
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hiro berjalan-jalan dengan tenang, layaknya orang baru yang singgah di tempat baru.
Hiro berpura-pura terkejut dan kagum dengan orang-orang yang menaiki naga. Begitupun dengan Tutu yang di beritahu sebelumnya untuk bersikap seperti orang biasa.
'Bersikaplah biasa saja, hiraukan mereka namun bertingkah selayaknya orang baru melihat naga' ucap Hiro lewat telepati kepada Tutu.
Tutu pun diam-diam mengangguk dan mulai bersandiwara dengan sempurna.
Dengan begitu Hiro dan Tutu pun di abaikan oleh orang-orang desa, tidak ada yang mengawasinya ataupun mengamati pergerakan mereka berdua.
Hiro tersenyum kecil karena nolstagia dengan dirinya yang dulu sering menyusup ke desa ataupun kota-kota dengan menggunakan teknik pura-pura polos dan lemah.
Tapi tiba-tiba salah seekor naga yang tanpa ada penunggang nya memerhatikan Hiro dengan tajam.
Hiro tersenyum dan menatap balik naga tersebut hingga seluruh badan naga itu bergetar dan ia pun menundukkan kepalanya seperti memohon minta maaf kepada Hiro.
Sedangkan Hiro melambaikan tangannya pertanda tidak mempermasalahkannya, ia pun kembali berjalan melihat-lihat desa kecil tersebut.
Tutu kebetulan melihat kejadian tersebut terkejut dan kebingungan, karena bagaimana bisa naga itu tertunduk begitu saja saat di tatap oleh Hiro?.
__ADS_1
Ke misteriusan Hiro memang tiada akhir, membuat Tutu semakin tertarik untuk mengikuti terus jalan hidupnya Hiro.
'Sungguh banyak hal menarik sekali, sejak aku mengikuti tuan ku ini. Suatu keputusan yang sangat tepat saat aku menerima tawarannya dulu' pikir Tutu.
Di karenakan hari mulai menjelang gelap, mereka segera mencari penginapan atau apapun tempat nya sebagai peristirahatan mereka.
Hingga hampir di ujung desa barulah mereka menemui sebuah bangunan yang mungkin saja penginapan, apabila dilihat dari luar.
Karena tidak ada waktu lagi mereka pun masuk dan bertanya apakah bangunan tersebut adalah sebuah penginapan.
"Permisi?" ucap Tutu.
"Mohon maaf apabila mengganggu, tetapi apa tempat ini sebuah penginapan?" tanya Tutu.
"Benar tuan, namun kami hanya memiliki satu kamar kecil saja apa tidak masalah? biarlah kami beri harga murah apabila kalian berminat" ucap orang tersebut.
Hiro dari belakang memandang bocah kecil yang keluar tersebut, ia seperti melihat sesuatu dari dalam tubuh anak itu.
'Apa ada sesuatu di dalam anak itu sistem?' tanya Hiro.
{Dari energi samar yang mengalir dalam darah anak itu sepertinya memang ada sesuatu tuan, tapi sistem tidak bisa melihatnya lebih dalam lagi karena ada sesuatu yang menghalanginya}
__ADS_1
'Hemm apa bisa kau tembus sistem? soalnya aku penasaran sekali apa yang anak tersebut miliki' ucap Hiro.
{Baik tuan, berikan sistem waktu 1 hari untuk mengumpulkan semua data-data dan informasi, tentu sistem juga harus mengumpulkan energi yang luar biasa banyak agar bisa menembus penghalang tersebut}
'Baiklah satu hari cukup lumayan cepat, lakukan investigasi nya dari sekarang sistem!' ucap Hiro.
{Baik tuan…}
"Tuan?… tuan?" tanya Tutu yang sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Hiro.
"Hah? kenapa?" ucap Hiro yang baru tersadar.
"Apa anda tidak mendengarkan perkataan saya sebelumnya tuan?" tanya Tutu.
"Ahh maaf tadi aku memikirkan sesuatu, jadi apa yang kau katakan sebelumnya?" ucap Hiro
"Hahhh… Jadi begini bagaimana menurut anda tuan kalau kita menginap saja disini? walaupun kecil tapi murah dan juga kita sudah berkeliling desa sama sekali tidak menemukan penginapan selain yang satu ini" ucap Tutu.
"Baiklah ambil saja, yang terpenting ada tempat untuk kita istirahat" ucap Hiro.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1