
Setalah pengumuman pemenang dan pemberian hadiah berupa bantuan dan kerjasama, kini tiba waktunya untuk para tamu undangan berpesta dan memeriahkan hari terakhir mereka di kerajaan Zuma. Malam itu semakin meriah ketika puluhan lampion dilepaskan ke langit dan menghiasi kegelapan seperti bintang-bintang.
[Di taman kerajaan]
“Kak ayo kita lepaskan! Satu...dua...tiga..Wah! (kata Leona tersenyum)
“Indahnya...(ucap Beauty)
“Aku harap kita masih bisa tetap disini meski hanya beberapa hari, hah baiklah...bagaimana pun besok kita akan kembali jadi mari nikmati pesta ini!
“Hmm....tentu!
“Hei! Siapa yang ingin minuman...kemari! (teriak seseorang)
“Kak...kakak mau minum?
“Boleh, kebetulan aku sangat haus!
“Baiklah aku akan mengambil dua gelas disana, kakak tunggu disini. Oke! (ucap Leona lalu pergi)
“Adikmu kelihatan sangat senang dan nyaman disini, bukan begitu? (kata Zen)
“Pangeran kau!
“Ada apa? Apakah aku tidak boleh berada disini dan berbicara dengan Panglima Leon si gadis Elang?
“Gadis Elang?
“Sama seperti kemampuan seekor Elang, mengamati kelemahan musuh dari kejauhan itulah sebutan untukmu!
“Hmm...jangan mencoba menghiburku karena aku tidak akan melupakan penghinaan mu itu!
“Jadi kau masih merasa begitu? Aku kira gadis sepertimu tidak mudah terpengaruh...tapi kau benar, aku seharusnya meminta maaf untuk itu. Tolong maafkan aku!
“Kau tidak perlu menundukkan kepalamu seperti itu Pangeran, karena aku harus berterimakasih kepadamu! Ya..., saranmu waktu itu benar-benar membantuku.
“Hmm...berati kita impas begitu?
“Ya...begitulah!
“Kakak...ini minumannya! Eh...Pangeran, kau disini?
“Hai...aku dengar namamu Leona? Apa kau merasa nyaman tinggal disini?
“Iya... sangat nyaman, bahkan aku hampir lupa rumahku hehehe...
“Hmm...sebenarnya kau dan kakakmu itu bisa tetap disini tapi hanya jika kalian menginginkannya!
“Benarkah?
“Tentu saja! Kami bahkan akan senang jika kalian mau tinggal beberapa hari lagi disini untuk berlatih bersama yah sekaligus juga mempererat kerjasama kerajaan kita tentunya!
“Wah...baiklah kalau begitu kami akan tetap disini..ya kan kak!
“Tunggu...kita sudah berjanji kepada Ayah dan Ibu untuk kembali!
“Eh iya ya, benar juga...yah!
“Kalian tidak usah khawatir, kami akan mengirim surat usulan kepada mereka mengenai hal itu lagipula mereka tidak akan menolak karena ini untuk kerjasama perdamaian bukan?
“Hei...bagaimana bisa kau mengatakan itu tanpa persetujuan dariku!
“Ayolah kak...sekali saja!
“Lihatlah adikmu...tidak bisakah sekali saja kau mengabulkan keinginannya itu?
__ADS_1
Beauty hanya bisa diam pasrah melihat adiknya itu, Pangeran Zen juga mendukung Leona jadi ia tidak memiliki pilihan lain selain menyetujuinya.
“Huff...baikalah tapi hanya untuk seminggu setelah itu kita kembali ke istana Leon. Oke!
“Oke! Yeah...terimakasih Pangeran..
“Sama-sama Putri!
“Dia ini, apa sebenarnya yang diinginkannya? (gumam Beauty agak kesal)
Selama beberapa hari, Putri Beauty dan Pangeran Zen berlatih bersama untuk mengukur kemampuan mereka dan selama itu juga sebuah perasaan mulai tumbuh.
“Sebaiknya kau lebih memperkuat lenganmu jika mengambil serangan jarak dekat seperti ini!
“Haa...(teriak beauty menyerang)
“Jika kau lengah maka otomatis kau juga akan membuka jalan untuk lawan menyerang seperti ini...(saran Pangeran lalu menyapu kaki Beauty hingga terjatuh ketangannya) Maaf! Apa kau tidak apa-apa?
“Tidak!
“Sebaiknya kau lebih fokus dengan gerak gerik lawan bukan hanya fokus pada serangannya!
“Hmm...
“Baiklah untuk latihan kali ini kita sampai disini dulu! Kau beristirahalah...(kata Pangeran lalu pergi)
“Kak...ini! (kata Leoan sambil memberi minuman)
“Terimakasih....hah...segar!
“Hmm...kakak terlihat sangat letih karena terus berlatih. Apa sebaiknya kita pulang saja?
“Iya kakak juga sangat ingin kembali ke istana tapi kita sudah berjanji kepada Raja Zedan kita akan menginap seminggu bukan?
