Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Orang Dalam


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


SWOSHH...


BOOM...


DUARRR...


Hiro melepaskan ledakan cahaya yang menyerupai matahari kecil, meluluhlantakkan area sekitarnya. Sedangkan Memphistopheles yang menjadi target ledakan tersebut berhasil menahannya dengan menggunakan sayapnya sebagai barrier.


Melihat Memphis yang masih bertahan, Hiro pun dengan cepat melesat kembali dan menendangnya dengan sangat keras hingga terpental puluhan meter.


BUGHH...


SWOSHHH...


BOOM...


Memphistopheles berhasil berhenti disaat tubuhnya menabrak sebuah pohon raksasa dan menumbangkan nya.


"Cuihh!" ucap Memphistopheles sambil meludahkan secercah darah.


"JANGAN BESAR KEPALA DULU SIALAN!" teriaknya dengan keras.


Tiba-tiba ia melebarkan sayapnya dan membuat sebuah bola hitam yang ukurannya sangat besar.


"Burning Dark Orb!"


SWOSHHH...


Bola tersebut dilepaskan dengan sangat cepat kepada Hiro yang melayang di udara.


SWOSHHH...


SWOSHHH...


Hiro mencoba untuk menghindarinya dengan cara terbang menjauh, menukik dan apapun caranya tetapi bola tersebut tetap mengikutinya seolah-olah tidak akan berhenti sebelum mengenai targetnya.


Melihat hal tersebut Hiro berhenti dan mengulurkan tangannya kemudian melambaikan tangannya ke atas secara lembut.


SWOSHHH..


BOOM...


DUARRR...


Tiba-tiba bola hitam tersebut menukik tajam ke atas dan meledak seketika.


Ledakannya membuat seluruh awan di sekitarnya menjadi hitam pekat.


"Telekinesis!" ucap Memphistopheles geram.


Hiro tersenyum kecil dan menggerakkan tangannya menarik Memphistopheles.


Seketika Memphistopheles merasakan badannya tertarik oleh sesuatu, ia mencoba menahannya tetapi sayang sekali tarikan tersebut semakin kencang. Karena semakin banyak gerakan yang di lakukan oleh Memphistopheles maka semakin kencang pula tarikan tersebut.


Dengan melesat sangat cepat Memphistopheles berada di dalam genggaman Hiro. Ia yang dalam keadaan tercekik mencoba melepaskan diri, meronta-ronta brutal dan memukul-mukul wajah Hiro.


Tetapi Hiro seperti terlindungi oleh energi tak kasat mata, sebagaimana pun caranya Memphistopheles ingin melepaskan diri, usahanya tetap gagal.


Hiro mengangkat tangannya kanan dengan perlahan dan langsung menampar wajah Memphistopheles hingga terpental dari genggamannya dan terbang sejauh 100 meter.


PLAK...


SWOSHHH...


BOOM...


Lagi dan lagi Memphistopheles berhenti terpental karena menabrak sebuah pohon besar lainnya.


Tubuhnya terkujur kaku akibat serpihan besar pohon tersebut menancap kedalam tubuhnya.


"Ughh..."


Hiro menghampirinya dan menarik Memphistopheles secara paksa hingga darah bercucuran di tempat tersebut.


Sesaat Hiro melihat luka sobek di tubuhnya perlahan-lahan menutup, hal tersebut membuat Hiro tersenyum dingin.


BUGHH...

__ADS_1


Hiro menendangnya kembali dan membuat Memphistopheles terjatuh menabrak tanah dengan keras.


Hiro mengambil jarak aman karena ia merasakan insting bahaya kalau mendekat kembali.


SWOSHHH...


Memphistopheles kemudian muncul dengan kedua sayapnya membentang lebar dan di kepalanya muncul 2 buah tanduk menjulang cukup tinggi.


"Giliran ku!" ucap Memphistopheles dengan dingin dan bola matanya menjadi merah darah.


SYUTTTT...


BOOM...


Memphistopheles memukul telak dada Hiro hingga membuatnya memuntahkan seteguk darah.


SWOSHHH...


Hiro berhasil menahan tubuhnya agar tidak terpental terlalu jauh dan menatap sekitarnya karena tidak melihat keberadaan Memphistopheles.


Siluet bayangan terlihat sekelebat tetapi mata Hiro tidak dapat menangkapnya, ia terus saja berwaspada di tempat dan mencoba bertahan.


BUGHH...


BUGHH...


BUGHH...


Tiga kali serangan yang di lakukan oleh Memphistopheles namun berhasil Hiro tangkis dengan barrier yang terpasang secara otomatis.


"Cihh... Merepotkan" ucap Hiro yang terus berusaha mencari jalan keluar agar bisa menyerang balik.


Namun sepertinya Memphistopheles tidak ingin memberikan kesempatan untuk Hiro bergerak.


TRANG...


Tiba-tiba sebuah tombak bermata 2 muncul dan mencoba untuk menghancurkan barrier yang ada di sekitarnya Hiro.


TRANG...


