
[Di tengah Malah-Kamar Ibu kerajaan]
"Untuk pertama kalinya kau mengunjungiku langsung di kamarku di tengah malam begini. Ada masalah apa Moorim?
"Aku hanya ingin bertanya padamu soal keputusan Zen menjadi Panglima!
"Ada apa? bukankah itu bagus untuk kita, kau jadi tidak perlu bersusah payah menyingkirkannya!
"Itu benar, tapi meskipun begitu. Itu hanya bersifat sementara!
"Hahaha..., akhirnya kau mulai menyadarinya! Bukankah aku sudah memperingatkanmu saat itu. Tapi kau tetap mementingkan perasaan cintamu itu kepada Raja dan sekarang lihatlah akibatnya.
"Kau benar, ini salahku. Jika sejak awal aku mendengarkanmu, mungkin semuanya sudah menjadi milikku saat ini!
"Yah, setidaknya kau sudah memahaminya dan menyesali hal itu. Lalu sekarang apa yang ingin kau lakukan?
"Aku ingin kita menyingkirkan dia untuk selama-lamanya!
(tersenyum jahat) " Baiklah, akan aku lakukan!
"Tapi ingatlah, lakukan dengan Rapih!
"Kau tenang saja, ini akan mudah dan tak ada yang akan curiga!
"Bagus, aku serahkan semuanya padamu!
"Kau bisa mempercayaiku!
"Hmm..., terimakasih penyihir. Kalau bukan karena bantuanmu aku tidak tahu harus bagaimana...!
"Kau tidak perlu berterimakasih padaku, ini sudah tugasku sebagai Ibu kerajaan!
"Benar! kalau begitu aku akan pergi sekarang sebelum ada yang curiga! (kata Moorim lalu pergi)
(tersenyum jahat) "Akulah yang harus berterimakasih. (gumam Penyihir) hahaha...(dengan nyaring)
Penyihir ternyata sudah jauh-jauh hari telah merencanakan siasat ini, kini tiba saatnya ia menjalankannya.
[Dibawah pohon Rindang dekat Sungai]
"Pangeran..., pangeran! (teriak Ran kepada Zen di tempat favorit Ella dulu)
"Ada apa Ran, kenapa berteriak begitu?
"Gawat Pangeran! aku baru saja mendengar kalau...(cerita Ran, panjang lebar)
"Apa? ini tidak bisa di biarkan..., ayo kita temui Raja!
Setelah mendengar semua cerita Ran, ia terkejut dan langsung segera menuju ke ruang rapat istana....
__ADS_1
[Di Ruang Rapat]
"Salam yang mulia! (Hormat Pangeran Zen)
"Anakku, ada apa tiba-tiba kau datang dan masuk ke rapat pribadi ini!
"Justru aku yang harus mempertanyakan itu Ayah... mengapa Ayah tidak memberitahukan kepadaku soal pemberontakan yang terjadi akhir-akhir ini!
"Ayah bukannya tidak ingin memberitahukan hal ini, hanya saja masalah ini bukanlah bagian dari masalah kita!
"Jadi itu sebabnya, Ayah tidak ingin ikut campur dalam urusan itu? Ayah, aku kira perdamaian itu artinya kesejahteraan untuk semua orang tapi nyatanya. Diluar sana masih ada yang merasa di perbudak oleh sekelompok orang yang tidak memiliki hak!
"Kau salah Nak, masalah ini urusannya berbeda! Ini lebih berbahaya dan...
...."Dan karena itu diluar wilayah kita? Ayah... mungkin Ayah lebih berfokus pada perdamaian dengan kerajaan-kerajaan besar hingga melupakan tujuan sebenarnya perdamaian dunia ini. Saya meminta maaf sebesar-besarnya bagi para Raja-Raja yang ada dalam rapat ini. Tapi sungguh saya sangat kecewa dengan kalian para petinggi yang bersikap seolah tidak peduli perasaan dan situasi orang-orang desa yang tertindas itu, banyak anak-anak yang tidak bersalah menjadi korban bahkan mereka di sandera dan di perbudak seperti hewan peliharaan.
"Nak, kami benar-benar salut akan kebijaksanaanmu! ibumu pasti bangga melihatmu sekarang.(Puji seorang Raja)
"Tapi, para pemberontak ini Enggan untuk di ajak bekerjasama. Kami juga sudah mengerahkan kelompok Prajurit terlatih kami untuk mengatasi mereka dengan cara kekerasan tapi Area disana cukup berbahaya dan seperti mereka juga bukan orang biasa hingga prajurit yang kami kerahkan banyak yang terbunuh disana. (Kata Panglima kerajaan lainnya)
"Kalau begitu, Izinkan aku yang mengatasinya!
