Beauty And The Wolf Prince

Beauty And The Wolf Prince
Chapter 49


__ADS_3

“Terimakasih! (ucap Zen spontan memeluk Bella) Maaf...(seketika melepaskan) aku tadi tidak bermaksud untuk...


“Tidak apa-apa, aku bisa mengerti rasa rindu memang sulit untuk ditahan...tapi ingatlah Pangeran, kepercayaan akan mudah hancur dengan satu kesalahan. Dan sekarang aku masih percaya kalau kau tak seburuk yang ibuku katakan...


“Aku tahu...terimakasih telah mengingatkanku...


“kalau begitu aku ke kamarku!


“Tunggu...(cegah lalu berbalik dengan senyuman) selamat malam...Putri!


“....(hanya berbalik membalas senyuman Zen lalu pergi)


Selama perbincangan mereka itu, Hugo yang sejak tadi mengawasi merasa geram dan cemburu melihat Bella sang pujaannya dekat dengan orang lain yang sebenarnya adalah musuh baginya.


“Aish...berani sekali dia memeluk putri begitu saja...kalau bukan karena perintah Ratu, aku mungkin sudah memotong tangan modus itu. (sambil menggulung jari tangannya karena kesal)


Sedangkan Ran sendiri tidak ingin membuat dirinya terhanyut dengan persaannya itu hingga ia tak ingin melihat mereka berduaan dan memutuskan untuk sendirian di kegelapan malam sambil melihat bulan purnama.


“Kenapa harus aku yang mengalami hal semacam ini, bahkan aku sudah berusaha keras untuk melupakannya namun tetap saja rasa sakit dan kecewa masih membekas didada ini (gumamnya) Bella...


“Ran...(ucap Bella di depan jendela kamarnya, sambil melihat bulan purnama)


[Ke esokan harinya]


“Kita harus kemana dulu ya hari ini? (bincang Leona)


“Eh iya ya...(ucap Beauty)


“Selamat pagi tuan Putri!


“Pangeran Zen...selamat pagi! (jawab Leona) Wah Pangeran bangun sepagi ini mau kemana?


“Hahaha...iya ini aku akan pergi bersama Bella. Kalian sendiri?


“Oh itu...


“Kami akan berlatih hari ini...


“Loh...kak katanya tadi mau keluar?


“Maaf aku tidak bisa menemanimu berlatih hari ini...tapi Ran bisa...kalau mau aku akan...


“Tidak apa-apa...Lagipula ada banyak prajurit disini untuk berlatih hehehe...


“Hmm...baiklah, kalau begitu aku keluar dulu...


“Sampai jumpa Pangeran...(ucap Leona)


“Apa kau sudah siap? (tanya Zen ke Bella)


“Hmm...


“Mari...(sambil berjalan bersama)


“Mereka terlihat sangat serasi....


“Yah...itu benar tapi menurutku Pangeran lebih cocok lagi jika bersama kakak!


“Apa...aku. Tidak mungkin!


“Ah jangan merasa rendah begitu kak, lagipula kau lebih cantik dari pada sahabatnya itu. Serius!


“Kau ini...jangan mulai lagi. Apakah kau tidak lihat, Pangeran begitu bersemangat ketika berbicara dengan Bella!


“Iya...tapi hanya karena dia sahabat sekaligus cinta pertamanya Pangeran, eh...maksudku mantan cinta pertamanya..., itu bukan berarti kakak tidak punya kesempatan bukan?

__ADS_1


“Sudahlah...aku tidak ingin berbicara denganmu lagi. Aku harus berlatih sekarang...


“Kakak duluan saja, aku masih ingin berkeliling sebentar...


“Tidak...aku tidak akan mengijinkanmu lagi. Bagaimana kalau kau menghilang lagi?


“Ya ampun...kakakku ini. Aku kan sudah berjanji padamu semalam, lagipula aku sudah dewasa sekarang jadi tolong perlakukan aku selayaknya umurku!


“Benarkah? Tapi kakak merasa kalau kamu itu masih sama seperti dulu...nakal dan juga cerewet...(mencubit pipi Leona)


“Aw...ih kakak...sakit tau...


“Baiklah...kalau begitu aku mengijinkanmu pergi hanya jika kau bersama seorang pengawal terpercaya...yah setidaknya untuk berjaga-jaga!


“Huff...iya...(melihat Hugo lewat) Hm...bagaimana kalau dengannya saja?


“Panglima kerajaan Ludo?


“Boleh kan kak?


“Hmm....


“Ayolah...kakak kan tahu dia baik padaku?


Singkat cerita Leona berhasil meyakinkan kakaknya, dan Beauty pun menitipkan pesan kepada Hugo untuk menjaga adiknya. Sebenarnya Hugo berencana untuk menyusul Bella dan Zen, namun Leona yang memberitahu untuk tidak menggangu itu seketika membuat Hugo setuju untuk menemaninnya berkeliling.


“Sudah Lama tidak bertemu...bagaimana kabar Panglima?


“Baik...bagaimana denganmu?


“Seperti yang kau lihat hehehe...oh iya lalu bagaimana dengan keadaan Ratu Moorim?


“Yah begitulah...Ratu mungkin sedang sibuk sekarang apalagi setelah kesepakatan baru itu.


“Mengenai itu...


