Beauty And The Wolf Prince

Beauty And The Wolf Prince
Chapter 58


__ADS_3

[Disisi lainnya]


“Aduh...tempat hiburannya ramai sekali, bagaimana menemukan mereka ya?”


Beauty dengan penyamaran wanita pelayan itu akhirnya, berhasil menemukan Pangeran Jozen dan Rollen yang tengah mabuk-mabukna dalam Bar. Tentu itu bukanlah sesuatu yang baru bagi Leona, karena ia sejak awal telah menebaknya. Leona yang berusaha mengkorek lebih dalam itu, kemudian melibatkan diri menjadi pelayan Pangeran Jozen.


“Maaf tuan...tapi saya bukan..."


“Mau beralasan apa lagi kau pelayan? Bukankah aku telah membayarmu lebih untuk membantumu....,sekarang kau harus...membalas budi untuk itu.!” Ucap Jozen, dalam keadaan mabuk.


“Membalas budi...apa maksud tuan?”


“Hei kak...sebaiknya kita kembali sekarang, sebelum ada yang melihat kita!” ucap Rollen mabuk. “Ah....sial, aku...aku lupa membawa ramuannya, bagaimana sekarang!”


“Hei adikku..., itu tidak perlu. Kita ini hanya minum sedikit, tidak akan mabuk!”


“Maaf jika boleh tahu...tuan-tuan ini sebenarnya siapa?” selidik Leona.


“Hei anak kecil...sebaiknya kau pergi dari sini, sebelum sesuatu terjadi padamu. Kau tidak tahu, kami ini harus menjaga diri sebagai Pangeran Penerus...upss...maaf aku keceplosan!”


“Tidak perlu meminta maaf adikku, anak kecil ini sendiri yang datang pada kita. Dia tidak mungkin melaporkan ini...!”


“Dasar Pangeran tidak tahu malu, bagaimana bisa mereka memikirkan harga diri setelah semua yang mereka lakukan. Bahkan mereka tidak malu memesan gadis kecil sebagai pelayan mereka!”


“Tentu saja Pangeran...!” jawabnya. “Tapi maaf kali ini aku harus membongkar kebusukan kalian kepada Raja dan semua orang setelah mengumpulkan bukti yang kuat..,” gumamnya.


“Hei...mau kemana gadis manis. Duduklah, kau harus melayaniku dengan baik sebelum pergi...atau kedua orang tuamu tidak akan selamat.”


“Lepaskan saya tuan, saya bukan gadis murahan seperti itu...!”


Kesal mendengar jawaban Pelayan yang tidak lain adalah Leona itu membuatnya mengayunkan tangan untuk menamparnya.


“Dasar pelayan tau diuntung....,berani-beraninya kau melawanku!”


”Kakak jangan....,” peringat Rollen kepada kakaknya.


Plak...krek...brakk....


Sebuah hantaman perlawanan pun diberikan oleh seorang Pria paruh baya kepada Pangeran Jozen yang muncul seketika. Dengan sigap, pria tersebut menahan tangan Jozen dan memutarnya dahulu sebelum akhirnya melepaskannya dengan dorongan hingga dengan mudah tubuh Pangeran terjatuh ke sofa dibelakangnya.


“Ah....


“Jangan macam-macam kepada Wanitaku...


“Hei...kak...kak Jozen, kau tidak apa-apa?”


“Lepaskan...aku baik-baik saja. Hei...kau breng**k! maju jika kau ingin berkelahi hah...berani-beraninya kau masuk kemari tanpa izin dan menyerangku...siapa kau, cepat katakan!”


“Kau tidak perlu tahu, karena siapa aku itu tidak penting. Aku peringatkan kepadamu, jangan coba-coba memperlakukan wanita seperti barang yang bisa kau belli harga dirinya...itu tidak pantas untuk dilakukan. Ayo...,” ucap Pria tersebut kemudian menarik pergi Leona keluar.


“Hei mau kemana kalian jangan kabur....dasar baj**n!”


[Diluar Bar]


“Lepaskan....lepaskan aku...ih...,” melepaskan tangannya. “Heh...jangan mentang-mentang kamu menyelamatkanku tadi jadi bisa seenaknya memanfaatkanku juga. Aku bisa saja berteriak jika kau berbuat macam-macam, To...!”

__ADS_1


“Sstt....,” ucap Pria itu sambil menutup mulut Leona. “Diamlah Putri..ini aku...Ran!


