Beauty And The Wolf Prince

Beauty And The Wolf Prince
Chapter 27


__ADS_3

“Ahh....(kata Nenek itu)


“Nenek...nenek tidak apa-apa?


“Kau tidak perlu menghawatirkanku setelah semua yang kau lakukan?


Mendengar suara nenek itu berubah seketika, Bella langsung bisa mengenali suara yang sangat ia kenali itu.


“Ibu...kau...


“Yah ini Ibu!


“Tapi kenapa? Bagaimana Ibu bisa kemari?


“Itu tidak penting sekarang, karena aku datang kemari hanya untuk memperingatkanmu Bella!


“Jika Ibu bersusah payah kemari hanya untuk mengajakku kembali ke kerajaan, maka aku tidak mau!


“Kau jangan bersikap bodoh anakku! Kau tahu lingkungan ini sangat berbahaya untuk orang-orang luar seperti kita, bukankan Ibu sudah memberitahukan ini jauh-jauh hari?


“Tidak Ibu...,justru Ibu salah selama ini. Orang-orang Zuma sangat baik kepadaku buktinya aku masih hidup sekarang. Mereka tidak seperti yang Ibu pikirkan, apa Ibu tahu? Di kerajaan ini, mereka sangat peduli kepada orang-orang yang terdampak peperangan dahulu dan bahkan sudah dibangun sebuah penampungan untuk para korban yang terkena dampaknya, aku sekarang juga menyamarkan identitasku dan mereka mempekerjakan aku untuk menjadi relawan disana.


“Hebat...sangat hebat anakku, kau kini juga mulai berpihak kepada mereka! Aku sangat tidak menyangka anakku sendiri yang menjadi penghianat kerajaannya sendiri hanya karena seorang pria dari pihak musuh?


“Ibu aku tidak pernah bermaksud untuk itu, kau tahu aku sangat mencintai Ibu dan kerajaan Ludo. Aku bertahan disini hanya untuk mewujudkan mimpiku di hari ulangtahunku Ibu, selama ini aku terus saja seperti terkurung dilingkungan yang sama dan aku juga ingin melihat hal-hal yang belum pernah aku..


“Cukup Bella, cukup...Ibu sudah mengerti otakmu sudah dicuci oleh sikap baik para penipu itu. Kau hanya tidak mengetahui bagaimana rasa sakit Ibu ketika kehilangan ayahmu karena mereka.


“Aku tahu Ibu...aku sangat mengerti dan untuk itu aku berjanji akan segera pulang setelah semuanya selesai.


“Hmm...baiklah kalau begitu, jika kau memang masih keras kepala akan tetapi ingatlah satu hal ini. Orang itu dan perasaan yang mulai tumbuh terhadapnya, nanti hanya akan membuatmu terluka!


“Apa maksud Ibu?


“Hubungan akrab seorang Pria dan Wanita yang masih muda itu tidak akan selamanya hanya tetap menjadi teman, Ibu tahu karena ibu bisa melihatnya dari caramu tersenyum saat memandangnya. Perasaanmu mulai terasa berubah ketika bertemu dan berbincang dengannya bukan? kemudian perlahan tumbuh perasaan cinta yang membuatmu tidak bisa jauh darinya.

__ADS_1


“Tidak Ibu...itu tidak mungkin terjadi padaku dan Ran. Aku tidak memiliki perasaan apapun kecuali teman kepadanya!


“Mungkin kau merasa begitu tapi bagaimana dengan perasaan Pria itu?


“Ingatlah anakku..., cinta hanya akan membuatmu terluka bila tidak kau imbangi dengan logika. Lihatlah dia adalah seorang Prajurit setia dan kesetiaan seorang Prajurit tidaklah lebih besar dari kesetiaan apapun demi kerajaannya. Bila nanti ia mengetahui kau yang sebenarnya, ia akan meninggalkanmu tanpa berfikir dua kali untuk itu! Camkanlah perkataan Ibu dan ketika kamu sudah mengetahui kebenaran itu,maka datanglah ke Ibu dan Ibu pasti akan membantumu membalas penipu itu.


“Tidak! Ran bukanlah orang seperti itu, aku mempercayai dia sepenuhnya...dia bahkan sangat setia berada disisiku dikala aku kesulitan dan butuh.


“Terserah padamu, cepat atau lambat kau pun akan melihat kenyataan itu.


Setelah ibunya Bella pergi, Hugo pun mengakhiri perdebatannya dan mengalah lalu pergi tanpa ada kecurigaan yang muncul dari siapapun termasuk Ran yang tidak menyadari itu.


“Bella...hei!


“Eh...iya...mmm...jadi bagaimana?


