
"Pangeran aku menemukan sebuah kayu yang cukup panjang!
"Panglima aku juga sudah menemukan sebuah tali dari akar pohon...ini!
"Baiklah kalau begitu segera lemparkan kepada mereka!
"Baik!
"Ayo semuanya, dalam hitungan...1,2,3...tarik!
"1,2,3 tarik!
Mereka saling membantu sama lain agar dapat menarik para prajurit ke atas. Satu demi satu mereka dapat diselamatkan meski tiga diantara mereka telah menjadi korban.
"Syukurlah, kita masih bisa selamat!
"Iya, yang tadi itu hampir saja membuat kita semua terhisap! Pangeran, Panglima dan semuanya terimakasih.
"Benar! kalau kami lebih berhati-hati mungkin ini tidak akan terjadi!
"Sudah tidak apa-apa, yang penting kalian masih bisa selamat. sekarang kita harus melanjutkan perjalanan karena hari sebentar lagi sudah mulai gelap!
Setelah berjalan seharian, malam pun tiba. Mereka akhirnya dapat beristirahat setelah berhasil keluar dari wilayah yang berbahaya itu. Sungguh petualangan yang melelahkan, semua ketegangan mereka akhirnya dapat terlewati namun bukan berarti mereka sudah berhasil karena pertarungan yang sebenarnya sedang menanti mereka.
"Malam ini kita sudah bisa tidur dengan tenang, karena kita sudah keluar dari hutan tapi besok ada sebuah pertarungan besar yang akan kita hadapi. Jadi sebaiknya kalian beristirahat dan memulihkan tenaga kalian karena lawan kita ini bukanlah lawan yang biasa.
"Panglima Yuu, sebenarnya siapa sebenarnya pemberontak ini? dan... dari mana mereka berasal?
"Benar! tolong beritahu kami...
"Aku tahu kalian akan mempertanyakan ini..., sebenarnya aku juga tidak tahu mereka adalah siapa!
"Apa? Tapi bukankah kau telah berhasil lolos dari mereka! (tanya Ran, penasaran)
"Bukan berhasil tapi bisa di bilang aku hanya beruntung dapat selamat dari mereka!
"Maksudnya?
"Aku belum sempat bertarung dengan mereka saat itu.
"Apa? (terkejut mereka semua)
"Ya, sebenarnya saat itu aku dan Pasukan gabungan telah berada dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk menyerang, karena kebanyakan dari kami hanya sedikit yang tersisa setelah melewati rintangan di dalam hutan. Aku memutuskan untuk menyerah dan mengajak Pasukan kami yang tersisa untuk kembali tapi mereka tetap ingin menyelesaikan misi hingga akhirnya mereka bertarung sendiri.
__ADS_1
"Itu artinya kau...
"Ya benar Pangeran, aku kabur dari tanggung jawabku sebagai pemimpin mereka! Aku berlari sejauh dan secepat yang ku bisa untuk menyelamatkan hidupku sendiri, hingga aku menemukan jalan keluar. Ran..., Yang kau katakan saat di danau itu benar. Aku memang orang yang egois.
"Panglima..., jadi itu sebabnya kau ingin ambil bagian dari misi kedua ini? (Kata Ran)
"Ya, untuk menebus kesalahanku saat itu. Aku menunggu kesempatan ini dengan harapan bisa membuat strategi yang matang untuk kita semua menang namun nyatanya aku hanya membuat mereka semua mati begitu saja. Aku sudah berusaha semampuku untuk membuat kita semua selamat namun takdir telah berkata lain. Aku sangat malu dan menyesal..., aku tidak tahu harus berkata apa lagi selain meminta maaf kepada kalian semua. (kata Panglima menangis)
(sambil menepuk pundak Panglima) "Aku tahu Panglima melakukan ini untuk kebaikan kami semua. Dan aku percaya panglima adalah pemimpin yang bertanggung jawab!
"Ran!
"Iya benar Panglima, meski Pasukan kita tersisa sedikit tapi jika dengan semangat kita untuk bersatu maka apapun itu pasti dapat kita taklukkan bersama-sama!
"Pangeran!
"Benar panglima Yuu, kami semua tidak bisa sampai sejauh ini jika bukan karena bimbinganmu!
