Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Saudari


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Saat Hiro dan Yue tengah bercumbu muncul lah di depannya portal dimensi berukuran sedang namun aura dan getarannya sangat besar bahkan hampir setengah dunia ini merasakannya.


Hiro pun berhenti melakukan aktifitasnya dan menatap ke arah portal tersebut dengan wajah penuh senyum.


"Kalian memang bawahan ku yang paling terbaik, kalian bahkan tanpa menghabiskan banyak waktu dengan cepat kemari" Ucap Hiro dengan bangga memuji bawahannya semua.


Mereka semua yang baru saja keluar dari portal tiba-tiba saja terkejut bahagia mendapat pujian dari Hiro.


Hiro bangun dari posisi nya dan membalas salam hormat mereka semua, "Kalian semua bersiap lah karena sesuatu yang buruk mungkin akan terjadi" Ucap Hiro serius.


"Apa itu tuan?" Tanya Diablo.


Hiro menggelengkan kepalanya, "Sayang sekali aku pun tidak tahu apa sesuatu itu" Ucap nya dengan menyayangkan hal tersebut.


Semua orang pun terdiam bukan karena tidak percaya akan perkataan Hiro tetapi mereka semua memikirkan kemungkinan yang akan terjadi.


"Sudahlah dari pada pusing memikirkan apa yang terjadi lebih baik kalian mempersiapkan diri, terjadi atau tidaknya sesuatu yang buruk itu terserah nanti saja" Ucap Hiro menyadarkan pikiran mereka semua.


"Baik tuan" Ucap mereka dengan serius.


"Sudahlah kalian bagi kelompok dan pergi ke semua Kekaisaran yang ada, kecuali Rachel kamu bersama ku dan Yue disini" Ucap Hiro.


Mereka semua hanya mengangguk dan segera pergi dari sana.


Hiro kembali ke posisi awalnya yaitu berbaring dengan tenang di pahanya Yue.


Sedangkan Yue tersenyum manis berbeda dengan ekspresi Rachel yang muram karena senyuman Yue menurut pandangannya adalah suatu senyuman mengejek.


"Andai hari-hari ku damai dan tenang" Ucap Hiro.


"Percayalah pada ku kamu pasti akan merasakan nya di lain waktu" Ucap Yue dengan tenang mengelus-elus kepala Hiro.


"Tetapi kapan itu terjadi?" Tanya Hiro.


"Entahlah bisa jadi tahun depan atau ratusan tahun kemudian" Ucap Yue.


Bibir Hiro berkedut saat mendengar perkataan Yue.


"Haishh sudahlah, aku pergi" Ucap Hiro kemudian menghilang meninggalkan kedua perempuan tersebut.


Yue menghela nafasnya saat melihat kepergian Hiro, ia melirik ke arah Rachel kemudian mengeluarkan aura menakutkan yang tertuju pada Rachel.


"Aku tanya dan kamu jawab dengan jujur!…"

__ADS_1


"Apakah kamu ingin bersama Hiro hanya karena ingin berlindung kepadanya atau kau memang ingin bersama Hiro sepenuh hati tanpa ada niatan lain!?" Ucap Yue dengan dingin.


Rachel seluruh badannya bergetar hebat karena tekanan dari aura Yue.


Ia baru kali ini merasakan dan melihat aura yang semenakutkan Yue bahkan aura Hiro kalah olehnya.


Tetapi dengan tekad yang kuat ia berusaha menahan tekanan Yue dan mencoba menggerakkan bibirnya untuk berbicara.


"S-saya s-sungguh s-serius dan berani bersumpah tidak ada niatan lain selain karena menyukai jadi ingin bersamanya untuk selamanya" Ucap Rachel dengan terbata-bata.


Yue menatap Rachel dengan dingin dan serius, setelah beberapa saat tiba-tiba dirinya tersenyum.


"Baiklah karena kamu tidak berbohong akan ku terima kamu menjadi saudariku dan untuk kedepannya panggil lah aku kakak" Ucap Yue tersenyum lembut.


Rachel dalam diamnya terharu karena usaha dan tekadnya yang kuat ia berhasil melewati ujian dari Yue untuk menjadi saudari dan wanitanya Hiro.


"Baik kakak" Ucap Rachel dengan meneteskan air mata nya.


Yue dengan lembut memeluk Rachel untuk menenangkan dirinya.


