Beauty And The Wolf Prince

Beauty And The Wolf Prince
Chapter 18


__ADS_3

Sebelum merencanakan misi, mereka terlebih dulu harus memperhitungkan situasi yang tepat untuk menyerang dan musuh yang akan mereka hadapi karena strategi yang matang harus di dukung dengan langkah yang matang pula sehingga mereka harus mengintai musuh dibalik semak-semak dengan penyamaran.


"Itu dia disana! Desa tempat para pemberontak melakukan penyanderaan.


"Baiklah kalau begitu ayo kita serang mereka!


"Tunggu Pangeran, kita tidak boleh gegabah dan terburu-buru untuk menyerang mereka begitu saja. Lagipula kita tidak tahu kekuatan


mereka seperti apa!


"Coba lihat, mereka sedang melakukan apa? (kata Ran)


"Mengapa mereka mengeluarkan semua tahanannya? (tanya Prajurit)


"Ayo cepat semua keluar! Hei kau jangan lamban..., jalan lebih cepat (kata para musuh itu dengan nada tegas)


"Mereka memperlakukan warga desa itu seperti hewan dan bahkan mereka tidak segan-segan untuk membunuh tanpa memandang usia. (kata Panglima Yuu)


"Kejam sekali! (kata Ran)


"Bisakah kita menyerang sekarang? (kata Pangeran Zen, mulai kesal dengan tingkah para musuh itu)


"Belum! kita masih harus bersabar sebentar lagi. Lihat...itu sepertinya adalah ketua kelompok mereka? (Kata Panglima Yuu)


"Entahlah, tapi kita tidak bisa mendengar apapun dari sini! (keluh Ran)


"Hmm..., kalu begitu kita coba mendekat. Ayo! (ajak Panglima)


Di area musuh, terlihat seseorang misterius dengan busana serba tertutup kain berwarna merah kecuali matanya sedang berbincang-bincang dengan musuh


"Mengapa kau datang kesini? siapa kau? (Tanya pria kekar itu kepada Ninja misterius)


"Aku kesini ingin melakukan perdamaian atas nama kerajaan kami! (kata si Ninja misterius sambil memberika sebuah kertas yang tegulung)


"Surat apa ini? (tanya Pria itu sambil membaca)...Heh! kalian pikir kami bisa dihentikan hanya dengan imbalan seperti itu? Tentu saja kami menolak... (sambil merobek kertasnya)


"Kami tahu kalian tidak akan semudah itu menerimanya tapi kami hanya mampu memberikan itu untuk sementara waktu dan sisanya akan kami beri sesuai keinginan kalian asalkan kalian benar-benar berhenti memberontak diwilayah ini! (kata si Ninja misterius)


"Ternyata orang itu bukanlah pemimpin dari kelompok pemberontak, melainkan ia juga sebagai wakil perdamaian dari sebuah kerajaan! (Kata Panglima Yuu)

__ADS_1


"Apa mungkin dia kemari untuk membela para warga desa yang di sandera itu tapi kelihatanya dia sendiri, di mana pasukannya? (duga Ran)



Nampak dari kejauhan, orang misterius itu menyerang seorang diri tampa membawa pasukan apapun setelah tawaran perdamaiannya di tolak oleh musuh namun karena terkepung ia tidak sempat melarikan diri sehingga ia harus diikat di sebuah tiang. Sementara Pangeran Zen dan pasukannya masih menunggu aba-aba dari panglima Yuu untuk menyerang mereka.



"Orang itu sangat nekat menyerang seorang diri!


"Iya, tapi kelihatannya dia cukup kuat lihatlah gerakannya! dia sepertinya cukup terlatih dalam bertarung.


"Sst...,diamlah kalian atau mereka akan mendengar kita!


Para Prajurit Pangeran yang sempat berbisik-bisik seketika diam ketika Ran memperingatkan mereka.


"Heh, aku akui kehebatanmu itu anak muda, tapi sayangnya kami tidak berminat menerima tawaranmu itu karena kami telah memiliki tawaran yang lebih menarik untuk kami saat ini!


"Apa!


"Ya tentu saja, kau pikir kami melakukan pemberontakan terhadap desa ini tampa imbalan. Asal kau tahu, seseorang telah memberikan kami penawaran dengan sesuatu yang tak ternilai dan lebih menguntukan tentunya dibanding harta kerajaan kecilmu itu.


"Hahaha...., benar sekali!


"Gawat, mereka bisa saja membunuhku jika aku tidak segera kabur dari sini. (gumamnya)


"Dari tadi aku sangat penasaran siapa tamu misterius kita ini, bagaimana kalau kita buka saja penutup kepalanya?


"Tidak! lepaskan aku..., kalau tidak!


