Bereinkarnasi Bersama System

Bereinkarnasi Bersama System
Bertarung Melawan Lawan Tangguh


__ADS_3

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


“Aura ini..?!” ucap sosok yang duduk di atas kursi singgasana dengan terkejut. Orang-orang yang ada disana pun sama terkejut nya karena tiba-tiba pemimpin mereka berdiri dari kursinya dengan raut wajah kebingungan.


“Ada apa Yang Mulia..?” tanya mereka penasaran.


“Apa kalian tidak merasakan nya?” tanya sosok itu.


“Merasakan apa Yang Mulia..?”


“Aura yang sangat besar dan terasa membuat kita seolah-olah harus menundukkan kepala kita…” ucap nya dengan serius.


“Tapi kami tidak merasakan apa-apa Yang Mulia” ucap mereka juga kebingungan.


“Aneh sekali, padahal aura itu tadi sangat besar rasanya jadi tidak mungkin hanya aku saja yang merasakan nya” ucap sosok itu merasa aneh dan bingung.


“Apa kami perlu mengirimkan prajurit untuk mencari tahu nya Yang Mulia..?” ucap mereka semua.


“Yah sepertinya harus.. karena aku rasa ada 2 kemungkinan kalau kita mengabaikan aura tersebut..”


“Pertama sosok yang memiliki aura tadi membawa berkah bagi kita atau paling buruknya membuat kita dalam bahaya” ucapnya dengan serius.


Mendengar perkataan pemimpin mereka yang tampaknya serius membuat mereka berhati-hati juga… karena baru kali ini mereka melihat sosok pemimpin mereka gelisah hanya karena sebuah aura yang tiba-tiba terasa olehnya.


“Baik Yang Mulia..!!”


“Kami akan memerintahkan para prajurit untuk lebih berhati-hati lagi dan meningkatkan keamanan kota” ucap mereka.


***


Sedangkan dalang di balik hebohnya para tokoh penting itu, yaitu Hiro tengah melakukan meditasi di dalam kolam yang ia temui sebelumnya. Kolam tersebut penuh dengan energi Dewa Naga yang sangat melimpah ruah, kolam itu bagus untuk meningkatkan kekuatan tubuhnya dan jiwa nya.


Setelah meninggalkan kota Lima Warna, ia di arahkan oleh sistem untuk pergi ke suatu hutan yang terdapat danau yang penuh energi tersebut tetapi ia akan kembali lagi ke kota Lima Warna untuk menepati janjinya kepada Xiu Ling.


“Hahhh.. segar sekali rasanya seperti air pemandian kolam panas di jepang” ucap Hiro memejamkan matanya menimati sensasi rasa yang telah lama tidak ia rasakan.


{Energi Dewa Naga anda meningkat 20%..}


“Hemmm kalau sampai 100% akan ada perubahan apa?” tanya Hiro.


{Anda akan dapat kembali berubah menjadi Dewa Naga Kuno seperti dulu.. tetapi kekuatan nya akan melebih Naga Synhak}


“Hemmm begitu… tidak ada istimewa nya sama sekali, hanya berubah menjadi Naga? Bukan nya sekarang juga aku bisa merubah wujud menjadi Naga?” ucap Hiro yang tampaknya tidak tertarik.


{Anda bodoh atau apa tuan? Perubahan bentuk Naga anda saat ini masih belum sempurna atau bisa di bilang hanya setengah dari kekuatan Naga yang asli.. apa anda pikir Dewa Naga Synhak hanya memiliki kekuatan sekecil itu saja? Kalau begitu bagaimana bisa anda yang dulu sangat di takuti oleh seluruh mahkluk hidup di alam semesta ini?}


“Hhe itu karena aku ras Naga?” ucap Hiro.


{Memang ras Naga sangat di takuti, namun apa anda lupa keistimewaan anda di banding Naga lain?}


“Hemmm sepertinya aku lupa” ucap Hiro.


“Itu karena dulu anda memiliki kekuatan Pelahap yang dapat meyerap energi lawan dan menjadikan nya kekuatan anda secara permanen!}


“Oh begitu? Terus apa lagi” ucap Hiro.


{Tidak ada}


“Tunggu dulu, entah kenapa dari tadi telinga ku panas… sepertinya ada yang sedang membicarakan ku” ucap Hiro.


{Energi Dewa Naga terisi 40%}


“Bisa percepat tidak?” ucap Hiro.


{Tidak bisa}


“Hahhh baiklah aku sembari tidur saja, bangunkan aku kalau sudah selesai” ucap Hiro kemudian memejamkan matanya benar-benar tertidur.


Tanpa ia sadari lambat laun air di kolam tersebut mulai berubah warna yang awalnya dari warna biru kehijauan menjadi hitam kecoklatan dan mulai surut.