***


Hiro tidak tahu apa yang terjadi di antara para wanita. Ia pergi ke kerajaan Moonlight untuk melihat raja baru apakah ia menjadi raja yang baik atau sebaliknya.


Setelah melihat-lihat kota tersebut, Hiro melanjutkan pergi ke gerbang istana.


"Tolong berhenti tuan! Ada keperluan apa anda datang ke kerajaan?" Tanya seorang penjaga dengan sopan dan ramah.


Hiro diam-diam mengangguk bahwa kerajaan yang ia turunkan tidak salah orang.


"Beritahu raja mu bahwa aku Hiro ingin bertemu dengannya" Ucap Hiro dengan tenang.


Prajurit tersebut pun tiba-tiba badannya bergetar, ia dengan cepat berlutut di depan Hiro dan meminta maaf karena tidak mengenalinya.


Hiro tidak mempersalahkan nya, ia hanya menyuruh prajurit tersebut untuk menyampaikan pesan nya kepada Raja kerajaan Moonlight.


Prajurit tersebut dengan cepat berdiri dan pergi menemui rajanya.


"Yang Mulia! Yang Mulia!" Sebuah suara dengan keras membuat seluruh istana mendengar teriakan tersebut.


"Lancang! Apakah kamu tidak tahu aturan?!" Ucap sebuah suara yang datang bersama beberapa orang lainnya.


"Maafkan aku tetapi ada hal yang penting yang harus saya sampaikan" Ucap nya dengan nafas tersengal-sengal.


"Aku tidak peduli…" Ucap seseorang yang di samping pria berpakaian mewah dan elegan menambah kewibawaannya tersebut dengan marah.

__ADS_1


"Cukup, biarkan dia menyampaikan apa informasi penting tersebut kalau memang tidak penting maka hukum saja dia" Ucap orang yang menghentikan bicara orang sebelumnya.


"Tapi Yang Mulia…"


"Jelaskan apa yang ingin kamu sampaikan?" Ucap Raja Moonlight.


"D-di d-depan ada penguasa Hiro berkunjung kemari" Ucapnya.


Semua orang yang ada disana tiba-tiba terdiam dan terkejut mendengar hal tersebut.


"K-kenapa tidak cepat beritahu aku?! Bawa aku menemuinya kita harus menyambut nya dengan baik dan sopan jangan sampai tuan Hiro tersinggung atau kerajaan kita akan berakhir menjadi debu" Ucap raja tersebut dengan khawatir.


"Baik Yang Mulia!" Ucap prajurit tersebut.


***


Hiro duduk di luar istana menunggu dengan tenang tanpa menghiraukan semua orang yang sedang memberi hormat kepadanya.


"Salam hormat tuan Penguasa, maafkan saya terlambat menyambut anda" Ucap tiba-tiba seseorang yang tiba-tiba muncul dan berlutut memberi hormat di depan Hiro.


Hiro meliriknya dan berdiri dari duduknya, "Berdirilah kalian semua, bagaimana kalau kita masuk terlebih dahulu?" Ucap Hiro tersenyum.


"B-baik tuan" Ucap raja kerajaan Moonlight yang baru.


Hiro pun di sambut dengan begitu meriah oleh orang-orang kerajaan Moonlight.


Tetapi karena mungkin ia sudah terbiasa jadi ekspresi nya hanya datar berbeda dengan dirinya yang dulu.


Hiro kemudian menyuruh semua orang untuk berkumpul di aula pertemuan.


"Sebarkan undangan ke seluruh kerajaan untuk segera datang sekarang juga, sebutkan saja ini perintah dari ku Hiro Akame!" Ucap Hiro.


"Baik tuan!" Ucap raja dengan cepat menyuruh orangnya untuk segera menyampaikan perintah Hiro.


"Baiklah kalau begitu kalian boleh duduk" Ucap Hiro setelah duduk di tempatnya yaitu singgasana raja.


Setelah itu ia memejamkan matanya tidak berbicara kembali yang membuat suasana di aula pertemuan tersebut menjadi hening tidak ada yang berani berisik takut mengganggu Hiro.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Maaf telat baru beres kerja 🙏


Maaf kemarin double up nya dan lagi cari tahu bagaimana cara menghapusnya.


See you next up 👋

__ADS_1


__ADS_2