
Pangeran Zen kemudian menjelaskan beberapa kesepakatan yang tinggal menunggu persetujuan Ratu Ludo itu. Diantara kesepakatan-kesepakatan yang diajukan didalamnya juga terdapat aturan resmi seperti :
1) Tidak akan pernah lagi menyusup dengan atau tanpa alasan jelas dan bila itu harus dilakukan tetap diwajibkan melapor dan meminta izin dengan Pengawas diperbatasan.
2) Membebaskan wilayah suku desa yang ada didalam hutan untuk tidak direbut ataupun diambil paksa demi kedamaian bersama, terutama jika itu hanya untuk perluasan wilayah.
3) Sebagai gantinya kerajaan Zuma akan memberikan separuh wilayah subur mereka kepada kerajaan Ludo.
4) Mencabut hukuman atas penahan Ran dan Putri Leona dan mengembalikan Putri Bella tanpa sanksi apapun juga.
Empat kesepakatan utama yang diajukan itu cukup menjanjikan untuk kerajaan Ludo, sehingga dengan penuh pertimbangan bersama para penasehat dan Panglima kepercayaannya ia pun menyetujui kesepakatan dan sebagai bukti resmi kedua kerajaan menandatangani kertas perjanjian dengan cap darah ditangan mereka.
“Sebenarnya ada satu hal lagi yang kami inginkan sebelum menandatangani perjanjian resmi ini. (tambah Ratu Ludo)
“Apa itu...? (tanya Zen)
Ketegangan sepertinya mulai mendingin, dengan tanpa pertarungan yang memakan korban sesuai niat dan saran yang diberikan Ayahnya. Pangeran beserta Pasukan kembali tanpa merasa menang ataupun kalah yang menandakan musyawarah mereka berhasil terlaksana meski satu hal lagi yang belum Pangeran Zen tepati yaitu mengenai pemulangan kembali anak Ratu yang kabur yang tidak lain adalah Putri Bella sendiri yang sampai sekarang masih berada di kerajaan Zuma.
Sebenarnya kesepakatan yang satu ini memerlukan waktu karena Pangeran mengerti hubungan yang terjalin antara Ran dan Bella sangat dekat belum lagi mereka masih belum percaya kalau Bella adalah anak dari Ratu Ludo sehingga mereka harus membuktikan terlebih dahulu sebelum benar-benar memulangkan Bella yang diketahui mereka hanyalah seorang gadis biasa, anak dari keluarga korban peperangan di masa lalu dahulu. Dan dengan tambahan kesepakatan itu, mereka diberi waktu tiga hari untuk membuktikan sendiri sebelum akhirnya menyerahkan Bella.
[Tiga hari kemudian]
Singkat cerita, Bella sangat bersyukur dan bahagia karena orang yang ia tunggu pulang dengan keadaan baik-baik saja. Meski sikap Ran sangat dingin belakangan ini karena masih terngiang-ngiang ditelinga mengenai bisikan Ratu Ludo waktu itu. Yang mengatakan bahwa untuk membuktikannya sendiri ia bisa menunjukkan gelang milik Bella yang ia temukan saat itu. Lama berpikir dan menunggu waktu yang tepat sambil melihat batas waktu perjanjian yang diberikan, kini tibalah waktu untuk Ran membuktikan sendiri hal itu.
“Pangeran...!(ucap Ran dengan nada sedikit cemas)
“Ingatlah Ran! ini hari terakhir kita. Jadi aku mohon apapun jawabannya kau harus tetap tegar ya! (ucap Pangeran Zen)
“Baiklah...
Dengan melangkah tapi pasti ia menemui Bella yang sudah dari tadi menunggu sesuai waktu dan tempat yang dijanjikan sebelumnya. Ditaman kerajaan dari kejauhan terlihat Bella yang sudah berdandan cantik karena mengira Ran akan menyatakan cinta dan Bella juga akan jujur dengan perasaannya saat itu juga. Namun semua itu mungkin akan menjadi mimpi indah untuknya karena faktanya Ran akan meminta pengakuan langsung darinya mengenai asal usul dan alasannya berbohong selama ini.
“Maaf membuatmu menunggu! Kau pasti sudah ada disini dari tadi?
“Eh...Ran! Tidak...tidak masalah aku bahkan bisa menunggu selama mungkin demi bertemu kamu.
“Hm...baiklah ayo!