***


{Bangun tuan..!!}

__ADS_1


“Hah.. hoamm~ ada apa?” ucap Hiro yang baru terbangun.


{Kita harus segera pergi dari sini}


“Kenapa memangnya?” tanya Hiro yang baru setengah sadar.


{Buat apa berlama-lama disini? Sudah tidak ada guna nya}


“Apa maksud mu? Bukankah aku harus mengisi enegi Dewa Naga dulu sampai 100%?” ucap Hiro.


{Haishh coba anda perhatikan sekitar anda, apa kolam ini masih bisa di gunakan?}


“Hahhh apa sih yang kamu katakana ini sistem? Bukankah kolam nya masih pe-.. nuh?”


“Apaaaa? Kenapa kolam nya kering? Air nya kemana?” ucap Hiro sangat terkejut.


{Itu karena terserap oleh anda.. Kini Energi Dewa Naga anda telah 100% terisi..}


“Hahhhhhhhhhhhh???”


{Sudah kita pergi saja dari sini tuan.. nanti keburu ada orang}


“Tunggu dulu, aku masih belum paham”


{Sudah kita pergi dulu, setelah itu akan saya jelaskan lebih rinci}


Hiro kemudian terbang dengan kecepatan penuh ke arah yang di tentukan sistem, setelah terbang selama beberapa jam akhirnya Hiro sampai di sebuah hutan yang di penuhi aura kematian yang sangat kuat dan menakutkan.


“Hemmm apa disini tempatnya sistem?” ucap Hiro.


{Benar tuan, sistem merasakan satu energi yang cukup kuat di antara energi lainnya yang ada di sekitar hutan ini}


Hiro mengangguk dan segera turun di depan hutan tersebut. Kemudian ia mengedarkan indra spritualnya untuk memeriksa keadaan hutan di depan nya, namun indra spiritualnya seolah-olah seperti tertelan dalam lautan yang sangat luas dan tak mampu sedikitpun untuk mendeteksi apa yang di dalam hutan itu.


‘Aahh ini sangat aneh..! aku tak bisa merasakan apapun yang ada di dalam nya. Sepertinya ada sebuah formasi yang melindungi tempat ini dan menghalangi semua kekuatan spiritual yang hendak memeriksanya.’Batin Hiro yang sangat terkejut dengan apa yang sedang terjadi.


{Hutan ini sangat berbahaya karena tak bisa di deteksi oleh indra spiriritual. Jika sistem tidak salah, mungkin tempat ini telah terpasang formasi penyegelan jiwa dan kekuatan dari master formasi yang memasangnya jauh lebih tinggi dari anda}


“Haahh!” ucap Hiro terkejut.


Semakin masuk ke dalam aura kematian yang di rasakan oleh Hiro semakin pekat. Tanpa perintah dari Hiro, sistem mengambil inisiatif sendiri untuk melindungi seluruh tubuhnya.


‘Benar apa katamu sistem, ini memang formasi penyegelan jiwa… ‘ ucap Hiro dalam hatinya seraya menghela nafas panjang.


{Itulah mengapa sistem menginginkan anda datang kemari, karena hutan ini sepertinya menyimpan sesuatu yang menarik}


Hero terus bergerak dengan kecepatan yang sama ke area terdalam hutan tersebut sambil kepalanya menoleh ke kiri dan ke kanan untuk melihat apa yang ada di sekitarnya.


Waktu pun berlalu dengan cepat. Tanpa terasa Hiro telah terbang selama 2 hari, namun dia belum juga sampai di pusat hutan tersebut. Dengan pergerakannya saat ini, ia mungkin akan membutuhkan waktu yang sedikit lebih lama untuk mencapai pusat hutan tersebut.


Ketika malam datang, Hiro tiba-tiba berhenti di udara saat instingnya merasakan ada sesuatu yang sedang memperhatikan pergerakannya dengan memancarkan niat membunuh yang sangat pekat.


Dalam sekejap mata, sebuah sosok bayangan berkelebat dari depan dan langsung menerjang ke arahya. Dengan refleks secepat kilat, Hiro menggunakan kecepatan penuh untuk menghindari serangan tersebut.


‘Huuhh, ini akan sangat merepotkan!.. Aku tak bisa mengetahui apa yang menyerangku dan aku juga tak tahu di mana sekarang posisinya berada. Formasi Penyegelan Jiwa ini sangat tidak menguntungkan diriku. Aku hanya dapat melacaknya dengan memperhatikan fluktuasi udara yang berasal dari energi Qi yang digunakannya untuk menyerangku.’ Hiro membatin dengan nada mengeluh


“Hahaha… Manusia, tak perlu bersusah payah untuk mencari keberadaanku. Hari ini, kamu sudah di takdirkan untuk mati di sini!” Suara tawa yang menggelegar terdengar menggema di dalam hutan.