"Hmm..., kau adalah pemimpin sekaligus pemandu kami. Ketegasan Panglima membuat nyali kami untuk maju semakin kuat.
Semua orang memberikan semangat dan dukungan untuk Panglima Yuu. Seketika haru mulai terasa yang membuat panglima semakin bertekad untuk menyelesaikan misi dan tujuan mereka.
"Terimakasih atas dukungan kalian, mari kita menangkan pertarungan ini bersama-sama!
"Baik!
"Indah sekali langit malam hari ini, benarkan panglima!
"Benar pangeran! Aku yakin ini adalah pertanda baik untuk kita.
"Hmm...., lihat itu...ada bintang jatuh! (Kata Pangeran sambil menunjuk)
"Ini benar-benar menakjubkan, baru pertama kali aku melihat bintang jatuh dengan jelas! (ungkap Panglima Yuu)
"Benarkah?
"Kata orang bintang jatuh itu sangat langkah dan tidak semua orang beruntung bisa melihatnya secara langsung seperti ini. Orang dahulu percaya bahwa apapun permintaan dan harapan kita akan terkabul saat melihat bintang yang jatuh!
(tersenyum) "Apakah Panglima mempercayainya juga?
"Hmm...,tidak juga tapi itu kepercayaan mereka! (sambil melihat langit)
__ADS_1
(memandang bintang lalu bergumam dalam hati) "Jika memang benar seperti itu, maka aku harap bisa bertemu dengan Ella lagi!
Disisi lain, Ran yang juga masih terjaga itu sedang duduk berbincang di dekat api unggun dengan salah seorang Prajurit kerajaan lain yang telah meremehkan Ran waktu itu bersama temannya Jason yang kini telah menjadi korban saat melintasi danau kematian.
"Ran! (kata Prajurit itu)
"Hei! kau mengapa kau belum tidur Prajurit?
"Aku tidak bisa tidur! Bolehkah aku membantumu berjaga malam ini? (Kata Prajurit itu)
"Hmm..., tentu saja!
(Sambil duduk disebelah Ran) "Mm..., aku ingin berterimakasih!
"Hah? berterimakasih untuk apa?
"Karena telah menyelamatkanku dari kadal raksasa pagi tadi!
(hanya tersenyum) "Kau tidak perlu sungkan begitu, kita ini sesama prajurit disini jadi saling membantu itu adalah keharusan bagi kita!
"Ya, kau benar! Tapi aku juga ingin meminta maaf karena sudah meremehkanmu waktu itu, Kau sangat baik bahkan meski kau tahu aku telah mengatakan hal serendah itu tampa melihat diriku sendiri. Kematian sahabatku Jason mungkin adalah akibat dari kesalahanku dan aku tidak tahu harus berkata apalagi aku sangat malu di hadapanmu saat ini. Tolong maafkanlah aku Ran!
(menepuk pundak) "Hei ayolah, hentikan itu! Ini semua bukan salahmu dan bukan salah siapa-siapa, jadi berhentilah menyalahkan diri sendiri.
"Jadi apakah kau akan memaafkan aku Ran?
"Kau sudah mengakui kesalahanmu dan meminta maaf meskipun itu bukanlah masalah besar bagiku. jadi aku tidak punya alasan untuk tidak menerimanya bukan?
"Benarkah?
"Tapi lain kali cobalah untuk tidak memandang rendah orang lain sebelum mengenalnya terlebih dahulu ya!
"Hmm..., baik!...., Ohhiya...kau kelihatannya sangat mahir dalam memanah bahkan kau bisa tepat sasaran dengan satu kali serangan. Kau belajar dimana?
"Kalau soal itu, aku memang sudah sejak kecil tertarik dengan tehnik panah memanah jadi aku sering sekali mengajak ayahku untuk mengajariku saat ia belum sesibuk menjadi Panglima waktu itu.
"Oh begitu! pantas saja, kau lebih hebat dari kelihatannya.
"Ah...jangan memujiku seperti itu! (kata Ran lalu tertawa bersama)
[Hari Kedua]
Keesokan harinya mereka menuju ke desa tempat para pemberontak melakukan penyanderaan terhadap penduduk itu. Lokasinya tidak jauh dari tempat mereka beristirahat tadi malam.
__ADS_1