Beauty And The Wolf Prince

Beauty And The Wolf Prince
Chapter 46


__ADS_3

“Bella....ini Ibu!


“Masuk saja...pintunya tidak dikunci..


“Hm...Bella anakku..


“Apa mereka sudah pergi bu?


“Belum sayang...mereka masih diluar.


“Lalu kenapa Ibu kemari...kenapa Ibu tidak menyuruh mereka pergi saja?


“Sudah...tapi mereka memberikan sebuah penawaran dan mereka...


“Dan itu sebabnya Ibu kemari? Apa Ibu berpikir aku ini barang yang bisa di tukar begitu...Ibu aku tidak ingin kesana, bukankah itu sudah jelas? Ibu kenapa sekarang malah mendukung mereka...


“Ibu tidak mencoba mendukung mereka bahkan berpikir apapun yang kau pikirkan sekarang itu sama sekali bukanlah keinginan Ibu. Tapi anakku Ibu berpikir bahwa penawaran yang mereka ajukan bisa kita manfaatkan untuk balas dendam...bagaimana?


“Balas dendam? Ibu...itu bukanlah hal yang baik menurutku lalu kenapa Ibu ingin aku melakukannya dengan memanfaatkan situasiku...lagi-lagi Ibu bersikap egois...


“Dengarkanlah! Anakku kau adalah anak satu-satunya yang aku miliki, Ibu tidak bersikap egois tapi Ibu hanya melakukan apa yang diperintahkan Ayahmu sebelum tiada!


“Apa?


“Ya...ayahmu Raja Ludo sebelum pergi ke arena perang yang merenggut nyawanya dahulu telah berpesan kepada Ibu agar ketika ia harus kehilangan nyawa ia tidak ingin mati sia-sia begitu saja. Maka untuk mewujudkan permintaan terakhir ayahmu itu kita harus membalas dendam agar jiwanya tenang Nak!


“Ayah pernah mengatakan itu tapi kenapa Ibu tidak pernah memberi tahu sebelumnya?


“Karena Ibu tahu...kau tidak akan mudah melakukanya. Kau butuh proses agar bisa mengerti semua hal maka dari itu Ibu baru mengatakannya sekarang...


“Hm...baiklah kalau begitu...aku akan melakukannya!


“Tapi Ibu tidak yakin apakah kau akan sanggup menuntaskan misi yang satu ini!


“Ibu...aku juga tidak yakin tapi aku berjanji tidak akan membuat jiwa Ayah kecewa dan tidak tenang...Ibu sudah bersusah payah merawatku sampai sebesar ini maka aku juga akan melakukan pengorbanan untuk membalas semua jasa-jasa Ibu selama ini...


“Terimakasih sayang...terimakasih...


“Aku yang harusnya berterimakasih. Dan aku juga minta maaf jika selama ini aku hanya membuat Ibu repot...cemas dan...


“Sst...jangan katakan itu...kau adalah anakku satu-satunya yang kumiliki...aku berharap banyak dari dirimu maka Ibu bergantung padamu saat ini.


“Iya...(balas Bella dengan senyum tipis) setidaknya aku juga bisa lebih dekat dengan Ran untuk meminta penjelasannya.(gumamnya)


Setelah mengambil keputusan, Ratu dan Bella kemudian menemui Pangeran Zen dan Ran yang sejak tadi menunggu diluar ruang tamu mereka.


“Kami telah berbincang dan mendapatkan keputusan mengenai tawaran kalian. Dan Bella juga sudah setuju akan ikut ke istana Zuma...


“Benarkah? Syukur jika begitu...(ucap Zen)


“Tapi apakah kau menerimanya tanpa paksaan apapun? (Ran memastikan)

__ADS_1


“Hanya jika kerajaan Zuma memenuhi syarat yang akan kami berikan.


“Baiklah...apa syaratnya? (ucap Zen)


“Syaratnya tidak banyak...yang pertama, kerajaan Zuma harus membuka kembali kerjasama antara kerajaan terutama dibidang perdagangan. Kedua...kami minta pembebasan terhadap para tahanan kami. Dan yang terakhir...Panglima Hugo akan ikut untuk memastikan keamananku selama disana...Bagaimana?


“Apa...? Pangeran...sebaiknya pangeran tidak memberikan kelonggaran untuk kerjasama ini...karena itu mungkin akan kembali menimbulkan konflik bagi rakyat kita terlebih jika menimbulkan pemberontakan yang tidak diperkirakan jumlahnya.


“Kalian tidak usah khawatir...kami akan memastikan itu tidak terjadi lagi kali ini...(yakin Ratu)


“Baiklah kalau begitu kami menerima persyaratan itu.


“Tapi Pangeran...Raja belum...


“Jangan khawatir...aku akan meyakinkan Raja Zedan...dia pasti akan mengerti!


