Beauty And The Wolf Prince

Beauty And The Wolf Prince
Chapter 16


__ADS_3

Kekhawatiran mereka terhadap keadaan pangeran seketika menjadi lega ketika ia tiba-tiba muncul ke permukaan.


"Hei! cepat bantu pangeran naik.


"Iya..., ayo..ayo!


"Pangeran apa kau baik-baik saja? apakah kau terluka? Katakan padaku apa kau tidak apa-apa? (Cemas Ran)


(Dengan nafas tidak teratur) "Tidak..., aku baik-baik saja. Uhuk...uhuk (batuk)


"Syukurlah, kau baik-baik saja pangeran! (Kata panglima Yuu)


"Tidak apa-apa! panglima Yuu..., sebaiknya kita pergi sekarang sebelum buaya itu memanggil kawanannya.


"Hmm..., baik pangeran! Semuanya kita hampir sampai jadi mendayunglah lebih cepat!


"Baik!


Sesamapai di tepi danau mereka segera turun dari perahu bersama beberapa prajurit yang tersisa tak lupa mereka juga menurunkan para prajurit yang menjadi korban.


"Mereka diam dan tak bergerak sama sekali?


"Benar, itu adalah efek ilusi yang menyebabkan mereka seperti berhayal dan berada di dunia tampa batas atau lebih tepatnya mereka terkurung dalam pikiran mereka sendiri.


"Panglima apakah tidak ada cara untuk menyadarkan mereka? sampai kapan mereka akan terus seperti ini? (Kata Pangeran Zen)


"Aku juga belum tahu, tapi yang pasti selama mereka tidak melawan kelemahan mereka sendiri maka mereka tidak akan keluar dari dunia ilusi tersebut!


"Lalu, apakah kita akan meninggalkan mereka begitu saja dengan keadaan seperti ini? (tanya Ran)


"Kita tidak punya banyak waktu untuk menolong mereka, agar sampai ke tujuan. Kita harus tetap melanjutkan perjalanan sebelum matahari terbenam karena tantangan selanjutnya akan lebih berbahaya.


"Baiklah kalau begitu kita lanjutkan saja perjalanan ini!


"Tapi Pangeran, kita tidak tahu ada berapa banyak hewan buas dan berbahaya lagi jika kita tinggalkan mereka disini! jika kita tidak bisa membawa mereka, setidaknya kita menempatkan mereka di tempat yang aman. (saran Ran)


"Itu benar! Pangeran tolong Jason..., dia adalah sahabatku aku tidak ingin dia mati karena dimakan hewan buas ditempat ini! (kata prajurit itu, sahabatnya Jason)


"Hmm..., Kalau begitu...


Pangeran mendapatkan ide untuk menyembunyikan korban dalam pengaruh ilusi tersebut dengan cara mengikat tubuh mereka ke atas pohon yang cukup tinggi dan rindang.


"Untuk sementara kita hanya bisa membiarkan mereka seperti ini, setelah kita berhasil kita akan kembali untuk menyelamatkan mereka!


"Apakah akan aman jika diatas pohon? (kata prajurit)


"Kau tidak usah khawatir, sahabatmu itu telah aku lumuri dengan lumpur jadi hewan buas apapun tidak akan mencium bau mereka! mereka pasti akan aman. (Yakin pangeran)


"Baiklah, kalau begitu mari kita lanjutkan perjalanan kita!


"Jason, sahabatku...maafkan aku! aku berjanji akan kembali dan menyelamatkanmu. (kata sahabatnya Jason lalu pergi)


Masih didalam hutan, mereka melanjutkan perjalanan menuju tantangan berikutnya yang tentunya akan lebih berbahaya dari tantangan-tantangan sebelumnya.


"Kira-kira tantangan berikutnya apa lagi ya? (bisik para Prajurit)


"Entahlah, yang pasti ini akan lebih menakutkan!


"Aku harap yang kau katakan barusan itu tidak benar!


"Panglima Yuu!


"Ada apa Prajurit?


"Tidak ada apa-apa, hanya saja bolehkah kita berhenti sebentar. Aku harus..., kau tahu!


"Hmm..., baiklah tapi jangan lama-lama dan tetaplah waspada!


"Baik, hei kau temani aku!


"Apa?

__ADS_1


"Hanya sebentar! Ayo temani aku...(ajaknya)


"Ya sudah ayo...


Mereka akhirnya harus berhenti ditengah jalan setelah salah seorang Prajurit meminta izin untuk buang air kecil.


"Ahh! (Pangeran kesakitan)


"Ada apa Pangeran? (tanya Ran khawatir)


"Tidak tahu, tapi tiba-tiba kepalaku sakit! Ahh..


"Mungkin itu akibat kau terlalu lama didalam air, sebaiknya Pangeran beristirahat dulu. (saran Panglima Yuu)


"Tidak perlu, beristirahat sekarang hanya akan membuang-buang waktu kita!


"Hei! lihat...aku menemukan buah-buahan.


"Wah kelihatannya enak! Hmm..., enak sekali. Apa kalian tidak ingin mencobanya!


Melihat para Prajurit itu, Panglima Yuu kemudian memperingatkan mereka.


"Jangan di makan, itu mungkin beracun!


