
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mereka terdiam karena baru saja mengetahui suatu kebenaran yang membuat mereka tidak bisa berkata-kata.
"Semua bawahan Hiro, sangat lah kuat dan tidak bisa di remehkan karena mereka mempunyai latar belakang yang menakutkan, kami tidak tahu bagaimana cara dia mendapatkan mereka semua" Ucap Alphonse dengan lemah.
"Hahh dulu aku benar-benar beruntung karena bila Hiro ingin mungkin saja ia bisa menghancurkan dunia ini seorang diri" Ucap Escanor.
"Sudahlah mau bagaimana pun dia tetap anak kita" Ucap Karmelia tidak memikirkan apapun.
"Kamu benar saudari, dia adalah anak kita yang sangat luar biasa" Ucap Chloe setuju.
Para pria disana hanya menggelengkan kepalanya karena sifat dan sikap seorang ibu tidak bisa dirubah mau bagaimana pun juga.
***
Keesokan harinya Hiro masih berada di istana kerajaan Moonlight.
"Raa?" ucap Hiro memanggil bawahannya yang seekor Phoenix.
"Saya disini tuan" Sebuah suara lembut terdengar di belakang Hiro.
Saat ia memalingkan wajahnya, Hiro melihat seorang wanita muda dengan pakaian feminim.
"Kamu siapa?" Ucap Hiro terkejut.
"Bukankah anda barusan memanggil saya tuan?" Ucap nya dengan memiringkan kepalanya.
"Raa? Itukah kamu?" Ucap Hiro terkejut.
Seekor burung kecil yang ia dulu rawat kini jadi seorang perempuan kecil?.
"Iyah ini saya Raa tuan" Ucap nya dengan polos.
"Sekarang berapa umur mu?" Tanya Hiro.
"Saya? 17 tahun tuan" Ucap nya dengan tersenyum.
'Bagaimana bisa?! Oh yah aku lupa ada tempat yang berbeda waktunya' Pikir Hiro.
"Kamu sudah besar yah sekarang… Perasaan baru saja kemarin kamu masih seekor burung kecil" Ucap Hiro tersenyum kecil.
"Tapi apakah kamu masih bisa berubah jadi burung kecil?" Tanya Hiro.
"Tentu tuan tapi bukan burung kecil…" Ucap nya kemudian berubah menjadi seekor burung besar dengan bulu-bulu halus berwarna emas.
"Aku bukan burung kecil lagi tuan tapi Phoenix yang cantik" Ucap Raa dalam wujud Phoenix nya.
"Hahaha sudah-sudah, berubah jadi manusia kembali bisa gawat kalau sampai ada yang lihat" Ucap Hiro.
Raa kembali berubah menjadi perempuan muda.
"Jadi ada apa anda memanggil saya tuan?" Tanya nya.
"Hmmm tidak-tidak, aku hanya ingin melihat mu karena sudah lama tidak terlihat" Ucap Hiro.
"Bukankah itu karena anda jarang memanggil saya tuan, Hmpphh" Ucap nya dengan lucu sambil mengembungkan pipinya.
"Hahaha iyah-iyah maafkan aku" Ucap Hiro tersenyum.
"Jadi anda memanggil ku bukan karena ada tugas tuan?" Ucap Raa.
"Hmmm bentar ku pikirkan dulu, apakah ada tugas untukmu" Ucap Hiro sambil berpikir, sedangkan Raa menatap Hiro dengan berharap ada sesuatu yang dapat ia kerjakan.
"Ahh yah tidak ada sepertinya" Ucap Hiro.
Seketika Raa kecewa mendengar nya.
"Apakah benar-benar tidak ada tuan?" Ucapnya dengan sedih.
"Tidak ada… tapi kamu berubah lah jadi burung kecil dan ikut aku" Ucap Hiro sambil menepuk-nepuk pundaknya.
__ADS_1
Raa dengan sedih mengangguk dan berubah jadi seekor burung kecil yang dulu biasanya bertengger di pundak Hiro.
