
[Situasi Beauty]
Beauty cukup merasa malu terhadap dirinya, ia kemudian pergi ke danau dekat kerajaan untuk menyendiri.
“Siapa aku...lihatlah kau bahkan tidak pantas untuknya. Aku benci perasaan ini...(kemudian membasuh wajahnya dan melenturkan make up indahnya)
“Apakah kau juga merasa seperti itu....
“Apa? (kemudian berbalik) Kau...
[Situasi Bella dan Zen]
Disisi lain, Pangeran Zen mengajak Bella ke sebuah tempat yang mana terdapat pemandangan indah gunung yang hijau yang mana ia telah mempersiapkan sebuah kejutan.
“Kenapa mataku ditutup begini? Pangeran mau menunjukkan apa sebenarnya?
“Aku ingin memberimu kejutan...nah sekarang buka mata kamu. (sambil melepaskan penutup mata Bella)
“Wah...indahnya...kau buat ini semua untuk apa?
“Bagaimana kau suka? Ini khusus untuk merayakan hari jadi pertemanan kita...
“Hari pertemanan?
“Benar...karena tepat hari ini juga kita resmi berteman...
[Situasi Leona]
“Ah...kemana larinya dia...eh bibi...apa kau melihat kakakku disekitar sini? (tanya ke pelayan)
“Tidak Nona...tapi saya bisa membantu mencarinya...
“Ah tidak...tidak perlu, terimakasih...
“Kalau begitu saya permisi...
“Hmm...coba aku periksa kesana, barangkali dia sedang berlatih untuk melampiaskan emosinya...
Leona pun melangkah keluar ke arena latihan istana untuk mencari kakaknya. Namun ia tidak melihat seorangpun kecuali Panglima Hugo yang sedang berlatih padang sendiri, berniat untuk bertanya ia pun menghapirinya.
“Panglima...
Mendengar suaranya, Hugo spontan mengarahkan pedangnya ke arah leher Leona dan hampir saja memenggal kepalanya. Cukup menakutkan bagi Leona, bahkan ia tidak bisa bergerak karena ketakutan.
“Maaf...ku kira kau seorang musuh, Hei...buka matamu...
“Hah? Apa aku masih hidup...
“Hahaha tentu saja, coba bernafaslah...
“Huff...hah benar aku masih hidup hehehe...
“Kau terlihat tegang, apa kau baik-baik saja Putri?
“Yah aku baik, hanya saja tubuhku rasanya tidak bisa bergerak sekarang...
“Hahaha...itu salahmu karena mengagetkanku...
“Panglima...kau ini bukannya merasa bersalah, tadi itu hampir saja leherku terpenggal. Hah... Jantungku rasanya mau keluar...
“Hmm...iya...sekali lagi maaf...tapi kenapa kau ada disini? Dimana kakakmu...
“Kakakku pergi entah kemana, sekarang juga aku sedang mencarinya...melihatmu disini kupikir aku bisa bertanya tapi kelihatannya kau tidak tahu...
“Yah seperti yang kau lihat...dari tadi aku sibuk berlatih sendirian disini...jadi aku tidak melihatnya. Lagipula kenapa kau mencemaskannya? Dia kan bisa menjaga dirinya sendiri...
“Hmm...benar juga ya, kakakku itu kan seorang panglima...hehehe.
“Hahaha...sudahlah Putri...kakakmu itu mungkin saja sedang keluar. Jadi jangan terlalu dipikirkan...mm...apa kau ingin keluar hari ini? Aku bisa menemanimu jika kau ingin...
__ADS_1
“Ah tidak perlu...aku sedang tidak ingin pergi kemanapun hari ini.
“Mm...kalau begitu bagaimana kalau kita bermain sedikit?
“Hm...apakah kau sedang menantangku Panglima?
“Yah...tidak juga, tapi jika kau tertantang maka...
“Tentu saja...siapa takut.
Leona dan Hugo pun sedikit beradu kemampuan, Leona cukup bisa menangkis beberapa serangan.
“Wah...aku cukup terkesan denganmu...ku pikir seorang Putri sepertimu tidak tahu apapun...
“Heh...jangan meremehkanku Panglima, aku juga sering berlatih dengan kakakku meski tidak sering...
“Hmm...bagus, tapi bagaimana dengan senjata lainnya? Seperti...
“Memanah? (terkejut Leona)
“Ada apa? Apakah kakakmu belum mengajarimu memanah?
Sebenarnya Leona jarang berlatih, hanya kebetulan ia sering melihat kakaknya sehingga ia bisa sedikit menguasai tekhnik bermain pedang. Namun, untuk memanah ia benar-benar tidak mengerti sama sekali bahkan memegang pun tak pernah.
“Jadi bagaimana Putri, wajahmu kelihatannya berkeringat. Apa kau takut...?
“Heh tentu saja tidak...(ucapnya dengan sombong) aku bukannya takut tapi aku memang tidak mahir...bagaimana ini. Jika aku mengatakannya, aku akan dipermalukan! (gumamnya)
“Baiklah...kalau begitu aku akan mulai lebih dulu...nah sekarang giliranmu Putri!
Dengan ragu Leona mengambil alat panah, ia meyakinkan dirinya untuk mengerti setelah melihat Hugo barusan.
“Hahaha...kalau kau tidak tahu, akui saja Putri...