Ran kemudian mengajak Bella ke suatu tempat untuk berdansa. Dan ternyata hal tersebut juga menjadi salah satu impian terbesar dalam hidup Bella yang tidak sempat ia catat dibuku daftar keinginannya. Ditemani dengan deretan bunga warna-warni disertai pemandangan indah disore hari seakan menambah kesan romantis bagi setiap pasangan muda.
“Kau tahu Ran?
__ADS_1
“Hmm...
“Ini adalah salah satu impian terbesar dalam hidupku?
“Benarkah?
“Ya...berdansa bersama Pangeran tampan sepertimu adalah hal yang paling tak terlupakan dalam hidupku.
“Kalau begitu mari kita buat ini seperti hari terakhir kita bertemu!
“Apa?
“Maksudku aku ingin menanyakan suatu hal!
“Oh ya? Kalau begitu kita sama, aku juga ingin mengatakan suatu hal!
“Kalau begitu katakanlah!
“Tidak disini...ayo...(ajak Bella ke danau melihat pemandangan matahari terbenam di antara gunung didekat istana Zuma)
“Eh mau kemana...
Bella menarik tangan Ran sampai tiba ditempat tersebut. Ran hanya mengikut sambil bergumam dan berharap kalau hari ini bukanlah hari terakhir mereka bertemu. Dan benar saja itu mungkin akan menjadi momen bahagia sekaligus momen menyedihkan untuk dikenang karena sebentar lagi itu akan menjadi kenangan terakhir di memori mereka sebelum akhirnya berpisah.
“Asalkan kau tahu Bella...aku benar-benar tidak ingin kau pergi menjauh dariku. Bahkan jika bisa aku ingin terus berada disisimu melindungi dan membantumu setiap kali kau butuh. Namun apalah dayaku aku harus tetap melakukan ini...(gumamnya)
“Andai kau tahu Ran...aku sebenarnya telah jatuh cinta kepadamu. Hanya saja aku harus berbohong untuk bisa tetap berada disisimu...akankah kau masih mau menerimaku dan akan memaafkanku meski tahu yang sebenarnya? (gumamnya)
“Oh iya...tadi kamu bilang ingin mengatakan sesuatu? Sesuatu apa...?
“Itu...aku tadi ingin mengatakan kalau aku itu...aduh...kalau aku bilang sekarang mungkin akan merusak suasana romantis ini! Bilang sekarang tidak ya? (seketika berpikir)
“Bella...hei! Kok melamun...
“Eh maaf...aku bilang apa barusan?
“Tadi kamu ingin mengatakan kalau kamu itu....apa?
“Oh iya...itu aku hanya ingin mengatakan kalau aku sangat merindukanmu selama kau pergi aku terus saja bermimpi...
“Oh jadi kamu mengajakku kemari hanya untuk mengatakan itu? Aku kira ada hal penting lain yang ingin kau sampaikan...
__ADS_1
“Hehehe iya...maaf...mm...tadi kamu juga bilang mau menanyakan sesuatu? Mau tanya apa?
“Itu...mm..
“Hah?
“Iya...itu sebenarnya aku mau tanya tapi kamu harus janji akan jujur ya!
“Iya...memang kamu mau tanya apa? Aku jadi penasaran loh...
Bella terlihat tidak sabar menanti serta berharap Ran akan menyatakan cinta untuk kedua kalinya dan Bella juga sudah tak tahan ingin mengungkapkan ya untuk pertamakalinya agar mereka bisa menjalin hubungan lebih serius kali ini bukan lagi sebatas teman dekat.
Ran yang dengan keraguan perlahan mengambil gelang tembaga yang ia kemudian akan tunjukkan ke Bella.
“Apakah kau tahu gelang ini milik siapa?
“Loh gelang itu...kamu mendapatkannya dari mana?
“Aku menemukan ini tergeletak di depan pintu gerbang istana!
“Ya ampun gelang ini yang aku sering cari kemana-mana. Aku pikir sudah hila g ternyata kau yang menemukannya. Syukurlah!
“Kau masih belum menjawab pertanyaanku, apakah kau tahu siapa pemilik gelang ini?
“Hehehe...tentu saja tahu, karena gelang ini adalah milikku.
“Apa?
....Bersambung....
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
Hai sobat Readers B&WP👋terimakasih telah mampir dan baca chapter ini ya😊 Kalau kalian suka sama ceritanya, jangan lupa tambahkan di list favorit kalian ya...biar bisa dapat notif setiap up chapter baru ok👌👍, dan dukung authornya dengan Like, vote dan comment ya temen-temen. Kenapa? karena dukungan kalian akan menjadi semangat untuk membuat karya yang lebih berkualitas***:)