Berbagi Cinta: Aku, Madu Sahabatku

Berbagi Cinta: Aku, Madu Sahabatku
Bab 66


__ADS_3

Pesawat yang ditumpangi Wina dan Samudra pun mendarat di bandara Charles de Gaulle Paris. Mereka segera menuju hotel tempat Al sudah memesannya.


Tiba di hotel, mereka langsung merebahkan tubuh mereka di atas ranjang. Selain karena perjalanan yang jauh, mereka juga tidak sempat istirahat setelah resepsi kemarin.


Mereka tertidur lelap dan melupakan malam pertama yang bahkan belum mereka jalani. Samudra tertidur dengan memeluk Wina. Wina pun merasa nyaman tidur dalam pelukan sang suami.


Samudra terbangun lebih dulu. Ia melihat ke arah jendela dan terkejut, saat langit Paris sudah menjadi gelap. Samudra mengambil ponsel yang sudah ia setting dengan waktu Paris.


"Ah, sudah jam sembilan malam rupanya," gumamnya. Samudra mengambil air minum di samping nakas. Ia teringat akan hadiah pernikahan dari readers kemarin dan meminumnya.


Ia menoleh dan melihat Wina yang masih tertidur. Samudra kembali memeluk Wina. Wina pun semakin menyembunyikan wajahnya ke dada bidang Samudra. Samudra tersenyum dan menyingkirkan anak rambut di wajah Wina, ke belakang telinganya.


Ia mengecup kening Wina dan semakin mendekapnya. Wina merasa terganggu dengan dekapan Samudra yang erat.


"Mas, aku gak bisa napas loh," ucapnya.


"Benarkah?" Wina mengangguk.


"Lapar tidak?"


"Ini jam berapa?" Samudra merenggangkan pelukannya.


"Jam sembilan malam."


"Berarti, di Indonesia jam berapa?"


"Perbedaan waktunya sekitar enam jam. Berarti, di Indonesia sekarang jam tiga dini hari."


"Harusnya saat kita tiba tadi hubungi Darren dulu ya," sesalnya.


"Tidak apa, Darren pasti mengerti. Lain kali, kita ajak Darren berlibur ke sini ya," ajak Samudra.


Wina mengangguk. Matanya bahkan sudah berkaca-kaca karena haru. Wina memeluk Samudra erat. Samudra pun membalasnya dan mengusap punggung istrinya itu.


"Jadi, lapar tidak?" Samudra mengulangi pertanyaannya.


"Ini sudah malam loh, Mas. Nanti kalau aku gemuk gimana?"


Samudra mengernyitkan dahinya heran. "Emang kenapa? Artinya aku sukses bahagiakan kamu dong?"


"Kamu yakin? Gak akan mencari yang lebih seksi nantinya?"


"Kalau kamu gemuk, kamu akan terlihat seksi, Sayang. Kamu yang terseksi bagiku."


"Gombal banget."


"Kamu gak percaya?" Samudra memasang wajah garang.


"Gak." Wina seakan menantang Samudra.


"Oke. Akan aku buat kamu menjadi gemuk. Jika aku menepati ucapan ku, kamu harus mengikuti semua mau ku."


"Kalau mas minta nikah lagi gimana?"


"Aku tidak akan meminta itu, Sayang. Jika sampai aku meminta hal itu, sama saja dengan aku tidak menepati janjiku dong?"


Wina tersenyum. "Oke!"


"Kalau begitu, tahap pertama dimulai sekarang."

__ADS_1


Samudra segera menyambar bibir ranum milik istrinya. Wina membalas setiap perlakuan Samudra. Samudra melakukannya dengan sangat lembut hingga Wina terbuai dan terbawa oleh arus yang Samudra ciptakan.


Rasanya, bagaikan ribuan kupu-kupu beterbangan dalam dirinya. Satu jam mereka terus berpacu mencapai puncak dari hasrat mereka. Bahkan, mereka melupakan teriakan perut mereka yang meronta minta di isi.


Hingga Samudra mempercepat gerakannya dan lenguhan yang panjang, terdengar dari mulut mereka.


"Lelah?" Wina mengangguk.


Peluh membanjiri tubuh keduanya. Wina bahkan masih merasa tersengal-sengal akibat serangan Samudra yang dahsyat padanya.


Samudra mengecup kening istrinya lembut. "Istirahat sebentar. Setelah itu, kita bersihkan tubuh kita."


Kembali Wina mengangguk. Samudra mengusap kening Wina yang dipenuhi oleh peluh. Ia mengambilkan gelas berisi air mineral untuk istrinya. Wina menenggaknya hingga habis.


Samudra tersenyum. Ampuh sekali hadiah dari readersnya othor.


Setelah beberapa menit, Samudra mengangkat tubuh Wina dan meletakkannya di atas closed duduk. Samudra mengisi bath up dengan air hangat. Setelah itu, mereka mandi bersama.


Sayangnya, akibat hadiah dari readers yang sempat Samudra minum tadi, kini senjatanya kembali menyerang sang istri. Seakan tak ada lelahnya, Samudra kembali menggempur sang istri.


Aku belum pakai lingerie saja, Mas Samudra seganas ini. Bagaimana aku menggunakannya? gumamnya dalam hati.


Pada akhirnya, mereka makan tepat tengah malam. Itupun, dengan memanggil room service. Wina kesulitan berjalan akibat ulah suaminya itu. Dengan senang hati, Samudra memakaikan pakaian Wina dan menggendongnya.


