Beauty And The Wolf Prince

Beauty And The Wolf Prince
Chapter 15


__ADS_3

[Di sisi Lain-Istana Zuma]


"Penyihir, aku tidak tahu apa yang telah kau rencanakan kali ini tapi apakah kau yakin rencanamu ini akan berhasil?


"Apa kau meragukan aku Ratu?


"Tentu saja tidak? hanya saja..., bagaimana jika rencanamu itu gagal dan mereka bisa-bisa mengetahui yang sebenarnya kalau kita yang telah membuat pemberontakan itu terjadi?


"Hmm..., itu tidak mungkin. Tentu aku telah mempersiapkan semuanya dengan matang jauh sebelum kau memintaku untuk melakukan siasat ini! Jadi, kau tidak perlu khawatir dengan itu.


"Tapi jika yang ku khawatirkan itu terjadi, apakah kita akan...


"Tidak akan, mereka tidak akan mengetahui apapun bahkan jika mereka menang sekali pun mereka tidak akan memperoleh apapun dari siasatku ini!


"Benarkah?


"Ya..., karena siasatku kali ini akan benar-benar membuat mereka dalam kesulitan!


"Kesulitan seperti apa maksudmu?


[Kembali ke situasi Pasukan]


Para pasukan Pangeran dan lainnya masih tengah berusaha melewati rintangan demi rintangan untuk bisa sampai ke tempat tujuan mereka, Tidak ada pilihan, jalan lain maupun cara untuk kembali.


"Rintangan apa lagi ini?


"Apapun itu kelihatannya mudah!


"Tidak..., ini tidak semudah yang kalian lihat!


"Apa?


"Ya, yang kalian lihat itu bukan lah air dari danau biasa tapi itu adalah danau kematian!


"Apa maksudmu Panglima Yuu! (tanya Ran)



"Air dalam danau ini memiliki daya tarikan yang sangat kuat, jika tidak fokus maka air dalam danau ini akan memanfaatkan kelamahan apapun dalam diri seseorang untuk menjebaknya terjun kedalam danau yang dalam dan gelap. Jadi pastikan kalian tetap fokus dan waspada, jangan sampai lengah!


"Kalau begitu, yang merasa tidak sanggup untuk melanjutkan, maka tetaplah disini!...., Baiklah karena tidak ada yang merasa seperti itu maka kita semua bisa pergi! panglima Yuu...(kata Pangeran Zen)


"Hmm..., tapi sebelumnya aku ingin memperingatkan kalian satu hal lagi, selama masih di atas perahu jangan pernah sekali-kali kalian melihat kedalam air saat kita menyeberangi danaunya karena itu akan membuat kalian masuk kedalam dunia ilusi yang menghanyutkan dan tampa batas lebih mudah!


"Baiklah!


Setelah mendengar pesan Panglima Yuu, mereka akhirnya memutuskan untuk melewati rintangan kedua yaitu danau kematian yang tentu saja terdengar mengerikan bagi siapapun yang melintas di atasnya. Menggunakan perahu yang tersedia mereka mendayungnya dengan sekuat tenaga namun tetap berhati-hati meski dengan satu alat dayung dalam satu perahu.


[Pikiran Ran dalam Ilusi]

__ADS_1


"Ibu...


"Ran anakku, kemarilah Nak!


"Ibu..., Ibu masih hidup?


"Iya Nak, ini Ibu! Maafkan Ibu karena pergi meninggalkanmu tanpa mengucapkan selamat tinggal..(sambil berkaca-kaca)


"Ibu..., Ibu tahu kan bertapa sulitnya aku dan Ayah menjalani hidup ketika kau pergi! (menangis Ran)


"Iya Nak, maafkan Ibu! Ayo ikutlah denganku, kali ini kita akan pergi bersama...


"Pergi kemana Bu'!


"Ke tempat dimana kamu, Ibu dan Ayah bisa berkumpul kembali di tempat impian kita! ayolah Nak, ikutlah dengan ibumu ini....., Ibu janji tidak akan meninggalkan kamu lagi! Ayo...(memegang tangan Ran)


"Hentikan! Ran..., jangan dengarkan perkataannya dia hanyalah ilusi. Kau sedang di jebak!


"Siapa kau! Ran ikutlah dengan Ibu..., ayo Nak!


"Ran ingatlah, ibumu sudah tiada sejak kau masih kecil! kau harus sadar dan kembali ke dunia nyata karena disanalah tempatmu yang sebenarnya bersama ayahmu di kerajaan Zuma! Sadarlah Ran...., ayo sadar...


Ternyata secara tak sadar, Ran telah menatap air danau tersebut dan hampir saja membuat ia terjebak dalam Ilusi tanpa batas itu.


[Kembali ke Situasi]


"Pangeran! (kata Ran, tersadar)..., aku tadi melihat ibuku..., Ibu mengajakku ikut bersamanya. Aku harus pergi...