“Ho...Ron....!” ucap Leona dengan mulut yang masih dibekap tangan putih Ran itu.


[Kejadian sebelumnya]


Ran yang tengah berjaga malam, sedang berkeliling desa memastikan keamanan. Siapa sangka, ia tak sengaja melihat Pangeran Bersaudara itu ada di desa malam-malam begini. Memikirkan tentang perkataan Leona, ia pun mengikuti mereka yang menyamar dan sampai didepan sebuah Bar Baru tersebut.


“Kenapa Pangeran Bersaudara masuk ke tempat kotor itu?” bertanya-tanya. “Eh...itu...bukankah itu Putri Leona ya? Sedang apa dia kemari.”


Karena cemas, Panglima memutuskan juga untuk masuk ke Bar dengan samaran untuk mencari Leona, dan mendapatinya Leona sedang melayani Pangeran Jozen dan Rollen yang mabuk dengan penyamaran mereka disudut ruangan sepi. Entah apa yang dipikirkan Leona, apakah dia sudah kehilangan akal sehingga terlalu nekat melakukannya sendiri.


Beberapa saat mengamati, Ran pun keluar setelah melihat Jozen mulai mengangkat tangan besarnya untuk melakukan kekerasan terhadap Leona.


[Kembali ke situasi]


“Jadi begitu ya...syukurlah kau datang tepat waktu Panglima. Aku hampir saja ketahuan...”


“Hah...aku bahkan tidak bisa berpikir jika sampai Pangeran Jozen benar-benar melukaimu tadi.”


“Tidak masalah, setidaknya kau sudah mengetahui kalau apa yang aku katakan tentang Pangeran bersaudara waktu itu adalah benar.”


“Hm...maafkan aku telah tidak mempercayaimu. Tapi meski mengetahui kebenarannya sekarang, aku rasanya masih tidak percaya kalau kedua Pangeran penerus itu sering melakukan ini!”


“Huff...iya aku juga sempat tidak menyangka, tapi sayangnya mereka yang melakukannya sendiri dan kau lihatkan bagaimana sikap mereka sebenarnya. Nah, sekarang kita hanya perlu melaporkan ini kepada Raja, agar kebusukan mereka itu terbongkar!”


“Tidak...jangan.”


“Ada apa? Bukankah mereka memang layak mendapatkan hukuman karena telah melanggar aturan kerajaan!”


“Tapi bukankah kau bisa menjadi saksi mata, itu sudah cukup untuk membuktikannya.”


“Dengar Putri..., Aku tahu niatmu baik dan terpuji. Aku bukannya bermaksud membela mereka dengan mencegahmu, namun cobalah pikirkan kembali...Pangeran Bersaudara memiliki kekuasaan dan bahkan jika kau memiliki segala bukti bisa saja tidak akan ada yang percaya begitu saja mengingat kau adalah orang luar. Aku juga bisa membantumu namun aku tidak bisa menjamin diriku bisa mengeluarkanmu dari hukuman jikalau Pangeran Bersaudara bisa menutupi perlakuan mereka karena selama ini mereka bisa melakukan apapun pasti dengan bantuan orang dalam dan luar!”


Mendengar saran Ran, Leona pun berpikir kembali. Ia mengerti Ran berniat baik agar Leona nantinya tidak salah melangkah dan membuatnya terjebak sendiri.


“Hmm...baiklah, lalu sekarang bagaimana?”


“Kita hanya perlu mencari bukti yang benar-benar tidak membuka peluang bagi mereka untuk mengelak. Sebuah bukti yang benar-benar tidak bisa dipungkiri lagi oleh Pangeran bersaudara itu."


“Begitu ya..., hmm...baiklah kalau begitu untuk sementara bisakah kau membantuku untuk menemukan bukti tersebut?”


“Tentu Putri...”


Leona pun kembali ke istana Zuma, dan bertemu dengan kakaknya yang sudah lebih dulu ada dikamar mereka. Dengan mengendap-endap ia berharap Beauty masih belum kembali setelah makan malam bersama Zen tapi ternyata ia ragu.


“Ehem....,” Dehaman Beauty pun membuat Leona kaku saat mencoba menutup pintu dengan perlahan.


“Eh...kakak. hehehe....sejak kapan kakak ada disitu?”


“Sejak kau pergi keluar lagi tanpa izinku.”


