Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Dewa Kehidupan


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hiro saat ini berada di salah satu kota besar dan terdapat istana di tengah-tengah kota tersebut, wilayah yang di singgahi oleh Hiro itu kerajaan yang entah apa namanya.


“Banyak sekali perubahan yang terjadi disini system” ucap Hiro dengan kagum saat melihat kota-kota yang ia lalui.


{Benar tuan, selama anda pergi banyak sekali hal yang sudah terjadi pada dunia ini}


“Bagaimana kabar keluargaku, apa mereka baik-baik saja?” tanya Hiro.


{Mereka baik-baik saja tuan}


{Bahkan dunia jiwa sekarang telah menjadi wilayah Duchy dan nona Yue menjadi Duchess di kekaisaran ini}


"Hooo~ tapi mereka tidak terkekang terhadap kekuasaan kekaisaran kan?" tanya Hiro.


{Tidak sama sekali, bahkan kekaisaran memberikan hak penuh atas segala hal kuasa kepada mereka, maka dapat di artikan bahwa dunia jiwa setara-ahh tidak mungkin lebih kuasa dari kekaisaran itu sendiri}


"Hemmm menjalin hubungan erat dengan cara saling membutuhkan? Cerdik juga kaisar tersebut, tapii untunglah mereka tidak tertekan oleh kekaisaran karena kalau itu terjadi maka aku hancurkan saja sekalian dunia ini" ucap Hiro dengan sedikit serius.


{Anda benar tuan, tapi kita juga tidak bisa selamanya terus hidup dengan bersembunyi dan menutup diri akan dunia luar.... Semakin kita misterius maka semakin tinggi pula rasa penasaran dan hasrat ingin menginvasi mereka terhadap dunia jiwa}


"Benar begini lebih baik, tapi kita juga tidak bisa selamanya tinggal di dunia ini" ucap Hiro.


{Kalau begitu segera usulkan utusan yang paling di percaya anda untuk menetap di dunia ini}


"Hahhh mengapa rumit sekali, sudahlah pikirkan nanti saja. Lagipula tidak mudah mencari orang yang benar-benar dapat di percaya untuk memegang kuasa tinggi untuk saat ini"


"Tidak mungkin juga bagiku untuk memerintah orang dari dunia jiwa, sedangkan mereka sudah ikut bersama ku sejak dari awal keberangkatan" ucap Hiro.


Saat ini Hiro berjalan-jalan dengan tenang ke setiap jalan yang di arahkan oleh sistem, hingga suatu ketika terjadi hal yang tidak terduga sama sekali.


***


"Kemana orang itu pergi sebenarnya? Mengapa ia selalu suka menghilang terus, apa dia itu hantu?"


"Pfft... Sabar saudari jangan marah-marah terus, sudah seminggu ini kamu menggerutu terus menerus"

__ADS_1


"Bagaimana aku tidak marah coba?! Dia baru saja kembali tetapi menghilang lagi hingga 5 tahun lamanya? Awas saja kalau dia sampai kembali dengan wanita baru, maka akan aku jadikan ia kasim!"


"Kalau untuk bagian yang terakhir aku setuju,-tidak tapi mungkin kita semua setuju!"


"Ada apa ini? Mengapa aura kematian kalian merembes keluar hingga aku yang berada di dalam ruangan tertutup pun merasakannya"


"Ahh saudari, maafkan kami... Kami sedang membicarakan suami kita! Sudah 5 tahun ia tidak kembali, bahkan tidak ada satupun kabar tentang dia"


"Hahhhh... Dia sedang melakukan sesuatu, kalian pastinya sudah tahu bahwa suami kita bukan orang yang bebas. Ia saat ini sedang memikul tanggungjawab yang besar sekali"


"Bagaimana kamu bisa seyakin itu saudari? apa contoh sebelumnya belum cukup? apa kamu lupa bahwa 5 tahun yang lalu pun ia pulang-pulang kembali dengan membawa seorang istri baru, apa kali ini tidak akan terjadi lagi? aku sih tidak yakin"


"Percaya saja kepadanya, apa seburuk itu citra dia sebagai suami kalian?"


"Ahh… tidak, maafkan kami saudari… Kami tidak bermaksud begitu, kami hanya tidak ingin ia terlalu banyak istri karena tidak mudah untuk menerimanya begitu saja bila bertambah lagi"


"Kalau begitu sudah jangan berpikiran macam-macam, kalian tenang saja kalau sampai hal itu terjadi kembali maka aku pun tidak akan berdiam diri. Aku akan memukul nya dengan sangat keras hingga ia trauma"


***


"Hacchummm… Brrrr~, kenapa aku menggigil yah? bahkan bulu kuduk ku berdiri semua" ucap Hiro yang tengah duduk dengan tenang di suatu tempat.