CRACK...


Hiro kemudian terbang tinggi ke atas langit mencoba menghindar terlebih dahulu karena posisinya sedang tidak di untungkan.


SWOSHHH...


Sekelebat bayangan terus saja menghantui pandangan Hiro yang membuatnya semakin terdesak.


"Sial... Bantu aku sistem!" ucap Hiro.


{Baik... Mendeteksi skill yang cocok...}


{...}


{Skill Amarah Naga... Gunakan skill tersebut agar dapat memberikan jeda untuk menyerang balik}


"Oke..."


ROARRRR...


Hiro berteriak sekencang-kencangnya hingga membuat seluruh sekitarnya bergetar.


Teriakan tersebut ternyata berhasil membuat Memphistopheles berhenti sesaat di tempatnya dan menutup telinganya yang berdarah karena terluka.


Hiro tersenyum dan langsung mengeluarkan pedangnya kemudian mengayunkannya dengan sangat cepat.


Siluet tebasan melesat cepat ke arah Memphistopheles yang terdiam.


SLASSHH...


BOOM...


"Arghh-..."


"Nice slash" ucap Hiro tersenyum senang.


Hiro turun kembali ke tanah dan Memphistopheles pun bangkit kembali setelah lukanya pulih.


"Hahaha sia-sia saja serangan mu, karena aku memiliki skill regenerasi yang sangat hebat" ucap Memphistopheles tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


"Oh benarkah? Tetapi aku malah senang karena dengan begitu, aku bisa menyiksa mu sepuasnya" ucap Hiro tersenyum psikopat.


{Anda benar-benar maniak penyiksaan tuan- ehh kakak..}


"Tentu saja, bagaimana mungkin aku bisa melewatkannya begitu saja..." ucap Hiro.


"Baiklah kalau begitu, mari kita tentukan siapa yang akan menjadi pemenang!" ucap Memphistopheles.


SWOSHHH...


BUGHH...


BOOM...


Hiro mengeluarkan kembali pedangnya saat melihat Memphistopheles mulai menyerang menggunakan tombak.


TRANG...


TRANG...


Karena jarak serangan tombak lebih unggul daripada pedang, maka sementara ini Hiro tidak di untungkan. Ia harus terlebih dahulu mengurangi jarak antara dirinya dan Memphistopheles.


"Mendekat lah kemari iblis kotor!" ucap Hiro kesal.


"Hahaa tidak mau! kau pikir aku bodoh?" ucap Memphistopheles tertawa senang.


"Cihh..."


Hiro kemudian memejamkan matanya sesaat dan tiba-tiba saat Hiro membukanya kembali, bola matanya berubah menjadi emas keputihan.


"MENDEKAT LAH!" ucap Hiro dengan dingin.


"A-apa ini?! kenapa tubuhku bergerak sendiri?!" ucap Memphistopheles yang tiba-tiba melangkahkan kakinya mendekat ke arah Hiro.


Hiro tersenyum dan meluruskan pedangnya, saat ini Memphistopheles mendekat terus mengabaikan pedang di depannya yang siap menusuk tubuhnya.


JLEB!


"ughhh-.. s-sialan!" ucap Memphistopheles yang tubuhnya tertusuk pedang karena bergerak sendiri.


Rasa sakit tersebut benar-benar menyakitkan karena pedang tersebut menusuknya dengan perlahan-lahan.


"Bagaimana? enak kan rasanya di tusuk oleh pedangku?" ucap Hiro tersenyum lebar.


BUGHH...


Hiro menendang Memphistopheles dengan sangat keras melepaskan tusukannya.


CRATTT...


Pedangnya di ayunkan untuk membersihkan darah yang melumuri bilah nya tersebut.


"Ohok-.."


"K-kenapa regenerasi ku lambat sekali bekerja nya" ucap Memphistopheles.


"Kau itu bodoh atau bagaimana? tentu saja karena racun yang aku lumuri di pedang ini" ucap Hiro.


"S-sialan?!"


"Tapi bohong... Rupanya kau benar-benar bodoh, percaya begitu saja apa yang aku katakan..."


"Ckckck... apa kamu tidak lihat pedang apa yang ku pegang ini?" ucap Hiro tersenyum sinis.


Memphistopheles pun tersentak saat melihat pedang yang Hiro pedang adalah sebuah pedang yang terbuat dari berbagai macam tulang mahkluk hidup.


Di antaranya yaitu tulang Naga, Iblis, Malaikat, Manusia dan Dewa. Pedang tersebut di tempa oleh salah seorang penempa gila di alam illahi.


"B-bagaimana bisa kau memiliki pedang itu?!" ucap Memphistopheles.


"Orang dalam" ucap Hiro dengan tenang.


***


Kalau like nya tembus 100 dalam sehari dan komen nya minimal 20, author janji akan crazy up seminggu full !!!


Terimakasih buat teman-teman sekalian yang telah memberikan Like da Vote nya serta memberikan Rating bintang lima, dan juga orang-orang yang sering berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2