“Oh...hehehe...itu...mm...,Bagaimana makan malamnya dengan Pangeran Zen? Apakah semunya berjalan dengan baik... romantis tidak...?” Elaknya Leona untuk mengalihkan pembicaraan. “Kenapa kakak pulangnya cepat sekali sih...?” gumamnya.


Leona tidak bisa mengalihkan kakaknya untuk tidak mempertanyakan apapun, Beauty sebagai kakak juga sudah hafal betul tingkah Leona ini sehingga ia tidak bisa dengan mudah dibohongi dengan adiknya itu. Dan benar saja, seperti biasa seorang adik dan kakak saling menasihati dan memberikan arahan.

__ADS_1


“Ini sudah sekian kali kau melakukan ini. Leona...jika begini terus aku akan mengirimmu kembali ke istana selatan!”


“Gawat, jika aku kembali maka misi membongkar kebusukan Pangeran akan gagal. Tidak....tidak.” gumamnya kemudian mencari alasan. “Iya....iya aku minta maaf. Aku memang keras kepala karena tidak menepati janji...tapi aku keluar dengan alasan penting.”


“Alasan apalagi..?” jawab kesal kakaknya.


“Haruskah aku memberitahu kakak juga....hmm...tapi bagaimana jika ia tidak percaya?”


“Leona...apa kau mendengarku? Aku sedang bertanya padamu...apa alasannya kau sering keluar tanpa sepengetahuanku.” Lagi-lagi pertanyaannya tidak dijawab Leona. “ Baiklah jika kau tidak ingin menjawab juga, aku akan memberitahu ayah dan ibu juga agar kau mendapatkan hukuman karena membuat kami kecewa...!” ancam Beauty untuk membuat Leona jera.


“Jangan kak...tolong jangan beritahu mereka. Iya aku akan mengatakan yang sebenarnya, tapi apakah kakak akan percaya?”


“Adikku...aku selalu mempercayaimu. Sekarang, coba katakan yang sejujurnya padaku!”


Leona pun mengatakan apa yang ia ketahui selama ini, dia menceritakan tentang apa yang ia lihat yaitu soal Pangeran Bersaudara. Tak lupa ia juga memberitahu rencananya bersama Ran kedepan untuk membongkar kebohongan mereka.


“Apa...?


“Benar kak...dan sekarang aku dan Ran berencana untuk mengumpulkan bukti-buktinya!”


“Hmm....tidak. Aku tidak mengizinkan kau melakukannya, itu bukan kapasitasmu lagipula mau benar atau tidak Pangeran bersaudara itu melakukannya itu tidak ada hubungannya dengan kerajaan kita. Jadi sebaiknya kau tidak melibatkan diri adikku....,”


“Tapi kak...”


“Sudah cukup Leona, sekali kakak mengatakan tidak...ya tidak. Jika kau masih mau tinggal disini maka jangan melakukan apapun yang bisa membuat kita bermasalah disini!”


“Bahkan jika itu demi kebenaran dan keadilan kakak?”


“Dengar ya adikku..., niatmu tidak salah. Bahkan berpikir membantu orang lain demi kebaikan itu sudah sangat baik tapi adakalanya kita juga harus melihat situasi diri sendiri apa kita mampu atau tidak.”


“Kita pasti mampu kak...,asal kakak mendukung kami!”


“Kau ini keras kepala..., mungkin saja kita mampu tapi itu akan menyeret kita ke masalah besar adikku. Masih untung jika kita bisa membuktikannya bagaiaman jika tidak...kau tahu apa hukuman bagi orang luar di kerajaan seperti ini bukan?”


“Hmm...iya...aku mengerti. Maaf telah mengecewanmu kak!”


“Adik pintar...sekarang kau bersihkan dirimu. Lalu segera tidur...,” ucap Beauty.


“Baik...”


***Bersambung....


*


*


*


*


*


*


Hai sobat Readers B&WP👋terimakasih telah mampir dan baca chapter ini ya😊 Kalau kalian suka sama ceritanya, jangan lupa tambahkan di list favorit kalian ya...biar bisa dapat notif setiap up chapter baru ok👌👍, dan dukung authornya dengan Like, vote dan comment ya temen-temen. Kenapa? karena dukungan kalian akan menjadi semangat untuk membuat karya yang lebih berkualitas***:)

__ADS_1


__ADS_2