
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Tetapi sayang seribu sayang di saat Hiro akan memejamkan matanya tiba-tiba suara ledakan terdengar bahkan getarannya sangat terasa oleh Hiro yang membuat dirinya terganggu.
"Sialan! Siapa itu? dan apa maksud mereka mengganggu istirahat ku!" Ucap Hiro kesal.
{Peringatan! Sistem harap anda tidak terlalu menarik perhatian karena Dunia Illahi belum sepenuhnya anda ketahui!}
Sebuah tabel peringatan muncul di depan Hiro yang membuat dirinya terdiam.
{Peringatan! Anda terlalu mudah terpancing emosi… Sistem harap anda bisa mengendalikan emosi anda dengan baik kalau tidak akan berakibat buruk untuk anda kedepanya}
"Baik-baik aku mengerti" Ucap Hiro menghela nafas, ia sudah berkali-kali di peringatkan oleh sistem.
{Sistem akan mengecek kembali jiwa dan tubuh anda, di takutkan ada sesuatu yang salah dengan jiwa anda karena anda mudah sekali tersulut emosi}
"Terserah kamu saja" Ucap Hiro dengan malas.
Ia pun kembali terbaring di tempat sebelumnya tidak memperdulikan suara atau pun getaran yang tadi terjadi.
Ia hanya berpikir mungkin sama seperti di dunia sebelumnya itu hanyalah pertarungan anak-anak.
{Tidak ada di temukan adanya permasalahan dalam jiwa anda tetapi sistem menemukan bahwa ada suatu hasrat yang tidak keluar jadi menimbulkan dampak meningkatnya emosi yang berlebihan, sistem harap anda segera mengeluarkan hasrat tersebut}
"BERISIK!" Ucap Hiro dengan kesal, ia tahu apa yang sistem bicarakan dan hasrat apa yang sistem maksud.
{Sistem hanya memberi saran tuan}
"Saran-saran, matamu saran!… Bukannya aku tidak ingin melepaskan hasrat itu tetapi… Arghh sudahlah tidak perlu di bahas lagi" Ucap Hiro dengan marah.
{Baik tuan}
Setelah itu tidak ada lagi suara dari sistem.
'Tenang Hiro tenang… Bersabarlah sebentar lagi' Ucap Hiro dalam hatinya.
Hiro tiba-tiba perut nya merasa lapar dan dengan segera memunculkan meja beserta dengan makanannya yang hanya ada di dunia sebelumnya saja.
Saat Hiro duduk dan bersiap-siap untuk makan secara mengejutkan sebuah pedang meluncur dan menancap dengan tepat di meja makanannya yang membuat hancur berantakan.
Hiro mengerutkan keningnya dan terdiam dengan tangan mengepal.
"Aku sudah berusaha untuk tenang tetapi apabila begini jadinya sudah tidak bisa di biarkan!" Ucap Hiro dengan marah.
__ADS_1
Hiro mencabut pedang tersebut dan melacak dari arah mana pedang tersebut berasal setelah tau ia pun pergi menuju lokasinya.
Saat telah sampai di tempat pedang tersebut berasal, ia melihat dua orang yang sedang di kepung oleh sekitar 10 pemuda.
Ia juga melihat 2 orang laki-laki dan perempuan, seorang perempuan berdiri di depan menghadang para pemuda tersebut melindungi laki-laki yang di belakangnya yang sedang terbaring terluka parah.
"Sudah kubilang menyerah saja dasar bodoh!" Ucap seorang pemuda tertawa mengejek mereka berdua.
"Berhentilah menganggu kakak ku…" Ucap perempuan tersebut bergetar ketakutan tetapi walaupun ketakutan ia tidak mundur ataupun melarikan diri.
"Siapa suruh dia mendekati wanita yang kusuka! Seharusnya dia sadar diri kalau dirinya itu hanya seorang yang cacat dan miskin!" Ucap pemuda itu dengan sinis.
"Bukan kakakku yang mendekati nya tetapi perempuan tersebut!" Ucap adik laki-laki yang terluka tersebut.
"Aku tidak peduli mau siapa yang mendekati siapa! Yang ku pedulikan adalah berani nya dia mendekati perempuan ku!" Ucap pemuda tersebut.
"Sudah bos jangan terlalu lama berbincang nya, mari kita bunuh saja pemuda cacat itu dan kita nikmati perempuan itu" Ucap pemuda di sampingnya dengan senyum penuh nafsu.
Semua orang pun mengangguk setuju dengan perkataan orang tersebut.
Pemuda yang di panggil bos itu pun tersenyum menjijikkan.
"Aku duluan setelah itu baru bebas kalian mau apakan" Ucapnya dengan senyum menjijikkan sambil mendekati perempuan yang bergetar ketakutan itu.