"Kalau tidak apa? kau akan memanggil pasukanmu? Panggil saja mereka, kami persilahkan! hanya jika mereka mau menolongmu...hahaha...



Belum sempat membuka penutup kepala si ninja misterius, pasukan pangeran pun mulai menyerang setelah melihat situasi yang tepat untuk keluar.


"Hei! Lepaskan mereka...(teriak Panglima Yuu)


"Wah...wah...wah, sepertinya ada satu lagi bala bantuan! Dasar bodoh..., Hei serang mereka! (Perintah kawanan musuh)

__ADS_1



Pasukan dari musuh dan Pasukan gabungan kerajaan akhirnya saling menyerang dengan senjata masing-masing. Suara tangkisan dan kikisan senjata mereka menjadi tanda bahwa pertarungan mereka cukup sengit. Pasukan gabungan kerajaan yang tersisa bersama-sama menyerang dengan sekuat tenaga mereka, sesuai dengan strategi Ran memimpin tim pemanah menyerang dari jarak jauh sedangkan tim lainnya menyerang dari jarak dekat dengan senjata mereka masing-masing tak tak terkecuali pedang yang menjadi simbol kesatriaan mereka. Sama halnya permainan taktik, ada saatnya mereka harus kalah dan ada saatnya mereka menang. Mungkin situasi seperti itu jugalah yang pasukan gabungan kerajaan itu sedang alami saat ini, mereka harus menerima kekalahan sebelum mencapai kemenangan mereka.


"Bagaimana apa kalian belum menyerah? (kata Pangeran Zen dalam penyamarannya)


(Tertawa jahat para pemberontak itu) "Dasar Bocah, tentu saja belum...


Awalnya Pasukan Pangeran mengira mereka sudah memenangkan pertarungan itu. Namun siapa sangka perkiraan mereka terhadap jumlah musuh yang ternyata lebih banyak setelah pasukan susulan mereka datang dan membuat Pasukan gabungan itu kewalahan sehingga Pasukan mereka tertangkap dan di ikat sama seperti nasib Ninja misterius itu.


"Satu lagi kelompok yang mencoba melawan tapi sayangnya kalian salah strategi, kami lebih banyak dari yang kalian kira, bukan? Hahaha...(kata musuh tertawa jahat)


"Pangeran, sepertinya mereka tahu strategi dan penyamaran kita? (Bisik Ran)


"Tentu aku tahu, kalian sebenarnya bukanlah warga desa ini kalian sedang melakukan penyamaran bukan! Heh, sungguh menyedihkan kalian bisa saja menipu kami dengan penampilan tapi tidak dengan senjata kalian.


"Gawat! sepertinya mereka sudah mengetahui semuanya (Gumam Panglima Yuu)


"Jadi katakan siapa kalian sebenarnya?


"Ya memang benar kami bukanlah warga desa ini kami adalah pasukan kerajaan yang diutus untuk menghentikan kalian! (kata Pangeran)


"Sudah ku duga, dari cara kalian bertarung memang sudah cukup memastikan kalau kalian sebenarnya adalah Pasukan gabungan dari kerajaan-kerajaan kecil yang ingin menegakkan keadilan! Cepat katakan siapa pemimpin kelompok ini? Apakah kau si Ninja misterius...


"Huff..., untunglah mereka tidak sadar! (gumam Ran)


"Tentu saja kami tidak...(kata si Ninja misterius)


"Ya kami memang adalah Pasukan gabungan dan akulah pemimpinnya! (ata Pangeran Zen)


Apa? (terkejut semua orang mendengar pengakuan Zen) "Tidak bukan dia, tapi akulah pemimpinnya....Pangeran Zen apa yang kau lakukan? (bisik Panglima Yuu)


"Kau tenang saja! (jawab Zen berbisik)


"Oh begitu, jadi kau rupanya pemimpin mereka! Hmm...Sepertinya kau cukup jantan untuk menjadi pemimpin...


"Demi perdamaian aku mohon lepaskan mereka! warga desa ini tidak bersalah dan kalian tidak berhak untuk merampas hak mereka. Kalian tega menyiksa dan menyandera anak-anak yang tidak berdosa...dimana belas kasihan kalian sebagai manusia?


"Apa belas kasihan? Tega? hahaha..., itu lebih pantas di ucapkan oleh kami. Para pemimpin-pemimpin kerajaan besar bekerjasama dengan mengatas namakan perdamaian dunia namun mereka tidak tahu makna dari perdamaian itu sendiri. Demi kesejahteraan rakyat mereka sendiri mereka semua sampai lupa akan nasib kami para rakyat dari kerajaan-kerajaan kecil! mereka seolah tidak peduli dan menganggap kerajaan -kerajaan kecil seperti kami tidak ada gunanya kecuali hanya sebagai alat untuk memperluas wilayah mereka.

__ADS_1


__ADS_2