“Eh...mm...itu tadi hanya sedikit pemanasan, kau lihat saja....(teriaknya) Ya ampun...ini bagaimana cara pasangnya? (dengan gerogi)
“Heh...dia keras kepala juga (gumamnya, tersenyum)
“Bagaimana menggunakan ini?
“Begini caranya Nona manis...
“Eh tidak perlu...aku bisa...aku hanya sedikit lupa cara menggunakan ini...
“Kalau begitu biarkan aku membantumu...(kemudian memegang tangan Leona)
Mereka berdua kemudian berlatih memanah dengan bantuan Hugo, Leona sangat terbantu dengan itu meski ia masih tak mau mengakuinya.
“Yeah...akhirnya. Lihatkan aku bilang aku bisa melakukannya...
“Hah...kau masih tidak mau mengaku rupanya? Ya sudahlah...
“Hehehe...iya...iya. Aku mengaku sekarang...aku memang tidak mahir bahkan memegang senjata pun aku tidak bisa.
“Jadi...
“Jadi karena sekarang aku sedang bersemangat...bisakah kau mengajariku sampai pandai?
“Hmm...bagaimanana ya? Haruskah kita membuat kontrak kerja untuk ini? Lagipula tugasku kemari bukan...
“Ayolah Panglima...setidaknya aku bisa belajar cara melindungi diriku sendiri...kalau perlu aku akan mebayarmu.
“Tidak bisa...
“Hah...
“Aku tidak bisa menolak Perintah tuan Putri...
“Yeah...benarkah? Terimakasih...kalau begitu mulai besok kita akan berlatih...
__ADS_1
“Tapi...kau harus meminta izin kapada kakakmu sebelumnya. Atau aku akan dihukum karena mengajari anak dibawah umur...
“Siap Pak pelatih...
“Hahaha...
[Situasi Ran]
“Bagaimana...apakah semuanya aman?
“Siap...semuanya tetap aman terkendali...Panglima!
Ran sementara menerima laporan dari para prajurit, melihat Beauty yang berlari dengan wajah sedih.
“Putri Beauty...kenapa dia? (gumam Ran, keheranan) Kalian tetaplah awasi perbatasan...aku akan pergi memeriksa sesuatu sebentar..
“Baik Panglima...
Ran pun mengejar untuk mengikuti Beauty yang terlihat berbeda hari ini. Dan benar saja, ia mendapati Beauty sendirian ditepi danau, serta sempat mendengar keluh kesalnya. Mengerti situasi yang di alaminya itu sama, ia mencoba mendekat dan menenangkan Beauty.
“Ternyata dia juga mengalami hal yang sama sepertiku...(gumamnya) Apakah kau juga merasa seperti itu...? (Ucapnya)
Karena Beauty menyadari keberadaan seseorang yang mencurigakan, ia dengan cepat melempar serangan dengan pisau dipinggangnya tanpa ancang-ancang. Untungnya Ran yang cukup terkejut mengangkat lengannya sehingga, tidak terkena serangan tersebut secara langsung dan hanya mengenai batang pohon yang ada dibelakangnya.
“Kau...
[Posisi Beauty]
“Benar...Putri...aku adalah Ran, calon Panglima kepercayaan Pangeran Zen sekaligus sahabat baiknya...
“Huff...ku pikir siapa? Kau hampir saja terkena serangan tiba-tibaku...maaf ya..
“Tidak apa-apa...responmu terhadap lingkungan sangat baik.
“Hm...apa yang kau lakukan disini?
“Maaf...aku tadi kebetulan melihatmu berlari sambil menangis saat bertugas...jadi aku ingin memeriksa. Apa kau baik-baik saja?
“Ya seperti yang kau lihat...aku baik-baik saja. Jadi tidak perlu cemas karena aku cukup kuat untuk menjadi Panglima...
“Benarkah? Tapi yang kulihat barusan sangat jauh dari kata baik-baik saja...
Ran kemudian mengambil posisi duduk merangkul kedua lututnya dengan tangan kekarnya itu tepat di samping Beauty ia pun berbincang.
“Aku tahu...kau menyukai Pangeran Zen, bukan?
“Hah...bagaimana kau bisa...hmm...iya aku memang menyukainya...bahkan sangat menyukainya.
“Sampai rasanya sakit melihat mereka bersama? Yah...aku mengerti Putri...kita diposisi yang sama sekarang.
“Kenapa ya...perasaan seperti ini muncul. Rasanya aku telah jatuh cinta kepada orang ya salah...
“Tidak...jatuh cinta bukanlah sebuah kesalahan Putri...semuanya itu mengalir seiring perasaan nyaman kita terhadapnya semakin tumbuh...
“Mungkin kau benar, lalu katakan...apa yang harus aku lakukan sekarang Ran? Mereka berdua terlihat sangat bahagia...bahkan meskipun aku mengerti, namun tetap saja itu menyakitkan...
#Bersambung....
*
*
*
*
*
*
__ADS_1
Hai sobat Readers B&WP👋terimakasih telah mampir dan baca chapter ini ya😊 Kalau kalian suka sama ceritanya, jangan lupa tambahkan di list favorit kalian ya...biar bisa dapat notif setiap up chapter baru ok👌👍, dan dukung authornya dengan Like, vote dan comment ya temen-temen. Kenapa? karena dukungan kalian akan menjadi semangat untuk membuat karya yang lebih berkualitas:)