Perempuan itu secara tiba-tiba kakinya lemas saat mendengar perkataan mereka, ia mengeluarkan air matanya dan berbicara dengan terbata-bata, "Jangan mendekat! Aku tidak mau!" Ucapnya.
Saat pemuda itu hampir mendekati perempuan itu sebuah pedang meluncur dengan cepat dan menancap tepat di depan pemuda tersebut mengakibatkan hidung pemuda itu tergores dan berdarah.
Keheningan seketika terjadi mereka terdiam karena terkejut secara tiba-tiba sebuah pedang muncul di depannya begitu saja.
"Aku kembalikan pedangmu itu dan aku minta kompensasi dari kalian karena gara-gara pedang mu itu makanan ku terbuang sia-sia" Sebuah suara terdengar saat suasana hening tersebut, mereka pun secara bersamaan mengalihkan pandangannya terhadap arah sumber suara tersebut.
"S-sialan! siapa kamu?! berani sekali ikut campur masalah kami" Ucap pemuda tersebut yang pertama kali tersadar.
Semua pemuda yang lainnya pun tersadar dan dengan segera mengeluarkan senjatanya masing-masing.
"Siapa aku? kalian tidak perlu tahu… Dan ikut campur katamu? sebelumnya aku tidak berniat ikut campur dengan urusan sepele kalian tetapi karena gara-gara pedang itu yang berasal dari kalian menghancurkan makanan ku jadi terpaksa aku harus ikut campur" ucap Hiro dengan tatapan tajam.
Para pemuda itu saat mereka menatap mata Hiro, yang mereka rasakan adalah ketakutan luar biasa mendalam karena mereka melihat jurang keputusan asa-an yang sangat dalam dan gelap.
Mereka bergetar ketakutan tetapi pemuda yang merupakan pemimpin mereka itu menyadarkan mereka semua dengan berteriak, "Kenapa kalian diam saja dasar bodoh! jangan takut dia hanya sendirian dan lagipula lihatlah levelnya yang di bawah kita itu!".
Mereka pun menggenggam erat senjatanya dan mengeluarkan aura di level Dewa Orange tahap menengah.
__ADS_1
"Berikan aku kompensasi maka nyawa kalian akan aku ampuni" Ucap Hiro dengan berbaik hati, karena jarang sekali Hiro mengampuni musuhnya.
"Hahaha jangan buat aku tertawa sialan!" Ucap pemimpin pemuda tersebut.
Hiro menggelengkan kepalanya dan mengalihkan pandangannya kepada perempuan tadi.
"Nona siapa namamu?" Tanya Hiro.
"A-aku Ji-ling" Ucap perempuan tersebut terbata-bata.
Hiro mengangguk dan mengalihkan pandangannya kembali ke laki-laki yang terluka.
"Siapa laki-laki itu? saudaramu?" Tanya Hiro.
Perempuan itu hanya mengangguk kaku.
"Begini saja nona, aku ada penawaran untuk mu… Akan ku bantu kamu dengan cara membunuh sekelompok belakang itu tetapi bayarannya… kalian ikut dengan ku dan jadilah temanku?" Ucap Hiro dengan tersenyum.
Perempuan itu terkejut mendengar perkataan Hiro yang berkata akan membantu nya asal kan berteman dengannya itu bukanlah hal yang sulit untuknya.
Ia pun mengangguk dengan cepat.
Para pemuda yang mendengar Hiro menyebut mereka belalang seketika naik pitam, wajah mereka merah karena marah.
"Bunuh sialan itu!" ucap pemimpin pemuda tersebut dengan keras.
Para pemuda lainnya seketika melesat dengan cepat ke arah Hiro, mereka tidak lagi memikirkan apa-apa karena termakan emosi yang sangat membara.
Hiro yang melihat perempuan itu mengangguk setuju tersenyum dan mengalihkan pandangannya kembali ke para pemuda yang menyerang ke arahnya itu.
"Para serangga seperti kalian ingin membunuhku? tinggi sekali mimpi kalian" Ucap Hiro dengan dingin dan tatapannya berubah menjadi tajam.
Hiro mengeluarkan satu pedangnya yaitu Pedang Langit Suci.
Dengan cepat Hiro mengayunkan pedangnya ke semua pemuda yang menuju ke arahnya.
Lintasan pedang terbentuk secara vertikal melesat dengan cepat dan menghancurkan segalanya yang menghalangi lintasannya.
Para pemuda tadi yang menuju ke arahnya seketika menjadi potongan daging segar, dan hujan darah menggenangi tempat tersebut.
"Serangga-serangga menggelikan" Ucap Hiro.
Hanya suara Hiro yang terdengar pada saat suasana mencekam tersebut.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Like, Vote dan ⭐ 5 !!!