"Apa? tidak! (kata Raja Zedan)
"Tapi apa kau yakin Pangeran! mustahil bagi seorang Panglima baru yang dilantik seperti bisa pulang dengan selamat...(kata Raja lainnya)
"Anggap saja ini untuk menguji kemampuanku sebagai Panglima yang baru. Jika tidak di coba maka siapa yang tahu?
Melihat ayahnya itu, dengan perlahan Zen mendekat dan berlutut dihadapannya.
"Ayah aku tahu, kau melakukan ini karena kau sangat menyanyangiku.
"Berdirilah Nak! (mengangakat pundak Zen) Ayah sudah berjanji pada ibumu akan menjaga dan melindungimu bahkan bila perlu, nyawaku jadi taruhannya...
"Ayah, aku juga sudah berjanji pada diriku sendiri akan menjadi kuat demi perdamaian dan inilah saatnya aku menepati janji itu. Percayalah padaku Ayah, aku tidak akan mengecewakanmu kali ini!
(tersenyum haru sambil memeluk Zen) "Kau memang mirip dengan ibumu! (menghapus air mata) Baiklah, Ayah mengizinkanmu!
(tersenyum) "Terimakasih Ayah, aku berjanji akan memenangkan pertarungan ini dan kembali dengan selamat!
"Jangan berjanji pada ayahmu tapi berjanjilah pada dirimu sendiri!
"Semoga takdir baik dipihakmu nak! (kata Para Raja)
"Terimakasih Yang Mulia! (hormat Zen)
"Baiklah kalau begitu, kali ini kita akan membutuhkan orang yang sudah handal dengan wilayah itu! (Tanya Raja Zedan)
"Tapi siapa? (Kata Raja lainnya)
__ADS_1
"Yang Mulia, ijinkan hanba yang menemani pangeran Zen! (kata panglima Yuu)
Panglima Yuu adalah salah satu pemimpin Prajuri terlatih yang berhasil lolos dari Wilayah berbahaya itu. Ia kemudian mengajukan dirinya untuk membantu Pangeran Zen.
"Kondisi hamba saat ini sudah membaik, hamba bisa memandu Panglima Zen untuk masuk ke wilayah itu. Hanya jika hamba di ijinkan! (sambil berlutut)
"Benar juga, kau pasti sudah tahu rintangan yang akan dihadapi disana! kalau tidak keberatan yang mulia, ijinkan Panglima kerjaan kami untuk membantu!
"Kalau begitu kerajaan kami juga akan membantu!
"Benar! Kami akan mengirim Prajurit terpercaya kami untuk mengawal kalian!
Para Raja-Raja kenudian saling bekerjasama dan memberikan bantuan terbaik mereka untuk mengawal Zen.
"Terimakasih sebelumnya atas bantuan kalian! (kata Raja Zedan)
"Baiklah, Semua... Mohon kerjasamanya ya!
Setelah mendapat izin dari ayahnya, Pangeran Zen dan semua yang akan terlibat kemudian menyusun rencana dan strategi sebelum memasuki wilayah yang di anggap cukup berbahaya itu.
[Di Ruangan Khusus]
"Sepertinya kita masih butuh seseorang yang mahir dalam memanah disini! (kata Panglima Yuu)
"Benar juga!
"Pangeran jika di izinkan, bolehkah aku ikut? (kata Ran)
"Siapa kau! Orang asing tidak boleh masuk tanpa izin di sini, pengawal bawa dia keluar!
"Tenang Panglima, dia adalah temanku. Ran ini panglima Yuu dari kerajaan Max!
"Salam Panglima!
"Salam!
"Pangeran aku mohon, tolong izinkan aku ikut berjuang bersamamu! aku sudah belajar keras selama ini, dan aku ingin membuktikan kemampuanku padamu.
"Pangeran, aku tidak yakin anak muda seumuran dia sudah mampu melawan mereka. Lihatlah dia terlihat belum terlatih!
"Apa kau yakin Ran! ini misi yang berbahaya dan jika lengah sedikitpun maka kau akan...
"Kau adalah panutanku, aku belajar lebih berani darimu paling tidak aku tidak tinggal diam dan melihatmu berjuang sendiri untuk keadilan dan perdamaian dunia ini! Aku mohon pangeran, aku sudah berlatih keras untuk kesempatan ini.
"Hmm...., aku suka dengan keberanianmu. Panglima Yuu, tolong berikan dia posisi itu.
"Tapi siapa yang bisa menjamin..
"Aku percaya padanya dan dia memang cukup mahir dalam urusan memanah!
__ADS_1
"Hmm..., kalian bisa mengandalkanku!
(tersenyum, Panglima Yuu) "Ku harap kau tidak akan mengecewakan kami anak muda!