Beauty And The Wolf Prince

Beauty And The Wolf Prince
Chapter 21


__ADS_3

Pulang dengan membawa kemenangan, membuat rakyat Zuma yang awalnya meremehkan Pangeran kini dibuat kagum olehnya dan menyambut para Pasukan dengan meriah. Ucapan selamat sepanjang menuju istana terdengar ditelinga mereka dimana-mana, Raja yang sudah menanti mereka di depan pintu istana kerajaan juga menyambut mereka dengan gembira.


"Anakku! kau akhirnya berhasil menyelesaikan misi sulit ini dan yang terpenting kau kembali dengan selamat. Ayo mari kita rayakan keberhasilan kita! (teriaknya)


Semua kerajaan yang tergabung sangat bangga terhadap Pasukan mereka, Ucapan terimakasih dan pujian tak hentinya mereka lontarkan khususnya Panglima Yuu dan Pangeran Zen. Acara yang berlangsung semalaman itu menjadi simbol rasa syukur mereka itu, keadilan terhadap desa terpencil kini sudah ditegakkan sesuai usul Pangeran Zen. Para warga desa yang selamat kini diberikan jaminan kesejahteraan dan kedamaian dari kerajaan-kerajaan yang di sepakatinya.


"Terimakasih atas segala kebaikan dari para Raja kepada rakyat desa kecil seperti kami. Kami tidak tahu mau berkata apalagi selain ucapan terimakasih atas bantuan yang diberikan! (kata perwakilan rakyat desa itu dalam rapat yang digelar)


"Kau tidak perlu berterimakasih, ini sudah keharusan bagi kami kerajaan-kerajaan besar demi perdamaian dan keadilan bersama di dunia!


"Terimakasih Raja!


Dalam rapat tersebut, juga dirundingkan tentang penahanan para musuh yang belum di ketahui secara mendalam alasan sebenarnya mereka melakukan pemberontakan di desa. Oleh karena kecurigaan terhadap adanya dalang dibalik semua itu, para penasehat menyarankan untuk menunda hukuman mereka selama beberapa hari agar dapat di selidiki terlebih dahulu. Dengan persetujuan para Raja, para musuh yang ditangkap kemudian ditahan di penjara bawah tanah kerajaan.


Disisi lain, Ratu Moorim dan Penyihir mulai di rundung ke khawatiran mendengar keputusan tersebut. Takut rencana mereka terbongkar, Penyihir menyusun rencana untuk membunuh para tahanan sebelum hari penyelidikan mereka membunuh tahanan, dengan memanfaatkan racikan racun yang dibuat Penyihir. Ratu Moorim yang menambahkan racun itu kedalam makanan para tahanan sehingga menyebabkan kerajaan tidak dapat mengetahui dalang dibalik perkaranya.


"Seseorang sepertinya telah memberikan racun kedalam makanan mereka! (kata Tabib)


"Hmm...sudah kuduga ini akan terjadi. (Kata Panglima Yuu)


"Apa maksudmu Panglima?


"Panglima Yuu benar Ayah, kami sudah menduga bahwa orang yang mendalangi kejadian kemarin adalah seseorang yang berasal dari anggota kerajaan kita.


"Apa? jadi maksudmu di antara kita semua, ada yang menjadi musuh di dalam selimut. Begitukah? Tapi siapa?


"Entahlah, tapi yang jelas dia pasti sangat dekat dengan kita. Mengingat ia dari awal begitu tahu tentang kelemahan Pangeran yang belum diketahui umum.


“Hmm.., singkatnya pemberontakan ini bertujuan untuk memancing Pangeran Zen agar terbunuh dalam pertarungan.


"Biadab! segera cari siapa yang memasukkan racun kedalam makanan mereka dan periksa para Pelayan yang bertugas di dapur pagi ini. (perintah Raja Zedan) jika benar pesuruh mereka ada di dalam istana maka akan aku pastikan ia mendapatkan hukuman yang amat berat.

__ADS_1


"Apa kalian dengar itu? segera kumpulkan para Pelayan yang bertugas diruang dapur pastikan tidak ada yang tersisa!


"Baik Panglima! (Kata Prajurit, kepada Zen)


Setelah semuanya terkumpul mulailah pemeriksaan terhadap seluruh pelayan itu, namun sangat disayangkan. Tidak ada satupun orang yang dapat dicurigai akibat tidak ditemukannya bukti ataupun saksi. Dengan itu rencana Penyihir dan Ratu Moorim berhasil mencegah mereka mengetahui kebenaran, meninggalkan banyak teka-teki yang tak terkuak membuat pangeran resah.