Terlihat jelas rasa sayang Samudra yang tulus pada Wina. Hingga Wina terus tersenyum melihat sikap hangat sang suami.


Usai makan, Samudra mengenakan sweater pada Wina dan membawanya ke balkon hotel. Dari kamar mereka, mereka mampu melihat menara Eiffel yang indah di malam hari.


Wina memeluk pinggang Samudra. "Aku bersyukur mendapatkan mas sebagai suamiku. Jika saja kita bertemu lebih dulu, mungkin aku tidak akan pernah merasakan terkhianati. Bahkan, merelakan diriku menjadi madu."


Samudra membalas pelukan Wina. "Jangan ingat lagi masa lalu mu. Fokuslah pada masa depan kita. Jika kau tidak bersamanya dulu, belum tentu kita akan bertemu kan?"


"Aku pun sangat mencintaimu."


Kembali, mereka menautkan bibir mereka. Disaksikan kerlap-kerlip bintang dan kokohnya menara Eiffel.


*****


Pagi harinya, Wina dan Samudra menghubungi Darren. Darren terlihat bahagia menyapa kedua orang tuanya. Wina senang karena putranya mau menerima keberadaan Samudra. Begitupun sebaliknya.


Dua pria berbeda generasi ini, akan menjadi pria kesayangannya. Mereka pun, pasti akan melindunginya selalu.


Setelah berpamitan pada Darren, Wina dan Samudra memutuskan mengunjungi tempat wisata yang ada di sana. Sepanjang perjalanan, Samudra tak melepas genggamannya dari Wina.


Sesekali, mereka akan mengambil potret kebersamaan mereka di sana. Menyimpannya dalam album atau membingkainya dan memajang foto-foto itu. Mereka menikmati suasana Paris yang banyak dikunjungi para pelancong mancanegara.


"Mas, aku ingin es krim," pinta Wina.


"Ya sudah. Tunggu di sini dulu ya. Mas ke sana beli pesanan kamu." Wina mengangguk.


Wina pun duduk di bangku taman dan memainkan ponselnya. Ia dikejutkan dengan suara seseorang yang ingin duduk di sampingnya.


"Hai, boleh aku duduk di sampingmu?"


Wina menoleh. Ia mengangguk memperbolehkan wanita itu duduk di sana.


"Kamu pasti dari Indonesia kan?" tanyanya.


"Iya. Kamu juga?" Wanita itu tersenyum dan mengangguk.

__ADS_1


"Kenalkan, namaku Riana." Wanita yang bernama Riana itu mengulurkan tangannya.


"Aku Wina." Wina membalas jabatan tangannya.


"Ternyata kakak di sini. Aku lelah mencari kakak."


Wina tersenyum melihat pria yang ada di depannya. "Hai, Mas Rian." Wina melambaikan tangannya.


"Loh, Wina. Kamu sama siapa?"


"Kamu kenal?" tanya Riana yang melihat mereka saling menyapa.


"Dia ini salah satu distributor kita kak." Riana menganggukkan kepalanya.


"Sama siapa?" tanya Rian lagi.


"Ah, tidak mungkin sendiri. Pasti dengan suami mu yang posesif kan?"


Wina tergelak mendengar ucapan Rian. "Apa dia kekasih mu?"


"Dia istriku." Suara itu membuat Wina menoleh.


Ternyata, itu adalah pria yang ada di panggung waktu itu. Wina kembali dikejutkan dengan seseorang yang memeluk pinggangnya.


"Halo, Arkan," sapa Samudra.


"Kalian saling kenal?" tanya Rian dan Riana bersamaan.


"Kami rekan bisnis."


"Jadi, kau sudah menikah?" tanya Samudra.


"Kami sudah bercerai." Riana lebih dulu menjawab sebelum Arkan mengatakan yang tidak-tidak.


Rian menahan tawanya melihat wajah sang kakak yang tertekuk. Arkan mendekati Riana.


"Bukankah kau bilang sudah memaafkan ku?"


"Terus? Kita tetap harus menikah lagi, Mas. Tapi, aku belum menerimamu seutuhnya. Aku masih menilai mu." Riana pergi dari tempat itu lebih dulu.


Arkan segera menyusul Riana. Rian melambaikan tangannya meninggalkan pasangan pengantin baru itu. Wina dan Samudra menggelengkan kepalanya melihat hal itu.


*****


Penasaran dengan tokoh Riana, Arkan dan Rian? cus kepoin di novel Love after Marriage and divorce. Karya yang akan ku lanjutkan setelah novel ini.


Btw, aku besok libur up ya genks. sibuk. awal tahun aku akan up kembali. Menyelesaikan sisa cerita mereka dan melanjutkan LAMD.


promo hari iniπŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡



bosan dengan cerita Romance yang menyiksa? novel di atas salah satu referensi Romance komedi buat kalian.



nah, yang kedua ini cerita cinta sejak masa kanak-kanak. bagaimana kelanjutan kisah mereka? yuk kepoin karya dua author itu. mereka sahabatΒ² ku loh.


Sampai jumpa di bab selanjutnya... di awal tahun ya.. bye bye kesayangan πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜πŸ˜πŸ˜β€οΈβ€οΈβ€οΈπŸ’–πŸ’–πŸ’–

__ADS_1


__ADS_2