"Jangan bersedih seperti itu nanti kalau ada tugas akan ku beritahukan kamu" Ucap Hiro dengan mengelus-elus kepala burung kecil tersebut.
"Pikkk?Pikkk!" Ucapnya senang.
"Iyah-iyah aku janji" Ucap Hiro kemudian keluar dari ruangannya.
***
Hiro pergi keluar istana, ia berkeliling ibukota untuk menghabiskan waktu.
'Masih ada satu hari sebelum update sistem selesai setelah itu aku akan pergi naik ke dunia illahi' Pikir Hiro.
"Pikk…Pikk?"
"Tidak, aku tidak memikirkan apapun" Ucap Hiro.
"Pikk…" Raa menatap tidak percaya kepada Hiro.
"Ahh kamu mau itu?" Ucap Hiro mengalihkan perhatian nya ke penjual daging tusuk.
"Pikkk!" Ucap Raa dengan senang mengangguk.
"Baiklah ayo kita beli" Ucap Hiro.
"Pak kami beli 10 tusuk" Ucap Hiro.
"Baik tuan tunggu sebentar" Ucap pedagang tersebut.
Hiro mengangguk dan dengan senang hati menunggu.
Ia memperhatikan sekelilingnya yang sangat tenang dan damai, berbeda dengan dulu.
'Aku harap situasi di dunia Illahi sama seperti disini, aman tenang dan damai' Ucap Hiro dalam hatinya.
Hiro bukanlah tipikal orang yang suka mencari masalah tetapi ia juga bukanlah orang yang takut akan masalah.
Sebenarnya yang ia inginkan adalah hidup dengan tenang tanpa ada sesuatu yang mengancam keluarganya kelak nanti.
"Baik pak terimakasih, berapa?" Tanya Hiro.
"5 koin perak saja tuan" Ucap penjual tersebut tersenyum ramah.
Hiro mengambil 1 koin emas dan memberikan nya.
"Ambil saja kembaliannya" Ucap Hiro kemudian pergi.
Pedagang tersebut terkejut menerimanya, ia sangat berterimakasih sampai mengeluarkan air mata terharu karena 1 koin emas saja sama dengan penjualan nya selama 1 bulan.
Hiro memberikan 5 tusuk ke Raa dan sisanya ia makan sendiri.
"Hmmmm kita kemana lagi yah" Ucap Hiro kebingungan.
"Pikkkk…Pikkk!".
"Tidak tidak, kan sudah banyak kamu jajan" Ucap Hiro mendengar Raa ingin membeli makanan.
"Pikkk…" Ucapnya dengan sedih.
"Hnmm… Apa itu?" Ucap Hiro yang melihat orang-orang berkumpul di depannya.
"Cuihhh enyah sana dasar sampah kotor" Ucap seorang pemuda dengan berkata sambil memukul-mukul seorang anak seumuran nya.
"Ada apa ini" Tanya Hiro ke orang-orang yang berkumpul disana.
"Syutt jangan berisik, dia adalah keponakan raja dan anak yang sedang di pukulnya itu seorang pengemis, ia tidak sengaja menyenggol pemuda itu dan hasilnya seperti yang kamu lihat sekarang" Ucap seseorang menjawab pertanyaan Hiro.
"Hanya menyenggol nya ia sampai di pukuli seperti itu? Bukankah itu berlebihan?" Ucap Hiro.
"Haishh kamu pasti orang baru… Ia memang selalu seperti itu tetapi karena akhir-akhir ini ada kabar kalau penguasa sedang berada di kerajaan jadi raja menyuruh keponakannya untuk bersembunyi dan berdiam untuk tidak membuat masalah"
__ADS_1
"Bukankah itu sama saja seperti berkhianat kepada penguasa?" Ucap Hiro.
"Ahh aku tidak tahu pokoknya jangan sampai kita berurusan dengan pemuda itu" Ucap seseorang.
"Bukankah penguasa tidak menyukai sifat yang seperti itu? Bagaimana tindakan raja akan sikap keponakannya itu?" Ucap Hiro dengan serius.