“Baiklah kalau begitu Pangeran aku akan segera bersiap-siap...(ucap Bella lalu segera mengemas barangnya)


[Situasi Beauty]


“Selamat datang kembali Panglima Elang dari kerajaan selatan...(ucapnya dengan sebutan)


“Terimakasih atas sambutan Yang Mulia...sungguh kehormatan Yang Mulia menerima kunjungan kami disini!


“Kau tidak perlu meminta izinku untuk itu Panglima...sebagai tamu kehormatan kau berhak berkunjung bahkan menginap kapanpun kau inginkan.


“Hm...kalau begitu bolehkan Raja? (ucap Leona)


“Tentu saja Putri...


“Terimakasih Yang Mulia...Oh iya...dimana Pangeran Zen dan Panglima Ran?


“Katanya mereka sedang melakukan sebuah tugas mendadak...Ah itu mereka telah kembali...


Tidak lama kedatangan Beauty dan Leona, Pangeran Zen dan Panglima Ran pun juga telah kembali namun tidak dengan hal yang sia-sia. Pandangan Beauty terarah ke Pangeran tanpa berkedip disepanjang Langkahnya memasuki istana. Namun seketika pandangan itu terusik dengan kehadiran seorang wanita yang ia kenal berubah versi menjadi Putri cantik yang siapa saja bisa jatuh cinta seketika.


“Salam Yang Mulia Raja!


“Salam...siapakah gadis cantik yang ada dibelakangmu itu wahai anakku?


“Maafkan saya Ayah...karena tidak memberi tahu sebelumnya. Dia adalah Bella...Putri dari kerajaan Ludo!


“Apa?


“Benar Ayah...tugas mendadak yang aku maksud adalah membawa teman lamaku kembali..


“Apa maksudmu...kau tahu kalau istana kerajaan Zuma tidak mau lagi berurusan dengan kerajaan Ludo tapi kau...


“Tolong dengarkan penjelasanku dulu Ayah...


Ran kemudian menjelaskan tentang maksudnya tersebut termasuk persyaratannya. Beauty yang ada diruangan menyimaknya juga ikut kecewa mendengarnya namun ia tidak bisa menunjukkannya secara langsung.

__ADS_1


“Benar Ayah...oleh karenanya aku ingin meminta persetujuan Ayah!


“Hm...aku tidak bisa menuduh maupun menyalahkan siapapun karena ini adalah keputusanmu sebagai Panglima. Aku yakin aaoun itu kau pasti telah memikirkannya dengan matang, dan kau juga sudah dewasa kau berhak untuk memilih Nak! Hanya saja Ayah meminta kau untuk tetap menjaga kedamaian meski perbatasan akan dibuka untuk mereka lagi.


“Terimakasih Ayah...aku berjanji untuk itu!


“Hmm...Baiklah kalau begitu...Pelayan tolong kau layani para tamu kita dan bawa mereka untuk beristirahat.


“Baik Yang Mulia....mari..


“Putri Beauty...maaf tidak menyambutmu, selamat datang kembali!


“Hm...terimakasih..


“Kalau boleh tahu ada urusan apa sehingga kalian tiba-tiba kemari?


“Itu...kami sedang ingin bertamu...katanya kakakku rindu...! (ungkap Leona)


“Leona...! Eh...mm...maksudnya Leona...kami teringat dengan keindahan alam dikerajaan Zuma oleh karena kami mampir sebentar.


“Oh...kalau begitu mari ku antar


“Eh...tidak usah biar kami saja bersama Pengawal..kau mungkin akan sibuk setelah Bella kemari!


“Hmm...tentu saja tidak. Lagipula kita memang sudah sudah lama tidak bertemu dan berbincang-bincang mengenai kemampuan kita. Sepertinya kau terlihat memiliki perubahan sekarang?


“Oh ini...ah...aku baru saja mencoba gaun milik ibuku...katanya sudah tak terpakai jadi...


“Tapi kau cukup cantik mengenakannya...seharusnya kau setiap hari berdandan seperti ini bukan hanya terus memakai seragam bersenjata...


“Hehehe...yah begitulah...kakakku terlalu sibuk dengan tugasnya sebagai Panglima hingga bahkan lupa bagaimana cara berdandan sebagai seorang Putri. Aku jadi khawatir Pangeran mana yang akan menikahinya nanti! (ungkap Leona)


“Leona...kau...


“Lihatlah Raja...dia juga galak kan?


“Hahaha...kau ini bisa saja...(semua orang pun tertawa termasuk Bella yang sangat terpesona dengan senyuman Zen untuk pertama kalinya)


....***Bersambung....


*


*


*


*


*


*

__ADS_1


Hai sobat Readers B&WP👋terimakasih telah mampir dan baca chapter ini ya😊 Kalau kalian suka sama ceritanya, jangan lupa tambahkan di list favorit kalian ya...biar bisa dapat notif setiap up chapter baru ok👌👍, dan dukung authornya dengan Like, vote dan comment ya temen-temen. Kenapa? karena dukungan kalian akan menjadi semangat untuk membuat karya yang lebih berkualitas***:)


__ADS_2