
[sesampainya di istana]
“Hati-hati...(Zen dengan sigap menangkap tubuh Bella) Hampir saja kau jatuh...hei...kenapa kau membiarkan lantainya basah...
“Maaf Pangeran...saya akan segera membersihkannya, Maaf Putri...Putri tidak apa-apa kan?
“Iya tidak apa-apa, lain kali bersihkan dengan teliti ya...
“Baik Putri...maaf sekali lagi...
Sebenarnya itu terjadi karena unsur kesengajaan Ratu Moorim yang menyuruh pelayan menumpahkan air dengan maksud mencelakakan Bella namun Zen ternyata diluar dugaan membantunya. Sehingga, terlihatlah Bella dan Zen saling berpegangang dan bertatapan dengan Bella selama beberapa detik dan selama itu juga, Beauty dari arah berlawanan ternyata melihatnya juga.
“Perasaan apa ini...kenapa aku merasa cemburu melihat mereka dekat seperti itu....(gumam Beauty) Ehem...(sengaja batuk)
Mendengar suara Beauty membuat keduanya seketika melepaskan kedekatan dan sedikit menjauh.
“Putri Beauty...kau ada disini?
“Mm...iya. aku baru saja selesai latihan...maaf karena telah menggangu suasana kalian...
“Ah itu tadi kami tidak sengaja...jadi tolong jangan salah paham. (ucap Bella)
“Hahaha...kau tidak perlu meminta maaf padaku Putri Ludo, kalian adalah pasangan jadi hal itu wajar bukan? Hmm...oh iya, Pangeran...kalau kau melihat Leona bisakah kau menyuruhnya menemuiku. Kami harus membereskan barang untuk kembali besok pagi...
“Kenapa cepat sekali? Padahal kalian baru tiga hari disini...
“Yah karena itu sudah kesepakatan kami...lagipula kami memang berniat berkunjung untuk beberapa hari...
“Tapi kau bisa tinggal beberapa hari lagi bukan? Leona juga pasti senang...
“Tidak perlu Pangeran.....
“Baiklah...terserah padamu saja, aku tidak punya hak untuk memaksamu tinggal lebih lama...
“Hmm...terimakasih , kalau begitu aku akan ke kamarku...
“Selamat malam...(jawab Zen)
“Hmm...malam...(jawab Beauty tersenyum tipis)
“Sepertinya kalian cukup akrab...(tanya Bella)
“Tentu saja...itu karena kerajaan kami berteman baik setelah Panglima Elang menang kompetisi...bukan hanya dia tapi kerajaan lain juga...jadi jangan cemburu padanya.
“Tentu saja tidak...ya sudah aku akan ke kamar untuk membersihkan diri..
“Baiklah, tapi setelah itu kau jangan lupa ikut makan malam bersama kami di ruang makan..
“Hmm...(senyum Bella lalu pergi)
[Situasi Leona dan Hugo]
“Hahaha...tadi itu seru sekali...festivalnya
sangat meriah bukan?
“Iya...terimakasih telah mengajakku kesana.
“Aku yang berterimakasih karena telah menemaniku seharian hanya untuk berjalan-jalan...padahal kau harusnya bertugas kan?
“Benar juga...aku lupa kalau Putri Bella harus...
“Kau tidak perlu khawatir, Bella sedang istirahat dikamarnya...
“Pangeran Zen...(ucap Leona)
“Akhirnya kalian berdua kembali...Leona, kakakmu menunggumu di kamar katanya dia ingin kau membantunya beres-beres...
“Benarkah?
“Hmm....kemarilah...(bisik Pangeran)
__ADS_1
“Hmm...baiklah...kalau begitu aku ke kamar...(ucap Leona) Panglima Hugo...terimakasih ya untuk hari ini...
“Sama-sama Putri...(ucapnya kepada Leona) Mari kita bicara...
Hugo yang sejak tadi menunggu kesempatan itu akhirnya bisa berbincang dengan Pangeran Zen mengenai kekesalannya.
“Ada apa kau mengajakku kemari, Hugo?
“Hei...Pangeran...kau seharian ini mengajak Bella kemana hah? Kenapa kau membawanya tanpa sepengetahuanku?
“Memangnya setiap kami pergi harus meminta izinmu dulu? Ingatlah Panglima...kita tidak memiliki kesepakatan untuk itu...kau ada disini hanya untuk mengawasi bukan untuk menemani kemanapun kami pergi bukan?
“Heh...aku memang tidak punya hak lebih untuk ini tapi ingatlah Pangeran...jika kau sampai berbuat yang macam-macam. Maka aku tidak akan peduli dengan kesepakatan itu lagi...aku akan langsung menghabisimu...
“Kau tenang saja Panglima Hugo, Bella akan aman bersamaku karena aku tak seburuk yang kau duga itu...Lagipula kenapa kau sangat kesal dengan itu? Apa kau suka dengannya?
“Heh...jangan mengalihkan. Kau dan aku sama-sama seorang Panglima...dan seorang Panglima wajar merasa cemas kepada rakyatnya apalagi terhadap penerus kerajaannya...bukankah kau juga begitu?" (kemudian menepuk pundak Pangeran Zen) Aku akan selalu mengawasi kalian dari kejauhan seperti mata-mata...jadi berhati-hatilah dalam bertindak...(lalu pergi)
“Hmm...silahkan saja...(gumam Zen)
Leona pun segera ke kamarnya menemui Beauty yang sedang memasukkan baju-bajunya ke kota pakaian.
“Kakak...apa yang kakak lakukan?
