
Tanpa berpikir panjang, Pangeran Zen dan Ran pergi menuju kerajaan Ludo tanpa pengawalan dan tanpa sepengetahuan orang-orang Zuma.
[Ke situasi Bella]
Tok...tok...tok...(ketukan Pintu dari luar kamarnya)
“Ibu...
“Iya...maaf Ibu langsung masuk karena kau dari tadi tidak mendengar ketukan pintu..boleh Ibu bicara sebentar saja?
“Hmm...(katanya dengan nada lesu)
“Ibu tahu kau masih memikirkan tentang kejadian itu.
“Ibu....hiks...(seketika menangis tersedu-sedu sambil bersandar dipundak ibunya) semua yang Ibu katakan tentang Ran memang benar...dia lebih mementingkan tugasnya sebagai Panglima kerajaan bahkan ia sama sekali tidak mencegahku maupun menatapku ketika pergi, seakan aku ini bukanlah orang yang penting untuknya...hiks...aku merasa menyesal sekarang...
“Hm...tidak apa-apa sayang...yang penting sekarang kau menyadari yang sebenarnya...lagipula tidak ada gunanya meratapi masa lalu...lebih baik kau mencari hati seorang Pria yang benar-benar tulus mencintai kamu?
“Maksud Ibu?
“Ya...Ibu tahu kau dan Hugo sudah akrab sejak kecil dan Ibu juga sudah mengerti perasaan Hugo terhadap kamu selama ini...Dia adalah orang paling kita percayai, menurut Ibu tidak ada salahnya jika kau membuka hatimu sedikit saja untuk Hugo...
“Tapi aku belum bisa menerima siapapun saat ini...jadi tolong jangan memaksakan kehendak untuk masalah kali ini.
“Iya...Ibu mengerti...Ibu juga hanya menyarankan saja untuk kebaikan mu.
“Salam Yang Mulia...maaf menggangu tapi diluar ada tamu dari kerajaan Zuma.
“Apa?
“Benar Ratu...mereka adalah Pangeran Zen dan temannya yang bernama Ran!
“Ada apalagi mereka kemari...
“Katanya mereka ada keperluan penting Yang Mulia...
“Jangan-jangan Ran telah meminta Pangeran Zen untuk membawaku kembali bersamanya...(gumam Bella lalu berlari keluar mengikuti ibunya) Ran...Pangeran! (tersenyum penuh harapan)
“Mau apalagi kalian? Bukankah kita sudah menyetujui kesepakatan...
“Maaf atas kelancanganku Yang Mulia Ludo...tapi aku sudah meminta izin sebelumnya...
“Apa? Siapa yang memberimu izin...
Ran lalu menunjukkan surat Izin dari penjaga perbatasan dan disitu tertera tanda tangan sah dari Ratu Ludo sendiri. Ratu kemudian mengingat kembali surat yang dibawakan Pengawas barusan namun, Ratu saat itu tidak menyadari bahwa yang telah ia tanda tangani itu adalah surat ijin untuk mereka, karena terlalu sibuk hingga tak sempat membaca dengan teliti.
__ADS_1
[Di ruang pertemuan]
“Ada apa kalian tiba-tiba datang kemari? Apakah kalian punya masalah lagi atau malah ragu dengan kesepakatan yang telah dibuat?
“Hmm...tentu saja tidak Ratu. Kami kemari dengan penuh keyakinan akan fakta yang baru saja terkuak selama ini tentang Bella.
“Fakta...apa maksudmu?
“Ya...Bella...apakah kau pemilik dari gelang ini?
“Gelang itu...benar itu gelang milik peninggalan Ayahku!
“Kalau begitu dugaan kami benar...kau adalah Ella teman masa kecilku yang dulu sempat kami kira telah tiada.
“Ella? Aku...
“Jangan sembarangan kau Pangeran...apakah kau sekarang bermaksud mengadu domba aku dengan anakku sendiri! Pengawal husir mereka...
“Tunggu!
“Bella...kenapa kau menghentikan mereka. Apakah kau percaya yang barusan dia katakan...
“Tidak Ibu...aku percaya kalau aku anak Ibu...tapi aku hanya ingin sedikit mendengar cerita mengenai Bella itu. Pangeran bolehkah?
“Itulah semua hal yang ku ketahui tentang Ella! Dan setelah melihat gelang itu.. aku berpikir kau mungkin saja adalah Ella yang ternyata masih selamat dari kejadian itu...dan masih...
