, itulah mengapa kakak memilih Panglima kerajaan Zuma itu di sesi ini!
"Kakak ini bukannya khawatir akan kalah, malah tersenyum seakan tidak masalah...
"Kau tenanglah dan lihat saja...
[Keadaan di Posisi Zen]
__ADS_1
"Pangeran! Apa kau tidak masalah dengan ini, ini semakin mendebarkan kau tahu?
"Yah kau benar..., sepertinya gadis selatan itu sudah mengetahui kelemahanku tapi aku masih bisa mengendalikan diriku jadi kau jangan khawatir!
"Jadi apakah Pangeran akan memenangkan Pertarungan ini?
"Hmm...kau liat saja!
Kemudian tibalah ke pertarungan penentuan, penonton semakin penasaran siapa yang akan memenangkan pertarungan kali ini.
Pangeran sempat terpojok dengan serangan tiba-tiba Beauty yang berhasil menjatuhkan Zen.
"Hmm...bagaimana Pangeran, apakah hanya itu batas kemampuanmu?
"Yah...aku akui Pengalihanmu cukup berhasil namun seranganmu itu masih sangat lemah untukku!
"Benarkah? kalau begitu tunjukkan padaku kekuatanmu yang sebenarnya!
"Maaf...aku bukannya lemah tapi aku tidak suka melawan seorang gadis sepertimu.
"Apa...lemah katamu?
"Sudahlah, aku menyerah sekarang! (ucap Zen sambil mengangkat tangan yang menandakan ia menyerah)
"Hei! Kenapa kau seperti ini...kau tidak mendapatkan izin untuk menyerah tanpa melawanku, aku tahu kau punya kelemahan dalam pertarungan ini tapi ini bukanlah hal yang kuinginkan...kau...aku tahu, kau masih belum menunjukkan kekuatanmu yang sebenarnya...cepat bangkitlah dan lawan aku...
"Baiklah...baiklah...(kata Zen, kemudian bangkit)
"Turunkan...
"Apa...?
"Turunkan tanganmu itu..hei, aku bilang turunkan! (kemudian mencoba menurunan tangan Zen dengan paksa)
"Baiklah karena Pangeran Zen mengaku kalah maka pertarungan ini di menangkan oleh Beauty, perwakilan kerajaan Leon! (kata pemandu pertandingan)
"Tidak...pertarungannya belum berakhir...aku tidak ingin menang dengan cara seperti ini!
"Aku tahu...(ucap Zen)
"Apa?
__ADS_1
"Sejak awal aku sudah menebak kalau kau bukanlah orang asing bagiku! Dan sekarang aku tahu kau adalah gadis dengan pakaian tertutup itu bukan?
"Bagaimana kau bisa mengenaliku?