“Oh itu tadi hanya sedikit kesalahpahaman antara pembeli dan pedagang, eh tapi yang barusan kamu ajak bicara tadi siapa?


“Oh iya, itu tadi ada nenek-nenek yang tanya pedagang sendal dimana soalnya kakinya katanya sakit karena lupa bawa sendal.


“Mmiya...ayo!


[Bersamaan dengan situasi Bella-Kembali ke situasi Pangeran Zen]


Lama berselang setelah Bella diberi peringatan dan dibiarkan oleh ibunya itu kini mulai sedikit terjadi karena perasaan keduanya memang mulai berubah hingga hubungan mereka semakin dekat. Bahkan, Ran sempat mengatakan kalau ia menyukai Bella namun Bella masih ragu dan menunggu waktu yang tepat sampai semua daftar keinginannya itu terwujud baru ia mengungkapkan perasaannya terhadap Ran.


Disisi lainnya Pangeran Zen masih tengah disibukkan dengan pekerjaan sebagai Panglima bahkan akhir-akhir ini ia disibukkan untuk membuat undangan ke setiap perwakilan Panglima ke kerajaan-kerajaan lain mulai dari yang level bawah,menengah dan atas semuanya ia undang untuk dapat mengikuti pertandingan adu kemahiran skill taktik, kepemimpinan dan pertarungan menyangkut kepanglimaan yang diusulkan Raja-Raja besar untuk menjalin hubungan baik dengan kerajaan lain tak terkecuali, dan bagi yang bersedia bergabung akan mendapatkan kesempatan kerjasama berupa bantuan kerajaan, bagi panglima terbaik yang terpilih dalam pertadingan tersebut nantinya. Meski tidak semua kerajaan yang diundang menerima tawaran itu akan tetapi sebagaian kerajaan yang benar-benar ingin memperoleh bantuan dan keuntungan dari kegiatan tersebut tidak ingin melewatkannya terutama salah satu kerajaan menegah di negeri Selatan yaitu “Leon Kingdom" yang mana kerajaan tersebut memiliki dua orang putri cantik jelita bernama Leona dan Beauty.


"Beauty...apa kamu yakin dengan keputusanmu itu, anakku?


"Ya ayah..., ku mohon ijinkan anakmu ini ikut serta dalam pertandingan itu!


"Itu benar ayah, kak beauty pasti bisa memenangkan pertandingan ini. Secara dia sangat mahir dalam membuat strategi.


"Hmm...Rajaku...ijinkanlah Beauty pergi, jika tidak untuk mendapatkan keuntungan tapi setidaknya ini demi perdamaian! (kata Ratu)

__ADS_1


"Baiklah jika kalian semua menginginkan itu, maka Ayah setuju! Tapi ingatlah anakku kau datang kesana hanya sebagai Perwakilan panglima kerajaan kita!


"Baiklah Yang Mulia!


"Baiklah...kalau begitu ijinkan aku ikut menemani kakak kesana untuk jaga-jaga!


"Hmm...bersiaplah kalian!


"Asyik...! (semangat Leona)


Beberapa hari kemudian setelah berangkat, Leona dan Beauty tiba di istana kerajaan Zuma.


[Di depan Gerbang Istana]


"Maaf...apakah kalian membawa undangan kemari? (kata Penjaga gerbang istana)


"Oh iya, ini...(kata Beauty)


"Baiklah kalian di perbolehkan masuk!


"Terimkasih!


[Diluar pintu Istana]


"Wah kak...coba lihat disana, tamannya luas sekali! Tiga kali lebih luas dibanding kita, wah... kalau begini, aku pasti akan betah tinggal lebih lama!


"Ssst...sebaiknya kita menjaga perilaku selama tinggal disini apalagi ini pertama kalinya bagi kita dan kita juga belum tahu kan sikap mereka bagaimana?


"Iya...iya..tenang saja kak, aku bisa beradaptasi lebih cepat kok hehehe...!


Setelah menunggu beberapa menit, semua orang yang bersedia datang membawa undangannya masing-masing itu giring ke area perkemahan yang telah dipersiapkan khusus untuk menampung para tamu.


"Baiklah semuanya! Perkenalkan, aku adalah Zen. Pangeran sekaligus Panglima kerajaan Zuma yang mana juga akan turut menilai kalian nantinya. Dan kami juga telah mempersiapkan tempat yang luas untuk membangun tenda kalian masing-masing tepatnya di taman ini, jadi kami harap kalian bisa mempersiapkan diri untuk makan siang sebentar lagi dan setelah itu kita mulai pertadingan dihari pertama ini!


"Baik...(ucap seluruh perwakilan Panglima kerajaan lain)

__ADS_1


__ADS_2