“Maaf Pangeran Zuma...aku sedikit tidak setuju dengan semua ceritamu itu...Bella adalah anakku...dan kalung itu mungkin hanya sama dengan miliki temanmu itu...lagipula bagaimana bisa seorang gadis masih selamat setelah terjun bebas kedalam arus sungai yang deras dengan hewan buas...itu mustahil! (ucap Ratu)
“Tidak Ratu...hanya ada dua gelang seperti ini dan itu adalah milikku dan Ella...dan itulah sebabnya aku kemari ingin membuat beberapa kesepakatan lagi untuk bisa membawa Bella tinggal di istana kerajaan Zuma..bukan sebagai Relawan tapi sebagai Putri terhormat dari tamu kerajaan kami.
“Apa?
“Benar Yang Mulia...kami hanya ingin memastikan kalau benar Bella itu bukan Ella yang kami maksud...(tambah Ran)
“Tidak! Aku tidak mengijinkan itu...
“Kami tahu...Ratu tidak akan mudah untuk setuju dengan niat kami ini...tapi kami berjanji akan memastikan keselamatan bagi Bella selama tinggal di istana Zuma...
“Hmm....mudah bagimu bicara dengan semua penghianatan kalian..jangan pikir hanya dengan iming-iming murahan kalian itu...kerajaan Ludo bisa tertipu untuk kedua kalinya.
“Ratu benar! Aku juga sudah tidak percaya lagi dengan orang-orang Zuma...(ucapnya sambil menatap Ran) sebaiknya kalian kembali karena aku tidak akan kembali menginjakkan kaki ku disana lagi bahkan jika yang kalian duga itu benar sekalipun...(kemudian masuk ke kamarnya)
“Putri...
“Sudah dengar kan? Bella saja sudah tidak mau kembali ke istana kalian...jadi jangan terlalu repot...pintu keluarnya terbuka lebar disebelah sana!
__ADS_1
“Ratu Tunggu...(cegah Zen kemudian berlutut) aku mohon...tolong bujuk Bella untuk ikut bersama kami!
“Pangeran...kenapa Pangeran berlutut merendah seperti ini! Ku mohon bangunlah Pangeran...kalau tidak harga diri Pangeran dan kerajaan akan..
“Jangan mencegahku Ran! Ini pertama kali aku berlutuh memohon kepada kerajaan musuh...
“Hm...kau benar-benar sangat menginginkan hal ini ya...aku sangat tersanjung dengan itu. Tapi sikapmu barusan sangat tidak pantas bagi seorang Panglima perkasa dari kerajaan terkuat seperti kerajaan Zuma...bangkitlah anak muda!
“Cinta dan ketulusan memang selalu menjadi alasan setiap orang buta terhadapnya...dan karena aku Ratu Ludo mengahargai kalian maka aku tidak akan membuat tujuanmu kemari sia-sia. (ucapnya dengan pengecualian) Tapi ada beberapa syaratnya yang mesti kalian penuhi..
“Sudah kuduga...Pangeran sebaiknya kita tidak menuruti keinginannya karena bisa jadi ia akan mengambil keuntungan dari niat baik kita ini...(saran Ran)
“Kau benar...aku memang ingin mengambil keuntungan dari ini...tapi itu hanya jika kalian bersedia...(katanya lalu pergi)
“Baiklah katakan apa sayarat-syaratnya itu...
Pangeran...
“Tapi syarat itu akan terpenuhi jika Bella benar-benar setuju dan ikut bersama kami. Bagaimana?
“Hmm....baiklah kalau begitu beri aku waktu tiga menit untuk itu. Dan sebelum itu kalian tunggulah disini..Pelayan....tolong layani mereka selama aku bicara dengan Bella...
“Baik Yang Mulia...silahkan tuan menunggu disebelah sana...
“Pangeran apa kau yakin? Bagaimana jika ia memberikan syarat yang sulit?
“Jika langkah ini bisa membawaku menemukan Ella kembali maka tidak ada pilihan lain...
Mereka pun digiring ke ruang tamu kerajaan untuk dijamu, sedangkan Ratu Ludo pergi ke kamarnya Bella untuk meyakinkannya sedang Bella dalam kesedihan melihat Ran yang cepat sekali sembuh dari luka hatinya tanpa merasa bersalah sedikit pun bahkan ia mendukung Pangeran Zen.
....***Bersambung....
*
*
*
*
*
*
Hai sobat Readers B&WP👋terimakasih telah mampir dan baca chapter ini ya😊 Kalau kalian suka sama ceritanya, jangan lupa tambahkan di list favorit kalian ya...biar bisa dapat notif setiap up chapter baru ok👌👍, dan dukung authornya dengan Like, vote dan comment ya temen-temen. Kenapa? karena dukungan kalian akan menjadi semangat untuk membuat karya yang lebih berkualitas***:)
__ADS_1