“Maksudmu?
“Ih jangan pura-pura tidak tahu kak, aku bisa lihat dari cata kakak menatap matanya Pangeran! Kakak suka kan?
“Leona kamu ternyata diam-diam memperhatikan ya?
“Hehehe...tapi benar kan?
“Tentu saja....tidak!
“Ih kakak...jujur saja...aku tidak akan bilang ke oranglain! Aku janji...
“Jangan menggangu...
“Yah kakak...
“Sepertinya dia benar-benar bukanlah Ella! (gumam Pangeran yang mendengar) Tapi kenapa aku selalu merasa tenang berada disampingnya?
Pangeran sempat mendengar perbincangan Beauty dan adiknya tadi, Pangeran sebenarnya sudah mencari tahu tentang Beauty dari beberapa orang terdekatnya termasuk orang tua mereka yang saat itu dalam rapat ia menyelipkan beberapa pertanyaan tentang Beauty dengan alasan agar lebih mengenal sesama Panglima. Bahkan, Pangeran juga sesekali menyelipkan pertanyaan saat berbincang langsung dengan Beauty seperti masa kecilnya dan teman-teman yang berkesan untuknya sewaktu itu untuk memastikan.
“Dimana ya Ran? Aku harus membawa makanan ini sebelum dingin..
Bella sedang mencari Ran dan tiba-tiba saja tidak sengaja bertemu dengan pangeran.
“Eh maaf-maaf! Saya tidak sengaja...
“Tidak...tidak apa-apa! Nona sedang mencari apa di istana ini dan makanan itu...
“Oh ini Pangeran...saya membawa makanan untuk Ran...kalau boleh tahu Ran dimana?
“Bella! (teriak Ran)
__ADS_1
“Ran...aku mencarimu dari tadi! Ini makanannya...
“Eh iya...terimakasih!
“Oh...jadi ini gadis desa yang kau katakan waktu itu?
“Iya...Pangeran, dia sekarang menjadi relawan di rumah penampungan!
“Hm...Ran banyak cerita tentangmu, ini pertama kali kita bertemu bukan? Kalau begitu aku sangat berterimakasih atas tenaganya!
“Sama-sama Pangeran! (kata Bella)
“Kalau begitu aku pergi dulu, Ran ajaklah temanmu berkeliling!
“Baik Pangeran!
“Hmm...kenapa aku tidak gugup sama sekali ya? Seperti kami sudah lama kenal padahal ini pertama kalinya kami bertemu secara langsung...
“Mungkin saja kalian pernah bertemu sebelumnya hanya saja kalian tidak ingat?
“Benarkah?
“Hahaha...tentu saja tidak! Kau ini..., mana mungkin ada Pangeran yang mirip lalu kebetulan seperti itu...Sudahlah ayo kita pergi!
“Eh...pergi kemana?
“Nah sekarang kamu mulai lupa ya? Bukankah kita masih punya daftar keinginan yang belum terwujud?
“Oh iya...benar juga! Ayo...
[Di dalam Ruang Kamar]
“Ibu...ini sudah berapa lama? Dan aku belum dinobatkan sebagai Raja! Aku sudah melakukan apa perintah Ayah tapi kenapa lama sekali...
“Sstt....diamlah, bagaimana jika Ayahmu mendengarnya?
“Biarkan saja....lagipula aku sudah tidak peduli dengan semua ini!
“Jozen anakku... ingatlah, semua ini hanya masalah waktu! Mungkin saja Ayahmu masih belum terlalu yakin dengan ini, jadi Ibu minta tetaplah berusaha agar Ayahmu bisa benar-benar percaya kalau kau sudah siap untuk menjadi Raja yang sesungguhnya ya!
“Tapi sampai kapan!
Tiba-tiba Rollen datang mengajak Jozen keluar.
“Kak...ayo kita keluar! Disana banyak gadis-gadis cantik...
“Benarkah? Ayo...Ibu aku keluar dulu dah...
“Jozen ingatlah kata-kata Ibu..! Huff anak itu selalu saja bersikap kekanak-kanakan, bagaimana dia bisa cepat dinobatkan jika sikapnya saja tidak bisa ia ubah...hah! Penyihir sebenarnya dimana sekarang...ini susah berapa minggu dia belum kembali padahal ada sesuatu yang harus ku ceritakan padanya.
“Kak....kakak disana! (tunjuk Rollen)
“Hmm...ayo kita bermain sedikit!
[Situasi Leona]
“Wah memang kerajaan Zuma sangat indah...bahkan mereka punya banyak persenjataan lengkap. Keren!
“Bukan itu saja! Kami juga punya taman Bunga yang dipenuhi kupu-kupu benarkan Rollen...?
“Iya itu benar...disana juga ada sebuah sungai yang tentunya akan disuguhi pemandangan gunung dan langit terbenam sangat indah ketika sore hari!
“Benarkah Pangeran? (kata Leona, penasaran)
“Tentu saja, kami tidak berbohong! (ucap Jozen)
__ADS_1