Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Goa Misterius


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hiro pergi dari benua Betavia menuju ke markas BLACKLIST.


Setelah sampai di markas ia mengumpulkan para petinggi penting BLACKLIST.


Rapat di lakukan untuk memberitahukan sebuah pengumuman tentang kepergiannya Hiro bersama dengan Tutu.


Para anggota lain terkejut mendengar berita tersebut, karena tidak ada hujan atau angin tiba-tiba Hiro dan Tutu akan pergi meninggalkan organisasi ini? sungguh mereka sangat tidak rela tetapi keputusan Hiro sudah bulat, tidak ada yang bisa mengganggu gugat keputusannya.


"Guru…" ucap ketiga muridnya sedih sampai mata nya berkaca-kaca.


Hiro tersenyum dan memeluk mereka sambil mengelus-elus kepala mereka, "Tenang lah dan tunggu saja disini, nanti suatu saat aku akan menjemput kalian…" ucap Hiro dengan lembut.


"Tetapi sebelum waktunya aku menjemput kalian, aku ingin kalian jadi orang yang lebih berguna untuk semua orang"


Mereka mengangguk dengan pelan dan Hiro pun menenangkan mereka.


"Baik guru… Kami janji akan menuruti semua perkataan anda dan anda pun harus janji menjemput kami disini, akan kami tunggu kedatangan anda sampai kapanpun itu" ucap Ryu, Toru dan Lalita yang masih sedikit menangis.


Hiro mengangguk dan membubarkan rapat tersebut, ia pergi dari markas bersama dengan Tutu.


Sebelum pergi pun Hiro berpesan agar Ryu, Toru dan Lalita mengurus kelompok BLACKLIST menjadi lebih baik lagi dari sekarang.


***


"Kita akan pergi kemana dahulu tuan?" tanya Tutu.


"Mencari harta karun?" ucap Hiro tersenyum bercanda.

__ADS_1


"Hemmm harta karun? sepertinya saya tahu lokasi yang agak menarik" ucap Tutu yang menanggapi nya dengan serius.


Hiro menatap terkejut terhadap reaksi nya yang terlalu serius.


"Aku hanya bercanda, tapi kalau memang ada tempat yang seperti itu kenapa di biarkan? ayo kita pergi dan lihat" ucap Hiro.


"Baik tuan, mari saya antar" ucap Tutu berjalan di depan memimpin arah jalan.


{Anda tidak menanyakan nya terlebih dahulu kepada sistem tuan? anda percaya begitu saja pada hama itu?}


Mendengar perkataan pedas sistem membuat Hiro tersedak.


"Kenapa tuan? ini airnya silahkan di minum" ucap Tutu dengan terburu-buru mengeluarkan sebotol air minum.


"Ah-haha terimakasih" ucap Hiro tertawa ringan.


'Sistem sungguh perkataan mu sangat menusuk sekali apabila orang yang bersangkutan mendengarnya' ucap Hiro.


'Kau merajuk sistem?' ucap Hiro aneh.


{Tidak peduli! urus saja diri anda sendiri! sistem tidak akan membantu anda apabila kesulitan karena anda sendiri tidak percaya pada sistem!}


'Ihh menggelikan sumpah sistem' ucap Hiro mencoba menahan tawanya.


Hiro menarik nafas dan lalu membuangnya berusaha tenang kembali.


"Hahh… Apa tempatnya jauh Tutu?" tanya Hiro.


"Hemmm tidak terlalu tuan… Mungkin hanya membutuhkan waktu sekitar 30-60 menit?" ucap Tutu.

__ADS_1


"Baik mari kita cepat-cepat karena aku takut perjalanan ini membutuhkan waktu yang sangat panjang, bukan karena jaraknya tetapi rintangan yang akan kita hadapi di tempat itu" ucap Hiro.


"Baik tuan…"


Mereka pun merubah langkah mereka yang awalnya berjalan tenang menjadi berlari sangat cepat.


40 menit kemudian akhirnya Hiro dan Tutu telah sampai di tempat yang di tuju.


"Apakah ini tempat yang kau maksud?" tanya Hiro.


"Benar tuan, waktu itu saya berpetualangan ke seluruh penjuru dunia dan tidak sengaja menemukan tempat ini tetapi karena waktu itu saya tidak memiliki waktu untuk memasukinya jadi hanya melewatinya saja, untung saja saya masih ingat dengan tempat ini" ucap Tutu.


"Hemmm memang benar tempat ini agak mencurigakan dari aura nya saja berbeda dengan aura sekitar" ucap Hiro.


"Apa kita akan masuk tuan?" tanya Tutu.


"Tunggu sebentar, aku akan memeriksanya terlebih dahulu" ucap Hiro kemudian mengulurkan tangannya untuk mengaliri tempat itu dengan auranya.


'Hemmm lumayan dalam ternyata dan juga banyak jalan cabangnya. Salah pilih jalan maka akan sangat berbahaya karena banyak jebakannya' ucap Hiro.


"Berhati-hatilah karena di depan banyak jalan cabang dan jebakan yang sangat mematikan" ucap Hiro.


"Benarkah tuan? bagaimana kalau begitu?" ucap Tutu.


"Benar… Tapi aku sudah menemukan jalan yang benar, walaupun begitu kita harus tetap berhati-hati" ucap Hiro.


"Baik tuan!" jawab Tutu.


Mereka pun masuk ke dalam gua tersebut, kali ini Hiro yang memimpin jalan karena dirinya yang tahu jalur aman dari gua tersebut.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2