"Haishh mau bagaimana raja pasti membela keponakannya jadi kita tidak bisa berbuat apa-apa" Ucap orang di samping Hiro.
'Hoo jadi seperti ini kalian di belakang ku? Berani sekali mempermainkan ku' Pikir Hiro dengan marah.
Ia pergi dari kerumunan itu dan mengubah tampilan wajahnya dengan Mask Shadow.
Ia kembali ke kerumunan itu dengan wajah baru.
"Berhenti !" Ucap Hiro dengan keras.
Semua orang memalingkan wajahnya dan berpikir bahwa Hiro sudah gila berani berteriak seperti itu.
"Hahh?! Apa?! Siapa kamu berani menyuruh ku berhenti?!" Ucap pemuda itu dengan keras.
"Kau sudah keterlaluan! Hanya karena pemuda itu menyenggol mu apakah harus memukulnya sampai seperti itu?" Ucap Hiro yang menyamar.
"Bukan urusanmu! Jangan ikut campur lagi atau tidak kamu akan ku habisi" Ucap nya dengan kesal.
Tanpa berpikir panjang Hiro memukul pemuda itu dengan keras sampai terhempas menembus dinding restoran di depannya.
Semua orang terkejut dengan keberanian Hiro yang memukul keponakan raja.
Mereka menatap kasihan Hiro karena keberaniannya tersebut membuat ia dalam bahaya.
Dan benar saja setelah Hiro memukul pemuda tersebut seluruh prajurit yang ada disana mengepung Hiro dan mengacungkan senjatanya kepada Hiro.
'Benar-benar berani sekali mereka mempermainkan ku!' Pikir Hiro dengan kesal.
"Diam di tempat! Kau akan kami tangkap karena berani memukul tuan muda! Apakah kau berniat untuk berkhianat kepada kerajaan?!" Ucap seorang prajurit dengan keras.
"Berkhianat? Bukankah itu kalian? Kalian berani sekali melanggar perintah penguasa untuk tidak bertindak seenaknya dengan menggunakan kekuasaan?" Ucap Hiro dengan dingin.
"Hahaha apakah kau tidak tahu? Bahwa penguasa lahir di tempat ini jadi ia pasti akan lebih mempercayai kami daripada orang tidak jelas seperti mu" Ucap prajurit itu dengan sinis.
Hiro mengepalkan tangannya berusaha untuk tenang agar tidak terlalu terbawa emosi.
'Apakah saya bunuh saja mereka tuan?' Ucap Raa mengunakan telepati nya.
'Tidak perlu, tunggu sampai aku tahu sampai mana mereka akan bertindak' Ucap Hiro.
"Apakah seperti ini sikap kalian di belakang penguasa?!" Ucap Hiro.
"Menurutmu?" Ucap prajurit itu dengan senyum sinis.
"Sialan!!! Berani sekali kau memukul ku b*jingan!" Sebuah suara keras berasal dari lubang dinding restoran.
Setelah suara itu terlihat lah seorang pemuda yang Hiro pukul tadi.
Ia menatap Hiro dengan marah dan nafsu membunuh yang luar biasa keluar dari tubuhnya.
"Akan aku bunuh kau sialan!" Ucap dengan penuh amarah.
{Kalau anda ingin lebih tahu apa yang terjadi di kerajaan ini, saya sarankan untuk menyerahkan diri dan anda akan tahu secara langsung bagaimana sosok sebenarnya raja tersebut}
Sebuah suara mengejutkan Hiro yang menahan diri, ia terkejut karena sistem menyuruh nya untuk menyerah? tapi setelah mendengar alasannya Hiro berpikir itu ide bagus.
'Baiklah akan ku turuti apa yang kau katakan sistem' Ucap Hiro dalam pikirannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mohon di tekan tombol like nya dan tulis apa saja untuk komentar 🥲
Bosan boleh karena sifat alami manusia tapi jangan meninggalkan author, karena author tidak bisa hidup tanpa adanya kalian sebagai pembaca 🥲🤣
Anjir jijik bet 🤮🤣
__ADS_1
Dah lah see you next up 👋
^^^^~ASMODEUS~^^^^