Hiro memusatkan indra pendengarannya untuk mencari tahu dari mana asal suara tersebut. Tetapi suara itu menggema berasal dari segala penjuru area hutan di sekitarnya. Ia juga terus memperhatikan fluktuasi udara di seklilingnya tanpa menurunkan sedikitpun tingkat kewaspadaan nya.


Beberapa saat kemudian, Hiro akhirnya melihat ada fluktuasi udara yang berasal dari samping kanannya. Dengan menggunakan Teknik Langkah Dewa Naga, ia bergerak mundur untuk mengelak sambil ikut melancarkan serangan dari skill Five Finger Deruction.


Namun serangan nya itu hanya sia-sia saja karena tak mampu mengenai sasaran nya. Sosok bayangan tersebut kembali menghilang dalam kegelapan malam, walaupun penglihatan Hiro sangat jelas saat malam hari. Tetapi, karena adanya formasi penyegelan jiwa yang terpasang di dalam hutan tersebut membuat indra penglihatan nya juga ikut terbatasi.


{Dari arah belakang tuan..!}


Hiro bergelut menghindari serangan dari bayangan itu dengan arahan dari sistem.


{Dari samping kanan..!}


{Dari samping kiri..!}


{Dari belakang lagi..!}

__ADS_1


{Dari atas..!}


{Bawah..!}


{Depan..!}


Hiro terus menghindari serangan tersebut dengan bantuan sistem, ia juga sekali-kali menyerang balik ke arahnya.


“Hahahaha.. sampai kapan kau akan seperti ini? sebaiknya kau menyerah saja agar aku bisa memberikan kematian yang sangat cepat untukmu tanpa kamu sempat merasakan rasa sakitnya.” Sekali lagi suara tawa menggelegar menggema di sekeliling Hiro.


“Jika aku hanya terus diam menunggu untuk diserang, maka itu sama saja menjadikan tubuhku sebagai sasaran empuk baginya. Sebaiknya aku terus bergerak cepat ke depan agar bisa memancingnya untuk mengejarku,” ucap Hiro dalam hatinya, lalu ia pun langsung melesat dengan sangat cepat menghilang dari tempatnya.


“Hahaha… Mau melarikan diri? Kau sudah menjadi mangsaku sekarang. Jangan pernah berharap lagi bisa lolos dari genggamanku!”


Setelah berkata begitu, sosok bayangan tersebut langsung mengejar Hiro dengan kecepatan penuhnya. Cakarnya yang sangat tajam di arahkan tepat ke punggung Hiro.


Merasakan fluktuasi udara dari arah belakangnya, Hiro tersenyum mencibir. Tanpa menoleh ke belakangnya, Hiro tersenyum mencibir. Tanpa menoleh kebelakang, ia segera memiringkan tubuhnya menghindari serangan yang akan mendarat di punggungnya.


Lalu dengan gerakan yang sangat cepat pula, Hiro berputar di udara dan melayangkan kakinya menggunakanTeknik Tendangan Dewa Naga ke arah bayangan yang menerjangnya.


Kali ini, sosok bayangan tersebut tidak mencoba untuk menghindar, melainkan segera membalas serangan Hiro dengan cakarnya.


*BAAAM*


“Ooh… Akhirnya aku mengerti bahwa yang menyerangku selama ini adalah Binatang Roh tingkat 5, Serigala Bayangan Bulan,” ujar Hiro Ketika melihat sosok bayangan di depannya telah menunjukkan penampilan aslinya.


Itu adalah seekor Serigala Bayangan Bulan yang memiliki tubuh besar kerbau. Meskipun ukuran tubuhnya tidak sebesar Binatang Roh lainnya, tapi kemampuannya sangat kuat serta gerakannya juga sangat lincah dan cepat.


“Hahaha… Bocah manusia, apakah kamu juga akhirnya mulai merasa ketakutan saat mengetahui siapa aku sebenarnya? Kamu seharusnya merasa bersyukur karena dapat melihat wujud asliku sebelum kamu mati. Selama 1500 tahun menjaga hutan ini, belum ada seorang manusia pun yang dapat melihat wujudku, selain kamu. Sebab semua ras manusia yang masuk ke dalam hutan ini telah menjadi santapan yang lezat bagiku!” Serigala Bayangan Bulan berkata sambil tertawa terkekeh.


“Hehehe… Sejak awal kamu terus mengatakan bahwa akan membunuhku. Tapi sampai saat ini aku masih tetap berdiri di hadapanmu. Kemarilah! Jangan terus bersembunyi seperti seekor tikus.” Hiro menggerak-gerakkan tangannya seolah-olah memanggil Serigala Bayangan Bulan untuk menyerangnya.


