
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hiro terdiam tertegun mendengar perkataan Zion, ia tidak menyangka bahwa anak sekecil ia tahu akan hal tersebut.
"Tuan?" ucap Zion kembali menyadarkan Hiro.
"Ahh,… Maaf bukannya aku tidak ingin tetapi tidak bisa karena aku sudah memiliki istri" ucap Hiro.
{5 istri lebih tepatnya tuan}
'Diam!'
Zion dan Tutu terkejut mendengar pernyataannya tersebut, mereka tidak menyangka nya bahwa Hiro telah beristri.
"Anda serius tuan?" ucap Tutu.
"Tyuu?" ucap Toto pun menyaut.
"Tentu saja untuk apa aku berbohong?" jawab Hiro.
"Tapi dimana istri anda sekarang? sejak saya bertemu anda, saya sama sekali belum pernah melihat anda bersama wanita tuan" ucap Tutu terheran-heran.
"Hahh… Karena ada suatu masalah yang mengakibatkan kami harus berpisah, maka dari itu juga alasan ku berjalan-jalan tanpa arah tujuan karena aku sedang mencari mereka" ucap Hiro dengan sedih.
"Kalau begitu jadikan saja kakak saya bagian dari keluarga anda! tidak masalah mau menjadi istri anda ke berapa pun asalkan kakak saya selamat" ucap Zion dengan serius.
__ADS_1
Hiro kali ini terkejut dengan pernyataan Zion, siapa yang mengajarkan bocah itu? kenapa ia tahu semuanya tentang masalah orang dewasa.
"Tidak bisa begitu… Walaupun kau keluarganya tapi keputusan ini harus di tentukan oleh orang bersangkutan" ucap Hiro.
"Tidak masalah tuan!!! saya mohon selamatkan kakak saya, kalau kakak saya tidak ada maka dengan siapa saya hidup? karena saya hanya memiliki kakak saya sebagai keluarga satu-satunya" ucap Zion berlutut memohon.
'Sial! jadi rumit begini masalahnya, bukan aku tidak ingin tapi aku takut para istriku di luar sana mengamuk saat tahu aku membawa wanita lagi' pikir Hiro.
{Halah jujur saja anda senang kan tuan? karena mendapatkan wanita lagi?}
'Matamu senang! kalau senang sudah pasti sedari tadi aku melakukannya tanpa perlu meminta ijin Zion! dan lagipula aku sekarang mencoba setia, tidak mencari wanita lagi' ucap Hiro.
{Omong kosong yang sangat klasik… Sudahlah cepat tuan selesaikan semuanya, karena sistem mendeteksi adanya aura negatif sedang menuju ke kerajaan Manipeda!}
"Baiklah-baik! ayo kita segera lakukan… Karena ada sesuatu yang sangat penting yang harus segera aku lakukan" ucap Hiro.
Zion pun tersenyum senang, ia kembali bersama Tutu agar tidak menggangu Hiro.
***
"Saudari… Apa kita sekarang jadi janda?"
"Haishh kau bicara apa hah?! tidak mungkin karena suami kita masih hidup aku yakin itu!"
"Tapi sudah bertahun-tahun lamanya dia tidak kunjung datang juga"
__ADS_1
"Tunggu saja dia pasti datang menjemput kita, lagipula tinggal di dunia jiwa juga sangat aman…"
"Tidak, pelindung yang mengelilingi dunia jiwa akan segera menghilang setelah satu tahun kemudian karena pemiliknya atau pemasok energi pelindung tersebut terputus"
"Hah?! apa?!! kalau begitu kita semua dalam masalah…"
"Bisa di bilang ya, bisa juga tidak. Apa kalian lupa siapa-siapa saja para bawahan suami kita? tidak perlu khawatir percayakan saja pada mereka"
"Hahhh… Kamu benar juga saudari"
"Tapi alangkah baiknya kita untuk segera mengirim seseorang keluar untuk melihat dan mengamati dimana sebenarnya dunia jiwa terdampar"
"Hemmm benar, baiklah tunggu aku akan menyampaikan nya pada mereka"
***
"Hahh… Hahh… Hahh…"
"Apa karena aku sudah lama tidak olahraga malam jadi lemah begini? sial aku malu sekali, masa kelelahan melawan gadis yang diam saja?" ucap Hiro terbaring lemas di kasur dengan di sampingnya wanita cute yang dapat membuat siapapun meneteskan air liurnya apabila melihatnya, wanita itu di tutupi oleh selimut putih dengan bercak-bercak merah darah.
{Ckckck… Melayani wanita yang tidak sadarkan diri saja anda kelelahan, dasar lemah…}
'Diam dulu sistem! aku saat ini tidak ingin bertengkar denganmu, biarkan aku istirahat sejenak' ucapnya kemudian tertidur pulas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1