Perbincangan Para perwakilan Raja semalam diruang Rapat kerajaan mengenai kesepakatan baru yang mendadak serta alasan atas diterimanya kedatangan Putri Bella dan Panglima kerajaan Ludo telah membuat sedikit pertentangan yang berujung pada ketidaksetujuan beberapa Raja-Raja karena keputusan Raja Zedan yang tiba-tiba tanpa konfirmasi terlebih dahulu. Namun, Raja dan Pangeran Zen memaklumi itu dan berusaha mengambil langkah bijak dengan meyakinkan mereka kalau kerajaan Ludo tidak akan berbuat hal yang sama dan mengatakan tidak akan menyangkutkan kepentingannya itu terhadap Kerajaan lain sehingga kesepakatannya hanya berlaku diantara Kerajaan Ludo dan Zuma saja. Mendengarnya, kerajaan lain sedikit lega meski tidak sepenuhnya menerima mengingat sejarah di masa lalu, dan sebagai ketua umum organisasi perdamaian kerajaan Zuma pun siap mengambil tanggungjawab besar terhadap risiko apapun yang mungkin terjadi kedepannya.


“Baiklah kalau itu tetap menjadi keputusan kerajaan Zuma, tapi kerajaan kami hanya mengingatkan bahwa kami mungkin saja tidak bisa membantu jika kedepannya ini akan bermasalah. (ucap seorang


“Kalian tenang saja, sepenuhnya ini adalah urusan kerajaan kami dan kerajaan Ludo...jadi kalian tidak perlu ikut campur bilasaja ini memang akan berdampak buruk kedepannya.


[Kembali ke situasi]


“Oh jadi begitu ya...rumit juga jika memikirkan urusan politik kerajaan. Untungnya kerajaan kami bukan termasuk golongan terbesar hehehe...


“Hmm....kau ini, tentu saja itu rumit bagi gadis kecil yang belum mengerti apapun...


“Apa?


“Hehehe...tidak...tidak ada!


“Huff...kenapa semua orang selalu saja menganggapku anak kecil padahal aku sudah berusia 18 tahun. Hah...kan aku jadi kesal...


“Benarkah? Tapi kau terlihat lebih imut jika sedang kesal begitu...jadi mau mencubitmu hahaha....


“Ah...kau sama saja dengan kakakku. Ku kira akan dihibur...huff


“Hehehe....kalau begitu maafkan aku tuan Putri...


“Hmm...sebagai hukumannya kau harus mengantarku ke festival hari ini...


“Sesuai perintah! (sambil menunduk hormat)


“Hahaha...(kemudian tertawa bersama)

__ADS_1


[Situasi Zen dan Bella]


“Kenapa kau mengajakku ke makam?


“Hm...kau liat dua makam didepan kita ini?


“Iya...memangnya mereka siapa?


“Mereka adalah makan Ayah dan Ibumu!


“Apa?


“Mereka meninggal seminggu setelah kau dinyatakan meninggal, mereka shok dan jatuh sakit..


“Ayah dan Ibuku? (kemudian jongkok untuk melihat dari dekat) meski aku belum bisa mengingat apapun...tapi aku menghargai jasa kalian yang telah merawatku dengan kasih sayang...terimakasih...(mengelus batu nisan)


“Baiklah...sekarang ayo kita ke tempat selanjutnya?


“Hah...kemana lagi?


[Disisi lainnya]


“Selamat datang Boss....(sambut seorang Pria kekar) sudah lama tidak bertemu...bagaimana kabar anda?


“Jangan terlalu banyak basa-basi...katakan dimana Roger...


“Dia ada didalam...


Tanpa berbincang lama, ia langsung masuk ke dalam rumah kosong tua yang merupakan markas besar para pemberontak dan pembunuh bayaran.


“Hei...hei...siapakah yang masuk tanpa izin...eh...Boss rupanya...wah, sungguh mengejutkan kau sampai kemari, kau pasti sudah melewati perjalanan yang sangat melelahkan...ayo duduklah...hahaha. Sekarang katakan, bantuan apakah yang kau butuhkan kali ini...(sambut Roger, ketua markas)


“Aku minta kau mengumpulkan seluruh anggotamu dari setiap kerajaan mulai sekarang...karena kita akan melakukan perlawanan yang sesugguhnya.


“Apakah kau yakin kita akan berhasil mengalahkan mereka?


“Tidak sekarang tapi akan...oleh karenanya kita harus mempersiapkan segalanya. Aku juga masih membutuhkan beberapa waktu untuk memulihkan tenaga dan mengumpulkan kekuatan untuk membantu pasukan kita nantinya..


“Hmm....ku kira kau cukup kuat melakukannya sendiri...tapi tidak apa, karena kita sudah bekerjasama sejak lama.


“Heh...kau tidak usah sok baik. Ini...ambillah...(melemparkan sekantung besar koin emas) Sisanya ada dipeti itu...


Dua orang temannya pun mengangkut sebuah peti yang didalamnya terdapat banyak benda berharga bahkan berlian termahal pun juga tertimbun.


“Hehehe...baiklah...aku akan mengumpulkan mereka dalam seminggu.Tapi untuk melatih mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama bagi mereka kecuali para petarung yang memang sudah mahir....


“Kau tidak perlu terburu-buru, karena kita punya banyak waktu untuk itu, sementara aku akan mempermudahnya dengan melumpuhkan musuh dari dalam. Kau hanya perlu mempersiapkan segalanya dan menunggu aba-abaku...


“Setuju...senang berbisnis denganmu... Penyihir.


....Bersambung....


*


*


*


*


*


*


Hai sobat Readers B&WP👋terimakasih telah mampir dan baca chapter ini ya😊 Kalau kalian suka sama ceritanya, jangan lupa tambahkan di list favorit kalian ya...biar bisa dapat notif setiap up chapter baru ok👌👍, dan dukung authornya dengan Like, vote dan comment ya temen-temen. Kenapa? karena dukungan kalian akan menjadi semangat untuk membuat karya yang lebih berkualitas:)

__ADS_1


__ADS_2