“Apa katamu? Beraninya bocah manusia sepertimu menyamakan diriku dengan seekor tikus!” teriak Serigala Bayangan Bulan sambil menunjuk ke arah Hiro dengan cakar tajamnya.


‘Akhirnya dia mulai marah. Aku harus terus memancingnya agar ia mau bertarung denganku secara langsung. Jika dia terus menyerangku sambil bersembunyi dengan memanfaatkan kegelapan malam ini, maka itu akan membuatku sulit untuk membunuhnya,’ Batin Hiro sambil menunjukan senyum mengejek untuk membuat Serigala Bayangan Bulan semakin bertambah marah.


Kemarahan Serigala Bayangan Bulan tak tertahankan lagi ketika melihat senyum Hiro yang sangat merendahkan nya. Sebagai Binatang Roh yang memiliki garis darah tingkat tinggi, ia merasa bahwa Hiro telah menginjak-injak harga dirinya.


GRRR… GRRR…!


Geraman kasar pun akhirnya terdengar keluar dari mulut Serigala Bayangan Bulan. Tanpa basa-basi lagi, dia langsung melesat dengan sangat cepat ke arah Hiro sambil meraung marah, “Matilah kau bocah manusia Hina!”


Kini Serigala Bayangan Bulan tak hanya menyerang Hiro dengan cakarnya saja, namun sekarang ia juga menggunakan gigi taringnya sebagai senjatanya. Dia berniat mencabik-cabik seluruh tubuh Hiro dan menyiksa nya sampai mati.


Hiro pun tak menunggu serangan dari Serigala Bayangan Bulan tersebut mencapai dirinya. Seakan tak mau kalah , ia juga menghilang dari tempat nya dan melesat dengan kecepatan penuh sambil melancarkan serangan balasan ke arah Serigala Bayangan Bulan.


BAM …. BAM…


Suara dari ledakan energi Qi yang bertabrakan pun akhirnya terdengar mnggema di sekitar hutan tempat pertarungan kedua nya . Kecepatan dari pergerakan Hiro dan Serigala Bayangan bulan terlihat setara. Namun kekuatan Hiro lebih besar dari pada Serigala Bayangan Bulan tersebut.


Hanya dengan sekali tendangan saja Serigala Bayangan Bulan pun terpental hingga 20 meter dan merobohkan beberapa pohon yang di tabraknya.


“Hahaha.. apakah hanya dengan kemampuan yang seperti ini kamu ingin membunuhku? Bermimpilah sejenak lalu bangunlah saat kamu telah berada di alam baka..!” ucap Hiro sambil tertawa keras.


“Arrrggg,..!!”


Raungan kemarahan sekali lagi terdengar dari mulut Serigala Bayangan Bulan yang baru saja berdiri, ia dengan cepat menyerang kembali dan serangan nya semakin ganas. Di pikiran nya hanya ada rasa ingin membunuh Hiro secepatnya.


Gerakan dari setiap serangan yang di lancarkan oleh Serigala Bayangan Bulan terlihat Nampak memb4bi buta, namun serangan nya itu sangat terarah dengan baik ke tubuh Hiro.


Mendapatkan serangan yang begitu ganas tersebut tak membuat Hiro gentar, ia dengan tenang menangkis dan membalasnya juga sekilas saat mendapatkan kesempatan. Pertarungan mereka sangat sengit dan terus berpindah-pindah tempat. Kadang mereka bertarung di darat lalu dengan cepat berpindah ke udara.


Area hutan yang terkena dampak dari pertarungan keduanya telah hancur berantakan. Batu dan pepohonan di sekitarnya sudah berubah menjadi serbuk halus akibat energi Qi yang sangat kuat terpancar keluar dari dalam tubuh Hiro dan Serigala Bayangan Bulan.


Meskipun tingkat kultivasi Serigala Bayangan Bulan setara dengan level Dewa Surgawi tahap menengah, tetapi karena kecepatan dan kekuatan tubuhnya yang sangat kuat maka dia bisa bertarung secara seimbang dengan cultivator level Dewa Surgawi tahap akhir.


***


Terimakasih buat teman-teman yang telah memberikan Like dan Vote nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat author lebih bersemangat dalam menulis novel ini.


Author doakan semoga sehat selalu buat para pembaca yang suka memberikan Like dan Komen, entah itu komentar positif ataupun negative.


Karena besok Ramadhan… sebelumnya Author mau minta maaf dulu kepada kalian semua, kalau ada kesalahan di sengaja ataupun tidak di sengaja.. :)

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


__ADS_2