
Janji Pangeran Zen kala itu menjadi saksi betapa erat hubungan mereka yang telah terjalin hanya dalam hitungan tahun. Bahkan, Pangeran Zen pernah mengatakan kepada Ella bahwa ia hanya akan menikah dengan Ella setelah dewasa nantinya namun Ella hanya menanggapinya dengan biasa.
[Saat percakapan itu- Di taman Kerajaan]
"Tapi aku hanya anak desa yang...
"Tak peduli, anak desa atau bukan. Aku hanya akan tetap menikah denganmu bahkan...
"Meski aku mati sebelum hal itu terwujud?
"Ya, kalau perlu aku tak akan menikah jika hal itu terjadi!
"Hahaha....
"Kenapa kau tertawa?
"Kamu lucu, bercandamu itu terlalu berlebihan. Kau sadar tidak?
"Aku tidak sedang bercanda! aku sadar dan serius mengatakan ini. Aku ingin melindungimu selamanya, aku ingin kita mewujudkan semua impian kita bersama yaitu perdamaian dunia!
Ekspresi Ella yang tadinya biasa karena menganggap semua yang dikatakan Zen barusan itu adalah candaan belaka, seketika berubah menjadi serius.
"Maka dari itu, tolong tetaplah bersama dan mendukungku ya!
(Ella hanya tersenyum dan menganggukkan kepala) "Hmm..., berjuanglah!
Disisi lainnya ternyata Penyihir atau Ibu kerajaan itu mulai curiga kepada Ella.
[Di Taman kerajaan dari kejauhan]
"Sepertinya kau harus mulai berhati-hati sekarang! (kata Penyihir memperingatkan Moorim)
"Berhati-hati? memangnya siapa yang perlu aku takuti?
"Aku mulai mencurigai, gadis yang bernama Ella itu!
"Si gadis desa, teman Zen itu? memangnya kenapa dengan dia?
"Apa kau tidak menyadari, keberadaan Ella dan hubungannya dengan pangeran Zen itu membuat keaadaan Zen menjadi lebih baik sekarang?
"Lalu? apakah itu masalah buat kita?
__ADS_1
"Bukan kita? tapi posisi kita di istana ini! Kau tahu jika sampai hubungan mereka semakin erat maka bisa saja mereka akan mulai saling jatuh cinta dan menaruh hati satu sama lain. Dan jika sampai itu terjadi, kutukan pangeran akan perlahan ikut menghilang!
"Tapi bukankah kutukan Moster serigala yang kau berikan dahulu itu kau bilang tidak ada penawarnya? lalu mengapa sekarang..
"Itulah yang juga membuatku heran, aku baru mengetahuinya ketika melihat Pangeran Zen yang emosinya mereda saat Ella yang menahannya. Aku sempat berpikir setelah melihat kejadian itu dan, aku telah menyimpulkan bahwa pengaruh setiap kutukan mungkin saja punya penawarnya sama seperti racun dan penyakit juga!
"Aku mengerti sekarang. Maksudmu, Jika mereka bersatu dan kutukannya menghilang maka...., maka posisi dan tahta kerajaan Zuma akan di wariskan oleh Zen dan kerturunannya.
"Semuanya! dan bahkan kau dan anak-anakmu itu mungkin saja tidak akan mendapatakan se-peserpun harta kekayaan kerajaan. Karena pewarisan tahta, hanya akan jatuh kepada generasi penerus pangeran yang tertua.
"Gawat! kalau begitu kita harus melakukan sesuatu agar hubungan mereka bisa hancur.
"Bukan menghancurkan tapi melenyapkan mereka!
"Apa maksudmu? kita harus membunuh mereka? tidak...tidak, kita tidak mungkin melenyapkan mereka!
"Tidak ada cara lain lagi, jika kau ingin semuanya tetap berada dalam kendalimu maka kau harus melakukannya!
"Tapi aku sudah berjanji kepada rakyat bahwa aku akan melindungi dan membahagiakan Raja dan kau tahu kan? betapa sayangnya Raja kepada Zen!
"Bodoh! apa peduli dan pentingnya kita soal itu?
"Tentu saja itu penting bagiku, aku selama ini telah mencintai Raja selain harta dan kekayaannya dia lebih berharga dari apa yang aku kira!
"Iya aku tahu, jadi bagaimana rencanamu? (tanya Moorim)
"Hmm..., Bagaimana?
"Kemarilah! (sambil membisikkan rencananya).......Bagaimana?
"Rencana mu cukup bagus, aku setuju!
"Baiklah, kalau begitu kita tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menjalankan rencana kita ini!