Tiba-tiba beberapa Prajurit yang memakan buah itu keracunan dan tewas seketika.


"Hah? buahnya memang beracun. Semua jangan makan buah itu, buahnya beracun!


"Apa?


Semua orang yang mendengarnya terkejut dan langsung membuang buah beracun yang hampir mereka makan itu dari tangannya. Akibat buah itu, dua lagi Prajurit kerajaan mati.


[Di samping itu]


"Hei, kau lama sekali buang air kecilnya? Yang lain sudah menunggu kita dari tadi!


"Iya sebentar! Huh..., leganya....ayo...


"Tunggu sebentar!


"Apa kau mendengar sesuatu?


"Mendengar apa?


"Suaranya berasal dari semak-semak sebelah sana!


"Apa? Hei..., kau mau kemana?


"Sebentar, aku harus memeriksanya dulu!


"Tidak ada sesuatu disana, itu mungkin hanya angin! sudahlah ayo pergi...


Satu dari Prajurit tadi seketika diterkam oleh seekor hewan besar buas mirip kadal hingga membuat temannya lari sekuat tenaga untuk menjauh.


"Panglima..., Panglima! (teriaknya)


"Ada apa Prajurit?


"Gawat! di sana ada seekor kadal raksasa dan menakutkan telah menerkam temanku.


"Bahaya! sebaiknya kita semua bergegas sebelun kadal itu mencium bau kita. Ayo..!


Mereka akhirnya berlari sekuat tenaga untuk menghindari kadal raksasa tersebut.


"Ahh..., tolong aku! (seorang Prajurit yang tersandung)



Mendengarnya Ran kemudian segera menolong Prajurit tersebut dengan kemampuan memanahnya ia mengenai mata dan mulut kadal tersebut dengan tepat sasaran sehingga ia punya waktu untuk berlari.


"Ayo cepat! (Kata Ran sambil menarik Prajurit tersebut)

__ADS_1


Setelah merasa jauh, mereka berhenti dan mengatur nafas yang terengah-engah.


"Huff..., untunglah kita bisa selamat! (kata Ran)


"Apa kalian berdua tidak apa-apa? (tanya Pangeran)


"Ya, kami tidak apa-apa!


"Terimakasih karena telah menyelamatkanku! (kata Prajurit itu)


"Simpanlah terimakasihmu itu padaku nanti! karena ini sepertinya belum selesai.


Selamat dari kejaran kadal raksasa, kini mereka secara tidak sadar melewati jalan yang dimana terdapat banyak pohon yang bukan hanya berakar panjang tapi juga hidup dan dapat melilit siapa saja yang berada di dekatnya.


"Tolong! (kata Prajurit itu, terlilit akar pohon)


Untunglah mereka membawa senjata jadi mereka dapat menggunakannya untuk menebas akar pohon yang liar itu.


"Sepertinya kita telah tersesat! (kata Panglima Yuu)


"Apa? Tapi kau sudah tahu jalannya bukan? (ucap Ran)


"Entahlah tapi aku tidak yakin! Ini karena kita terlalu fokus menghindar dari kadal raksasa tadi!


"Jangan bilang kalau kau tidak tahu cara kembali! (kata Ran)


"Tidak! sepertinya kita tidak tersesat.


"Apa?


"Ya, karena sepertinya kita sudah menemukan jalan pintas! (kata Pangeran)


"Wah itu jalan keluarnya? Hei semuanya lihat kita sudah sampai!


"Benar! Ayo kita segera keluar dari hutan ini..


"Iya ayo...(kata mereka berlari menuju perbatasan hutan itu)


"Tapi...


"Ada apa Panglima? apa ada masalah?


"Ini aneh, setahuku tidak ada jalan pintas apapun di hutan ini!


"Apa maksudmu ini adalah jebakan!


"Entahlah, tapi aku belum yakin bahwa itu adalah jalan keluarnya.Benar juga! Semuanya jangan pergi kesana...


"Apa? (terkejut mereka)


"Ini adalah jebakan jangan kesana! (peringat Panglima dan Pangeran)


Namun semuanya terlambat, beberapa dari mereka telah terjebak dan ternyata terdapat lumpur hisap di sana.


"Apa ini...., hah tidak!


"Gawat! kita telah di jebak..., ini ternyata adalah lumpur hisap.


"Ahh...,tolong!


"Tolong kami...!


Semuanya teriak meminta pertolongan dan perlahan tapi pasti mereka semakin tertarik kedalan tanah. Satu persatu para prajurit itu mulai menghilang kedalam lumpur, tidak sedikit dari mereka yang kehilangan nyawa mereka.


"Panglima bagaimana ini? (kata Prajurit yang tersisa)


"Tenang jangan panik, Kalian yang masih tersisa cepat cari sesuatu yang bisa digunakan untuk menari mereka!


"Baik! (kata para Prajurit yang tersisa)


"Tolong kami!

__ADS_1


"Semuanya aku minta kalian tetap tenang dan jangan bergerak karena itu akan membuat kalian lebih mudah terhisap.


Para Prajurit yang berada di dalam lumpur hisap itu kemudian saling menenangkan diri mereka masing-masing.


__ADS_2