[Beberapa hari kemudian-Di Arena Latihan]


“Siapa sebenarnya dalam dari semua ini? Tidak mungkin ini direncanakan oleh satu orang melainkan berkelompok, dan sihir yang di gunakan musuh waktu itu menunjukan bahwa seorang Penyihir jahat mungkin telah bersekongkol dengan mereka itu. Tapi kenapa sulit sekali menemukan jejak mereka? (gumam Pangeran)


“Pangeran! Kau sedang apa berdiam diri disini? Mari berlatih bersama..(ajak Ran)


“Maaf Ran, mungkin lain kali. Aku sedang tidak ingin berlatih hari ini


“Ini pertama kalinya kau tidak bersemangat berlatih, ada apa Pangeran? Apa yang sedang kau pikirkan saat ini? (tanya Ran)


“Entahlah Ran, aku rasanya masih tidak mengerti mengapa di saat aku mulai bangkit selalu saja ada hal yang membuatku teringat akan masa lalu. Kau ingat orang yang memakai jubah merah tertutup itu?


“Itu benar, dan yang lebih mengejutkan lagi adalah perasaanku saat melihat mata itu. Mata yang penuh ketululusan hati, terdengar aneh tapi rasanya aku sangat nyaman saat berada didekatnya seperti aku teringat kembali dengan sahabat masa kecilku. Ella!


“Ella? Tapi bukankah kau bilang Ella sudah mati akibat dibunuh oleh pembunuh bayaran?


“Itulah yang ku maksudkan, perasaanku mengatakan dia masih hidup!


“Pangeran aku mengerti trauma yang kau rasakan ini namun itu sangat mustahil bagi seseorang dapat selamat setelah terjatuh dari tebing yang tinggi meski mayatnya hanyut terbawa arus itu sangatlah tidak mungkin terlebih banyak hewan buas disana!


“Hmm...ya kau benar, aku sebaiknya berhenti mengharapkan sesuatu yang mustahil terjadi. Tapi jika itu benar, dia pasti sudah menemuiku sekarang!


[Di kamarnya-Tokoh tambahan lain]


“Tolong lepaskan aku, aku mohon biarkan aku hidup...Pangeran...Pangeran!

__ADS_1


“Ella bertahanlah aku akan menyelamatkanmu! Ella tidak...


[Sadar setelah terbangun dari tidurnya]


“Aghh...! Huff...ternyata aku hanya bermimpi buruk, tapi kenapa mimpiku akhir-akhir ini selalu saja sama. Aku adalah seorang gadis miskin bernama Ella dan Pangeran itu...siapa dia? Aku seperti sangat mengenalnya...apa hubungannya denganku? Oh tidak, sadarlah kau ini Bella Putri kerajaan Ludo dan sebaiknya kau bangun dan bersiap karena ini hari pertama kamu keluar istana. Ahh...aku sangat bersemangat!


Bella yang baru terbangun dari mimpi buruknya itu segera bergegas mempersiakan diri, hari yang biasa untuk setiap Putri kerajaan pergi keluar istana namun berbeda dengan Bella yang untuk pertama kalinya akan berkeliling keluar dengan bebas sesuai permintaannya ke Ratu Ludo di hari kelahirannya kemarin. Dengan semangatnya ia berlari menuruni setiap anak tangga.


[Di Ruang Tengah kerajaan]


“Ibunda Ratu, aku sudah siap! Ayo Hugo kita sebaiknya pergi lebih awal soalnya berjalan di bawah sinar matahari pagi akan lebih menyenangkan. Ayo...(sambil menarik Pengawal pribadinya itu)


“Bella tunggu! Sebaiknya hari ini kau tunda dulu niatmu itu.


“Apa? Kenapa bisa Ibu bilang tidak setelah berjanji padaku, apa Ibu sedang bercanda karena itu sama sekali bukan lelucon untukku?


“Ibu tidak bercanda, kau tidak Ibu izinkan keluar saat ini!


“Tidak sebelum Ibu mengatakan kenapa dan mengapa?


“Tidak ada yang perlu di beri alasan bahkan jika sesuatu terjadi kau tidak perlu tahu akan hal tersebut!


“Tapi Ibu, ini sudah ke sekian kalinya niatku tertunda, aku tidak ingin menyia-nyiakan hari baik ini apalagi bulan purnama akan terbit malam ini! Tolonglah kali ini biarkanlah aku mendapatkan kesempatan itu di hari kelahiranku!


“Bella...jangan membantah, sebaiknya kau mendengakan kata Ibu dan lakukan apapun yang kau inginkan asal tidak keluar dari istana Ludo!


“Baiklah Ibu sesuai perintahmu! (Lalu berlari ke kamarnya)Dengan perasaan terpaksa Bella yang tadinya ceria seketika dipenuhi rasa kecewa, bagaimana tidak. Daftar kegiatan menyenangkan yang direncanakannya hari ini tiba-tiba batal tanpa alasaan jelas. Bella yang mulai merasa tejebak dilingkungan yang sama itu berniat pergi tanpa pengawasan siapapun sendirian. Karena sudah bertekad maka ia kemudian mengendap keluar istana


“Hugo, aku minta kau lebih mengawasi Bella agar tetap berada di istana demi keamanan,bila perlu bujuk dia untuk keluar namun pastikan itu tidak keluar dari gerbang istana. Ingatlah aku percaya kepadamu jadi tolong jaga dia seperti nyawamu sendiri! (perintah Ratu]


“Baik Yang Mulia Ratu sesuai perintahmu.(sigap Hugo)

__ADS_1


__ADS_2