Tak butuh waktu lama, siasat mereka akhirnya dijalankan. Pembunuh bayaran yang handal pun menjadi awal siasat mereka dengan menculik Ella di rumah kecilnya di desa pada malam hari ketika semua orang telah terlelap.
"Suara apa itu? (kata Ella bangun dari tidurnya karena mendengar sesuatu) suaranya seperti dari luar?
Perlahan Ella membuka pintu rumahnya yang kemudian tidak menemukan apa-apa, namun ketika berbalik kembali ia langsung dijegat oleh sebuah tangan yang tertutup kain dan sarung tangan berbau obat bius. Tak sadarkan diri, Ibu Ella yang juga masih tengah terlelap tidak mengetahui kalau anaknya itu telah diculik. Sampai pada ke-esokan harinya, pangeran Zen berniat mengunjungi Ella dan mengejutkannya, setelah beberapa hari tidak bertemu karena sibuk berlatih pedang dengan Panglima.
"Aku yakin Ella pasti akan menyukai rangkaian bungaku ini, dia juga mungkin akan terlihat lebih cantik setelah mengenakan beberapa baju dan perhiasan Ibu waktu masih muda dulu. (gumam Pangeran dengan gembira)
__ADS_1
Dari kejauhan, nampak sekerumunan orang yang berkerumun didepan rumah Ella. Karena penasaran pangeran langsung berlari untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi.
"Ada apa ini? Ibu..., apa yang terjadi? ada apa dengan Ella?
Dengan tangis dan teriakan serta nafas yang mulai sesak, Ibu Ella terlihat sangat terpukul.
"Anakku Ella...
"Ada apa sebenarnya dengan Ella? cepat katakan padaku...apa yang terjadi?
Ibu Ella hanya memberikan sebuah surat yang berisi bahwa Ella diculik dan akan dibunuh dengan alasan balas dendam.
"Ada apa ini? kenapa kalian berkumpul disini! (kata Panglima) Pangeran...
Pangeran yang penuh amarah dan kesedihan yang bercampur aduk langsung menuju ke hutan untuk mencari keberadaan Ella. Panglima yang baru saja membaca surat tersebut kemudian segera mengikuti pangeran Zen.
Ditengah hutan pangeran ternyata tengah melampiaskan kemarahannya dengan membabi buta pohon hingga tumbang. Emosi , amarah dan kesedihan terlihat begitu menguasai tubuh Pangeran saat itu.
"Gawat! pangeran mulai kehilangan kendali. Aku harus menghentikannya sebelum dia melukai dirinya sendiri.
"Auu...(lolongan serigala buas)
"Pangeran!
Seketika berbalik, Panglima melihat mata Moster serigala seutuhnya terlihat berkaca-kaca dan merah menyala. Tanpa ancang-ancang Panglima seketika diserang dengan secepat kilat dan terbanting.
"Pangeran, saya tahu kau sedang marah. Tapi tolonglah tenangkan dirimu!
"Bagaimana kau bisa mengatakan itu, hah? Apa yang kau tahu soal dia...
kata Pangeran mulai mencekik leher Panglima dengan kuku tajam dan tenaga yang kuat membuat panglima tidak bisa bergerak hingga kakinya tidak menyentuh tanah. Karena tidak punya cara lain, Panglima akhirnya mengambil langkah kekerasan dengan mengeluarkan pedangnya hingga melukai beberapa bagian tubuh hingga wajah monster serigala buas itu.
"Ahh....(kesakitan)
"Maafkan hamba Pangeran, Kau harus tetap kuat demi Ella. Dia mungkin akan membenci dirinya sendiri jika melihat orang yang ia cinta melukai dirinya sendiri seperti ini! Ingatlah semua kebaikan Ella dan kenanganmu bersamanya...
Perkataan Panglima seketika membuat Pangeran mulai berubah menjadi normal. Namun kesedihannya terlihat sangat jelas dari air mata yang bercucur deras.
"Pangeran, hamba yakin Ella pasti akan baik-baik saja. Dia gadis yang baik, tidak mungkin ada yang akan melukainya.
"Tapi bagaimana jika itu sampai terjadi? aku tidak akan memaafkan diriku sendiri Panglima! Kita harus mencari dan menemukan dia.
__ADS_1
"Tidak Pangeran, tolong jangan katakan itu. Aku yakin Kita pasti akan menemukannya dan membawanya kembali dengan selamat! tapi sebelum itu, Pangeran sebaiknya kembali ke istana dan menenangkan diri Pangeran terlebih dahulu. Setelah itu, baru kita bersama-sama mencarinya. (bujuk Panglima)