"Tapi Pangeran aku sangat merindukannya!(teriaknya menangis)


"Aku tahu..., aku tahu! (peluk Zen, menenangkan Ran) Tenanglah, kau baru saja hampir terjun karena terpengaruh dunia ilusi setelah melihat air danau itu!


Hampir dipertengahan danau, dua Prajurit dari perahu lainnya telah menjadi korban setelah salah satu dari mereka melihat ke dalam air.


"Jason jangan liat ke air! (teriaknya sambil mencoba memalingkan wajah temannya itu)..., hei lihat wajahku..., Jason...Jason! (teriaknya lalu seketika menangis tersedu melihat temannya yang telah terjebak dalam ilusi)


Tidak lama kemudian seekor buaya mendekat dan menguncangkan perahu mereka.


"Ada apa ini? kenapa perahunya tiba-tiba bergoyang!


"Hei lihat disana! teriak Prajurit dari perahu lainnya)


"Itu seeokor buaya yang tengah mendekat!


"Awas!


Karena melihat keadaan yang semakin berbahaya, Pangeran Zen kemudian terpaksa terjun ke danau kematian dengan membawa pedangnya.


"Pangeran! jangan...(teriak Ran)

__ADS_1


"Ran jangan melihat kebawah! Semua tetap fokus dan jangan lengah...(teriak Panglima Yuu, memperingatkan) Gawat! situasi ini semakin berbahaya.(gumamnya)


Didalam air, Pangeran Zen hanya bisa menutup matanya dan mengandalkan insting Monster serigalanya itu. Untung saja ia sudah mengasah kemampuannya itu sebelumnya, jadi ia bisa bertahan meski pun sempat terjebak dalam ilusi.


[Dalam Ilusi Pikiran Pangeran]


"Pangeran Zen! Hai, lama tidak bertemu! Apa kabarmu?(tanya Ella)


"Ella...! tidak..., tidak ini hanyalah ilusi dan aku sedang berada di dalam danau kematian. (gumam Zen)


"Ada apa Pangeran? apa kau sudah tidak ingin lagi bermain denganku?


"Pergilah, atau aku akan...


"Apakah kau masih ingat janjimu padaku bahwa kau akan menikahiku setelah kita dewasa? sekarang aku sudah dewasa..., ayo kita menikah Pangeran! (tarik tangannya)


"Tidak, pergilah..., aku tidak ingin ikut denganmu!


"Kau mencintaiku bukan? apakah kau tidak ingin hidup bahagia bersamaku dan mewujudkan impian kita untuk perdamaian dunia!


"Hentikan! berhentilah menggangu jiwa dan pikiranku.


"Kau benar-benar sudah melupakanku ya! Pangeran aku tahu kau juga mencintaiku, dan aku juga sangat mencintaimu Pangeran. Kemarilah dan peluk aku!


(berjalan mendekat) "Maafkan aku! (seketika menusuknya dengan pedang)


Setelah sadar bahwa dirinya masih ada di dalam air dalam waktu yang sama buaya tersebut ingin menyerang pangeran namun berkat instingnya ia berhasil menusuk mulut buaya tersebut dengan pedangnya dan segera berenang ke luar dari air.


"Bagaimana sekarang? Panglima Yuu...(kata salah seorang Prajurit)


"Hmm..., sepertinya kita harus ke tepi danau terlebih dahulu!


"Apa? tidak..., bagaimana bisa kita meninggalkan Pangeran Zen bertarung sendiri di bawah sana! (kata Ran) Kita harus menyelamatkan dia, bagaimanapun juga!


"Mustahil bagi manusia biasa untuk bertahan di dalam sana . Tidak ada pilihan lain, jika kita tetap berada di dalam danau lebih lama kita pasti akan menjadi korban selanjutnya!


"Egois! jadi maksudmu kita hanya tinggal diam dan melihat pangeran mati di bawah sana?


"Ini bukan tentang ke-egoisan tapi ini adalah pertarungan, jika kita berakhir disini maka tujuan kita kemari akan sia-sia! Ingatlah kunci keberhasilan misi ini adalah strategi. Jika kita lengah hanya karena perasaan maka kita akan gagal.


"Aku tidak peduli, aku akan membantu Pangeran bagaimanapun caranya?


"Bagaimana? Apakah kau ingin mengorbankan diri dan melompat kedalam danau yang dingin dan gelap di bawah sana?


"Jika itu bisa menyelamatkan Pangeran maka aku akan melakukannya!


"Apa kau sudah tidak waras? Jangan bertindak gegabah seperti ini, meski kau bisa bertahan dibawah sana tapi mustahil kau bisa menemukan pangeran terlebih kita tidak tahu seberapa berbahaya dibawah?


"Panglima Yuu..., bukankah kau sendiri yang mengatakan pada kami bahwa kita harus tetap bersama dan saling membantu? Jadi biarkan aku melakukakan ini untuk pangeran!

__ADS_1


"lihat itu Pangeran! (teriak seorang Prajurit dari kapal lainnya)


__ADS_2