“Kau akhirnya kembali, cepat bantu aku bereskan semua ini...
“Hentikan kak, kakak memangnya ingin pulang begitu saja tanpa melakukan sesuatu?
“Melakukan apa maksudmu?
“Hah..ayolah kak..jangan membohongi perasaan sendiri...karena aku mengerti betul denganmu. Adik imut dan cerdasmu ini tahu...kalau kakaknya sedang cemburu bahkan jika kau tidak mengatakannya padaku.
“Hm...iya...iya. Aku mengakui itu sekarang...aku memang suka padanya...lalu sekarang aku cemburu dan ingin lari dari kenyataan.
“Ya ampun...apakah aku salah dengar? Pergi begitu saja tanpa melakukan apa-apa dan membiarkan diri sendiri terluka begitu saja? Itu bukanlah kakak Beauty yang selama ini ku kenal sangat pemberani dan kuat...dan sekarang semuanya terbalik hanya karena cinta?
“Leona kau sama sekali tidak mengerti...bertarung melawan musuh bagiku itu mudah tapi bertarung melawan perasaan itu...sama sekali tak seperti perkiraanku. Apalagi sejak Bella ada disini...
“Lalu bagaimana lagi? Apakah aku harus mengumumkan kepada setiap orang disana bahwa aku telah jatuh cinta kepada Pangeran Zen...aku bahkan tak ingin membayangkannya, cinta memang rumit untuk dimengerti...
“Itu akan rumit jika dilihat dari pikiran tapi cobalah sesekali melihat kedalam hatimu yang terdalam...apakah menginginkan hal yang sama?
“Tidak...aku benar-benar menyukainya..
“Nah, itu berarti kakak telah menyadari perasaan kakak sendiri. Selanjutnya kakak hanya perlu melakukan pendekatan...
“Pendekatan seperti apa?
“Hmm....
[Ke esokan harinya]
“Apakah sudah selesai?
“Belum...tinggal sedikit lagi...nah selesai..coba kakak buka mata dan liat ke cermin...
Beauty yang telah didandani oleh adiknya itu kemudian menatap takpercaya dirinya sendiri dicermin yang tampak sangat cantik dipolesi dengan make up bagai Ratu kerajaan.
“Wah...leona, itu benar aku?
“Iya...bagaimana? Cantik bukan?
“Iya...inikah yang dimaksud The power of make up?
“Hahaha...ya sudah...sekarang saatnya melakukan pendekatan!
Beauty dan Bella pun berjalan keluar istana, dan membuat beberala pelayan terpesona dengan Beauty yang sudah seperti bidadari dari kahyangan.
“Kenapa semua orang dari tadi menatap kita seperti itu?
“Itu karena mereka terpesona dengan kecantikanmu kak...dan aku yakin, sebentar lagi Pangeran juga akan terpesona melihatmu...
__ADS_1
“Ah yang benar saja...tapi aku tidak percaya diri jika seperti ini...sebaiknya aku ganti baju saja...
“Ih kakak..bagaimana. Aku sudah susah payah mendandanimu...hargailah sedikit.
“Tapi apa kau yakin ini akan bekerja?
“Tentu saja...kenapa tidak? Nah...itu dia Pangeran...Pangeran! (teriaknya)
“Leona...sst...(mencoba menyumbat mulut adiknya)
“Leona...apa kau memanggilku?
“Hehehe...iya...sstt....(memberi kode kepada kakaknya)
“Wah...Beauty kau sangat...kelihatan berbeda...
“Benarkah? Mm...berbeda bagaimana?
“Kau sangat...
Belum selesai mengucapkan kata, Bella seketika datang dan pandangan Zen pun teralihkan.
“Pangeran Zen...bagaimana dengan penampilanku? (ucap Bella)
Pangeran sangat terkesan melihat penampilan Bella yang semakin anggun memakai gaun bekas Ratu Rubi dahulu. Tanpa berkedip, Pangeran memperhatikannya dari ujung kaki hingga ujung rambut.
“Kau sangat cantik menggunakannya...(beralih pujian)
“Benarkah? Aku pikir tidak akan muat padaku...hehehe
Melihat kondosi itu, Beauty menjadi minder lalu pergi begitu saja dari hadapan mereka.
“Eh kak....
“Ada apa dengan Beauty...Leona? (bingung Zen)
“Ah...itu....
“Dia terlihat cantik...kalian mau kemana?
“Eh...mm...maafkan aku...aku harus pergi...maaf ya Pangeran...semoga hari kalian menyenangkan...dah..(ucap Leona, menyusul kakaknya)
“Tolong yakinkan dia ya...(teriak Zen)
“Dia benar-benar akan kembali? (ucap Bella)
“Aku juga tidak tahu..
“Lalu hari ini kita akan kemana lagi?
“Hari ini kita tidak akan kemana-mana...
“Hah...tapi kau menyuruhku memakai ini untuk apa?
“Hm...kau ikut saja...ayo...(kemudian menarik tangan Bella)
“Ya ampun...kak Beauty lari kemana tadi? Cepat sekali menghilangnya...(*gumam Leona, mencari kakaknya)
#**Bersambung....
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
Hai sobat Readers B&WP👋terimakasih telah mampir dan baca chapter ini ya😊 Kalau kalian suka sama ceritanya, jangan lupa tambahkan di list favorit kalian ya...biar bisa dapat notif setiap up chapter baru ok👌👍, dan dukung authornya dengan Like, vote dan comment ya temen-temen. Kenapa? karena dukungan kalian akan menjadi semangat untuk membuat karya yang lebih berkualitas***:)