"Mungkin… karena di tempat ini sangat dingin sekali" ucap Hiro sambil melirik ke sekitarnya yang minim sinar matahari.


Tempat tersebut seperti sebuah penjara bawah tanah- ahh mungkin saja itu memang penjara bawah tanah.


"Haishhh ini semua gara-gara si sialan itu! kalau tahu akan begini lebih baik ku pukul dia lebih keras lagi hingga tidak dapat bangun kembali selama 1 tahun penuh" ucap Hiro dengan penuh amarah.


{Tahan amarah anda tuan… Sementara waktu lebih baik anda tidak terlalu memperlihatkan aura anda}


"Kalau sudah begini, aku harus bagaimana? aku sendiri tidak tahu berada di wilayah mana" ucap Hiro.


{Anda berada di kerajaan Crivia, salah satu kerajaan yang berada di bawah naungan kekaisaran}


"Cihh, apa wilayah nya dekat dengan dunia jiwa?" tanya Hiro.


{Tidak terlalu dekat ataupun jauh tuan… Apa anda ingin meminta bantuan?}

__ADS_1


"Kalau bisa sih begitu karena kan katamu aku harus menahan diri" ucap Hiro.


{Hahh… terserah anda saja tuan tapi kalo ada masalah jangan minta bantuan sistem}


Hiro terdiam beberapa saat hingga kemudian ia meregangkan tangannya membuat borgol yang mengunci tangannya hancur berkeping-keping.


"Harga diriku tinggi, jadi tidak mungkin aku diam saja saat melihat harga diriku di injak-injak seperti ini" ucap Hiro dengan angkuh.


{…}


Ia pun menghilang dari tempat tersebut dengan menggunakan portal dimensi.


Hiro pun muncul kembali di luar wilayah kerajaan Crivia, ia melangkahkan kaki pergi menjauh dari tempat tersebut.


'Harga diriku terluka… Masa seorang Dewa di kurung oleh manusia? Tidak dapat di percaya' pikir Hiro mengingat kejadian sebelumnya.


Hiro kembali menutupi jejak aura yang ia tinggalkan, bahkan dirinya saat ini seperti seorang manusia biasa tanpa memiliki energi Qi ataupun Mana.


30 menit berlalu, ia berjalan tanpa henti melewati hutan, lembah bahkan pegunungan. Setiap masuk ke dalam hutan ia selalu berjumpa dengan orang-orang yang akan berburu hewan ataupun monster, ia sangat menyukai perjalanan kali ini karena dirinya berpergian tanpa beban sama sekali.


"Hidup tenang dan damai sungguh mimpi yang indah sekali, tetapi mengapa disaat aku telah berkuasa ata segala hal kehidupan yang di impikan oleh ku itu tidak tercapai sama sekali?" ucap Hiro yang tengah duduk di sebuah batu besar yang berada di tepi tebing, pemandangan alam terlihat indah di tambah dengan angin yang sejuk menyegarkan pikirannya.


{Tenang dan damai hanya bisa di rasakan oleh mahkluk yang telah mati saja tuan… Apa anda lupa bahwa setiap ada orang yang mati maka mereka akan selalu di doakan 'semoga tenang dan damai'?}


"Benar juga apa katamu…"


"Berarti menjalani kehidupan yang abadi sangat tidak enak? kalau begitu mengapa banyak sekali mahkluk yang ingin hidup abadi?"


{Mereka hanya memandang kehidupan abadi pada satu sisi saja tuan, padahal apabila di pandang dari sudut lain kehidupan abadi adalah sebuah siksaan yang nyata, begitu banyak orang yang telah abadi sangat menyesali hal tersebut karena kehidupan yang mereka jalani sangat mengerikan}


"Sungguh banyak sekali hal yang harus aku pelajari lagi tentang arti kehidupan" ucap Hiro dengan tatapan menerawang.


"Walaupun aku telah menjadi salah satu dewa kehidupan tapi aku sendiri tidak mengerti apa yang di maksud 'hidup' tersebut…"


{Anda masih memiliki banyak waktu tuan untuk mempelajari hal tersebut karena jalan yang akan anda lalui masih sangat~ panjang}


{Anda akan mengerti setelah mencapai tingkat tertinggi dalam dunia kultivasi}

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2